The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 32: Menyerah? Tidak mungkin!


__ADS_3

Pertanyaan itu menembus jantung para siswa kelas A yang masih sadar.


Akui kekalahan?


Masing-masing dari mereka merasa harga diri mereka ditampar dengan kejam di hadapan kenyataan ini. Lawan terlalu kuat, jauh lebih kuat dari mereka. Tapi apakah mereka bersedia mengakui kekalahan ini?


Xiao Yin dan anggota kelas B lainnya sudah mengharapkan pengakuan kalah dari pihak lawan mengingat kondisi saat ini jelas berpihak pada mereka.


Kompetisi hanya akan dimenangkan apabila salah satu pihak mengaku kalah atau benar-benar kehilangan kemampuan bertarung mereka. Yang dimaksud dengan kehilangan kemampuan bertarung adalah ketika salah satu pihak berada dalam kondisi kritis atau tidak menyadarkan diri. Sebagian dari siswa kelas A masih bisa membuka mata mereka, itu artinya selama mereka mengakui kekalahan, maka kemenangan akan valid menjadi milik kelas B.


BaiLi Yun Hua tersenyum, namun senyumannya tidak mencapai mata. Pupil hitamnya memantulkan cahaya ungu tertentu ketika sudut bibirnya ditarik miring ke atas sebagai bentuk seringaian mengejek.


"Menyerah? Tidak mungkin!"


Gertakan tegas BaiLi Yun Hua mengejutkan kelompok kelas B yang mengharapkan dia menyerah. Jawaban keras kepalanya memberi mereka kejutan yang tidak menyenangkan. Selain itu, yang lebih memprihatinkan adalah apa yang terjadi pada pemuda ini sekarang.


Cahaya ungu di kedua pupil mata BaiLi Yun Hua yang awalnya redup tumbuh semakin terang dengan garis-garis menyilaukan yang menarik bola matanya sehingga menjadi terlihat lebih misterius.


Udara ungu gelap mengelilingi pemuda itu. Fenomena aneh ini segera membuat anggota kelas B waspada karena saat ini bukan hanya BaiLi Yun Hua yang memiliki udara ungu di sekitarnya, tapi anggota kelas A lainnya juga sama.

__ADS_1


"Menyerah? Maaf mengecewakan kalian karena kata itu tidak diajarkan oleh guru kelas kami," ujar BaiLi Yun Hua dengan nada sombong khasnya yang menyebalkan. Provokasi ini berhasil membuat ekspresi tim kelas B menjadi jelek.


Mo Lan mengerutkan keningnya. Dia memiliki firasat buruk dengan apa yang terjadi sekarang. Apalagi penampilan BaiLi Yun Hua saat ini memberinya perasaan tidak nyaman yang berbeda dari sebelumnya.


Salah satu anggota kelas B melemparkan serangan spiritual pada anggota kelas A terdekat, namun serangan itu langsung lenyap begitu mendekati udara gelap yang mengelilingi targetnya tanpa meninggalkan jejak.


Xiao Yin mengangkat tangannya dan menembakkan energi spiritual pada BaiLi Yun Hua. Pemuda itu tidak menghindar dan malah menatap serangan itu dengan apatis tanpa berkedip. Begitu serangan itu mencapai udara gelap di sekitar BaiLi Yun Hua, kejadian yang sama kembali terulang. Serangan itu praktis lenyap bahkan sebelum mencapai pakaian pemuda itu.


Anggota kelas B yang melihat adegan ini langsung berkumpul mengelilingi Mo Lan dan gadis Xiao Yin.


"Kakak, apakah kamu tahu apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa mereka tampaknya kebal terhadap serangan luar?" bisik Xiao Yin yang menanyakan keraguan anggota timnya.


"Tapi melihat dari jenis udara gelap ini, mungkin formasi ini berasal dari klan Li," lanjut Mo Lan dengan serius.


Pertimbangan Mo Lan membuat anggota tim lainnya semakin waspada. Formasi dari klan Li seharusnya tidak akan begitu mudah dipelajari oleh orang lain, tapi begitu mengingat kalau salah satu guru kelas A-1 adalah Li Qing He, tidak menutup kemungkinan kalau kelas A ini sudah lama dipersiapkan untuk menguasai sejumlah teknik milik klan Li.


Di langit-langit arena, BaiLi Yun Yi menatap kagum pemandangan di bawah dengan emosi yang agak sulit diuraikan bahkan oleh dirinya sendiri.


"Siapa sangka Tuan Muda Pertama Klan Li bersedia menyebarkan teknik keluarganya pada orang asing. Apalagi teknik ini agak curang untuk sebagian besar orang," ujar BaiLi Yun Yi.

__ADS_1


"Di klan Li formasi ini masih belum termasuk kategori teknik rahasia dan tidak ada larangan untuk menyebarkannya secara luas. Sesuai hukum resmi klan Li, Li Qing He sebenarnya tidak bisa dibilang melanggar aturan. Tapi memang benar, tindakan Li Qing He agak di luar dugaan mengingat selama ini orang itu terkenal dengan pribadinya yang kaku dan lurus," kata BaiLi Yun Xiao ketika dia menatap ruangan VIP lainnya yang dihuni oleh dua sosok tertentu.


"Entah apa yang membuat orang itu tiba-tiba bersedia melanggar integritasnya...," lanjut BaiLi Yun Xiao dengan tarikan nafas pelan yang menandakan keraguannya.


"Apa pun alasan Li Qing He, keputusannya membuat situasi pertandingan ini kembali menjadi tidak pasti. Setelah ini, akan sulit bagi kelas B untuk meraih kemenangan final," ujar Yue Qing Ye yang menyoroti isi pikirannya.


Bukan hanya kelompok BaiLi Yun Xiao yang memiliki arah pemikiran ini, beberapa penonton yang mengetahui penyebab perubahan situasi saat ini juga mulai berspekulasi, namun mereka semua sepakat dengan satu pikiran yaitu kelas A akan mulai mengangkat posisi mereka kembali.


Seolah membuktikan pemikiran para penonton, perubahan pada BaiLi Yun Hua semakin mencolok. Saat ini udara ungu yang mengelilingi BaiLi Yun Hua semakin pekat dan tampak seperti dipancarkan dari tubuh pemuda itu sementara fenomena pada anggota kelas A lainnya justru mulai mereda. Udara ungu di sekitar anggota kelas A lainnya semakin kabur dan tipis, baik itu yang sadar atau tidak mereka semua tampak lebih pucat dari kondisi awal.


Pemandangan ini membuat anggota kelas B merasa tidak nyaman. Mereka sekarang memiliki tebakan samar akan cara kerja formasi ini sekarang.


"Sepertinya setiap anggota kelas A sekarang sedang dalam proses mentransfer energi mereka kepada BaiLi Yun Hua," ujar salah satu pemuda di tim kelas B.


Mo Lan melihat perubahan yang semakin jelas pada BaiLi Yun Hua. Cahaya ungu di kedua pupil mata pemuda itu tampak sangat menyihir, namun juga meresahkan. Seluruh pribadi BaiLi Yun Hua hampir seperti dirasuki oleh objek lain yang membuatnya tampil agak terdistorsi.


Klan Li adalah klan besar dari ras iblis yang sebagian besar berfokus pada kegelapan. Mo Lan belum pernah menjumpai seorang kultivator iblis, namun gadis ini menebak penampilan BaiLi Yun Hua saat ini mungkin bisa membuat pemuda itu dikaitkan dengan bangsa iblis.


Melihat kondisi BaiLi Yun Hua yang semakin meningkat pesat, anggota kelas B semakin risih. Mereka diam-diam meringis dengan perubahan situasi yang mungkin akan berombak nanti. Bukannya mereka hanya berniat diam tanpa mengerahkan usaha untuk menghentikan kebangkitan kelas A, masalahnya setiap kali mereka menyerang anggota kelas A ini serangan mereka semua tidak menimbulkan dampak apa pun.

__ADS_1


Bertindak impulsif hanya akan membuat mereka membuang energi untuk hasil yang tidak ada. Karena itulah sekarang mereka hanya menunggu diam dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan tahap baru dari pertempuran ini.


__ADS_2