
"Sial! Apa orang itu gila?!"
"Apa yang dilakukannya?!"
"Cepat hentikan dia-"
"Ahh!!! Tanganku!!"
Energi spiritual yang kuat menyebar seperti gelombang radiasi dan menimbulkan serangan mutlak di tempatnya beredar.
Seperti yang diduga, penghalang arena dilubangi oleh kekuatan tersebut dan langsung menghampiri para kultivator yang duduk di barisan terdepan. Siswa tingkatan pertama dan kedua adalah target empuk yang menerima dampak serangan nyata oleh kekuatan tersebut.
Beberapa yang terkena ledakan serangan Luo Hao memiliki bagian tubuh mereka yang terbakar hingga ke tulang-tulang. Bahkan ada tangan seorang siswa perempuan yang tersambar oleh energi spiritual itu hingga langsung meleleh menjadi daging dan darah yang memancarkan asap ringan. Tidak ada yang menyangka kekuatan spiritual seorang elf bisa memiliki efek korosif yang seburuk ini. Tidak hanya ada efek korosif, namun beberapa siswa memiliki sistem mereka yang terserang oleh racun hingga pingsan.
Mereka yang merupakan kultivator tingkat yang lebih tinggi akan turun tangan untuk mengatasi kekacauan tersebut, namun sebelum mereka bergerak, kekuatan luar biasa lainnya jatuh dari langit dan langsung menghantam Luo Hao yang menjadi sumber masalah.
BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye menarik kembali kekuatan mereka begitu merasakan tekanan dari kultivator yang jauh lebih kuat dari mereka berdua. Keduanya saling berpandangan dan mengerutkan kening dengan cahaya kejutan yang terpampang di kedua pupil mata mereka.
Di sisi Li Qing He, pria itu menarik kembali aura kegelapan yang memancar dari tubuhnya dengan tingkat kemurnian dan tekanan yang jauh lebih mendominasi dari milik Li Qing Feng dan Li Qing Xia. Namun meskipun kekuatan kegelapan Li Qing He sudah dibatalkan, aura spiritual yang melindungi seisi ruangan itu masih tetap dipertahankan dengan kokoh tanpa niat untuk menarik diri.
Sedangkan untuk Wei Si An yang berada di sisi Li Qing He, pria itu juga menarik kembali indra spiritualnya yang sudah setengah jalan menuju arena. Dia berencana untuk secara paksa ikut terlibat dalam tindakan salah satu peserta kompetisi yang sudah melanggar aturan itu, kalau tidak korban yang ditimbulkan tidak akan sedikit.
Wei Si An bukanlah seorang pastor sejati, dia tidak memiliki kesucian yang begitu tinggi untuk menebarkan kebaikan dan pertolongan tanpa pamrih kepada seluruh umat di muka bumi ini. Tapi, tidak peduli seberapa buruknya dia, dia juga tidak akan duduk diam jika korban yang terlibat sebanyak ini.
Namun sebelum dia menggerakkan tangannya, kekuatan asing yang jauh lebih tinggi darinya sudah mendahuluinya dan menekan kekacauan yang sekarang terjadi.
"Orang yang turun tangan ini setidaknya sudah mencapai kultivasi tingkat perak kan?"
Kata-kata Wei Si An mengandung keraguan yang penuh kontemplasi. Tidak ada yang memberinya kepastian akan keraguannya, namun mereka yang mendengar ucapannya juga diam-diam memikirkan berapa besar kemungkinan kata-katanya.
__ADS_1
Li Qing Yu tidak bisa membaca tingkat kekuatan sejati dari orang yang terlibat ini, tapi mendengar dari penilaian Wei Si An orang ini ternyata setidaknya mencapai tiga tingkat jauh di atas Li Qing He dan Wei Si An.
Sosok yang sekuat itu seharusnya adalah siswa senior dari tingkatan keempat atau kelima.
Di tengah keraguan beberapa orang, sebuah bayangan pedang raksasa terbentuk di udara dan jatuh ke bawah dengan kecepatan yang mencengangkan. Seketika, energi spiritual yang bergerak liar ke segala arah dihancurkan oleh pedang tersebut.
"Kamu telah melanggar aturan, Nak."
Seorang pemuda dengan seragam akademi muncul di udara.
Pemuda itu berdecak dan mengerutkan keningnya dengan ketidakbahagiaan yang tercermin melalui kerutan di dahinya.
Tidak lama setelah kemunculan pemuda itu, sebuah cahaya lain datang dari cakrawala di sisi lain langit akademi dan berhenti di sisi pemuda itu sebelum menunjukkan sosok seorang wanita berambut pendek yang berpakaian lengkap dengan seragam pria.
"Jadi ini junior yang membuat masalah?" ujar wanita itu dengan ekspresi tegas yang bermartabat. Dia menatap Luo Hong yang memancarkan kewaspadaan dan ketegangan penuh terhadap kedatangan kedua orang asing yang membuat sensasi tebal. Wanita itu memandang sekilas Luo Hong sebelum tatapannya beralih ke dalang pembuat onar yang sekarang di paku ke dalam kawah besar yang terbentuk di lantai arena.
Kawah itu masih memiliki sisa-sisa energi pedang yang mendominasi, tubuh Luo Hao yang sejak awal sudah kelihatan seperti bermandikan darah, sekarang benar-benar dibasahi oleh darahnya sendiri.
Wanita itu melihat Luo Hao yang tubuhnya memiliki bekas sayatan di berbagai daerah dan bentuk tulang yang agak tidak sesuai ketika di paku ke dalam batu lantai.
"Seorang bangsa elf huh...," gumam wanita itu dengan decakan ringan yang hampir tidak terdengar. Wanita itu melambaikan tangannya dan semua yang tidak sadar di arena terangkat naik sejauh satu meter di atas tanah. Pada dasarnya sekarang ini tidak ada satupun peserta kompetisi ini yang sadar kecuali Luo Hong.
"Temanmu telah melanggar aturan kompetisi, maka dari itu tim kalian akan dinyatakan gugur dalam sesi pertandingan ini. Ada pun soal hukuman atas kejahatan temanmu akan diproses lebih lanjut setelah anak itu sadar," ujar pemuda asing tersebut dengan nada dingin yang mencerminkan kekesalannya atas perilaku Luo Hao.
Sementara pemuda itu berbicara, wanita di sampingnya telah membuat serangkaian segel tangan sebelum menyebarkan energi spiritualnya pada mereka yang terluka atas insiden tadi.
Saat energi spiritual yang memancarkan aura putih lembut menyentuh luka mentah mereka yang masih berdarah, sesuatu yang menakjubkan pun terjadi. Luka yang awalnya berdarah secara ajaib tertutup dan tidak meninggalkan bekas apa pun. Mereka yang diracuni juga menunjukkan tanda-tanda penyembuhan dengan asap hitam dan cairan bau yang keluar dari pori-pori tubuh mereka.
Fenomena ini membuat para siswa kelas dasar menatap kagum siswa senior yang baru pertama kali mereka temui dan sudah menjadi idola di hati mereka, terutama bagi mereka yang nyawanya diselamatkan.
__ADS_1
Berdampingan dengan pernyataan siswa senior laki-laki itu, layar transparan muncul di udara dengan warna merah untuk pertama kalinya sebelum secara otomatis mengeluarkan tim kelas Luo Min dan mengurangi poin mereka menjadi kosong. Meskipun tidak ada yang sadar dari tim Wei Lan, namun kelompok itu diangkat ke posisi pemenang dalam sesi ini.
Tidak lama setelah itu, tim medis akademi yang sebelumnya muncul ke pandangan orang kembali naik ke arena untuk membawa turun para siswa yang sudah mendapatkan penanganan pertama dari senior perempuan yang tiba-tiba mengganggu momen pertandingan.
"Rekanmu benar-benar sesuatu yang unik ya. Harus kuakui kalian berdua seharusnya tidak tinggal di tingkatan kedua," ujar siswa senior laki-laki tersebut dengan senyuman dalam.
Luo Hong langsung was-was saat melihat orang asing yang tiba-tiba muncul ini merubah wajahnya begitu cepat. Dua orang asing yang muncul ini jauh lebih kuat dari yang terlihat. Energi pedang tadi setidaknya setara dengan serangan seorang kultivator tingkat perak.
Tingkat perak adalah level yang sama sekali berbeda dari para kultivator tingkat pertama hingga kesembilan. Mereka yang mampu memecahkan ranah kultivasi tingkat kesembilan bisa dihitung dengan jari di generasi muda klan Luo saat ini. Mencapai tingkat perak setara dengan benar-benar terlahir kembali dengan sosok yang benar-benar berbeda baik itu secara fisik maupun jiwa.
Tapi dua orang ini memliki tekanan yang bisa dia rasakan dari para petinggi klannya yang telah mencapai ranah perak.
Apalagi di usia yang begitu muda...
Sepertinya bahkan duo darah suci yang sekarang terkenal itu juga tidak bisa melawan dua senior ini.
"Aku agak heran, memangnya seberapa buruk sistem penilaian akademi kita hingga bahkan bisa menempatkan dua bakat muda ini di tingkatan yang salah...," lanjut pemuda itu dengan gelengan ringan dan ******* tidak berdaya yang membuat orang terdiam dengan kata-katanya.
Pengakuan senior ini mengingatkan para penonton akan kekuatan sejati dua orang klan Luo yang tidak seharusnya berada di tingkatan kedua. Dan tentu saja mereka tidak akan melupakan kalau salah satu dari dua orang ini baru saja memiliki niat untuk menyerang mereka.
"Bakat seperti ini seharusnya mendapatkan bimbingan yang lebih serius. Kalian memang termasuk kelompok jenius yang layak diapresiasi," lanjut senior laki-laki tersebut. Kata-katanya langsung membuat wajah para junior yang baru mengidolakannya berubah kaku. Sulit menerima kalau idola yang baru menyelamatkan mereka ternyata memandang baik pelaku yang menyerang mereka.
"Namun, itu tidak berarti kalian boleh bertindak sesukanya dan melanggar aturan akademi, Nak."
Tekanan menakutkan langsung menimpa Luo Hong seperti beban besar yang memberinya perasaan kalau dia akan dihancurkan menjadi bubur daging. Di mata semua orang, Luo Hong yang kuat langsung memuntahkan seteguk darah. Darah mengalir dari hidung dan telinganya, ekspresi pemuda itu terlihat membiru dengan urat nadi yang terangkat di lehernya seolah dia sedang dicekik dengan kuat.
"Aku benar-benar benci ketika harus menghadapi junior seperti kalian yang suka sekali bertindak tanpa aturan dan hanya membuat kekacauan untuk orang lain."
"Sangat menjengkelkan tahu."
__ADS_1