The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 22- Pemimpin Yang Sama?


__ADS_3

Semua orang yang ada di Aula bernafas lega saat melihat kepergian Zhang Me.


Apa yang mereka lihat hari ini begitu sangat mengejutkan dan sulit untuk dipercaya bahkan dicerna oleh akal pikiran mereka .


Kaisar Lang Baeyou yang sering mengikuti peperangan dan terbiasa melihat pertumpahan darah sempat merasa ngeri melihat aksi Zhang Me yang menurutnya terlalu berlebihan.


Ditengah keheningan yang terjadi, Lang Yizo mendekati Kaisar Lang Baeyou dan mencoba untuk mengatakan sesuatu.


"Ayah..."


Kaisar Lang Baeyou yang tengah melamun tersadar mendengar panggilan Lang Yizo, "Ada apa? Kau membutuhkan sesuatu?" tanyanya.


Bukannya menjawab, Lang Yizo malah tertunduk malu, reaksi yang berbeda disaat semuanya sedang syok.


"Apa terjadi sesuatu denganmu?" tanya Kaisar Lang Baeyou sekali lagi.


Lang Yizo mengangguk malu, ia menjadi salah tingkah dan membuat Lang Baeyou semakin kuatir.


Perlahan Lang Yizo mengangkat kepalanya sambil tersenyum dan menatap Lang Baeyou lalu berkata, "Ayah, aku menyukainya..."


"Apa maksudmu?" saut Lang Baeyou tak mengerti.


"Gadis itu..." ucap Lang Yizo lalu kembali menunduk malu.


Lang Baeyou mencoba mencerna kata-kata Lang Yizo hingga sesuatu terlintas dikepalanya.


"Apa kau menyukai gadis yang tadi?" tanya Lang Baeyou memastikan.


Lang Yizo mengangguk, semburat merah muncul diwajahnya, benar-benar menggemaskan bagi seorang pangeran yang tampan.


Kaisar Lang Baeyou melotot tak percaya, ia beralih menatap mayat-mayat akibat ulah Zhang Me lalu kembali menatap Lang Yizo yang sedang salah tingkah.


Ia menghembuskan nafasnya kasar lalu memijat keningnya yang sedikit sakit menggunakan tangan dan kembali berkata pada Lang Yizo, "Bagaimana bisa kau mengatakan itu saat kau sendiri telah melihat apa yang dilakukan gadis gila itu?"


"Aku tidak peduli apa yang dilakukannya, yang jelas aku menyukai gadis itu dan aku ingin dia jadi milikku." kata Lang Yizo sambil memikirkan wajah Zhang Me yang berhasil membuatnya jatuh hati.


"Pergi dari sini, lakukan apa yang kau inginkan..." usir Lang Baeyou.


Lang Yizo pergi dari sana dengan wajah yang masam namun tetap terlihat tampan.


Setelah Lang Yizo beranjak dari sana, tak lama Lang Ruo datang menghampiri Kaisar Lang Baeyou.


"Ayah..." panggil Lang Ruo.

__ADS_1


"Ada apa?" Kaisar yang memijat-mijat keningnya membalas panggilan Lang Ruo tanpa melihatnya.


"Mengapa ayahanda memberikan hukuman mati pada gadis itu?" tanya Lang Ruo.


Lang Baeyou mengerutkan dahinya, "Memang kenapa? Lagipula dia berhasil menghabisi pengawal istana." jawabnya.


Lang Ruo menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Benar apa yang dikatakan kaisar bahwa dia tidak jadi dihukum mati. Lebih tepatnya berhasil membuat Kaisar Lang Baeyou tak bisa berkutik.


"Pergilah..." usir Lang Baeyou.


Selama hidup, hari ini adalah hari yang paling sial bagi Kaisar Lang Baeyou, dan itu hanya karena seorang gadis.


Gadis tak dikenal yang berani melukai dan meracuni Mo Xun, membunuh bawahannya dengan sadis, membuat anggota Gazuura dan Organisasi Musang Merah Darah yang sudah ia bayar tertunduk padanya, dan juga berhasil membuat salah satu putranya jatuh hati, atau mungkin dua putranya.


"Bagaimana bisa Yizo'er menyukai gadis gila itu?" batinnya.


"Dan Ruo malah menghawatirkan gadis itu daripada ayahnya sendiri..."


Ia akui, bahwa ia juga sempat terpesona pada Zhang Me, tetapi berhasil membuat Lang Yizo jatuh hati adalah hal yang sulit dipercaya.


Lang Baeyou yang merasakan kepalanya semakin pening segera pergi meninggalkan aula menuju ke ruangan pribadinya.


***


Wajah mempesona dengan percikan darah yang menghiasi wajahnya, ditambah kedelapan bawahan yang berjalan mengikuti, membuatnya terlihat seperti dewi maut dengan pengawal yang perkasa.


Namun selalu saja ia tak perduli, menjadi pusat perhatian adalah sesuatu yang sudah menjadi biasa baginya.


Setelah cukup jauh berjalan, akhirnya mereka melewati gerbang istana dan tiba-tiba Zhang Me menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap mereka satu persatu, "Mengapa kalian mengikutiku?"


Kedelapan orang itu salah tingkah, tatapan Zhang Me benar-benar membuat siapapun luluh seketika.


"Karena kau adalah pemimpin kami..." salah satu anggota dari Gazuura angkat bicara.


"Benarkah?" tanya Zhang Me memastikan dan dibalas anggukan oleh keempat anggota Gazuura.


Zhang Me tak bisa mengelak karena tanda dilehernya sudah sangat jelas membuktikan bahwa ia pemimpin Gazuura.


"Lalu kalian?" tanya Zhang Me pada anggota Organisasi Musang Merah Darah.


"Karena kau juga pemimpin kami..." jawab salah satu dari mereka.


"Mengapa? Apa karena plakat ini?" balas Zhang Me memperlihatkan plakat miliknya.

__ADS_1


Mereka mengangguk


"Mengapa kalian bisa yakin? Bagaimana jika aku mencuri plakat ini?"


Mereka saling tatap, pernyataan Zhang Me ada benarnya, tapi sebelumnya Feng Lu sudah memberitahukan pada mereka bahwa ia sendiri yang telah memberikan plakat pemimpin utama kelompok Musang Merah Darah.


"Kau tidak perlu menguji kami, ketua Feng Lu sudah mengatakannya pada kami." kata pria muda dengan ekspresi dingin.


Zhang Me hanya mengangguk menanggapi.


"Baiklah, terserah kalian saja, aku akan kembali lebih dulu, langit sudah mulai gelap..." kata Zhang Me sambil menatap langit yang ternyata sudah gelap, pertanda malam.


"Tapi sebelum itu, berikan itu padaku." tambah Zhang Me menunjuk sebuah kain yang menggantung di pinggang salah satu anggota Gazuura.


"A-apa maksudmu?" tanyanya gelagapan.


"Otak kotor, aku hanya ingin kain ini." jelas Zhang Me langsung menarik secarik kain dari pinggang salah satu dari mereka.


Setelah itu ia gunakan sebagai cadar untuk menutupi sebagian wajahnya lalu melesat pergi begitu saja menggunakan ilmu meringankan tubuh dengan kecepatan yang tidak biasa.


Mereka yang melihat itu melongo tak percaya, ini pertama kalinya mereka melihat orang yang mampu melakukan ilmu meringankan tubuh dengan kecepatan seperti itu.


"Sepertinya dia pendekar tingkat sejati..."


"Akupun merasa seperti itu..."


"Untuk pertama kalinya Gazuura memiliki pemimpin seorang gadis cantik dan kuat sepertia dia..."


"Begitupun dengan Organisasi Musang Merah Darah, tak disangka..."


Mereka kembali saling tatap, mereka seakan tersadar oleh sesuatu.


"Bagaimana mungkin?" kata mereka serentak saat tersadar bahwa Gazuura dan Musang Merah Darah ternyata memiliki pemimpin yang sama.


Mengingat, mereka adalah kedua kelompok yang sama besar dan sangat berpengaruh di wilayah kekaisaran Qing.


Kedua kelompok tersebut saling berlomba-lomba untuk memperlihatkan siapa yang paling kuat sehingga sering terjadi pertentangan dan pertikain di antara kedua kelompok tersebut, meskipun sebenarnya kedua kelompok tersebut sama-sama kuat.


"Pemimpin kita tidak mungkin sama!"


"Itu tidak akan terjadi!"


"Kita harus menemui ketua Feng Lu untuk memastikan apa dia benar-benar pemimpin utama, karena bisa saja ia memang mencuri plakat itu dari pemimpin utama yang belum sempat kita temui..." usul salah satu anggota Musang Merah Darah.

__ADS_1


Segera mereka pergi dari sana dan meninggalkan anggota Gazuura yang tak butuh pemastian lagi, karena tanda di leher Zhang Me bukanlah tanda sembarangan yang bisa dibuat ataupun dicuri oleh orang lain.


__ADS_2