The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 31: Mengaku kalah?


__ADS_3

Mo Lan menarik diri dari sisi adiknya dengan nafas tertahan. Tubuhnya mulai menjerit kaku seperti mesin yang kehabisan minyak. Dampak dari menggunakan kekuatan ini akan menuangkan beban yang merusak bagi tubuh fisiknya, karena itulah dia selalu enggan saat berpikir ingin bergantung pada kekuatan ini untuk menyelesaikan masalah serumit apa pun itu.


Kali ini adalah kasus khusus.


Tim mereka perlu mengambil tempat pertama. Mereka harus bisa melakukannya.


Mo Lan menggertakkan giginya dengan emosi pahit yang berputar dalam dirinya. Kalau bukan karena dia sedang terdesak, dia sendiri juga tidak ingin menggunakan kekuatan ini. Jenis kekuatan yang tidak hanya akan menarik perhatian berbagai pihak, tapi juga akan membebani tubuh fisiknya dengan sejumlah kerusakan yang tidak akan pulih kalau hanya bergantung dengan waktu.


"Kakak...," panggil Xiao Yin dengan lembut saat dia bertekad untuk menempel di sisi saudara perempuannya dengan sejumlah kekhawatiran yang sulit ditenangkan.


Mo Lan menggeleng kepalanya dan berusaha menarik senyuman menenangkan, namun gerakan menggeleng itu sudah cukup membuat kepalanya semakin berputar-putar dan berdenyut seolah kesadarannya sedang menabrak berbagai objek di mana-mana. Akibatnya, senyuman yang seharusnya membentuk lengkungan menenangkan itu agak terdistorsi oleh rasa tidak nyaman yang membuat Xiao Yin semakin khawatir, bukannya tenang.


Mo Lan membuat desisan pelan sambil memejamkan matanya sejenak. Tubuhnya benar-benar terasa tidak nyaman. Kalau bukan karena kompetisi masih berlangsung, dia tidak akan mau tinggal di tempat ini lebih lama lagi. Sambil menjilati bibirnya yang agak kering, Mo Lan sekali lagi menarik diri dari genggaman Xiao Yin dengan gerakan yang lebih tegas dari sebelumnya dan melangkah mendekati BaiLi Yun Hua.


Dalam hati Mo Lan sudah menganggap BaiLi Yun Hua sebagai pemimpin tim lawan. Semua kejutan menyenangkan yang diberikan oleh pemuda ini selama kompetisi membuatnya memberikan sejumlah kekaguman langka kepada pemuda dari ras naga yang dikabarkan sebagai sampah ini.


Kalau bukan karena kompetisi ini sangat berarti baginya, dia lebih suka menghabiskan waktu sehari semalam untuk mengajak BaiLi Yun Hua melakukan duel ramah. Dia yakin pemuda yang terlihat kurus dan kekurangan gizi ini tidak akan mengecewakan harapan besarnya. Lagipula, orang ini tidak benar-benar lemah seperti yang terlihat dari luar.

__ADS_1


Mo Lan mendekati BaiLi Yun Hua dan melihat kondisi berdarah pemuda itu dengan sedikit iba dan ketidaknyamanan yang melilitnya. Bukan tujuannya untuk menyakiti orang-orang ini sebegitu parahnya.


Mo Lan adalah pribadi yang terus terang, terbuka, ambisius, dan keras kepala. Namun kata 'sadis' tidak pernah terkait dengan jati dirinya. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa dia selalu memendam penolakan murni untuk menggunakan kekuatan ini karena kekuatan ini benar-benar brutal dan sulit dikendalikan.


Kalau bukan karena dia harus mengambil posisi pertama di kompetisi ini...


BaiLi Yun Hua menatap gadis yang menjadi dalang penyebab kekacauan di atas arena ini dengan waspada. Dia tahu kalau dirinya sendiri selalu jauh lebih monster dibandingkan dengan orang lain, tapi itu karena identitas darah sucinya. Namun gadis ini memberinya getaran aneh yang mengguncang kesombongannya selama ini.


Gadis ini... dia adalah jenis monster yang lebih monster dari dirinya sendiri...


Entah itu lawannya yang ternyata menyembunyikan kekuatannya selama ini atau mungkin ini adalah jenis mantra terlarang, BaiLi Yun Hua tidak yakin.


Kalau itu yang pertama, berarti gadis ini benar-benar menakutkan mengingat usianya yang tidak terlalu jauh dari BaiLi Yun Hua. Ada alasan mengapa sebagian besar tuan muda dari berbagai klan berhasil mencapai prestasi brilian dan menjadi bakat terkemuka di usia muda, semuanya memiliki latar belakang dan sumber daya yang tidak tertandingi.


BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye adalah seorang darah suci yang legendaris. Masing-masing memiliki dukungan dan latar belakang kelas top di punggung mereka. Di usia 19 tahun mereka berdua sudah berhasil menembus ranah tingkat 7 dan stabil menjadi kultivator tingkat 8. Ini adalah jenis bakat yang akan membuat orang lain tergila-gila.


Li Qing He dari klan Li adalah tuan muda pertama sekaligus calon pewaris yang paling menonjol di antara saudara-saudaranya. Meskipun dia bukanlah seorang darah suci, namun pemuda ini juga tidak kalah mengagumkan dari pewaris klan lain. Saat berusia 12 tahun dia dikabarkan sudah mulai mengambil alih sebagian pekerjaan milik keluarganya. Perlahan bisnis keluarganya semakin berkembang dan orang ini sudah menjadi salah satu pemegang keputusan tertinggi di bisnis klan Li.

__ADS_1


Di luar dari bisnis utama klan Li, Li Qing He sendiri juga dikabarkan memiliki banyak bisnis pribadinya di berbagai wilayah dari enam ras. Di usia 19 tahun, pemuda ini juga berhasil menjadi seorang kultivator tingkat 7 hanya satu tingkat di bawah duo Qing Yue Xue Hua.


Tidak hanya klan BaiLi, klan Yue, dan klan Li, yang mengembangkan jenius muda. Klan Wei dari ras vampir dan klan Luo dari ras elf juga memiliki penerus yang luar biasa. Wei Si An yang sekarang menjadi salah satu guru pembimbing di kelas A-1 juga seorang kultivator tingkat 7 sama seperti Li Qing He.


Luo Min, putri dari ras elf juga seorang kultivator tingkat 7 dengan bakat kelas ungu yang langka.


Semua bakat-bakat muda dari berbagai klan besar ini memiliki latar belakang yang tidak mudah, wajar kalau orang-orang menjadi iri dan memuja mereka. Nama mereka terkenal hingga ke berbagai penjuru.


Mo Lan adalah seorang siswa kelas B biasa tanpa identitas khusus yang dibombardir, jadi bagaimana gadis kelas B ini bisa menyimpan kekuatan sebesar itu?


Pertanyaan ini tentu tidak hanya terlintas di pikiran BaiLi Yun Hua, penonton yang menyaksikan ulah Mo Lan semua mulai menyelidiki gadis itu dengan tatapan tajam mereka.


Kalau kekuatan yang ditampilkan oleh Mo Lan itu murni kekuatannya atau jika itu adalah sejenis mantra terlarang yang belum pernah terlihat, berarti identitas dan latar belakang gadis ini tidak biasa.


BaiLi Yun Hua mendaratkan tatapan bermusuhan yang penuh kewaspadaan terhadap gadis yang mendekatinya. Jantungnya berdegup kencang bukan karena antisipasi seperti sebelumnya, melainkan karena naluri ingin bertahan hidup yang membara. Dia bisa melihat emosi rumit di mata lawannya ketika gadis itu berhenti sejauh dua meter dari dirinya sebelum membuka mulutnya dan mengeluarkan pertanyaan serak,


"Masih ingin lanjut, atau akui kekalahan kalian?"

__ADS_1


__ADS_2