The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 64: Kesalahpahaman Terhadap Lian Yi (2)


__ADS_3

Wei Lan terdiam seribu bahasa terhadap penjelasan Yue Qing Ye.


Dia tidak mengenal laki-laki yang bernama Lian Yi itu, tapi karena gurunya mempercayai pria itu, dia agak rileks. Tapi sekarang... sepertinya dia membuat kesalahan dalam penilaiannya.


BaiLi Yun Hua merasa ingin mengusap dahinya karena ketidakberdayaan yang dia rasakan. Setelah beberapa kali berinteraksi singkat dengan Lian Yi, tentu saja dia tahu kalau orang itu agak tidak peduli terhadap sekitarnya dan memiliki pandangan yang agak berbeda terhadap aturan masyarakat.


Seperti yang dikatakan oleh Yue Qing Ye, Lian Yi tidak akan peduli jika pasiennya adalah perempuan atau laki-laki karena di matanya keduanya adalah hal yang sama, sama-sama orang yang perlu disembuhkan olehnya. Selain itu alasan mengapa Lian Yi bersedia turun tangan untuk membantu pasti juga karena mereka siswa BaiLi Yun Xiao, kalau tidak pemuda itu pasti sekarang akan menempel di sudut dan berdiri tegak seperti patung tanpa jejak kehadiran meskipun ada yang sekarat dan membutuhkan bantuan di sekitarnya.


Tapi dari cara Yue Qing Ye menggambarkan Lian Yi, orang ini membuat takut orang lain. Sekarang tiga orang siswanya ini mungkin akan dibuat jadi lebih panik setengah mati. Bagaimana tidak?


BaiLi Yun Hua menatap wajah ketiga orang siswa Yue Qing Ye yang telah berubah warna antara hijau, biru, ungu, dan putih seperti keracunan.


Mungkin Yue Qing Ye hanya mengatakan kebenaran yang diketahuinya dengan jujur dan tidak ingin mencoreng nama BaiLi Yun Xiao dan Lian Yi, tapi orang ini terlalu jujur hingga kadang memberi orang kejutan jantung.


"Jangan membuat wajah seperti itu. Jelek."


Kata-kata dingin Yue Qing Ye kembali terdengar dan kali ini siapa pun bisa merasa kalau pemuda ini tersinggung meskipun nada bicaranya sama kasualnya seperti biasa.


Wei Lan, "..."


Mu Xiang dan pemuda lainnya, "..."


Apakah guru mereka tidak panik? Mereka memang tahu kalau Yue Qing Ye memiliki EQ yang agak rendah dari orang biasa dan terkadang bahkan kurang memahami beberapa hal yang berhubungan dengan sosialisasi. Tapi kali ini mereka tidak seharusnya tenang, ok??!!


"Ada apa dengan wajah kalian itu? Jangan menatapku seperti itu dan lanjutkan analisis kalian terhadap tim lawan," perintah Yue Qing Ye ketika dia sedikit menolehkan wajahnya dan mendapati ketiga siswanya menatap dirinya dengan berbagai campuran emosi yang berbeda.


BaiLi Yun Hua tanpa sadar mengangkat senyuman rendah di wajah datarnya ketika dia menyaksikan pemandangan ini. Meskipun Yue Qing Ye menyebalkan dan sombong, tapi orang ini kadang memang sepertinya agak terlalu bodoh untuk beberapa hal tertentu.


Dia memikirkan kembali tentang perasaan bangun untuk pertama kali dengan kondisi tidak memakai sehelai pakaian apa pun dan harus ditanyai berbagai pertanyaan yang membuat rasa malu dan emosinya naik pitam.

__ADS_1


BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye kadang satu frekuensi, mereka benar-benar tidak peduli dengan bagaimana perasaan orang terhadap pandangan dan penilaian jujur mereka. Tidak heran juga... soalnya kan mereka berdua tumbuh bersama sejak kecil.


Rasa kasihan membuncah dalam hati BaiLi Yun Hua.


Huh... kedua orang ini mungkin terlalu banyak mendapat tekanan dari lingkungan mereka. Terlalu banyak belajar membuat mereka pintar, namun pada saat yang sama membuat mereka terlalu bodoh dalam hal-hal tertentu...


Sementara tiga orang yang baru mengenal Yue Qing Ye selama beberapa minggu mulai berpikir sembarangan, para bawahan Yue Qing Ye menggeleng-geleng kepala mereka secara mental. Tuan Muda mereka terlalu terus terang hingga membuat orang salah paham.


Sementara beberapa pihak yang berbeda sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, suara pintu terbuka masuk ke telinga mereka dan mengalihkan fokus mereka ke arah pintu kamar yang sudah terbuka untuk menampilkan dua sosok pemuda yang mereka kenal.


BaiLi Yun Xiao dan Lian Yi keluar secara bersamaan dan dihadapkan pada ekspresi aneh yang ditunjukkan oleh beberapa orang.


BaiLi Yun Xiao yang fokus menyembuhkan orang dan tidak mengetahui serangkaian peristiwa yang sudah terjadi sementara dia sibuk bekerja, "??"


Trio siswa kelas B itu menatap salah satu guru mereka dengan pandangan penuh keraguan sebelum mengalihkan pandangan mereka ke arah Lian Yi yang memiliki ekspresi datar seperti yang sudah mereka lihat sejak awal bertemu dengan pemuda itu.


Mu Xiang melihat sarung tangan hitam di kedua tangan Lian Yi dan mulai menelan ludah, pikirannya langsung secara aktif merumuskan serangkaian cerita mencurigakan yang berhubungan dengan sarung tangan hitam itu.


"Mereka mengira Lian Yi akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap Xiao Ling."


Wei Lan, Mu Xiang, dan seorang pemuda lainnya, "!!!"


Ketiga siswa itu secara praktis menolehkan kepala mereka ke arah Yue Qing Ye dengan kecepatan yang membuat tulang leher orang merasa sakit dan menatap guru mereka dengan tatapan melebar yang penuh kepanikan, ketidakpercayaan, dan rasa tidak berdaya.


Bagaimana bisa hal seperti ini dikatakan terus terang Guru!!!


Lian Yi yang disebut dalam konteks Yue Qing Ye mengalihkan tatapannya ke arah tiga siswa yang berpikiran buruk tentangnya.


Mu Xiang "..."

__ADS_1


Tatapan orang ini agak terlalu kosong bukan...?


Tenggorokan Mu Xiang secara otomatis kembali bergerak dan gadis itu menelan ludah lagi untuk yang kesekian kalinya. Rasanya ingin menangis tanpa air mata. Tatapan Lian Yi membuatnya sembarangan berpikir. Berbagai cerita mengerikan yang pernah didengarnya kembali berputar di benaknya.


Wajah tanpa emosi yang mungkin menyembunyikan sifat mengerikan...


Sarung tangan hitam yang menjadi penutup untuk tindakan berdarah yang disembunyikan dari publik...


Dan pakaian hitam yang mencerminkan sifat kegelapan yang bersarang dalam jati diri pemuda itu...


Orang ini... bukan psikopat kan...?


Untung saja tidak ada di antara orang-orang yang tinggal di ruangan ini yang memiliki kemampuan membaca pikiran, atau serangkaian kecurigaan Mu Xiang akan membuat mereka tertegun pada kemampuan imajinasi gadis itu yang luar biasa. Mereka bahkan tidak perlu mendengarkan kebenaran apa pun karena hanya cerita gadis itu saja sudah cukup membuat mereka berimajinasi.


BaiLi Yun Xiao menatap Lian Yi yang masih tidak memiliki perubahan ekspresi di wajahnya dan berbalik mengarahkan pandangan serius kepada ketiga siswanya, "Apa yang kalian pikiran di kepala kalian itu? Kami hanya bekerja untuk menyembuhkan mereka yang terluka. Lian Yi bukan tipe orang yang memiliki niat kotor seperti itu, jadi jangan khawatir."


Mendengar teguran serius BaiLi Yun Xiao, ketiga orang itu akhirnya menatap Lian Yi dengan pandangan bersalah yang canggung, namun mau tak mau masih ada sentuhan emosi keraguan yang terpantul di mata mereka.


"Maafkan kami atas pikiran buruk kami."


Lian Yi tidak menanggapi atau berekspresi terhadap kalimat permintaan maaf ketiga siswa itu.


Melihat suasana yang berubah semakin canggung, BaiLi Yun Xiao membuka pembicaraan untuk mengalihkan fokus para siswanya.


"Tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi teman-teman kalian. Kecuali Yu Feng yang lebih banyak menerima kerusakan fisik, tidak ada yang terlalu serius. Mereka mungkin akan pulih selama satu hingga dua jam ke depan."


"Jangan khawatir dengan kemampuan mereka karena kami telah mempercepat proses pemulihan alami tubuh mereka. Pada dasarnya kita hanya perlu menunggu mereka untuk bangun dan kembali menyesuaikan diri dengan tubuh yang agak kaku. Kalau soal kekuatan fisik dan pasokan energi spiritual, mereka akan pulih sepenuhnya seperti kondisi awal."


Ketiga siswa itu akhirnya memiliki ekspresi yang lega di wajah ketat mereka.

__ADS_1


Ini adalah berita yang baik, selanjutnya mereka hanya perlu fokus merumuskan bagaimana harus menghadapi pertandingan selanjutnya.


Kali ini jangan sampai mereka mengecewakan kedua guru mereka lagi...


__ADS_2