
BaiLi Yun Xiao merasa suasana hati BaiLi Yun Hua sedikit berubah, "Ada apa?"
"Tidak ada."
Melihat BaiLi Yun Hua tidak ingin mengatakan apapun, BaiLi Yun Xiao juga tidak bertanya lebih jauh dan mengalihkan topik, "Kamu ingin menggunakan jenis senjata yang bagaimana?"
BaiLi Yun Hua menunduk, "Aku tidak tahu."
BaiLi Yun Xiao, "Selain berkultivasi, pernahkah kamu melatih teknik bertarungmu?"
"Tidak."
BaiLi Yun Xiao, "Masih ada dua hari sebelum kita pergi ke akademi. Ada hutan di sekitar Kota Luo Xing, kamu bisa memilih senjata yang kamu inginkan dan aku akan mengajarimu bagaimana menggunakannya. Kita bisa menggunakan binatang buas di hutan sebagai objek latihan."
BaiLi Yun Hua kira-kira sudah menebak tujuan BaiLi Yun Xiao, namun mendengarkan Tuan Muda BaiLi memintanya memilih senjata, dia kembali merasa canggung. BaiLi Yun Xiao telah menghabiskan sejumlah uang untuknya, dia tidak bisa membiarkan orang lain menghabiskan lebih banyak uang lagi untuknya.
"Tuan Muda, tidak perlu. Aku tidak membutuhkan senjata apa pun. Lagipula akademi pasti menyediakan senjata untuk kita."
"Benar, namun senjata yang disediakan akademi adalah jenis senjata kayu untuk pelatihan. Biasanya siswa memiliki senjata pribadi mereka sendiri."
BaiLi Yun Hua terdiam. Dia tidak terlalu suka bersosialisasi dan tidak tahu harus bagaimana menolak BaiLi Yun Xiao tanpa membuatnya merasa tersinggung.
BaiLi Yun Xiao melihat suasana rendah di sekitar BaiLi Yun Hua dan menghela nafas dalam hati. Dia lupa, hubungan mereka berdua tidak terlalu dekat. Sikapnya memang terlalu antusias yang membuat pihak lain merasa kurang nyaman.
"Jika kamu memiliki senjata pribadi, kamu akan merasa lebih aman. Persaingan di akademi sangat ketat. Kamu memiliki bakat yang sangat tinggi, beberapa orang bisa merasa iri. Pada saat itu kamu harus bersiap, kamu mungkin akan menjumpai berbagai masalah yang merepotkan."
BaiLi Yun Hua sebenarnya tidak terlalu peduli dengan persaingan yang disebutkan BaiLi Yun Xiao, namun pemuda yang dua tahun lebih tua darinya ini tampaknya bersikeras ingin melanjutkan niatnya.
"Tuan Muda, aku takut aku tidak akan mampu membayarmu."
"Jika aku mengatakan aku dengan tulus ingin membimbingmu, apakah kamu percaya?"
Sudut mulut BaiLi Yun Hua sedikit berkedut, "Apakah karena bakatku?"
"Tidak. Ini hanya keinginan pribadiku, tidak ada kaitannya dengan bakatmu atau pendapat orang lain. Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu, tetapi aku tidak akan bertanya juga tidak akan mencari tahu. Setiap orang memiliki rahasia, kamu memilikinya, aku juga memilikinya. Itu hakmu dan aku tidak akan ikut campur, namun aku benar-benar tulus ingin membantumu. Kuharap aku bisa mulai menebus kesalahan klan BaiLi karena mengabaikanmu."
Kata-kata BaiLi Yun Xiao mengejutkannya, tetapi setelah mendengar kalimat terakhir BaiLi Yun Hua tidak bisa menahan cibiran, "Tuan Muda BaiLi hanya ingin menciptakan hubungan antara klan denganku."
Ini pertama kalinya BaiLi Yun Hua terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya terhadap BaiLi Yun Xiao. Selesai berbicara, BaiLi Yun Hua menjadi kaku.
Sial! Aku terbawa emosi!
BaiLi Yun Xiao tertegun sejenak, sebelum mengerutkan keningnya tidak nyaman dan dengan tegas berkata, "Tidak. Seperti yang kukatakan aku bertindak sesuai keinginan pribadiku, keputusanku tidak ada kaitannya dengan klan. Jika kamu tidak menyukai klan BaiLi, itu hakmu. Aku tidak akan memaksamu untuk kepentingan klan."
BaiLi Yun Hua menatap dalam BaiLi Yun Xiao. Kata-kata BaiLi Yun Xiao membuatnya agak tergerak. Siapa tahu kalau orang yang terkenal selalu mengutamakan klan sebagai prioritas pertama bisa mengucapkan kalimat ini.
"Jujur saja, aku tidak menyukai klan BaiLi. Lebih tepatnya aku membenci klan BaiLi. Tuan Muda BaiLi, bisakah Anda menerima orang yang memusuhi klan BaiLi?"
Di luar dugaan, BaiLi Yun Xiao tersenyum, "Aku tahu. Tidak masalah jika kamu membenci klan BaiLi, aku tetap akan mengikuti keputusanku. Aku hanya berharap dengan ketulusanku, suatu hari nanti kamu akan melepaskan kebencian ini."
BaiLi Yun Hua menatap BaiLi Yun Xiao dengan kilasan rumit, "Kamu berharap hubungan kita menjadi bagaimana?"
Tindakan BaiLi Yun Xiao jelas tidak menguntungkan klan BaiLi yang tidak sejalan dengan identitasnya sebagai Tuan Muda BaiLi. Namun BaiLi Yun Hua dapat merasakan ketulusan BaiLi Yun Xiao tidak palsu, yang berarti orang ini serius dengan ucapannya.
"Hubungan kakak adik. Kuharap aku bisa menjadi keluargamu, sosok yang paling kamu percayai dan andalkan."
BaiLi Yun Hua hanya berpikir, Ternyata bukan perasaanku saja, orang ini benar-benar memperlakukanku sebagai adiknya.
Faktanya, saat ini BaiLi Yun Xiao sedang bertaruh. Dia tahu kata-kata dan tindakannya terlalu terburu-buru dan terdengar seperti menyembunyikan motif tertentu. Daripada mempercayainya, BaiLi Yun Hua mungkin justru akan menganggapnya bersandiwara, tetapi dia masih memutuskan untuk mengeluarkan isi hatinya selama ini. Jika BaiLi Yun Hua memusuhinya, dia sudah siap dengan hasil ini.
"Kamu sangat aneh," gumam BaiLi Yun Hua sambil menunduk.
Pupil BaiLi Yun Xiao menjadi cerah. BaiLi Yun Hua tidak menolak! Dia bahkan mengubah sapaannya menjadi informal!
Karena BaiLi Yun Hua tidak mampu memilih, BaiLi Yun Xiao membelikannya sebuah pedang, "Untuk sementara gunakan pedang ini dulu. Jika nanti tidak sesuai denganmu, kita akan membeli yang baru."
BaiLi Yun Hua memegang pedang yang diserahkan padanya. Beratnya sesuai di tangannya. Bilah pedang sempit dan tajam. Jika tidak salah di informasinya tertulis kalau pedang ini mampu memotong besi menjadi bubur.
Benar-benar senjata kelas atas!
__ADS_1
Keluar dari toko senjata, BaiLi Yun Xiao menarik BaiLi Yun Hua ke toko pakaian.
BaiLi Yun Hua, "???"
BaiLi Yun Hua, "..."
BaiLi Yun Hua menatap kosong berbagai jenis pakaian yang menumpuk membentuk bukit kecil. Seorang pelayan dengan antusias mengambilkan pakaian formal bergaya eropa dalam beberapa jenis.
"Yun Hua, coba yang ini."
Tuan Muda BaiLi menyerahkan setelan tanpa berbalik dan hanya fokus melihat pakaian yang diperkenalkan pelayan.
BaiLi Yun Hua dengan patuh mengambil pakaian dan pergi ke ruang ganti. Dia menatap cermin di ruang ganti dan merasa tidak berdaya. Dia tidak pernah tahu kalau ternyata BaiLi Yun Xiao adalah tipe orang yang sangat antusias. Orang ini telah membiarkannya mencoba pakaian dari berbagai budaya dan membelikannya selama sesuai dengan ukurannya.
BaiLi Yun Hua melihat hiasan jas yang mewah dan teringat dengan kelompok klan Wei. Orang yang tidak tahu akan mengira kalau dia ini berasal dari klan Wei. Selesai berganti, dia keluar dari ruang ganti. BaiLi Yun Xiao menatapnya dari atas ke bawah, kemudian tersenyum kepada pelayan, "Yang ini aku juga mau."
Pelayan, "Tuan, setelan ini memiliki set lengkapnya. Apakah perlu dibungkus?"
"Tentu, bungkus set lainnya juga."
"Yun Hua, coba yang ini?" BaiLi Yun Xiao menyerahkan setelan musim panas model terbaru, kemudian bertanya pada pelayan di sebelahnya, "Bisakah kamu memberikan set lengkapnya?"
"Tentu, tidak masalah Tuan."
BaiLi Yun Hua mengambil baju dan celana, lalu bertanya dengan pelan, "Ini yang terakhir?"
BaiLi Yun Xiao menatap tumpukan pakaian yang telah dibungkus dan belum dibungkus sebelum menjawab, "Sepertinya sedikit terlalu banyak. Ini yang terakhir."
Pelayan kembali dengan topi dan sepatu.
BaiLi Yun Hua mengganti pakaian dan memakai topi serta sepatu yang dibawa pelayan. Dia merasa mati rasa setelah melihat tumpukan kotak. BaiLi Yun Xiao selalu meminta set lengkap sehingga di luar dari baju dan celana ada tumpukan sepatu, topi, bros, dasi, jam tangan, dan lain sebagainya. Setiap pakaian memiliki aksesoris tersendiri.
"..."
Sangat lelah...
BaiLi Yun Xiao, "Lelah? Kalo begitu ayo kita pergi makan dulu."
Memang boleh membuang-buang uang seperti itu???
Orang kaya memang sulit diprediksi...
Tindakan membelanjakan uang dari satu toko ke toko lain telah menyebar hampir ke seluruh Kota Luo Xing.
BaiLi Yun Hua benar-benar ingin menutup wajahnya. Sepanjang perjalanan, orang-orang mengenali mereka. Semuanya berkat orang di sebelahnya. BaiLi Yun Xiao benar-benar berencana membesarkannya seperti membesarkan anaknya, oh mungkin lebih tepatnya membesarkan seorang cucu...
Sudah terlambat menyesalinya...
"Sudah gelap, sebaiknya kita kembali."
Akhirnya...
BaiLi Yun Hua merasa sangat lelah, lebih lelah daripada bekerja di masa lalu. Dia tidak pernah tahu bahwa berbelanja bisa selelah ini. Setelah mereka menghilangkan batasan formal, BaiLi Yun Xiao benar-benar mengubah sikapnya.
Para penggemar BaiLi Yun Xiao pasti tidak menyangka idola mereka memiliki sisi seperti ini...
Sesampainya di penginapan, mereka melihat banyak orang di lantai pertama.
"Jadi rumornya benar, Tuan Muda BaiLi mengajak BaiLi Yun Hua pergi berbelanja."
"Lihat pakaian BaiLi Yun Hua, itu adalah pakaian musim panas yang sedang tren! Kudengar harganya..."
"Sejak kapan hubungan mereka begitu dekat?"
"Melihat pakaian BaiLi Yun Hua, aku jadi ingin pergi berbelanja juga. Lin, ayo besok kita pergi berbelanja juga!"
"Tentu..."
"..."
__ADS_1
BaiLi Yun Lan dan BaiLi Yun Yi telah mengganti jubah mereka dengan pakaian modern yang lebih santai. Di sini bukan wilayah klan BaiLi jadi mereka tidak perlu terlalu memperhatikan penampilan mereka.
BaiLi Yun Lan menatap BaiLi Yun Hua dengan tatapan berbinar, "Hei, lihat siapa pemuda tampan ini?"
BaiLi Yun Yi, "Akhirnya kita bisa bebas membeli barang. Sejak kita pertama kali datang, sudah banyak masalah yang mengganggu. Asosiasi Pembunuh telah menangkap banyak orang, tetapi belum menangkap tujuan mereka. Kudengar misinya telah ditarik dan orang-orang yang ditahan telah dikembalikan. Akhirnya kita bisa bebas mengelilingi kota."
BaiLi Yun Yi menatap BaiLi Yun Xiao, "Ge, apakah kamu memiliki rencana besok?"
BaiLi Yun Xiao menatap BaiLi Yun Hua dan berkata, "Besok pagi kita akan keluar berlatih. Istirahatlah lebih awal."
Setelah BaiLi Yun Xiao kembali ke kamarnya, BaiLi Yun Yi bergumam, "Sejak kapan hubungan mereka sebaik ini?"
BaiLi Yun Lan menyenggol BaiLi Yun Hua dengan sikunya, "Apakah Tuan Muda BaiLi akan mengajarimu? Kemana kalian akan berlatih?"
BaiLi Yun Hua sedikit tersenyum, "Mungkin di hutan dekat kota."
BaiLi Yun Yi, "Ya, masih ada dua hari. Bakatmu sangat tinggi seharusnya kemampuan belajarmu sangat cepat. Kudengar jumlah orang dengan bakat tingkat hitam hanya ada segelintir orang di Luo Xing Academy. Hanya tahun ini tiba-tiba muncul banyak jenius, bakat-bakat dari tingkat biru hingga lebih tinggi hampir seperti kubis di pasaran."
BaiLi Yun Hua, "Ada sebanyak itu? Kalau begitu seharusnya tidak begitu langka..."
"Biasanya cukup sulit menemukan jenius dengan bakat tingkat biru, apa lagi tingkat ungu dan hitam. Hanya saja tahun ini muncul peternakan kuda hitam. Seharusnya bukan hanya kami yang bingung dengan situasi ini. Tidakkah kalian melihat sikap orang-orang yang melewati saluran khusus?" jelas BaiLi Yun Yi.
BaiLi Yun Lan, "Yun Yi benar. Kudengar, banyak juga yang lulus dari saluran umum dan hasilnya juga tidak terlalu buruk. Bahkan para staf sangat sibuk."
BaiLi Yun Yi mengeluarkan hasil tesnya dan bertanya, "Ngomong-ngomong bagaimana pembagian kelas kalian?"
BaiLi Yun Lan, "Aku masuk ke tingkat 2 kelas B-1."
BaiLi Yun Yi, "Kalau begitu kita satu kelas. Bagaimana dengan Yun Hua?"
"Tingkat 1 kelas A-1."
BaiLi Yun Lan menghela nafas, "Sangat disayangkan. Bakatmu sangat tinggi, jika kamu dilatih sejak kecil, mungkin pencapaianmu sudah melebihi kita."
BaiLi Yun Yi menendang pelan kaki BaiLi Yun Lan di sudut yang tidak disadari BaiLi Yun Hua.
BaiLi Yun Lan menyadari kesalahannya dan dengan canggung berkata, "Maaf, aku tidak bermaksud..."
BaiLi Yun Hua menggeleng kepalanya, dia tidak terlalu peduli. Bahkan jika bakatnya disadari sejak awal, dia takut hidupnya akan dalam bahaya.
Melihat suasana yang sedikit canggung, BaiLi Yun Yi segera mengganti topik, "Yun Hua kamu akan masuk kelas dasar, apakah kamu sudah memiliki beberapa buku sebagai persiapan?"
"Ya, Tuan Muda BaiLi membelikan beberapa buku untukku..."
BaiLi Yun Yi menatap BaiLi Yun Hua dengan serius, "Seharusnya bukan beberapa."
BaiLi Yun Lan tertawa, "Tidakkah kamu tahu? Rumornya sudah menyebar, ada yang melihat kalian hampir mengosongkan sebuah toko buku."
BaiLi Yun Hua, "..."
BaiLi Yun Yi menuangkan secangkir teh dan tersenyum, "Tidak perlu heran. GeGe memang begitu. Dia sangat jarang berbelanja, tetapi sekali dia pergi berbelanja dia akan mengosongkan seisi toko."
BaiLi Yun Lan, "Aku sangat terkejut ketika mendengar rumor ini. Tidak kusangka Tuan Muda BaiLi sangat boros. Mengapa kabar ini tidak pernah tersebar luas?"
BaiLi Yun Yi memutar matanya, "Karena kebanyakan usaha di wilayah ras naga adalah milik GeGe-ku. Jika dia memerlukan sesuatu, dia akan membeli tokonya langsung jadi dia tidak perlu terus keluar membeli barang. Jika dia memerlukan sesuatu, tinggal menghubungi penjaga toko dan barang yang diinginkannya akan dikirim ketempatnya."
BaiLi Yun Hua dan BaiLi Yun Lan, "..."
BaiLi Yun Yi melihat ekspresi keduanya dan melambaikan tangannya tanpa daya, "Jangan melihatku seperti ini. GeGe juga terpaksa. Dengan identitasnya, dia selalu diawasi oleh berbagai pihak. Sangat sulit baginya untuk melakukan sesuatu. Bahkan jika dia membeli selembar kertas, orang lain akan berpikir ada maksud tersembunyi dibalik tindakannya dan mereka mungkin akan melakukan pemeriksaan terhadap toko tempat dia membeli kertas."
"GeGe tidak ingin karena tindakan sederhananya, orang lain akan terlibat konflik. Jadi dia hanya bisa diam-diam membeli toko tersebut dan menjadikan pemilik toko sebagai penjaga toko dengan gaji tinggi dan hak mengurus toko tetap di tangan pemilik sebelumnya."
BaiLi Yun Lan, "Ternyata kehidupan sehari-hari Tuan Muda BaiLi tidak mudah. Pantas saja tidak ada berita buruk yang tersebar tentangnya. Bukan karena ditutupi, tetapi karena memang sulit mencari kesempatan untuk menangkap kesalahannya."
"Ya, bahkan aku hanya tahu sedikit yang dilakukan GeGe. Mungkin orang yang benar-benar mengetahui urusannya hanya Yue-Ge," lanjut BaiLi Yun Yi.
BaiLi Yun Hua menyesap tehnya dalam diam. Dia mendengar diskusi tentang BaiLi Yun Xiao dengan tenang. Tentu saja kehidupan seorang darah murni tidak seperti orang normal, dia hanya tidak menyangka BaiLi Yun Xiao sangat perhatian bahkan untuk orang yang tidak dikenal.
BaiLi Yun Xiao telah berkali-kali membuatnya mengubah pendapatnya tentang orang ini.
__ADS_1
Mungkin bukan keputusan yang buruk menjadikan BaiLi Yun Xiao sebagai walinya...