
Tak lama kemudian, wanita dengan penampilan yang anggun datang menghampiri Zhang Me yang sudah naik pitam.
"Apa ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman nona muda?" tanyanya, ia adalah Xue Ae, pemilik Restoran Daun Persik.
"Makanan apa yang disajikan pelayanmu ini? Aku memesan makanan yang paling lezat yang ada direstoran ini, tapi mengapa mereka menyajikan aku dengan makanan seperti ini!" ucap Zhang Me penuh penekanan sambil menunjuk makanan yang ada diatas meja nya.
Kelompok lain yang duduk tak jauh dari meja Zhang Me menjadi terganggu membuat beberapa dari mereka menghampiri meja Zhang Me.
"Hei gadis bodoh, apa ini pertama kalinya kau datang kesini?" ujar seorang pemuda pada Zhang Me.
"Diam! Ini bukan urusanmu." bentak Zhang Me.
"Dasar gadis bodoh! Saat ini kau sedang berada di pasar gelap, tentu saja kau akan menemukan banyak restoran yang menyediakan menu makanan seperti itu." jelas pemuda tersebut.
"Pasar gelap?" tanya Zhang Me memastikan.
"Itu benar nona muda, anda saat ini berada di pasar gelap, dan restoran ini adalah restoran yang menyediakan daging manusia sebagai menu terlezat." jelas Xue Ae.
Zhang Me tidak bisa lagi menahan rasa mualnya, saat itu juga ia memuntahkan seluruh isi perutnya.
Beberapa orang yang ada disana tertawa kecuali Gue He dan Bo Nan yang sangat khawatir.
Zhang Me yang tak terima ditertawai menatap mereka satu persatu dan segera melepaskan beberapa pisau kecil dan berhasil merenggut 4 nyawa, sisanya berhasil menghindar.
Mereka yang masih hidup mematung ditempat, gerakan Zhang Me yang begitu cepat membuat mereka tak melihat pisau yang melayang dan mengahabisi nyawa beberapa orang.
Zhang Me melemparkan tatapan tajamnya pada mereka lalu berjalan keluar restoran diikuti Gue He dan Bo Nan.
Setiap langkahnya menimbulkan tekanan yang begitu hebat, membuat sebagian perabotan yang ada di Restoran Daun Persik jadi hancur.
Bahkan Gue He dan Bo Nan menjaga jarak cukup jauh dengan Zhang Me.
Saat berada diluar Restoran Daun Persik, Zhang Me menghentakkan kakinya dan menghasilkan getaran seperti gempa bumi.
Para penduduk yang merasakan getaran itu menjadi waspada, sebab ini yang pertama kalinya terjadi getaran seperti ini.
Zhang Me yang memiliki karakter mudah meledak berusaha untuk tenang dengan menarik dan menghembuskan nafas pelan.
"Tenang, tenang..." ucap Zhang Me pelan.
Sementara Gue He dan Bo Nan yang mengetahui penyebab terjadinya getaran di tanah hanya mampu menatap horor pada Zhang Me.
__ADS_1
Saat sudah merasa tenang, Zhang Me kembali memasang senyum cerianya lalu berbalik menatap Gue He dan Bo Nan.
"Mengapa kalian disana? Ayo kita pergi." ucap Zhang Me sambil tersenyum manis menatap Bo Nan dan Gue He yang jauh dibelakangnnya.
Gue He dan Bo Nan saling tatap karena merasa heran dengan perubahan Zhang Me yang begitu cepat.
"Sepertinya kita memiliki tuan yang sedikit aneh." ucap Bo Nan pada Gue He.
"Kau benar, dia bahkan sangat cepat berubah menjadi sangat ceria setelah apa yang terjadi." saut Gue He.
"Cepat!" teriak Zhang Me membuat mereka segera mendekat dan mengikuti langkah Zhang Me.
Disepanjang perjalanan, Zhang Me memperhatikan beberapa pedagang yang menjual dagangan yang tidak pantas. Tidak salah jika tempat ini disebut Pasar Gelap.
Hingga sesuatu membuat Zhang Me mengerutkan dahinya dalam.
Ia menemukan sketsa wajahnya yang tertempel dan menyebar di beberapa tempat.
"He gege, Nan gege. Aku akan bersembunyi, tolong carikan aku pakaian yang dapat menyembunyikan wajahku." ujar Zhang Me sambil melemparkan sekantong koin pada mereka.
Mereka mematung sesaat, panggilan yang diberikan pada mereka membuat hatinya sedikit bergetar.
Setelah itu, tanpa banyak bertanya Gue He dan Bo Nan mengangguk dan segera pergi dari sana.
Zhang Me mengintai dari atas pohon tersebut, ada begitu banyak orang yang menyebarkan sketsa wajahnya.
"Siapa yang melakukan ini?" ujar Zhang Me pada dirinya sendiri.
Setelah sekian lama akhirnya sosok Gue He dan Bo Nan muncul dalam penglihatan Zhang Me.
Ia melompat turun dari atas pohon tepat dihadapan Gue He dan Bo Nan, dan membuat mereka kaget bukan main.
Zhang Me langsung melepaskan jubah yang diberi Li An dan membuat Gue He dan Bo Nan membulatkan mata.
Kemudian ia meraih jubah berwarna hijau daun dari tangan Gue He lalu mengenakannya, dan tak lupa dengan penutup kepala yang cukup untuk menyembunyikan wajahnya.
"Sebenarnya ada apa denganmu putri kecil?" tanya Bo Nan.
"Apa kau tidak lihat? Sketsa wajahku ada dimana-mana." jawab Zhang Me.
Bo Nan terdiam, ia tau tentang sketsa wajah yang menyebar, tapi ia tidak pernah menyangka kalau itu adalah Zhang Me.
__ADS_1
"Apa nona manis punya masalah dengan kekaisaran?" tanya Gue He.
Dibalik penutup kepalanya Zhang Me mengerutkan dahinya, "Kekaisaran?"
"Mereka yang menyebarkan sketsa nona manis adalah orang-orang dari kekaisaran." saut Gue He.
Zhang Me tersenyum, sekarang ia tau penyebab sketsanya disebar luaskan.
"Mereka cukup terlambat menyadarinya..." ucap Zhang Me dan kembali berjalan.
Gue dan Bo Nan yang tak mengerti hanya mengekor dibelakang Zhang Me.
"Apa kalian tidak punya keluarga?" tanya Zhang Me ditengah langkahnya.
"Tentu kami punya nona manis." jawab Gue He.
"Baiklah, kembali ke keluarga kalian." saut Zhang Me.
Gue He dan Bo Nan saling tatap, mereka tentu sangat senang. Tapi, saat ini Zhang Me adalah tuannya.
"Pergilah, besok temui aku di Kedai Kersen Hijau." ucap Zhang Me.
Gue He dan Bo Nan mengangguk lalu berterima kasih, dan kemudian pergi meninggalkan Zhang Me.
Sambil melangkah, Zhang Me memejamkan matanya dan mempertajam indranya keseluruh kota Lehan hingga sesuatu membuatnya tertarik yang berada sekitar 4 kilometer didepannya.
Saat tiba disana, Zhang Me dapat melihat pertarungan antara dua orang yang berada diatas arena dengan cukup banyak penonton yang menyaksikannya.
Zhang Me ikut bergabung ditengah penonton dan mendengarkan dengan jelas percakapan mereka.
"Hari ini kita akan lihat, siapa yang akan menggantikan Shen Zue sebagai pemimpin dari perkumpulan yang menjaga pasar gelap ini..."
"Aku tidak yakin ada yang bisa mengalahkannya setelah 3 tahun menang secara berturut turut..."
Inti dari percakapan yang didengarkan Zhang Me adalah tentang kelompok yang bertugas menjaga Pasar Gelap.
Kelompok tersebut mengadakan pertarungan setiap tahun untuk orang yang mampu mengalahkan pemimpin sebelumnya dan menggantikannya menjadi pemimpin yang baru.
Kelompok ini sendiri dapat dikatakan sebagai kelompok pemberontak, meskipun mereka menjaga keamanan Pasar gelap tapi mereka juga sering kali melakukan pemberontakan untuk mendapatkan bayaran lebih dari para pedagang.
Dan pria yang bertarung diatas arena adalah Shen Zue dan penantangnya Ji Kuo, mereka bertarung tanpa senjata.
__ADS_1
Ji Kuo yang memiliki postur tubuh lebih kecil daripada Shen Zue terpaksa harus berada pada posisi bertahan.
Shen Zue memanfaatkan keadaan, ia mengumpulkan banyak tenaga dalam pada kepalan tangannya lalu meninju Ji Kuo hingga keluar arena dan dinyatakan kalah.