The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 66- Gejolak


__ADS_3

Pada awal terciptanya dunia makhluk hidup di empat alam terlahir dari energi murni dan kotor. Namun, ada kekuatan kekacauan yang berniat memusnahkan dunia.


Syukurlah Suku Dewa dari Alam Langit tidak takut akan kematian dan menyegel kekuatan kekacauan di tanah keruntuhan. Tanpa disangka Pohon Suci Biru tumbuh di nadi tanah Bukit Timur, berakar hingga kelaut dan menjadikan kekuatan ini sebagai tanah.


Ia melahirkan sekuntum bunga kembar dengan kelopak yang setengah berwarna biru dan setengah kelopak lainnya berwarna merah. Bunga kembar tersebut bisa menyerap air dan api serta membangkitkan tanah reruntuhan.


Demi bisa melindungi keselamatan para makhluk, empat alam hanya bisa bekerja sama untuk meratakan Bukit Timur dan membasmi bunga kembar. Namun, siapa yang menduga tubuh spritual bunga kembar tidak musnah.


Dan dikabarkan bahwa setelah puluhan ribu tahun ia akan mendatangi dunia manusia melalui perut permaisuri suku manusia suatu saat nanti.


***


"Bagaimana mungkin kau setuju hanya karena makanan? Kau bahkan punya banyak makanan yang lebih enak di dalam dimensi mu..." kata Fang Je pelan pada Zhang Me yang tengah sibuk dengan makanannya.


Zhang me tersenyum miring sambil menelan makanan yang penuh di mulutnya dan berkata, "Aku hanya mengikuti alurnya dan melakukan apa yang mereka inginkan."


Fang Je mengerutkan keningnya bingung, "Apa maksudmu?"


Zhang Me tersenyum miring, "Tidak kah kau merasa kita sedang dipermainkan?"


"Semua yang terjadi seolah telah disusun dengan baik, dengan siapa kita bertemu, kemana kita pergi sepertinya sudah diatur dan direncanakan..." lanjut Zhang Me.


Penjelasan Zhang Me membuat Fang Je bingung dan semakin tak mengerti apa maksudnya.


Setelah itu Zhang me buru-buru menyelesaikan makannya lalu berdiri dari tempatnya dan berkata, "Meskipun misi ini diberikan untuk kami berempat tapi aku sama sekali tak tertarik bekerja sama dengan mereka..." katanya sambil menatap Wang Ling dan Wang Rong.


"Aku tidak peduli bagaimana cara dan apa yang kalian lakukan jadi jangan campuri urusanku juga..." lanjut Zhang Me dingin.


Kemudian semua orang kembali dibuat tercengang saat Zhang Me dan Fang Je menghilang dalam kedipan mata lalu muncul tepat didepan pintu utama kerajaan suci.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan? Katakan lebih jelas kepadaku..." ucap Fang Je sambil berjalan disamping Zhang Me.


"Semuanya telah diatur, beberapa orang tengah mempermainkan kita." balas Zhang Me lalu melihat keatas langit seolah tengah menatap seseorang.


"Pria tua yang kita cari untuk membawa kita ke tanah kultivator tidak pernah ada, kita berada disini juga sudah direncanakan..." tambah Zhang Me.


"Bagaimana mungkin?" tanya Fang Je penasaran.


"Aku sudah merasa ada sesuatu yang aneh dan salah saat pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, alunan seruling memenuhi kepalaku dan milyaran ingatan yang muncul..."


"Ingatan?" ulang Fang Je.


"Bukan ingatan milik Zhang Me, namun ingatanku saat ribuan tahun yang lalu." kata Zhang Me membatin.


Kemudian ia beralih menatap Fang Je yang terlihat tengah berpikir keras dan mencoba mencerna perkataan Zhang Me yang sama sekali tidak dimengerti olehnya.


'plak', "Berhenti berpikir, cukup turuti saja apa yang kukatakan!"


"Uhh kau sungguh menyeramkan..." goda Zhang Me.


"Aku akan pergi berjalan-jalan, kau bebas pergi kemana saja tempat yang kau inginkan." lanjutnya lalu berlari di udara meninggalkan Fang Je.


Fang Je menghembuskan nafasnya kasar sambil melihat kepergian Zhang Me yang semakin menjauh di udara. Sedangkan Zhang Me saat sudah cukup jauh ia memutuskan untuk bertengger diatas pohon yang merupakan kebiasaannya.


Perkataan Zhang Me pada Fang Je yang ingin jalan-jalan hanyalah sebuah alasan, sebenarnya ia ingin bertemu dengan seseorang. Bukan tanpa alasan, Zhang Me hanya tidak ingin kepala Fang Je pecah jika harus mendengar dan memikirkan hal-hal yang sama sekali tidak dimengerti dan masuk akal baginya.


Dan saat ini Zhang Me sedang mendengarkan alunan nada seruling yang tengah dimainkan oleh seseorang tepat dibawah pohon yang ia tempati.


Zhang me menikmati nada-nada indah yang mengalun, nada itu sangat familiar di telinganya. Seseorang yang memainkannya sungguh sangat mengerti Zhang Me.

__ADS_1


"Apa kau sangat menikmatinya hingga membawamu kesini?" tiba-tiba suara berat yang sangat akrab terdengar ditelinga Zhang Me.


"Ternyata kau sangat ahli dan pandai bersandiwara..." saut Zhang Me.


"Aku melakukan semuanya hanya demi dirimu."


Zhang me tertawa, lebih tepatnya tertawa yang dibuat-buat, "Aku pikir semua terjadi begitu saja namun ternyata sudah direncanakan dan diatur rapi olehmu."


"Aku tidak peduli apa yang terjadi dan bagaimana hubungan antara kau dan aku di masa lalu. Yang harus kau tau pasti bahwa aku bukanlah wanita yang kau kenal ribuan tahun lalu dan aku tidak akan menjalin hubungan seperti yang kau harapkan apalagi kembali ketempat itu." ungkap Zhang Me tanpa menoleh sedikitpun.


"Entah kau terlibat atau tidak, aku sudah tahu jika kedatanganku ditempat ini sudah direncanakan agar aku mendapat semua ingatan tersebut." lanjutnya.


"Tidak seperti itu, kau salah mengartikan..."


"Tidak! Ini kebenaran! Kebenaran bahwa kau telah mempermainkan ku!" sarkas Zhang Me


"Setelah ini kau harus berhenti mencampuri urusanku, dan biarkan aku melakukan apapun yang ku inginkan..."


"Setidaknya temui kedua putramu..."


Kini Zhang Me menoleh, "Kau seharusnya tahu jika aku tak suka dipermainkan." kata Zhang Me penuh penekanan lalu pergi dari sana.


Pria disampingnya tidak menggubris ataupun menghentikan kepergian Zhang Me. Ia hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku dan sifat Zhang Me yang menurutnya sangat berubah drastis dibanding ribuan tahun lalu. Pria tersebut adalah Lang Yizo, pangeran kedua di kekaisaran Qing yang berada di dunia pendekar.


Kita kembali pada Zhang Me, saat ini dirinya berada melayang tepat diatas Sungai Suci. Dengan jelas ia bisa melihat kondisi Sungai Suci yang memang beracun. Jangankan untuk diminum, menyentuh setetes saja itu bisa menyebabkan kematian.


Kemudian Zhang Me membuat retakan kecil di udara yang semakin lama semakin membesar. Tak lama retakan tersebut terbuka bagaikan pintu lalu Zhang Me melangkahkan kaki melewatinya.


Dan saat ini dirinya tengah menginjakkan kaki di tempat yang dipenuhi aura negatif. Didepannya terdapat sebuah gerbang yang terbuat dari tumpukan mayat-mayat.

__ADS_1


Dengan santai Zhang Me melewati gerbang yang penuh mayat dan berkabut tersebut. Tentu saja tidak ada penjagaan sama sekali karena tempat tersebut tidak ada aturan dan tidak ada keadilan sama sekali. Tempat tersebut dikenal dengan Alam Kegelapan.


__ADS_2