
Didalam kamar yang sangat luas Zhang Me tengah berada di kamar mandi membersihkan dirinya dengan berendam di bak berisi susu. Ia mencoba membuat tubuhnya rileks dan membayangkan hal-hal yang menyenangkan.
Sementara Fang Je yang berada dikamar sebelah telah siap sejak tadi, ia tinggal menunggu tuan yang membuat kepalanya terasa ingin pecah.
Hingga akhirnya Zhang Me menyelesaikan ritual nya dan bergegas memakai pakaian.
"Pakaian ini benar-benar nyaman." puji Zhang Me pada pakaian yang dibelinya waktu itu.
Setelah selesai ia memanggil Fang Je untuk datang ke kamarnya dan bersama-sama makan makanan yang telah disiapkan untuk mereka.
Ditengah makannya tidak ada yang membuka suara hingga semua makanan tandas tak tersisa.
Zhang Me mengelus-elus perutnya yang kekenyangan lalu berdiri dan berkata pada Fang Je, "Kita berangkat sekarang."
"Jangan lupa untuk membawa jantungnya." tambah Zhang Me.
Fang Je tidak menjawab, ia hanya menatap keluar jendela dan melihat langit gelap lalu beralih pada dua orang yang telah berdiri di sisi pintu. Mereka adalah Miang Huo dan Bo Xiang.
"Cepat bawa kami ke markas." pinta Zhang Me.
Miang Huo mengangguk dan seketika mereka menghilang tanpa jejak.
Hanya sekejap mata Zhang Me kembali menginjakkan kakinya di markas Gazuura, ia menganga tak percaya mendapat penyambutan yang menurutnya sangat berlebihan dari anggota Gazuura.
Dan saat ini ia telah duduk dikursi kebesarannya dengan seluruh anggota Gazuura yang berlutut dan menunduk memberi penghormatan untuknya.
"Kalian ini sangat berlebihan." ungkap Zhang Me sambil nyengir dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
Zhang Me kemudian membiarkan semuanya bangun dan menikmati pesta yang telah mereka siapkan untuk menyambut kedatangan Zhang Me.
"Apa kau benar-benar manusia? Dimana kau menyimpan semua makanan yang kau makan?" tanya Fang Je.
Zhang Me yang sedang makan buah-buahan yang sajikan untuknya hanya mengedikkan bahu tak peduli.
"Lihat saja, tubuh mu akan membesar karena terlalu banyak makan." ucap Fang Je.
Zhang Me masih tidak peduli, ia terus saja memakan buah-buahan lezat yang ada didepannya dan hampir melupakan tujuan utamanya datang ke markas Gazuura.
"Dimana gadis itu?" kata Zhang Me teringat.
"Dia berada di lantai paling atas." jawab Fang Je.
Dengan membawa beberapa buah ditangannya, Zhang Me berlalu melewati orang-orang yang tengah sibuk berpesta menuju lantai paling atas diikuti oleh Fang Je.
Saat tiba dilantai atas Zhang Me dan Fang Je melihat dua orang pria yang tengah mengobrol dan seorang gadis yang sedang duduk dikursi dengan tali panjang yang melilit seluruh tubuhnya.
"Kalian ada disini?" tegur Zhang Me.
__ADS_1
"Benar nona manis, kami diminta menjaga dia." jawabnya.
Dua pria yang ada didepannya adalah Gue He dan Bo Nan. Zhang Me cukup terkejut dengan perubahan keduanya. Setelah Zhang Me mengirim mereka ke markas Gazuura kini Gue He dan Bo Nan memiliki aura seorang pendekar.
"Kalian terlihat sangat berbeda."
"Baiklah, sekarang tinggalkan kami disini." lanjut Zhang Me. Gue He dan Bo Nan yang mengerti segera pergi dari sana dan meninggalkan Fang Je bersama Zhang Me serta gadis tadi.
Sambil memakan buah persik ditangannya, Zhang Me menatap gadis yang terikat tengah tertidur duduk dihadapannya.
Zhang Me membungkuk menyesuaikan tubuhnya dengan wajah gadis itu lalu sengaja meniup-niup wajahnya dan membuat gadis itupun terbangun.
"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Zhang Me.
Gadis tersebut tidak lain adalah Mi Yue, ia mengerjapkan matanya dan mendapati wajah Zhang Me yang sangat dekat dengannya.
"Apa yang kau inginkan?" sontak Mi Yue berubah menjadi marah.
Ia tidak mengerti apa yang akan dilakukan Zhang Me padanya dan mengapa Zhang Me tidak membunuhnya seperti yang dilakukan pada rekan-rekannya.
"Siapa yang memerintahkan kau untuk melakukan ini semua?" tanya Zhang Me.
"Apa maksudmu?" balas Mi Yue tidak tau.
"Berhenti berpura-pura di depanku, kau tidak perlu memainkan permainan yang menyedihkan itu." ungkap Zhang Me mulai serius.
Ia memberikan tatapan tajam membuat Mi Yue merinding dan merasa sangat terintimidasi.
"Aku tau kau dan rekan-rekanmu berasal dari dunia kultivator."
"Kalian datang ketempat ini hanya untuk membunuhku atas perintah seseorang, jadi katakan siapa orang itu? dan bagaimana dia bisa tau aku berada disini?" tanya Zhang Me penuh penekanan.
Mi Yue gugup, ternyata Zhang Me sudah mengetahui semuanya sejak awal tapi ia juga tidak bisa menjawab begitu saja pertanyaan Zhang Me jika ia tak ingin kehilangan nyawanya.
Mi Yue menjadi bimbang, jika ia menjawab pertanyaan Zhang Me maka ia akan kehilangan nyawanya namun jika tidak maka tetap saja Zhang Me juga pasti akan membunuhnya.
"Kau terlalu lama, setelah ini akan kubuat kau mengungkap kan semuanya." ucap Zhang Me.
"Jeje, kau menunggu disana saja dan jangan biarkan siapapun datang kesini." tambahnya.
Fang Je mengangguk ia berjalan menuju pintu masuk dan berdiri disana untuk memastikan tidak ada siapapun yang boleh masuk.
"Oh ya, dimana jantung itu?" tanya Zhang Me.
Fang Je merogoh kantong jubahnya lalu mengeluarkan sesuatu yang dibungkus dengan dedaunan. Benda itu adalah jantung milik Lu Lua.
Zhang Me meraihnya, ia tersenyum melihat jantung yang dilapisi daun tersebut dan berkata, "Jantung ini benar-benar luar biasa."
__ADS_1
Kemudian Zhang Me beralih menatap Mi Yue, ia memegang kepala Mi Yue lalu melepas ikatan tali yang melilit tubuhnya.
Meskipun Mi Yue telah terbebas dari jeratan ditubuhnya tapi tetap saja Zhang Me membuatnya tak bisa bergerak sama sekali. Semua tubuhnya terasa terkunci bahkan untuk mengeluarkan suara saja ia tidak mampu
Zhang Me menggerakkan jari-jarinya dan membuat tubuh Mi Yue bergerak berdiri dari tempatnya lalu kemudian berbaring dilantai.
Zhang Me mendekat dan duduk disamping Mi Yue berbaring, ia meletakkan jantung milik Lu Lua disampingnya dan meraih dua pisau kecil yang diselipkan di pinggangnya.
Mi Yue melotot, perasaannya menjadi tak enak dan wajahnya berubah menjadi pucat pasi serta keringat yang mulai memenuhi dahinya.
Tanpa basa-basi Zhang Me mulai membuka pakaian bagian atas milik Mi Yue dan mengiriskan pisau pada bagian dada Mi Yue tepatnya dibagian jantung berada.
Rasa sakit yang teramat sangat menyerang Mi Yue ditambah lagi dengan tak bisa mengeluarkan suara membuatnya semakin tersiksa.
Melihat wajah kesakitan Mi Yue membuat wajah Zhang Me berbinar senang dan menjadi bersemangat melakukan aktivitasnya sambil bersenandung nada.
Sementara Mi Yue tak bisa menahan lagi, bulir air mata mulai mengalir di pipinya. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang yang dihadapinya sangat mengerikan hingga membuatnya memilih untuk mati saja namun semuanya sudah terlambat.
Zhang Me yang melihat penderitaan Mi Yue tak memiliki rasa iba sedikitpun terhadapnya dan kembali melanjutkan kegiatannya yang hampir selesai.
Ia memasukkan tangannya kedalam lubang irisan yang berhasil ia buat dan menarik keluar jantung milik Mi Yue begitu saja kemudian menggantinya dengan jantung milik Lu Lua.
Setelah itu Zhang Me menusukkan luka tersebut menggunakan jarum kuno berisi benang dan mulai menjahitnya. Sebenarnya Zhang Me bisa saja menggunakan bubuk untuk menutupi lukanya namun semua itu tidak akan menyenangkan, pikirnya.
Kemudian Zhang Me kembali memasangkan pakaian milik Mi Yue dan menatap Mi Yue yang sudah tak sadarkan diri.
Zhang Me menatap jantung milik Mi Yue yang ada ditangannya dan berkata, "Sepertinya aku memiliki bakat menjadi seorang dokter." ucap Zhang Me sambil terkekeh kecil.
"Di dunia ku sebelumnya, tidak semua dokter mampu melakukan operasi penukaran jantung secara manual seperti yang kulakukan." kata Zhang Me sambil tersenyum puas.
"Operasi penukaran jantung?" ucap Zhang Me mengulangi kata-katanya sendiri dan tertawa menyadari dirinya telah salah penyebutan.
Fang Je yang melihat aksi Zhang Me hanya menggeleng memaklumi, ia sungguh tau sifat tuannya yang sangat senang membuat orang tersiksa.
Kemudian Zhang Me menggenggam erat jantung tersebut dan seketika hancur lebur menjadi debu.
Zhang Me tersenyum puas, ia berdiri dari tempatnya dan berjalan menghampiri Fang Je.
"Kau tetaplah disini dan awasi dia, aku akan beristirahat ditempat lain." pinta Zhang Me.
Fang Je menatap Zhang Me yang dipenuhi banyak darah lalu beralih menatap Mi Yue yang terbaring dan berkata, "Dia masih hidup?" tanya Fang Je dan dibalas anggukan oleh Zhang Me.
Awalnya Fang Je mengira Zhang Me telah melenyapkan Mi Yue saat melihat aksinya tadi namun ternyata tidak.
"Kau ingin kemana?" tanya Fang Je lagi.
"Sepertinya kau tidak bisa berada jauh dariku." jawab Zhang Me sambil tersenyum menggoda lalu pergi dari sana.
__ADS_1