The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 67: Melawan Kelas Luo Min (2)


__ADS_3

Wei Lan menatap tim lawannya.


Seperti yang sudah dianalisisnya bersama anggota timnya, ada Li Qing Feng dan Li Qing Xia dari klan Li, ada juga sepasang gadis kembar yang memiliki gaya bertarung unik, dan...


Wei Lan menatap dua orang terakhir yang juga menatapnya. Dua orang ini... kenapa mereka?


Anggota tim lainnya dari tim Wei Lan juga memperhatikan dua orang asing yang berdiri di pihak lawan mereka.


"Kenapa dua orang sebelumnya diganti?" tanya Mu Xiang dengan kerutan di alisnya.


Salah satu laki-laki di tim mereka memperhatikan pandangan dua anggota tim lawan yang terus mengarahkan tatapan mereka kepada Wei Lan. Pemuda itu melihat diamnya Wei Lan yang agak berbeda dari kebiasaan pemuda elf itu dan bertanya dengan ragu, "Wei Lan apakah kamu mengenal mereka?"


Wei Lan terdiam sejenak, berbagai emosi aneh terlintas di kedua pupil hijaunya. Namun kejanggalan itu hanya berlangsung sejenak sebelum ditekan kembali oleh Wei Lan. Dia mengangguk pelan dan menjawab pertanyaan itu, "Mereka adalah anggota klan Luo."


Yu Feng menatap Wei Lan ketika dia mendengar jawaban pemuda itu. Dari pengamatannya, Wei Lan selalu tampil asing ketika anggota klan Luo disebutkan. Bahkan dengan Luo Xiu yang selalu menyebutkan nama orang ini dengan ramah begitu membuka mulut, juga tidak luput dari keterasingan Wei Lan.


Wei Lan tidak menyukai klan Luo.


Itu adalah fakta yang disadari oleh beberapa orang.


Berbagai perhitungan terlintas di benak Mu Xiang saat dia mendengar identitas orang tambahan di pihak lawan dari mulut Wei Lan.


Ini bukan kebetulan kan...


"Mereka mungkin datang untukku."


Kata-kata Wei Lan menarik perhatian anggota timnya. Lima orang ini masing-masing sadar kalau Wei Lan memiliki hubungan tertentu dengan klan Luo, tapi ini mungkin bukan jenis hubungan yang bersahabat. Melihat bagaimana salah satu anggota klan Luo di sisi lawan menatap Wei Lan dengan pandangan gelap, batin mereka membenarkan kata-kata teman elf mereka.


Dua orang klan Luo ini benar-benar datang untuk Wei Lan.


"Tidak apa-apa, aku akan mengambil mereka berdua. Kalian akan mengurus sisanya."

__ADS_1


Ketika Wei Lan mengucapkan kata-kata ini, dia tidak secara sengaja menekan suaranya jadi tim lawan bisa mendengar apa yang dikatakannya.


Dua pemuda yang merupakan anggota klan Luo itu bereaksi. Yang satu tersenyum ramah dan satunya lagi memiliki senyuman yang tidak mencapai mata.


Li Qing Xia yang mendengar kata-kata pemuda elf di pihak lawannya ikut merasa tersinggung. Apa maksudnya dengan 'Aku akan mengambil mereka berdua. Kalian akan mengurus sisanya.'? Orang itu meremehkan mereka?


Beberapa saat yang lalu Guru Luo tiba-tiba menukar dua anggota tim mereka. Keputusan guru mereka tentunya membuat dia merasa heran, tapi Li Qing Xia tidak terlalu peduli selama anggota baru mereka tidak lebih buruk dari anggota lama.


Saat ini kedua tim sudah berdiri di arena, mereka hanya menunggu hitungan mundur dimulai dan dua tim akan saling menerkam untuk menghancurkan lawan mereka.


Ketika hitungan mundur habis, Wei Lan langsung melesat seperti kilat hijau menuju dua target yang juga menargetkan nya sejak awal.


"Lama tidak bertemu Wei Lan, bagaimana kabarmu selama ini? Baik?" tanya seorang pemuda yang menangkap belati Wei Lan dengan tangan kosong yang memiliki sarung tangan unik di kedua telapak tangannya.


"Tentu saja sangat baik, Luo Hao. Aku hidup jauh lebih baik dari yang kalian duga," balas Wei Lan dengan senyuman dingin.


"Begitu ya, jadi kata-kata mereka tidak salah. Kamu banyak berubah, sepupu," lanjut Luo Hao dengan senyuman ramah.


Di beberapa titik, Luo Hao dan Wei Lan terlihat hampir mirip. Bedanya Luo Hao sedikit lebih tinggi meskipun pemuda itu juga ramping dan memiliki wajah yang sama halusnya seperti Wei Lan. Dan tidak seperti Wei Lan yang memiliki rambut pendek yang hitam. Luo Hao memiliki rambut hitam yang panjangnya setidaknya mencapai punggung.


Luo Hao mengangkat bahunya sejenak dan meluncur ke belakang. Tepat di posisi Luo Hao sebelumnya, seorang pemuda elf lainnya yang memiliki rambut pirang melompat ke posisi Luo Hao dan menyerang Wei Lan dengan pedang.


Wei Lan segera melapisi kedua belatinya tepat waktu dengan energi spiritualnya sebelum senjatanya bertabrakan dengan pedang orang ini.


Berbeda dari Luo Hao, pemuda elf yang berambut pirang ini memiliki niat membunuh yang jelas. Dia tidak menyembunyikan permusuhannya terhadap Wei Lan bahkan energi spiritual orang asing ini menusuk tajam seperti predator yang ingin menghancurkan mangsanya.


"Luo Hong, tidak perlu sekejam itu diawal."


Suara Luo Hao menembus langsung ke telinga Wei Lan dan Luo Hong meskipun pemuda itu berada sekitar lima meter di belakang.


"Aku tidak sepertimu yang suka bermain-main. Hari ini alasan utama ku berdiri di sini adalah untuk bajingan kecil ini. Kalau kamu ingin bermain, cari orang lain. Biar aku yang mengurus bajingan kecil ini," ujar pemuda yang bernama Luo Hong dengan ejekan yang kental.

__ADS_1


Aura berbahaya menguar dari Wei Lan ketika dia mendengar kata 'bajingan kecil' yang dikeluarkan dari mulut lawannya. Kebencian dan kemarahan yang sudah lama ditekannya selama tinggal di Akademi kembali meledak di bawah provokasi kelompok makhluk yang dibencinya.


Sudah lama dia tidak dipanggil seperti itu, dan sekarang setelah dua orang yang dibencinya kembali muncul di kehidupannya, ingatan tentang mimpi buruknya kembali dibangkitkan.


'Bajingan kecil ini benar-benar menyebalkan. Kenapa aib ini masih hidup sampai sekarang. Buang-buang makanan saja. Bukankah lebih baik kalau kepala klan memerintahkan bajingan kecil ini untuk dibunuh saja?'


'Ya, kepala klan terlalu baik hati untuk membiarkan makhluk menjijikkan seperti ini tetap hidup dan berkeliaran di wilayah klan. Kalau bukan karena kepala klan melarang kita untuk membunuhnya, kurasa bajingan kecil ini tidak akan berkeliaran dan mengganggu pemandangan sekarang.'


'Mau bagaimana lagi, bajingan kecil ini terlalu beruntung. Kalau bukan karena orang tuanya, bagaimana mungkin klan kita akan memiliki aib seperti ini?'


'Menyebalkan. Kuharap dia mati di sudut-sudut selokan sana supaya tidak menebarkan nasib sial pada orang lain.'


'Bajingan kecil! Kenapa kamu tidak tinggal di selokan saja dan jangan keluar?! Dengan begitu anakku tidak akan mati!'


'Ini semua salah bajingan kecil ini yang mengutuk anak-anak klan. Pasti ulahnya kenapa klan kita bisa jatuh ke bencana ini.'


'Sudah kuduga. Bajingan kecil ini adalah sumber kutukan. Dulu dia mengutuk orang tuanya, sekarang setelah orang tuanya mati dia malah berbalik menyebarkan kutukan kepada kita!'


'Pergi mati sana, bajingan kecil!'


'Bajingan kecil yang tidak berguna!-'


'Dasar aib!-'


'Mati!'


Energi gelap meledak dari Wei Lan seketika.


Pupil matanya yang seharusnya berwarna hijau terang seperti permata zamrud yang murni sekarang menjadi keruh dan tajam seperti binatang buas.


Perubahan yang tiba-tiba terjadi pada Wei Lan menarik perhatian semua orang. Mereka terkejut dengan perubahan aura pemuda elf itu yang meningkat pesat.

__ADS_1


Wei Lan memandang kedua lawannya dengan tatapan penuh mengejek yang tidak menyembunyikan rasa permusuhan yang menusuk tulang dan mencibir,


"Heh... bajingan kecil? Kalau begitu sekarang bajingan kecil yang kamu sebutkan dari mulut busukmu akan menunjukkan caranya bermain yang menyenangkan."


__ADS_2