
Di sisi lain koridor rumah sakit, Li Qing He dan Li Qing Yu juga sedang berdiri di depan bangsal untuk menatap penampilan Li Qing Feng dan Li Qing Xia yang sedang dirawat oleh petugas medis akademi.
Koridor itu jauh lebih ramai jika dibandingkan dengan tempat BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye mereka berada. Tidak hanya ada Li Qing Yu dan Li Qing He, di sana bahkan berdiri beberapa tiga sosok tambahan elegan.
Tiga sosok elf.
Li Qing Yu menurunkan pandangannya dan diam-diam memandang bayangan kabur tiga orang elf dari pantulan yang terbentuk di lantai rumah sakit. Dia menyaksikan dengan diam terhadap suasana yang sekarang bisa dikatakan mencekam ini.
Udara yang tidak ramah dan sedikit terkesan bermusuhan mengalir di ruangan itu dan meninggalkan perasaan pengap yang tidak menyenangkan. Li Qing Yu dengan sabar menantikan pertikaian yang mungkin akan segera terjadi. Lagipula siapapun yang memiliki mata pasti bisa melihat aura pertentangan yang dipancarkan oleh orang-orang ini.
Atau lebih tepatnya sebenarnya hanya Li Qing He yang terlihat seperti ingin menikam orang.
Li Qing Yu berdiri dengan patuh di samping Li Qing He yang sejak tadi terus memandang ke dalam tanpa berkedip dengan pandangan dingin khasnya dari balik kaca jendela yang menampilkan semua pemandangan di dalam kamar pasien. Saudaranya yang satu ini sudah memiliki suasana hati yang gelap semenjak mereka datang kesini untuk melihat bagaimana kondisi Li Qing Feng dan Li Qing Xia.
Namun tidak lama setelah mereka sampai, orang lain juga datang dari belakang mereka. Dan tanggapan Li Qing He terhadap kehadiran tambahan ini ditandai dengan auranya yang semakin melonjak kusam seolah awan gelap besar sedang melayang di atas kepalanya.
Mau bagaimana lagi, soalnya pendatang baru yang ada di ruangan itu ternyata memiliki sebagian tanggung jawab terhadap kondisi Li Qing Feng dan Li Qing Xia.
Tiga pendatang baru itu tidak lain adalah anggota klan Luo.
Yang pertama adalah Luo Min yang memimpin dengan anggun di samping dua anggota klan Luo lainnya yang belum pernah dilihat oleh Li Qing Yu.
Pertama kali tiga elf itu datang, pemimpin mereka yang bernama Luo Min itu tersenyum untuk menyapa Li Qing He dengan pesona anggun yang bertebaran dan menunjukkan kebangsawanan yang memancar dari seluruh pribadinya.
Li Qing Yu cukup kagum dengan keberanian wanita ini. Lagipula, anggota klannya sudah membuat masalah dan hampir membunuh anak orang lain. Sekarang wanita ini justru berani datang dan menyapa dengan senyuman tanpa untaian rasa bersalah di wajahnya, tidakkah dia takut kalau Li Qing He akan langsung membunuhnya di tempat?
Seperti yang diduga oleh Li Qing Yu, saudaranya yang sudah menahan kemarahannya ini benar-benar tersinggung. Hanya saja Li Qing He menahan emosinya dengan lebih baik dari yang dibayangkan oleh Li Qing Yu. Soalnya saudaranya ini hanya mengeluarkan aura berbahaya di seluruh tubuhnya sebagai bentuk permusuhan terhadap tiga pendatang baru, tidak ada tindakan kekerasan atau senjata yang ditarik keluar oleh Li Qing He.
Melihat bahwa Li Qing He tidak menanggapinya, Luo Min masih mempertahankan senyumannya dan dengan ramah bertanya soal kondisi Li Qing Feng dan Li Qing Xia.
"Bagaimana dengan kondisi Li Qing Feng dan Li Qing Xia, apakah mereka sudah lebih baik?"
__ADS_1
Mendengar suara yang lembut dan ramah itu, firasat buruk naik ke pikiran Li Qing Yu. Dan seperti yang dipikirkannya, udara di sekitar Li Qing He turun beberapa derajat. Beberapa untaian kekuatan batin Li Qing He mengalir keluar dan berputar di udara hingga membuat suhu praktis turun beberapa derajat.
Sebagai tanggapan, Luo Min tertawa lembut dan menutup sebagian bibir merahnya dengan jari-jari ramping dan berkata, "Mungkin Luo Hao telah bertindak sedikit terlalu jauh, aku menyesal atas kejadian yang menimpa siswa-siswaku."
Li Qing Yu memutar bola matanya secara mental dan bergumam,
Wanita ini agak terlalu sombong bukan? Anggota klannya membuat kekacauan sebesar itu hingga melukai banyak orang dan sebagai gantinya, wanita ini justru hanya ingin mengatakan kata-kata omong kosongnya itu bahkan tanpa sedikitpun rasa permintaan maaf tulus?
Apakah orang-orang klan Luo ini semuanya memang sesombong ini?
Seperti yang dibayangkan oleh Li Qing Yu, suasana hati Li Qing He bertambah gelap. Tuan Muda Pertama Klan Li itu menatap pantulan sosok wanita berambut pirang dan bermata zamrud yang juga menatapnya dari jejak samar di kaca jendela.
Luo Min sedikit menganggukkan kepalanya dan terus tersenyum anggun. Wanita itu sama sekali tidak peduli dengan permusuhan yang mengalir dari Li Qing He. Dia masih bertindak seolah tidak merasakan suasana hati lawan bicaranya yang dibuat marah oleh dirinya.
"Jika Tuan Muda Pertama tidak keberatan, kami akan menyiapkan semua pengobatan untuk Li Qing Feng dan Li Qing Xia sampai mereka pulih. Aku sangat berharap hubungan antara klan kita tidak akan merenggang hanya karena sedikit kesalahpahaman kecil yang terjadi," ujar Luo Min dengan nada berkibar dan sedikit untaian rasa ketulusan yang akhirnya dikeluarkannya.
Li Qing Yu dibuat terdiam oleh rasa tidak tahu malu yang keluar dari wanita berpangkat bangsawan elf ini.
Kalau bukan karena Li Qing Yu sedang berakting polos, saat ini dia ingin sekali bertepuk tangan dan mengacungkan jempol terhadap sikap Luo Min yang lebih tidak tahu malu dari dirinya. Tentu saja jika itu dia, dia tidak akan dengan ceroboh menunjukkan ketidakpedulian terhadap semua yang telah terjadi. Lagipula tidak semua orang bisa ditindas begitu mudah seperti kesemek lembut yang baru matang.
Salah satu contohnya ya seperti Li Qing He.
Dia tidak percaya kalau Li Qing He akan menerima perlakuan seperti itu tanpa melakukan apa pun. Sesabar apa pun Li Qing He, semua ini hanya menandakan badai yang akan segera mengamuk kan?
Seperti yang diduga oleh Li Qing Yu, di tengah kalimat Luo Min yang tidak berhenti membuat orang naik darah, Li Qing He yang diam sejak tadi akhirnya membuka suara.
"Sudah selesai bicaranya?"
Nada Li Qing He tidak membawa sedikit pun rasa hormat terhadap sesama pewaris klan. Ini juga momen jarang dimana Li Qing He tidak menahan kekesalannya dan menunjukkan rasa permusuhan kepada pihak klan lain tanpa menahan diri.
"Kalau bukan karena senior yang turun tangan, Luo Hao milik klan kalian tidak akan begitu mudah hanya berakhir dengan patah tulang ringan."
__ADS_1
Setiap kata-kata Li Qing He diucapkan dengan tekanan nada dingin yang membawa rasa ancaman. Dua anggota klan Luo lainnya yang hanya bertindak sebagai latar belakang Luo Min agak goyah dengan sikap Li Qing He. Suhu di koridor rumah sakit yang turun dengan tidak normal membuat rasa menggigil merayap di ujung bulu kuduk mereka yang menengang.
Sementara dua anggota klan Luo yang malang itu menjadi waspada di bawah ancaman yang mungkin dibawakan oleh Li Qing He, Luo Min yang menjadi pusat permusuhan sama sekali tidak terpengaruh. Senyuman gadis itu masih menawan seolah dia adalah ratu alam sungguhan yang bermartabat dan bermurah hati.
"Aku tahu. Itulah sebabnya aku datang untuk mewakilinya mengucapkan sebuah permintaan maaf atas semua yang terjadi. Luo Hao juga sangat menyesal atas kesalahpahaman yang telah diperbuatnya. Sebagai guru, aku juga menyesal atas apa yang terjadi pada siswa-siswaku. Karena itulah, aku akan menanggung biaya perawatan mereka sebagai bentuk permintaan maaf tulus kami."
Luo Min mengucapkan kalimat sepanjang itu dengan pantulan ketulusan yang terpancar di kedua pupil zamrud indah miliknya yang akan dengan mudah membuat orang terpesona. Namun, niat baiknya ini ditepis oleh Li Qing He tanpa hormat.
Li Qing Yu mengangkat kepalanya ketika dia merasakan banjir energi spiritual dengan niat permusuhan jelas yang berasal dari Li Qing He. Dua anggota klan Luo yang menjadi pendamping Luo Min juga membuat gerakan yang siap untuk menghadapi pertarungan.
Luo Min sendiri masih berdiri tegak dan tenang tanpa perubahan ekspresi, wanita itu melirik tetesan air yang muncul di udara dan berubah menjadi bola kristal seukuran manik-manik yang mengambang mengelilingi mereka.
Hanya butuh tiga detik dan ribuan manik-manik kristal bening terbentuk di udara dan memantulkan sedikit kilauan ketika terkena cahaya.
Itu akan menjadi sebuah pemandangan indah yang layak dikagumi jika bukan karena kemungkinan ancaman berbahaya yang bisa dibawakan oleh kristal-kristal jernih ini.
"Tuan Muda Li, apa maksudmu dengan semua benda-benda cantik ini?" tanya Luo Min saat dia dengan santai mengangkat ujung jari rampingnya untuk mengelus salah satu manik-manik kristal yang berada di dekatnya.
Li Qing He, "Menurutmu?"
Luo Min mengangkat sebelah alis indahnya dan bersenandung pelan sebelum kembali bertanya, "Kamu tidak akan benar-benar mengangkat tangan di tempat umum seperti ini bukan? Lagipula di dalam sana ada anak-anak yang sedang beristirahat dengan damai, aku yakin Tuan Muda Li juga tidak ingin mengganggu istirahat nyaman Li Qing Feng dan Li Qing Xia kan?"
Usai berbicara, Luo Min tertawa pelan dan mengambil manik-manik kristal yang merupakan perwujudan energi spiritual Li Qing He untuk dimainkan di antara jari-jarinya. Wanita itu menggeleng kepalanya dengan pelan dan melanjutkan, "Ditambah lagi, ini bukan langkah yang bijaksana untuk berperilaku impulsif terutama oleh Tuan Muda Pertama Klan Li yang dikenal sebagai pria yang rasional dan dingin bukan?"
Mengikuti kata-kata Luo Min adalah bola kristal kecil yang dijepit oleh kedua ujung jari wanita itu hingga menjadi bubuk-bubuk bening yang mengalir ke udara dengan indah.
Li Qing Yu menyaksikan adegan itu dan mau tak mau menghela nafas secara mental.
Wanita ini sungguhan menantang Li Qing He bukan?
Pantas saja Luo Hao dan Luo Hong bisa bertindak semena-mena, ternyata bukan hanya mereka yang memiliki kepribadian sok itu, tapi bahkan putri klan mereka seperti itu.
__ADS_1
Tsk... para elf ini tidak ada habisnya ya...