
BaiLi Yun Xiao sekarang duduk di samping tempat tidur dengan lamunan serius. Di tengah pergulatan batinnya, gelang komunikasinya tiba-tiba berdering dan mengirimkan getaran kejutan yang menyetrum dari pergelangan tangan hingga saraf pusatnya.
"Bagaimana kabar BaiLi Yun Hua?"
Suara dingin yang dikenalnya menarik fokus BaiLi Yun Xiao yang sempat dikagetkan. Dia menatap wujud mini Yue Qing Ye yang ditampilkan dalam bentuk hologram di hadapannya.
"Sudah lebih baik, tapi masih belum sadar," jawab BaiLi Yun Xiao dengan nada yang menjelaskan kekhawatiran lembut seperti orang tua yang panik karena anaknya dirawat di rumah sakit.
Yue Qing Ye mengerutkan keningnya dengan samar selama sedetik sebelum berkata, "Kamu tidak mengirimkan informasi apa pun dari tadi. BaiLi Yun Yi sudah seperti cacing kepanasan yang pantatnya terbakar sejak tadi. Dia sangat cemas dengan perkembangan BaiLi Yun Hua sampai-sampai membuat kami tidak nyaman."
BaiLi Yun Xiao mengangkat sebelah alisnya dan terkekeh pelan sebelum menunjukkan senyuman meminta maaf ketika sorotan dingin menembak dirinya, "Maaf membuat kalian semua khawatir. BaiLi Yun Hua sudah lebih baik, namun untuk saat ini aku akan berada di sisinya untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Tidak perlu khawatir, aku akan memastikan BaiLi Yun Hua pulih dengan baik. Ngomong-ngomong kompetisi BaiLi Yun Yi sudah dekat kan? Minta dia untuk jangan terlalu khawatir dan fokus saja untuk mempersiapkan dirinya."
"Bicarakan sendiri dengannya," ujar Yue Qing Ye singkat sebelum gambar bergeser menjadi BaiLi Yun Yi. Wujud mini BaiLi Yun Yi tampak seperti melihat kesana kemari dan wajah pemuda itu memperlihatkan seutas kekecewaan ketika tidak melihat orang yang ingin ditemuinya.
Mata BaiLi Yun Xiao melembut ketika melihat tindakan sepupunya. BaiLi Yun Yi adalah anak yang selalu tenang dan mandiri sejak kecil. Jarang sekali orang ini akan menunjukkan kegelisahan yang meretakkan topeng tenangnya dan sekarang BaiLi Yun Yi terlihat lebih seperti remaja pada umumnya yang baru berusia 17 tahun.
BaiLi Yun Xiao mengarahkan alat komunikasinya ke arah BaiLi Yun Hua yang sekarang sedang berbaring di tempat tidur dengan selimut yang menutupi hingga pinggang pemuda itu.
__ADS_1
"Jangan khawatir, kondisi BaiLi Yun Hua sudah stabil. Sisanya hanya luka-luka bekas pertempuran tadi, tapi tenang saja luka-luka itu tidak separah kelihatannya," ujar BaiLi Yun Xiao dengan nada menenangkan sebelum kembali mengarahkan alat komunikasinya kembali ke arahnya.
"Yang penting sekarang kamu hanya perlu fokus untuk mempersiapkan dirimu. Tidak ada yang tahu seberapa kuat siswa di angkatan mu. Bisa jadi ada yang juga memiliki bakat abnormal baru, jadi ada baiknya kamu mendiskusikan rencana yang matang dengan anggota timmu."
Setelah melihat BaiLi Yun Hua, jejak kekhawatiran BaiLi Yun Yi akhirnya memudar dan pemuda itu kembali ke sikap tenang yang dapat diandalkan miliknya. BaiLi Yun Yi mengangguk dengan serius dan BaiLi Yun Xiao dengan senang hati memberinya beberapa saran untuk bekalnya di pertandingan nanti.
BaiLi Yun Yi kuat, tapi mungkin di luar sana ada jenis makhluk yang jauh lebih sulit diprediksi. BaiLi Yun Xiao tidak ingin ada dari anggotanya yang terluka lagi, karena itulah dia menyarankan BaiLi Yun Yi untuk memprioritaskan keselamatan pribadinya sebagai yang paling utama.
Setelah menerima beberapa pesan terakhir, wujud hologram BaiLi Yun Yi berubah kembali menjadi Yue Qing Ye.
"Kamu tidak harus terus menjaga BaiLi Yun Hua disampingnya. Katamu kondisinya sudah stabil sekarang, jadi tidak masalah jika kamu meninggalkan anak itu sebentar kan? Tidakkah kamu ingin melihat pertandingan BaiLi Yun Yi? Selain itu jangan lupa kalau kelas kita juga berada di barisan berikutnya."
Pandangan setajam pisau kembali menusuk BaiLi Yun Xiao, namun sebagai tanggapan pemuda itu dengan santai menunjukkan senyuman riangnya. Kalau tatapan Yue Qing Ye bisa melukai seseorang, entah sudah berapa banyak lubang yang akan terbentuk di tubuh BaiLi Yun Xiao.
Dan BaiLi Yun Xiao tahu bahwa hal tersebut tidak akan pernah terjadi, itulah sebabnya dia begitu suka membuat kesal Yue Qing Ye hanya untuk melihat ekspresi marah sahabatnya ini yang menurutnya sangat menggemaskan.
Ketika BaiLi Yun Xiao membuka mulutnya dan ingin berbicara lagi, wujud hologram Yue Qing Ye langsung menghilang dan saluran komunikasi diputuskan secara sepihak.
__ADS_1
BaiLi Yun Xiao, "..."
"Heh... Kenapa temperamen anak ini semakin lama semakin runcing. Padahal dulu sewaktu kecil dia cukup patuh dan imut seperti kelinci kecil...," gumam BaiLi Yun Xiao dengan untaian nada geli yang membawa jejak nostalgia.
Ketika membicarakan soal masa kecil Yue Qing Ye, mau tak mau pikiran BaiLi Yun Xiao melayang ke ingatan masa kecilnya. Saat itu Yue Qing Ye hampir setengah kepala lebih pendek darinya dan anak itu selalu mengenakan pakaian berlapis-lapis yang menutupi tubuhnya dengan begitu ketat seolah sedang mengenakan seragam resmi orang dewasa.
Saat pertama kali mengenal Yue Qing Ye, anak itu benar-benar pendiam, tapi sikap diamnya itu bukan jenis yang memancarkan aura yang mengancam orang menjauh ribuan mil seperti sekarang. Yue Qing Ye kecil memiliki wajah yang sangat lumpuh dan tidak terlihat memiliki perubahan emosi yang layaknya dimiliki seorang anak kecil, tampak seperti kertas putih yang sama sekali belum memiliki goresan di atasnya.
BaiLi Yun Xiao masih kecil, tapi dia sudah termasuk cukup dewasa dalam membaca orang. Dia bisa melihat kesepian dalam setiap tindakan dan pandangan Yue Qing Ye yang kecil.
Hanya ketika dia lebih akrab dengan Yue Qing Ye dan mengajari anak itu hal-hal duniawi yang biasa suka dilakukan oleh anak-anak pada umumnya, Yue Qing Ye kecil baru mulai lebih terbuka. Sikapnya masih sama terkendali nya seperti robot, namun ada cahaya kecil di pupil mata murninya yang selalu bersinar terang setiap kali melihat BaiLi Yun Xiao.
Perlahan seiring waktu berjalan, hubungan mereka menjadi lebih dekat dan Yue Qing Ye kecil juga menjadi lebih lengket kepadanya dan selalu mengikuti di belakangnya seperti ekor kecil.
Yue Qing Ye kecil adalah sosok anak yang sangat menggemaskan dan menarik hati orang, namun entah sejak kapan bocah mungil yang seperti kelinci itu mulai mengembangkan perilaku yang menyebalkan seperti pertapa kuno.
BaiLi Yun Xiao menghela nafas tanpa suara. Dia agak merindukan kelinci kecil favoritnya, tentu saja untuk sekarang tidak mungkin memanggil Yue Qing Ye dengan nama panggilan itu lagi atau rumahnya mungkin akan benar-benar dibakar oleh Yue Qing Ye.
__ADS_1
"Sayang sekali... padahal kelinci kecil itu sangat imut dulu..."
Sementara itu BaiLi Yun Hua yang baru saja memulihkan kesadarannya di atas kasur, "...??"