
Mo Lan membaringkan Xiao Yin di lantai dengan lembut sebelum membentuk penghalang samar di sekitar gadis itu. Setelah semuanya selesai dia langsung mengambil kembali kedua pedang besarnya dan terjun ke pertempuran.
Kali ini seluruh tubuh Mo Lan memancarkan aura yang tak terbantahkan dengan energi api yang bercampur dalam aura gadis itu.
Kelompok yang sedang bertempur di sisi lain, semuanya memperhatikan kedatangan Mo Lan. Melihat gadis itu mengangkat pedang besarnya yang memancarkan percikan api merah, seluruh anggota tim B langsung menjauh dari BaiLi Yun Hua termasuk A-Wan yang berhasil membebaskan ujung tombaknya dari pijakan BaiLi Yun Hua setelah fokus pemuda itu teralihkan oleh temannya.
'A-Wan, kamu segera turun dari arena ini dengan Xiao Yin. Pastikan Xiao Yin segera dirawat dengan segala cara. Saat ini lukanya terlalu serius untuknya tinggal di arena ini. Tidak perlu khawatirkan hasil pertandingan ini karena aku dan anggota yang lain akan mengurusnya.'
Suara dingin Mo Lan ditransmisikan ke A-Wan dan anggota tim kelas B lainnya. Mereka bisa mendengar jejak kemarahan dalam suara Mo Lan yang selalu tenang dan rasional. Tidak diragukan lagi, kondisi Xiao Yin membuat marah kakak perempuannya.
Setelah tim itu mendarat di posisi yang cukup jauh dari dua orang yang akan terlibat pertarungan sengit, A-Wan langsung menuju Xiao Yin dan membatalkan penghalang yang dibuat Mo Lan sebelum tanpa ragu bergegas turun dari arena dengan menggendong gadis yang sekarat itu di pelukannya.
BaiLi Yun Hua melihat pemandangan itu dan mengabaikannya. Soalnya hasil pertandingan ini sekarang sepenuhnya tergantung pada dirinya dan Mo Lan.
Aura biru terang mengelilingi BaiLi Yun Hua bersama udara ungu gelap yang membentuk ribuan jarum es dari udara. Begitu Mo Lan hanya berjarak sekitar dua meter dari BaiLi Yun Hua, ribuan jarum es langsung melesat ke gadis itu seperti peluru.
Mo Lan menyipitkan matanya dengan cahaya dingin sebelum mengayunkan pedang kirinya dengan gerakan menyilang yang langsung menghancurkan semua jarum es tersebut melalui tebasan spiritual yang mengandung aura api merah.
"Ding!"
Empat bilah pedang berbentrok bersama dengan energi api dan es yang saling bertabrakan. Saat ini penonton di arena bersorak setelah melihat adegan yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.
__ADS_1
Kali ini keduanya menggunakan kekuatan spiritual mereka secara menyeluruh tanpa menahan diri. Yang lebih menyenangkan adalah kedua orang ini mampu mengeluarkan kekuatan spiritual yang sekuat ini, dimana pemandangan ini cukup langka di antara siswa tingkat pertama.
Semakin tinggi tingkat kultivasi seorang kultivator, pasokan energi spiritual yang mereka hasilkan akan semakin besar dengan kekuatan dan kemurnian yang jauh lebih tinggi. Biasanya untuk seorang kultivator tingkat 1 atau 2, mereka tidak akan mau menyia-nyiakan energi spiritual mereka karena pasokan yang mampu dihasilkan oleh tubuh mereka setiap detiknya sangat terbatas.
"Kedua orang ini cukup bagus. Melihat dari kekuatan mereka, seharusnya mereka bisa menyamai siswa tingkatan kedua. Kenapa mereka justru masuk ke tingkat dasar?
"Entahlah, tapi biasanya setiap tes masuk selalu menggunakan instrumen pengujian dan hasilnya selalu bergantung kepada data yang dinilai dari tes. Jadi wajar saja kalau ada beberapa ketidaksesuaian dalam penempatan kelas."
"Selain itu instrumen pengujian akademi juga memberikan kebebasan pada peserta ujian untuk menentukan sampai tahap mana mereka ingin melanjutkan ujian. Mungkin saja mereka melewati ujian tahap terakhir, tapi ya biasanya kan justru ujian bakat dan tingkat kultivasi adalah dua tahap yang paling penting dalam proses penilaian jadi jarang ada peserta ujian yang mau melewati dua ujian yang bisa menentukan status mereka di akademi."
"Mungkin mereka berdua sama-sama melewati ujian tahap ketiga, jadi hasilnya malah dinilai harus masuk ke tingkatan dasar untuk lebih memahami dasar-dasar kultivasi."
"Siapa tahu, mungkin tidak tapi mungkin juga mereka sengaja melakukannya. Lagipula tidak ada yang tahu apa yang dua orang ini pikirkan, tapi kudengar yang laki-laki itu berasal dari klan BaiLi."
"Oh, maksudmu pemuda BaiLi Yun Hua ini ya. Memang dari rumor yang tersebar anak ini tidak disukai di klannya, tapi baru-baru ini hubungan anak ini dengan BaiLi Yun Xiao tiba-tiba menjadi dekat."
"Mungkin karena bakatnya terpapar? Lagipula bakat tingkat hitam yang hanya bisa muncul satu di antara jutaan umat selama bertahun-tahun tidak bisa diremehkan. Mungkin BaiLi Yun Xiao melihat bakatnya ini dan ingin melatihnya?"
"Tidak salah si. Bakat tingkat hitam itu setara dengan jenius di antara jenius, hampir seperti monster yang hanya satu tingkat lebih rendah dari darah suci. Mengingat klan BaiLi sudah memiliki satu darah suci yang legendaris, kalau ditambah lagi dengan bakat tingkat hitam yang langka ini..."
"Klan BaiLi untung besar kan..."
__ADS_1
"Ya, begitulah..."
"..."
Sementara para penonton yang menyaksikan pertandingan di arena ini bergosip, Yu Feng yang duduk di barisan bangku penonton yang lebih rendah satu tingkat mau tak mau menajamkan telinganya untuk informasi tersebut.
Dia juga pernah mendengar soal BaiLi Yun Hua yang statusnya agak memalukan di klan BaiLi dan dia juga pernah berpapasan sebentar dengan rombongan dari klan BaiLi ini di penginapan. Dia tidak terlalu sering melihat BaiLi Yun Hua, namun dia sudah pernah bertemu dengan BaiLi Yun Xiao.
Tidak hanya bertemu, tapi bahkan menyaksikan adegan yang agak memalukan bagi Tuan Muda Pertama Klan BaiLi yang sedang didekati oleh wanita. Dari pengamatan dan pendengarannya, hubungan BaiLi Yun Hua dengan anggota klannya bisa digolongkan cukup dekat. Tuan Muda Pertama Klan BaiLi ini sangat menghargai tiga anak yang bermarga BaiLi di timnya termasuk BaiLi Yun Hua.
Dari semua rumor dan gosip yang bertebaran selama bertahun-tahun ini, menurutnya tidak ada satupun yang terlalu kredibel. Daripada mengatakan kalau BaiLi Yun Hua baru diperhatikan oleh BaiLi Yun Xiao karena bakatnya, dia lebih percaya kalau sejak awal klan BaiLi sengaja menyebarkan rumor ini untuk menyembunyikan fakta kalau mereka memiliki anggota dengan bakat tingkat hitam.
Sudah cukup sulit memiliki BaiLi Yun Xiao sebagai darah suci, kalau sampai dunia luar tahu kalau klan BaiLi juga memiliki bakat tingkat hitam yang hanya satu tingkat di bawah dari darah suci, mereka bisa menarik musuh yang sepuluh kali lebih merepotkan.
Soalnya BaiLi Yun Xiao sendiri dikabarkan pernah mengalami insiden yang hampir merenggut nyawanya beberapa kali semenjak dia dilahirkan. Jadi menyembunyikan identitas BaiLi Yun Hua adalah metode yang cukup aman untuk pemuda itu.
Hanya saja dalam analisisnya ini masih terdapat beberapa kejanggalan yang agak mencurigakan. Sejak pertama kali Yu Feng melihat BaiLi Yun Hua, dia bisa melihat jejak-jejak kekurangan gizi pada BaiLi Yun Hua. Selain itu, ada juga sifat lemah pemuda itu yang terlalu feminim untuk ukuran laki-laki, namun tingkah lakunya bisa saja rekayasa. Yang sulit dibantah itu adalah penampilan fisik pemuda itu yang benar-benar terlihat seperti orang miskin yang ditinggalkan oleh klannya.
Apalagi Yu Feng juga melihat sendiri bagaimana anggota keluarga cabang memperlakukan BaiLi Yun Hua. Mereka mengejeknya, mengasihaninya, dan merendahkannya. Tidak ada dari tindakan itu yang terlihat palsu.
Yu Feng menatap pertarungan antara BaiLi Yun Hua dengan lawannya, melihat aksi BaiLi Yun Hua yang cukup profesional dan tajam dia harus mengatakan kalau rumor itu mungkin benar-benar salah selama ini.
__ADS_1