The Legends : Tale Of Immortality

The Legends : Tale Of Immortality
Chapter 53: Kemenangan Yang Mudah


__ADS_3

Begitu lonceng berbunyi, layar transparan kembali muncul ke pandangan penonton dan menunjukkan serangkaian peraturan yang sama seperti sebelumnya sebelum mulai mengundi kelas yang akan maju.


Saat undian berhenti, dua kelas muncul di papan transparan itu. Yang agak di luar dugaan adalah kelas Yue Qing Ye dan BaiLi Yun Xiao menjadi salah satu kelas yang mulai pertama.


Setelah kedua tim naik ke atas arena, Wei Lan mengangkat sebelah alisnya ketika melihat tim lawannya. Ternyata lawan mereka di babak pertama adalah salah satu tim yang duduk di dekat mereka dan termasuk salah satu yang terprovokasi dengan kata-kata arogan Wei Lan sebelumnya.


Saat hitungan mundur dimulai, salah satu anggota tim lawan secara terang-terangan memberikan ekspresi bermusuhan yang ditujukan kepada Wei Lan dan sebagai tanggapan Wei Lan justru membalas niat bermusuhan itu dengan senyuman ceria yang bersinar seperti matahari.


Tindakannya ini semakin memprovokasi tim lawan.


"Wei Lan...," bisik salah satu wanita yang berada di tim mereka dengan teguran ringan.


Wei Lan berbalik menatap wanita di tim mereka itu dengan tatapan polos khasnya yang hanya dibalas dengan gelengan kepala dan tatapan menegur.


"Tidak perlu menyebarkan api sementara semuanya bahkan belum dimulai."


Wei Lan hanya mengangkat bahunya dan menggantikan senyuman cerianya dengan tatapan penuh percaya diri.


Setelah hitungan berakhir dan pertandingan resmi dimulai, kedua tim langsung terjun ke konfrontasi di tengah arena. Wei Lan tanpa ragu mengunci orang yang sebelumnya terlihat paling membencinya.


Wei Lan adalah petarung jarak dekat dengan sepasang belati sementara lawannya adalah kultivator dengan pedang tunggal yang cukup umum digunakan oleh para kultivator.

__ADS_1


Meskipun menggunakan senjata pendek seperti belati, pemuda elf itu dengan mudah memecahkan setiap teknik pedang yang digunakan oleh lawannya. Lawannya tidak menduga bahwa Wei Lan yang tampak seperti remaja yang belum dewasa ini ternyata mampu mengeluarkan ketangkasan dan tenaga yang sebesar ini.


Hanya kekuatan fisik murni Wei Lan saja sudah cukup memukul mundur lawannya dengan mudah. Kelebihan ini juga merupakan salah satu perhatian khusus BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye ketika menilai siswa mereka.


Di antara siswa di kelas mereka, Wei Lan memiliki kekuatan fisik yang beberapa kali lebih tangguh dari rekannya, meskipun bukan yang terkuat, namun dia tetap berada di lima teratas dalam hal kekuatan fisik. Ditambah lagi dengan kecepatan Wei Lan yang memberi nilai plus, pemuda yang ukurannya di bawah rata-rata ini bisa dikatakan memiliki kekuatan daya tembak yang luar biasa.


Jadi tidak ada yang heran ketika Wei Lan dengan mudah menyudutkan lawannya dengan senyuman cerah yang tidak pernah berhenti berkibar di wajah mudanya.


Tidak butuh lebih dari 5 menit dan kedua tim sudah menggunakan kekuatan spiritual mereka.


Senyuman Wei Lan semakin lebar ketika dia melihat lawannya meledak dengan kekuatan spiritual yang tidak tanggung-tanggung. Dia tidak menyangka semuanya akan berjalan semudah ini. Lawannya memiliki emosi yang cukup pendek dan sangat mudah diprovokasi.


Siapapun bisa melihat kalau tindakan menyia-nyiakan energi spiritual di awal pertandingan merupakan tindakan impulsif yang tidak seharusnya dilakukan, dan lawan Wei Lan justru melakukan tindakan bodoh ini.


Begitu lawannya jatuh, Wei Lan memutar kedua belatinya dan bergerak ke posisi Yu Feng. Saat ini sebagian besar anggota tim lawan sudah dikalahkan, hanya beberapa yang lebih kuat yang masih bertahan. Ketika Wei Lan muncul di samping Yu Feng, pemuda itu telah melumpuhkan lawannya dengan serangkaian tembakan peluru.


Setelah lawan yang tersisa semua telah dijatuhkan, kemenangan secara praktis langsung diraih oleh kelas mereka.


Pertandingan pertama ini sebenarnya sangat mengecewakan jika dibandingkan dengan pertandingan tingkatan pertama yang sebelum-sebelumnya. Tim lawan kelas Wei Lan dan Yu Feng tampaknya sangat tidak berguna dan bahkan lebih buruk dari siswa tingkatan pertama, padahal sebenarnya secara individu mereka tidak seburuk itu.


Ada banyak hal yang membuat kelas BaiLi Yun Xiao dan Yue Qing Ye menang dengan begitu mudah, salah satunya adalah kekompakan tim mereka. Memang setiap anggota tim mengambil satu lawan dan secara pribadi menghadapi lawan mereka masing-masing, namun bukan berarti bahwa mereka tidak memiliki kerjasama tim.

__ADS_1


Setiap anggota tim Yu Feng dan Wei Lan akan berkoordinasi dan memberikan bantuan singkat ketika ada yang disudutkan. Contohnya Wei Lan sendiri. Wei Lan memiliki kecepatan dan daya tahan yang cukup kuat, namun dia sebenarnya tidak menjatuhkan lawannya sendirian.


Terkadang anggota dengan serangan jarak jauh akan menjaga punggung Wei Lan dan membuka pertahanan lawan Wei Lan dengan serangan mereka ketika mereka memiliki kesempatan. Wei Lan sendiri juga terkadang akan bertukar posisi sejenak dengan temannya pada beberapa kesempatan.


Begitu juga dengan Yu Feng dan empat anggota tim lainnya. Yu Feng adalah pengguna pistol dan lawannya kebetulan adalah tipe penyerang jarak dekat dan jarak jauh. Selain itu lawannya juga memiliki ketangkasan yang cukup mantap dan daya serang yang akurat.


Yu Feng selalu menanamkan jejak spiritual pada tembakan pelurunya dan tidak lebih. Dia selalu lebih mengandalkan keakuratan menembaknya dibandingkan dengan kekuatan lainnya. Kalau lawannya tidak cukup teliti dan cepat, maka cepat lambat mereka akan dijatuhkan. Hanya saja lawan Yu Feng kebetulan juga memiliki kemampuan daya serang yang sama akurat nya dengan milik Yu Feng.


Karena itulah butuh kerjasama dengan anggota timnya sehingga mereka bisa memenangkan pertandingan ini dengan mudah tanpa menyia-nyiakan kekuatan spiritual mereka.


Sementara itu dipihak tim lawan, kelompok itu memiliki kerjasama tim yang cukup rapuh. Masing-masing anggota tim hanya fokus pada apa yang mereka kerjakan sendiri. Meskipun ada anggota yang kewalahan, tidak ada yang secara sadar memberikan bantuan. Dan dari kelihatannya, masing-masing anggota tim ini tampaknya juga tidak memiliki hubungan yang terlalu dalam.


Setelah tim Wei Lan dan Yu Feng turun dari arena, mereka bisa melihat tim lawan bangkit sendiri dan meninggalkan arena dengan emosi yang buruk. Tidak ada yang berinisiatif mendukung teman mereka satu sama lain dan malah saling menembakkan tatapan menyalahkan.


"Ai... tim itu tidak akan bertahan lama," ujar Wei Lan dengan gelengan pelan.


"Mereka terlalu sibuk dengan kepentingan diri sendiri," tambah Yu Feng dengan acuh tak acuh.


"Jadi bisa dibilang kalau kita cukup beruntung di babak pertama. Kita bahkan tidak perlu menghabiskan setengah usaha untuk meraih kemenangan ini," timpal wanita yang sebelumnya menegur perilaku Wei Lan di atas arena.


Wanita itu bernama Mu Xiang, seorang penyerang jarak jauh sama seperti Yu Feng. Hanya saja jika dibandingkan dengan pistol ganda Yu Feng, senjata yang digunakannya sangat bervariasi dan memiliki jumlah yang tidak terhitung. Sejauh ini Mu Xiang telah mengeluarkan setumpuk pisau lempar dengan berbagai ukuran, jarum tipis, panah lengan, hingga bahkan bom kecil.

__ADS_1


Mu Xiang selalu memiliki kemampuan untuk mengeluarkan senjata tanpa batas yang membuat orang penasaran berapa banyak senjata yang disimpan oleh gadis ini.


"Yah... ini baru pertandingan pertama. Karena lawan pertama kita yang terlalu mudah disingkirkan itu, tim kita jadi terkesan cukup kuat. Aku yakin sekarang mata yang menandai kita bertambah berkali-kali lipat, jadi untuk pertandingan selanjutnya kita harus bersiap. Aku tidak percaya kalau kita akan cukup beruntung untuk menarik lawan yang sama mudahnya untuk kedua kalinya," ujar Mu Xiang dengan nada ringan.


__ADS_2