
BaiLi Yun Yi tahu kalau hubungan antara sepupunya dengan BaiLi Yun Hua sudah cukup dekat semenjak tiba di Kota Luo Xing, tapi ini masih pertama kalinya dia melihat sepupunya aktif merawat BaiLi Yun Hua. Tampaknya sepupunya ini serius menganggap dirinya sebagai wali BaiLi Yun Hua.
Pertandingan terus berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya giliran kelas BaiLi Yun Hua kembali maju ke arena pertandingan. Kali ini yang maju adalah tim lain dari kelas A-1.
Lawan yang mereka temui juga berasal dari kelas A, lebih tepatnya kelas A-3 dan dibandingkan dengan kelas B sebelumnya, lawan kali ini bukanlah apa-apa sehingga pertandingan ini dimenangkan oleh kelas BaiLi Yun Hua dengan mulus. Perbandingan ini sudah cukup membuat orang mengevaluasi kembali kemampuan sejati kelas B.
BaiLi Yun Hua memiliki firasat kalau kelas B yang ditemuinya sangat mungkin akan mengubah peringkat kelas mereka setelah kompetisi bulanan ini.
Setelah selang beberapa waktu, tahap seleksi pertama akhirnya selesai dan mereka mengumpulkan sekelompok kelas yang berhasil meraih dua kemenangan untuk diadukan lagi hingga mencapai tahap finalis.
Sebagian besar sesi pertandingan untuk kelas tingkatan pertama terlalu hijau sehingga kelas tingkatkan yang lebih tinggi secara alami memiliki minat yang sedikit. Waktu untuk setiap sesi pertandingan juga menjadi lebih singkat secara signifikan mengingat para kontestan sebagian besar tidak lagi menahan diri hingga para finalis pun akhirnya ditentukan.
Yang masuk lima besar adalah empat dari kelas A dan satu lagi dari kelas B yang telah mencetak prestasi cemerlang sebelumnya.
Kelas A-1 mengutus kelompok siswa yang bervariasi setiap kali maju bertanding. Sama seperti kelas A-1, anggota kelompok kelas B yang maju bukanlah tim yang melawan kelompok BaiLi Yun Hua, namun biarpun begitu, kelas B selalu memenangkan pertandingan mereka meskipun efek yang diberikan tidak semenarik tim pertama mereka.
Penonton yang mulai bosan, kembali aktif ketika pertandingan sampai ke dua kelompok kontestan terakhir yang memperebutkan peringkat pertama.
Kali ini, tim BaiLi Yun Hua kembali ke arena, begitu juga dengan tim yang mengalahkan mereka sebelumnya.
Gadis di sisi seberang menggerakkan bibirnya yang dibaca BaiLi Yun Hua sebagai,
'Aku menunggumu.'
Tentu saja bukan hanya BaiLi Yun Hua yang membaca pesan ini, melainkan anggota timnya juga. BaiLi Yun Hua hanya tersenyum singkat sebagai respon.
Kali ini mereka akan mengambil kembali kemenangan di tangan mereka.
__ADS_1
Kedua kelompok ini masing-masing mengunci lawan mereka sama seperti di pertandingan pertama. Saat pertandingan dinyatakan mulai, BaiLi Yun Hua melesat dengan kecepatan luar biasa dan sampai di depan lawannya hanya dalam beberapa detik.
Bilah pedang berdenting dengan kecepatan yang membuat orang terpesona.
"Luar biasa."
Komentar ini membuat gerakan BaiLi Yun Hua semakin sengit dan menantang.
Dua bilah pedang raksasa itu mengayun dengan kecepatan yang semakin meningkat dan meninggalkan bayangan di setiap gerakannya.
Setelah beberapa gerakan, BaiLi Yun Hua dan gadis itu membuka jarak beberapa meter.
Keduanya saling bertatapan dan mereka bisa melihat api semangat yang membara di mata lawan mereka.
Dalam sekejap, energi spiritual meledak dari kedua sisi dan sosok keduanya saling menyerang dengan kecepatan sulit ditangkap oleh mata orang biasa. Daya tembak BaiLi Yun Hua mengandung ketajaman yang luar biasa. Gadis itu tersenyum dan energi api memercik keluar dari setiap dentingan senjatanya.
"Tidak penting apakah aku pemula atau tidak. Kamu hanya perlu tahu kalau aku akan merebut peringkat pertama," balas BaiLi Yun Hua. Lapisan es tipis perlahan mengembun di bilah pedangnya yang menyebarkan dampak tabrakan pedang mereka.
"Sayangnya tim kami juga menginginkan peringkat pertama ini," ujar gadis itu dengan lembut.
Situasi pertandingan final ini menjadi lebih sengit dan kedua belah pihak tidak lagi menyembunyikan kemampuan mereka. Bukan hanya BaiLi Yun Hua dan lawannya yang menunjukkan kualitas sejati mereka, tapi lima anggota tim mereka juga melakukan hal yang sama.
Pertempuran semakin keras dan situasi di arena juga semakin tidak jelas. Masing-masing dari kontestan ini mengait target mereka dan menyerang habis-habisan.
"Anak-anakmu ini semakin tidak sabaran. Mereka benar-benar lupa kalau kontes ini adalah pertandingan kelompok bukan individu. Memang benar tidak ada aturan yang menyebutkan bagaimana pertandingan antara dua kelompok tim harus berjalan di arena, tapi tetap saja arena ini bukan tempat mereka untuk melampiaskan perasaan pribadi mereka," ujar Li Qing Yu.
Kata-kata Li Qing Yu tidak salah, situasi di arena memang menjadi semakin kacau.
__ADS_1
Li Qing He mengerutkan keningnya. Ini bukanlah yang dia harapkan. Kalau mereka terus seperti ini, maka mereka hanya akan menyia-nyiakan tenaga mereka tanpa hasil yang memuaskan.
BaiLi Yun Hua memandang sekilas situasi sekitarnya. Saat fokusnya sedikit menyimpang pedang besar lawannya menusuk lurus punggungnya. BaiLi Yun Hua merasakan perubahan udara di belakangnya dan insting pertamanya adalah memadatkan penghalang es di punggungnya.
Ketika pedang besar musuhnya menghancurkan penghalang es itu berkeping-keping, dia telah berpindah ke samping dan melakukan serangan balik.
"Jangan mengalihkan perhatianmu saat sedang berada di tengah pertempuran."
Suara gadis itu tidak menyembunyikan nada tegurannya saat dia memperingati BaiLi Yun Hua.
Sementara itu di pihak lain dari tim kelas B, seorang gadis yang sebelumnya melemparkan bom asap kembali membuat gerakan isyarat dengan tangannya dan mengeluarkan bola kecil. Kali ini lawan gadis itu bereaksi cepat dan segera membidik tangan sang gadis.
Bola kecil di tangan gadis itu terlempar ke udara bersamaan dengan suara desisan menyakitkan yang disebabkan oleh luka dari tangan sang gadis.
Melihat tindakannya digagalkan, gadis itu bukannya marah, tapi dia malah tersenyum, "Bodoh..."
Sebelum lawannya dari kelas A merespon, bola kecil yang melambung ke udara mulai retak dan memancarkan cahaya redup dari garis retakan.
Para kontestan dari kelas A segera menjauh dari jangkauan bola kecil itu, namun tindakan mereka hanya menampung cibiran dingin dari gadis kelas B yang melemparkan bom asap.
Bola kecil itu meledak, namun kali ini tidak ada asap yang keluar melainkan tetesan air yang menyiram seluruh arena. Segera setelah itu, terdengar suara teriakan kesakitan salah satu anggota kelas A sebelum teriakan itu ditekan secara paksa.
Tetesan air yang mengenai lantai arena mengeluarkan sedikit uap samar dari dampak kejatuhannya dan orang yang terkena tetesan air ini mengalami luka bakar di tubuhnya.
BaiLi Yun Hua menggertakkan giginya dan ekspresinya memburuk seketika. Para anggota tim kelas A memiliki pemikiran yang sama pada saat ini.
Air ini korosif!
__ADS_1