
Setelah menyelesaikan masalah sekelompok anak yang Yue Qing Ye kecil temui di tengah jalan, mereka berdua akhirnya kembali.
Yue Qing Ye kecil dibiarkan untuk mandi dan berpakaian. Seperti biasa air mandi telah disiapkan oleh pengasuh, setelah itu Yue Qing Ye kecil akan masuk ke bak rendah untuk mandi sendiri dan berpakaian sendiri setelahnya.
Setelah menyelesaikan mandinya, Yue Qing Ye kecil keluar, namun dia tidak melihat pengasuhnya yang seharusnya berdiri di depan pintu seperti biasa. Anak kecil itu mengerutkan keningnya dan bertanya tentang keberadaan pengasuhnya pada anggota klan lain.
Namun informasi yang didapatnya justru mengatakan kalau pengasuhnya sedang berada di tempat ibunya.
Yue Qing Ye kecil sedikit kepikiran ketika mendengar informasi itu. Mungkinkah pengasuhnya dihukum oleh ibunya setelah mengetahui pelanggaran yang terjadi? Namun dia yakin tidak ada orang lain selain mereka berdua yang mengetahui apa yang terjadi, jadi tidak mungkin ibunya bisa mengetahuinya.
Kecuali... kecuali kalau pengasuhnya sendiri yang menyebutkan pelanggarannya kepada ibunya.
Yue Qing Ye kecil kembali ke kamarnya dan membuka salah satu buku yang ada di koleksi perpustakaan kecil di dalam kamarnya. Anak itu memaksa dirinya untuk mengabaikan pemikiran soal pengasuhnya. Dia berusaha mengalihkan perhatiannya ke buku yang dibaca, namun tidak lama kemudian Yue Qing Ye kecil menutup buku tersebut dan menggigit pipi bagian dalamnya untuk mencerminkan rasa frustasi yang jarang dialaminya. Saat ini dia hanya sendirian di dalam kamar, jadi dia tidak terlalu meredam emosinya.
Yue Qing Ye kecil tidak bisa berhenti memikirkan apa yang terjadi dengan pengasuhnya. Bagaimana jika sang ibu menghukum berat pengasuhnya dan mencarikan anggota klan lain untuk menjadi pengasuh barunya. Begitu ide ini muncul, ketidakbahagiaan menyerang hati kecil Yue Qing Ye.
Dia tidak ingin pengasuh baru. Dia lebih suka bersama pengasuhnya yang telah lama diamatinya. Jika pengasuhnya diganti, itu artinya dia harus semakin memperhatikan keselamatannya sendiri. Bagaimana jika orang baru memiliki niat jahat untuk melukainya?
Yue Qing Ye kecil menciptakan berbagai logika untuk meyakinkan ibunya menarik keputusan mengganti pengasuh baru untuknya. Dia menarik nafas dalam-dalam sebelum dengan siap berangkat ke tempat ibunya, namun sebelum dia turun dari tempat tidurnya aura yang dikenalnya masuk ke jangkauan indra spiritualnya.
Yue Qing Ye segera menjadi lega dan anak itu dengan tenang duduk di tempat tidurnya untuk menunggu kedatangan sang pengasuh. Biasanya pengasuhnya akan langsung menemuinya setelah pergi meninggalkannya tanpa permisi, jadi Yue Qing Ye yakin kalau dia akan segera mendapatkan penjelasan dari ketidakhadiran sang pengasuh.
Saat pintu diketuk, Yue Qing Ye mengizinkan pengasuhnya masuk ke ruang pribadinya dengan nada serius. Ketika pintu terbuka, aroma darah yang samar mengalir ke indra penciuman anak itu. Yue Qing Ye kecil langsung membunyikan alarm bawah sadarnya dan dia bangkit dari tempat tidurnya.
Pemandangan yang dilihatnya adalah wajah pengasuhnya yang jauh lebih pucat dari biasanya.
Gadis pengasuhnya memberi hormat formal seperti biasanya sebelum berdiri dengan postur yang tegak seperti biasa, namun Yue Qing Ye kecil yang baru berusia dua tahun bisa melihat kejanggalan pada orang di depannya. Sebelum dia bertanya, gadis pengasuh di depannya berbicara terlebih dahulu.
__ADS_1
"Tuan Muda, mulai besok kita akan mengunjungi Nyonya selama dua jam setiap hari."
Yue Qing Ye kecil membeku. Wajah kaku yang selalu dipertahankannya tiba-tiba pecah. Ada emosi keterkejutan, ketidakpercayaan, dan sekilas rasa bahagia yang bahkan tidak dia sadari.
Gadis pengasuh tersebut tersenyum lebar dan berkata, "Nyonya lah yang memberitahuku hal ini. Tuan Muda tidak perlu berpakaian rapi seperti biasa ketika bertemu Nyonya, tapi kita hanya bisa datang ke tempat Nyonya setelah sesi latihan seni bela diri."
Yue Qing Ye kecil menatap wajah tersenyum pengasuhnya dan untuk pertama kalinya dia ikut tersenyum meskipun senyuman itu hanya bertahan sedetik.
Semenjak hari itu, suasana hati Yue Qing Ye tampaknya lebih bahagia dari sebelumnya meskipun dia tidak menunjukkan emosi apa pun di depan umum. Setiap hari Yue Qing Ye kecil mengunjungi ibunya dengan teratur, meskipun telah diminta untuk tidak perlu terlalu formal, namun Yue Qing Ye kecil tetap mempertahankan tata krama yang tepat meskipun sedang bertemu dengan ibunya sendiri. Pada saat yang sama hubungan antara Yue Qing Ye kecil dengan gadis pengasuhnya juga semakin dekat.
Dalam dua tahun Yue Qing Ye yang berusia dua tahun telah tumbuh menjadi anak berusia empat tahun yang telah dikagumi oleh anak-anak seusianya dan bahkan orang dewasa. Selama dua tahun Yue Qing Ye berkembang dengan pesat. Gadis pengasuhnya yang remaja juga sudah tumbuh sedikit lebih tinggi dan lebih dewasa.
Hubungan antara gadis pengasuh dengan Yue Qing Ye tidak terlalu mencolok dan tetap mempertahankan garis normal seperti biasa, gadis itu bahkan telah beralih peran dari identitas pengasuh menjadi penjaga Yue Qing Ye.
Hanya Yue Qing Ye dan sang gadis pengasuhnya sendiri yang mengetahui bahwa mereka menganggap satu sama lain sebagai anggota yang penting dalam hidup mereka. Yue Qing Ye tidak peduli dengan status dan identitas gadis pengasuhnya, dia juga tidak akan bertanya. Dia hanya tahu kalau gadis pengasuhnya adalah orang kepercayaannya, orang yang mampu melindunginya dengan segenap hati tanpa mengkhianatinya. Saat Yue Qing Ye berusia 3 tahun, dia sudah melepaskan kecurigaannya dan diam-diam memberikan kepercayaannya kepada gadis pengasuhnya.
Ini adalah langkah yang berbahaya.
Semuanya berjalan dengan lancar, ketika Yue Qing Ye kecil dengan kekanak-kanakan menyimpan angan-angan kecil di dalam hati lembutnya, di saat itulah mimpi buruknya terjadi.
Pada saat berusia empat tahun, di malam yang seharusnya damai, sekelompok pembunuh entah bagaimana berhasil masuk ke kamar Yue Qing Ye.
Yue Qing Ye kecil yang pada saat itu telah menjadi seorang kultivator, dengan sigap menghadapi musuh yang melangkah masuk ke kamarnya. Anak berusia empat tahun itu menarik pedang tajam yang tersembunyi di balik bantalnya dan menikam musuh yang tidak siap. Ada dua yang masuk ke kamarnya melalui jendela.
Dari ketinggian dan bentuk tubuh, musuhnya adalah seorang pria dewasa. Mereka berdua tidak terlalu kuat, dari kekuatan spiritual yang dipancarkan sekilas oleh dua musuh tersebut, Yue Qing bisa menebak status kultivasi mereka pada saat itu juga.
Hanya kultivator tingkat 2.
__ADS_1
Meskipun Yue Qing Ye kecil yang berusia empat tahun baru memasuki jalan kultivasi tidak lama ini, dia mampu dengan mudah membunuh musuhnya. Tangannya tidak gentar bahkan ketika itu adalah pengalaman pertamanya dalam mengambil nyawa orang lain. Yue Qing Ye bisa mendengar kekacauan di luar dengan suara bising pertempuran yang tidak berhenti melalui jendela yang terbuka.
Tepat di saat ini, sebuah suara yang dikenalnya datang dari luar pintu kamar.
"Tuan Muda, apa kamu sudah bangun?"
Suara gadis pengasuhnya yang pelan dan datar membawa sedikit urgensi dalam nada seriusnya.
"Ya, apa yang terjadi di luar?" tanya Yue Qing Ye dengan tenang saat dia mengayunkan pedang berdarahnya dengan sigap dan memasukkan sepasang belati lain di masing-masing celah sepatunya sebelum membuka pintu.
Saat pintu terbuka, pemandangan yang masuk ke matanya membuat hati anak itu tenggelam hingga dasar. Ada kebakaran di luar, para anggota klan bertarung dengan orang asing yang mengenakan jubah hitam dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia bisa merasakan dari aura musuh yang datang, mereka tidak terlalu kuat. Hanya ada kultivator tingkat 2 hingga tingkat 3 yang hadir.
Yue Qing Ye mengepalkan pedangnya dengan erat dan mengikuti gadis pengasuhnya untuk menghindari para musuh yang berdatangan. Semuanya berjalan dengan lancar, mereka hanya bertemu sekelompok kultivator tingkat 3 di sepanjang jalan. Keraguan naik di hati Yue Qing Ye, jumlah musuhnya terlalu banyak, namun pada saat yang sama kelompok orang asing ini tidak terlalu kuat.
Jadi bagaimana bisa mereka menerobos masuk dan begitu merajalela di wilayah klannya?
Tiba-tiba indra spiritual Yue Qing Ye menangkap garis aura asing yang masuk ke radarnya. Hatinya langsung tenggelam ke dasar. Saat dia melihat ke samping, pemandangan yang masuk ke matanya langsung membuatnya ngeri.
Gadis pengasuhnya berdiri di hadapannya dengan sebilah energi pedang menakutkan yang menembus tubuhnya.
Saat tubuh gadis pengasuhnya jatuh, matanya menangkap orang asing berjubah gelap yang memancarkan tekanan spiritual seperti binatang buas.
Dan di masa inilah, Yue Qing Ye tersadar betapa lemah dirinya. Dia yang dikabarkan sebagai jenius langka di generasinya, bahkan tidak bisa melawan pembunuh yang ingin mengambil nyawanya. Karena kelemahannya, gadis pengasuh yang telah membuka sebagian hatinya akhirnya meninggal untuk dirinya.
Sebelum serangan mematikan mengenai Yue Qing Ye, sebuah penghalang spiritual yang jauh lebih mendominasi langsung mengelilingi Yue Qing Ye.
Salah satu penatua klan jatuh dari langit dan memotong musuh menjadi mayat berdarah.
__ADS_1
Yue Qing Ye kecil yang dihadapkan dengan kematian mengerikan dari musuh yang baru saja menjadi predatornya, menatap mayat gadis pengasuh yang tidak akan pernah bangun lagi akhirnya mengerti apa yang dimaksud oleh orang tuanya selama ini. Ini adalah takdirnya. Jika dia tidak cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri, maka akhir yang akan menunggunya adalah nasib gadis pengasuhnya.
Jiwa muda yang berusia 4 tahun itu dipaksa untuk tumbuh jauh lebih dewasa dan menghadapi kenyataan yang kejam ini. Hati yang sudah dingin, perlahan semakin tertutup ketika jejak api harapan yang kekanak-kanakan tertiup padam.