The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 41- Turnamen VII


__ADS_3

Yin Yin kembali mengambil alih acara. Ia mengatakan bahwa kini peserta yang tersisa adalah 50 orang dan ia juga mengucapkan kata maaf karena kejadian dimana dua orang yang tewas terbunuh.


"Aku tidak terima muridku terbunuh begitu saja!" teriak salah seorang pria tua dari kursi penonton.


Semua pandangan terarah padanya. Tampak jelas di wajahnya bahwa pria tua itu sedang menahan amarahnya.


"Aku tidak bisa menahannya lagi, orang yang telah membunuh muridku harus mati ditangan ku!"


Pria tua itu berlari cepat dan menghampiri Zhang Me lalu menariknya ke arena pertarungan tanpa penolakan sedikitpun dari Zhang Me.


"Dia adalah Long Kou!"


"Dia Tetua Sekte Kabut Beracun!"


"Ternyata gadis yang terbunuh adalah muridnya..."


"Sial sekali nasib gadis disana karena telah menyinggungnya..."


Pria itu ternyata adalah Long Kou yang merupakan Tetua dari Sekte Kabut Beracun, salah satu Sekte terkuat aliran hitam yang ada di Kekaisaran Qing.


Setelah mengetahui identitas Long Kou semua orang menjadi kasihan dan menatap iba pada Zhang Me yang telah berhasil menyinggung orang seperti Long Kou.


Berbeda dengan semua orang, Zhang Me justru bersikap santai dan tak ada rasa takut sedikitpun dari dirinya terhadap Long Kou.


Yin Yin menghampiri Zhang Me dan Long Kou lalu berkata, "Tolong, jangan mengacaukan Turnamen ini, kau tidak boleh seenaknya disini..." tegur Yin Yin berusaha untuk selembut mungkin agar tidak menyinggung Long Kou.


"Tidak bisa! Aku harus membunuhnya sekarang juga, dia telah berani membunuh muridku dan mengambil jantungnya!" tolak Long Kou sambil menunjuk-nunjuk Zhang Me marah.


Tanpa menunggu lagi Long Kou melempar sesuatu dan meledak menjadi sebuah kabut tebal berwarna merah.


Yin Yin yang berada disana segera menjauh dan membiarkan Zhang Me dan Long Kou tertutupi kabut.


Di dalam kabut Long Kou cukup terkejut melihat Zhang Me yang masih baik-baik saja meski telah tertutupi kabut beracun tingkat menengah miliknya dimana sangat jarang orang yang bisa selamat.


"Mengapa kau membunuh muridku?" tanya Long Kou.


"Karena dia telah mengganggu tidurku..." jawab Zhang Me santai.


Long Kou membuka tutup mulutnya tapi tak ada kata-kata yang berhasil keluar dari mulutnya. Apa hanya karena tidurnya terganggu ia dengan mudahnya membunuh? Pikir Long Kou.


"Lalu mengapa kau mengambil jantungnya?" tanya Long Kou lagi.


"Daripada ia mati sia-sia lebih baik jantungnya aku ambil untuk dijadikan sebuah racun yang mematikan..."


Long Kou sekali lagi dibuat terkejut, perkataan Zhang Me membuat Long Kou berpikir bahwa Zhang Me mengetahui rahasia yang ada pada diri Lu Lua muridnya.


Sehingga Long Kou berniat untuk segera menghabisi nyawa Zhang Me dan merebut kembali jantung Lu Lua.


Long Kou mulai menyerang Zhang Me dan terjadilah pertarungan diantara mereka dengan menggunakan tangan kosong.


Mereka saling bertukar serangan. Zhang Me sempat terpana dengan gerakan Long Kou yang sangat lentur dan sulit untuk ditebak.


Long Kou seperti menari, tubuhnya melengkuk-lengkuk dan tangannya yang lentik setiap menyerang membuat Zhang Me kehilangan fokusnya.


Zhang Me mundur beberapa langkah, lehernya terkena serangan tangan Long Kou tapi terasa seperti terpatok ular.


Melihat wajah Zhang Me yang bingung Long Kou tersenyum dan berkata, "Tarian ini bernama Tarian Ular Berbisa, tarian ini merupakan jurus yang hanya berasal dari Kabut Beracun dan apabila terkena satu kali saja serangan dari jurus ini maka orang itu akan tiada..." jelas Long Kou.


"Jadi kau berharap aku akan tiada setelah menerima serangan mu ini?" tanya Zhang Me memastikan.


"Haha! Kau bodoh sekali, ini sama sekali tidak ada apa-apanya bagiku, jika aku akan tiada karena racun mungkin itu sudah terjadi sejak tadi karena kabutmu ini..."


Long Kou terdiam, apa yang dikatakan Zhang Me benar tapi ia tidak putus asa, Long Kou berusaha memutar otaknya untuk mencari cara apa yang harus ia lakukan untuk mengahadapi Zhang Me.


"Mengapa kau diam? Racun apalagi yang ingin kau tunjukkan?"


Kini Long Kou benar-benar sakit kepala, sikap Zhang Me membuatnya tak habis pikir.


"Sebenarnya aku tidak bisa lama-lama karena masih banyak yang perlu kulakukan..."


"Tapi aku cukup tertarik karena kau memiliki kesamaan denganku..." kata Zhang Me lalu setitik cahaya muncul dari jari telunjuk Zhang Me dan mengenai Long Kou.


Long Kou membeku dan sedetik setelah itu tawanya pecah. Ia tertawa terbahak-bahak karena merasa geli.


Semua orang yang tidak dapat melihat kejadian didalam kabut menjadi penasaran setelah mendengar suara tawa Long Kou.


Zhang Me kemudian menghisap kabut tebal yang menutupi mereka hingga perlahan menghilang dan kini semua orang dapat melihat Long Kou yang terduduk dan terus tertawa.


Raut bingung tampak jelas di wajah semua orang, mereka tidak tau apa yang telah terjadi hingga Long Kou sampai tertawa seperti itu.


Fan Wencheng yang merupakan salah satu peserta yang berasal dari Sekte Kabut Beracun segera menghampiri Long Kuo yang tidak berhenti tertawa dan membawanya turun ke arena pertarungan dengan raut cemas.

__ADS_1


Dikursi juri para juri saling berbisik mengenai apa yang terjadi pada Long Kou sebab Long Kou bukanlah orang sembarangan dan memiliki latar belakang yang membuat siapapun tidak berani untuk menyinggungnya.


Selain para juri penonton dan semua orang begitu penasaran, apa yang telah diperbuat Zhang Me hingga membuat Long Kuo tak berhenti tertawa.


Dan sesuatu yang pasti, dalam benak Long Kou ia merasa dipermalukan karena seorang gadis kecil telah mempermainkan nya.


Melihat situasi semakin diluar kendali, Yin Yin segera menaiki kembali arena pertarungan dan menarik perhatian semua orang.


Ia mengungkapkan rasa bersalah nya karena Turnamen yang sudah tertunda. Ia juga mengumumkan bahwa 50 peserta yang tersisa akan dikelompokkan menjadi 10 kelompok dengan masing-masing berisi 5 orang dalam satu kelompok.


Yin Yin mengatakan bahwa di babak selanjutnya adalah babak yang melakukan kerja sama tim karena mereka akan bertarung secara kelompok. Yin Yin juga menegaskan bahwa dilarang untuk saling membunuh.


"Mengapa tidak boleh membunuh? Bagaimana jika tak sengaja?" tanya Zhang Me.


"Tak sengaja? Apa ada yang membunuh tanpa sengaja?" saut Yin Yin geram.


"Tentu saja, seseorang bisa saja tak sengaja membunuh karena ingin menyelamatkan dirinya..." balas Zhang Me.


"Ya dia benar! Perbolehkan saja untuk saling membunuh." teriak Shen Zue tiba-tiba.


Yin Yin semakin kesal karena tidak ada yang mau mendengarkannya. Bahkan salah satu dari tamu kehormatan juga membiarkan para peserta untuk saling membunuh.


"Biarkan saja mereka untuk saling membunuh agar Turnamen ini akan lebih menyenangkan dari sebelumnya!"


"Ya biarkan mereka saling membunuh!"


Kini para penonton juga bersorak agar peserta diperbolehkan untuk saling membunuh dan membuat Yin Yin pasrah.


Setelah itu Yin Yin mulai pembagian kelompok dan mempersilahkan dua kelompok untuk menaiki arena pertarungan dan menjadi lawan tanding dipertarungan pertama.


Kelompok pertama adalah kelompok yang berisi dua orang dari Sekte Anggrek Putih dan dua orang dari Sekte Bulan Sabit serta satu orang lainnya yang tidak tergabung dari Sekte manapun.


Yang menjadi lawan mereka adalah kelompok kedua yang didalamnya terdapat si kembar Pa Chin dan Pe Chin, Hui Xin dan Mi Yue yang tidak tergabung dalam Sekte manapun serta satu orang gadis yang berasal dari Sekte Telaga Biru.


Setelah kedua kelompok itu saling berhadapan di arena pertarungan maka pertarungan kelompok yang pertama dimulai.


"Sebaiknya kalian menyerah saja sebelum mempermalukan diri kalian sendiri..." murid dari Sekte Telaga Biru berucap sombong.


Tidak ada yang menanggapinya hingga salah satu murid dari Sekte Bulan Sabit menyerang duluan.


Ketegangan mulai bersarang dibenak para penonton termasuk juri yang berharap agar peserta yang berasal dari Sekte mereka dapat menunjukkan yang terbaik dan membuat mereka bangga.


Pertarungan sengit pun terjadi tapi yang paling menarik perhatian adalah pertarungan antara si kembar Pa Chin dan Pe Chin dengan dua pria yang berasal dari Sekte Anggrek Putih.


Kedua peserta dari Sekte Anggrek Putih merasa kewalahan. Mereka berdua terus menyerang Pa Chin tapi Pe Chin yang merupakan petarung jarak jauh selalu saja berhasil mendaratkan anak panah pada tubuh mereka.


Berpindah pada Hui Xin yang melawan salah satu peserta dari Sekte Bulan Sabit dan Mi Yue yang melawan seorang pria yang tidak tergabung dari Sekte manapun.


Dalam pertarungan mereka, Hui Xin sering kali membantu Mi Yue sehingga ia menjadi lebih sering mendapatkan serangan dari lawan.


Dan yang terakhir adalah gadis manis berambut pendek yang berasal dari Sekte Telaga Biru yang melawan seorang pria tampan yang berasal dari Sekte Bulan Sabit.


Mereka saling melemparkan pandangan tajam membuat atmosfer disekitar mereka menjadi berubah seketika.


Zhang Me yang menyaksikan pertandingan juga merasakan perubahan yang sangat drastis saat keduanya berhadapan.


Tidak lama mereka saling tatap hingga akhirnya bertukar serangan. Gerakan mereka sangat cepat, hanya sedikit yang bisa melihat setiap gerakan mereka.


Pertarungan kelompok yang pertama tidak berlangsung lama karena Pe Chin selaku petarung jarak jauh membantu kelompoknya dengan menyerang kelompok lain menggunakan panah kesayangannya.


Dan seperti yang sudah ditebak bahwa kelompok si kembar Pa Chin dan Pe Chin yang keluar sebagai pemenang.


Selanjutnya pertarungan yang kedua antara kelompok tiga dan empat. Pertarungan yang kedua ini tidak begitu menarik karena peserta yang tergabung dalam setiap kelompok terlihat amatir dalam bertarung.


Pertarungan antar kelompok terus berlangsung hingga tiba saatnya kelompok yang akan melakukan pertarungan terakhir berdiri diatas arena pertarungan.


Salah satu kelompok yang sudah berada diatas arena adalah kelompok Zhang Me, Lang Yizo, dua pria dari Sekte Gunung Salju dan satu pria lagi yang berasal dari Sekte Telaga Biru.


Dan yang menjadi lawan mereka adalah dua gadis manis berambut Merah dan Perak yang berasal dari Sekte Mawar Perak, satu dari Sekte Kabut Beracun serta dua pria yang tergabung dalam Sekte kecil.


"Kau tenang saja aku akan melindungi mu..." bisik Lang Yizo ditelinga Zhang Me.


Zhang Me mengerutkan dahi sambil menjauh dari Lang Yizo karena merasa jijik dengan sikapnya membuat Lang Yizo murung karena mendapat perlakuan seperti itu dari Zhang Me.


Setelah pertandingan dimulai sontak saja Lang Yizo langsung menghalangi pria yang ingin menyerang Zhang Me, yaitu Fan Wencheng.


Fan Wencheng berniat untuk membalas Zhang Me karena telah memperlakukan gurunya dengan tidak baik.


"Kau diam saja disini dan jangan kemana-mana..." ucap Lang Yizo.


Tanpa membalas apapun Zhang Me benar-benar hanya diam berdiri tanpa melakukan apapun membuat teman sekelompoknya menatap sinis.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan gadis itu? Lihatlah, dia membuat yang lainnya bersusah payah sementara dia hanya diam tak melakukan apapun..."


"Gadis itu berbuat seenaknya..."


"Dia bahkan membuat pangeran kedua hanya melindunginya dan melawan semuanya..."


"Gadis yang merepotkan..."


Berbagai tanggapan kini mulai muncul terhadap Zhang Me yang justru tidak memperdulikannya.


"Apa kau akan terus berlindung dan bersembunyi disini?"


Zhang Me menoleh, ia mendapati seorang gadis berambut panjang yang berwarna merah serta memakai seragam dari Sekte Mawar Perak tengah tersenyum ramah padanya.


Zhang Me menyambut dan berbalik untuk menghadap gadis itu. Lang Yizo yang melihatnya menjadi tidak fokus dan terkena serangan dari lawan.


"Kau! Jangan melukainya!" teriak Lang Yizo.


Zhang Me hanya memutar bola mata nya malas, Lang Yizo berhasil membuatnya muak dan ingin sekali menendang wajahnya.


"Kau diam saja! Kalahkan dulu lawanmu itu jika ingin melindungiku!" saut Zhang Me balas meneriaki Lang Yizo.


Lang Yizo tersenyum karena akhirnya Zhang Me membalas perkataannya membuat ia menjadi bersemangat dan bersiap untuk melawan dengan serius.


Yang menjadi lawan Lang Yizo pun cukup terkejut melihat perubahan Lang Yizo. Kini gerakannya menjadi lebih cepat dan berbagai serangan ia lemparkan.


"Apa dia kekasihmu?"


"Beruntung sekali karena kau bisa membuatnya terpikat padamu..."


Zhang Me tidak membalas, ia hanya terdiam dan menunjukkan ekspresi datarnya.


"Setidaknya biarkan aku mengetahui namamu..."


"Zhang Me."


"Baiklah nona Zhang Me, namaku adalah Wang Shu, aku merupakan murid dari Sekte Mawar Perak dan akan menjadi lawanmu kali ini..."


Sebenarnya Wang Shu sudah tertarik sejak awal pada Zhang Me. Ia ingin sekali bertarung dengannya karena merasa ada sesuatu yang berbeda pada diri Zhang Me.


Zhang Me tidak menjawab, pandangannya sibuk menatapi Wang Shu dari atas kepala hingga kaki berusaha mencari tau tentangnya.


Dan yang ia temukan bahwa Wang Shu adalah pendekar Langit tingkat menengah membuat Zhang Me bisa menebak bahwa Wang Shu sudah pasti jenius dari Sekte Mawar Perak.


Buktinya Cao Xueqin kini sudah tersenyum bangga dikursi juri karena tidak akan ada yang bisa mengalahkan Wang Shu yang merupakan jenius dari Sekte nya.


"Lihat, bukankah itu Wang Shu dari Mawar Perak?"


"Dia gadis tercantik yang pernah kulihat..."


"Aku pernah mendengar namanya, gadis itu pernah berhasil mengalahkan monster tingkat tinggi yang tiba-tiba muncul di sekitar kediamannya..."


"Dia juga merupakan jenius kebanggan Mawar Perak..."


Berbagai pujian mulai dilempar untuk Wang Shu, gadis itu cukup terkenal di kalangan para pendekar karena kemampuannya yang memang tidak bisa dipandang rendah. Namun itu semua akan sia-sia jika ia berhadapan dengan Zhang Me.


"Bagaimana jika kita mulai saja?" kata Wang Shu.


Ia mulai memasang kuda-kuda dan mengibaskan sebuah kipas didepan dadanya dan seketika angin disekitarnya berhembus kencang.


Sebab itu Zhang Me menjadi kesal karena cadar diwajahnya hampir saja terlepas karena angin yang disebabkan oleh Wang Shu.


Wang Shu bergerak cepat kearah Zhang Me, ia menyerang menggunakan kipasnya yang setiap kali dikibaskan akan menimbulkan angin yang terasa tajam seperti pisau.


Meski begitu Zhang Me selalu bisa menangkis setiap serangan mematikan yang dilepaskan oleh Wang Shu membuat Cao Xueqin yang mengetahui kemampuan Wang Shu menjadi panik.


Ia bahkan mencoba membaca tingkatan Zhang Me tapi semua itu sia-sia karena tak bisa mengetahui Zhang Me berada ditingkatan mana.


Wang Shu berhenti menyerang dan berkata, "Siapa kau? Mengapa aku tidak bisa melihat tingkatanmu?" tanya Wang Shu menyadari.


Sreettt!!


"Kau seharusnya konsentrasi saat bertarung..."


Seperti biasanya, Zhang Me berhasil memberikan sayatan kecil dibagian leher Wang Shu.


Wang Shu sebagai gadis remaja yang sangat memperhatikan tubuhnya tentu saja tak suka dan menjadi marah atas apa yang dilakukan Zhang Me.


Ia mengalirkan tenaga dalam pada lukanya untuk meredakan rasa sakit dan menghentikan


Lalu kemudian mengibaskan kipasnya dan angin ****** beliung tiba-tiba muncul dan hanya memenuhi arena pertarungan.

__ADS_1


Tentu saja para peserta yang sedang bertarung terhempas keluar arena dan menyisakan Wang Shu dan Zhang Me disana.


Dan yang terjadi angin ****** beliung tersebut menerjang dan menutupi seluruh tubuh Zhang Me.


__ADS_2