The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 10- Shen Zue Vs Fang Je


__ADS_3

Setelah Ji Kuo dinyatakan kalah, terdapat penantang lain yang berniat mengalahkan Shen Zue.


Diatas arena pertempuran Shen Zue berhadapan dengan pemuda bernama Fang Je yang terlihat lebih muda tapi memiliki postur tubuh yang sama dengan Shen Zue.


Tak lama sebuah suara yang menyerupai bel raksasa terdengar tiga kali, pertanda pertarungan telah dimulai.


Shen Zue dan Fang Je masih pada posisinya masing-masing, belum ada yang berniat menyerang duluan


"Karena kau lebih muda dariku, maka kau bisa menyerang duluan." ujar Shen Zue.


Fang Je tak menunjukkan ekspresi apapun hingga sesuatu terjadi pada Shen Zue, "Aku telah menyerangmu sejak tadi." ujar Fang Je tersenyum miring.


Tanpa aba-aba Shen Zue menjerit kesakitan sambil memegangi kepalanya.


Zhang Me menyipitkan mata melihat keadaan Shen Zue yang tiba-tiba menjerit kesakitan padahal ia tidak melihat Fang Je menyerang.


Bukan hanya Zhang Me, semua penonton pun merasa heran tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Tak lama setelah itu Zhang Me menyadari sesuatu, "Dia lumayan juga..." gumam Zhang Me.


"Wahh pemuda itu hebat sekali, dia bahkan belum melakukan apapun tapi Shen Zue sudah kesakitan..."


"Kau benar, kurasa Fang Je akan menggantikan Shen Zue menjadi pemimpin Gazuura!"


"Aku akan bertaruh seluruh koin emas milikku pada Fang Je!"


"Aku juga bertaruh untuk Fang Je!"


Semua penonton saling saut menyaut dan melemparkan kantong yang berisi koin emas milik mereka sebagai taruhan.


Sekitar puluhan kantong berisi koin emas tergeletak diatas tanah membuat mata Zhang Me berbinar.


"Percuma kalian bertaruh jika semua berpihak pada Fang Je." ujar seseorang.


"Yah, kau benar..."


Satu persatu orang-orang yang tadi bertaruh untuk Fang Je mengambil kembali milik mereka.


"Tunggu tunggu!" teriak Zhang Me menghentikan.


Semua orang menatap kesumber suara dan menemukan seorang yang memakai jubah berwarna hijau daun.

__ADS_1


"Aku akan bertaruh untuk Shen Zue..." ucap Zhang Me.


"Kau akan bertaruh apa untuk Shen Zue?" tanya diantara mereka.


Zhang Me terdiam, ia tidak tau apa yang akan ia taruhkan untuk Shen Zue, uang yang dimilikinya telah habis dan ia menginginkan semua uang yang jadi taruhan penonton untuk Fang Je.


Zhang Me melirik pada Shen Zue yang masih kesakitan lalu beralih pada penonton yang bertaruh.


"Aku akan bertaruh tiga kali lipat dari jumlah seluruh taruhan kalian." ucap Zhang Me.


Mereka saling tatap seolah meminta persetujuan iya atau tidak.


"Bagaimana kami bisa percaya? Kau bahkan tidak menunjukkannya pada kami..."


"Bagaimana mungkin aku akan membawa uang sebanyak itu? Jika kalian menang, kalian bisa ikut bersamaku mengambilnya ditempat tinggalku." saut Zhang Me.


"Tidak! Kau bisa saja menipu kami."


"Bagaimana mungkin? Kalian bahkan bisa dengan mudah membunuhku." balas Zhang Me berusaha meyakinkan.


Mereka mengangguk dan mengiyakan ucapan Zhang Me.


Kantong berisi koin kembali terkumpul dan semakin banyak setelah Zhang Me bertaruh.


Ia juga mendengar tentang taruhan yang dilakukan penonton kebanyakan untuk Fang Je membuatnya kesal.


Disaat Shen Zue ingin berteriak menyerah karena tak mampu lagi untuk menahan, tiba-tiba saja rasa sakit yang dialaminya menghilang.


Shen Zue kembali ke kondisi primanya, ia bahkan merasa kekuatannya bertambah.


Fang Je yang melihat perubahan Shen Zue mengerutkan dahi, sebab tidak ada yang pernah lolos dari serangannya itu.


Fang Je telah menggunakan salah kartu truff nya diawal pertarungan untuk mengalahkan Shen Zue agar ia bisa langsung memenangkan pertarungan tanpa harus bersusah payah, tetapi bagaimana mungkin Shen Zue bisa lolos dari serangannya itu?


"Bagaimana mungkin?" ujar Fang Je.


Shen Zue tak menjawab apapun sebab ia juga tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya.


Tiba-tiba saja Shen Zue merasakan tenaga dalamnya terkumpul di kedua tangannya dengan sendiri membuatnya semakin bingung.


Tubuhnya bergerak tidak sesuai dengan keinginannya.

__ADS_1


Dengan gerakan yang begitu cepat, Shen Zue melesat kearah Fang Je dan melepaskan satu serangan yang berhasil dihindari dengan gerakan refleks oleh Fang Je.


Fang Je melepaskan aura bertarungnya dan membuat beberapa orang sedikit tertekan.


"Fang Je berada pada tingkat pendekar langit!" seru penonton.


"Dia memang jenius!"


"Aku yakin Fang Je akan memenangkan pertarungan ini!"


Berbagai pujian diucapkan untuk Fang Je membuatnya tersenyum bangga.


Shen Zue sendiri mencoba untuk melepaskan auranya tapi seperti terhalang oleh sesuatu.


Tanpa diinginkan oleh Shen Zue, lagi-lagi tubuhnya melakukan gerakan aneh dan membuat Fang Je mempersiapkan diri.


Shen Zue bergerak kearah Fang Je dan memberikan serangan tapak yang berhasil ditahan oleh Fang Je.


Fang Je mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya pada kedua telapak tangannya untuk menghalau serangan tapak dari Shen Zue.


Shen Zue sendiri sekarang tidak peduli lagi, ia sudah pasrah atas apa yang dilakukan tubuhnya meski bukan atas keinginannya.


Disisi lain, dibalik jubahnya Zhang Me semakin melebarkan senyumannya, berbeda dengan penonton yang mulai menunjukkan kecemasan diwajahnya.


"Koin-koin itu akan segera menjadi milikku..." ucapnya pelan sambil menatap tumpukan kantong berisi koin dengan mata yang berbinar.


Meski dengan usaha yang keras, tetap saja Fang Je tidak dapat menahan serangan tapak dari Shen Zue.


Fang Je terlempar keluar dari arena pertempuran hanya karena satu serangan dari Shen Zue yang menyebabkan Fang Je mengeluarkan darah segar dari mulutnya, dan juga ia dinyatakan kalah karena keluar dari arena pertempuran.


Semua penonton yang menyaksikan kejadian itu diam tak percaya, sebab baru beberapa waktu yang lalu Shen Zue berteriak kesakitan karena Fang Je, dan dengan waktu yang singkat keadaan berbalik begitu saja.


"Uhh..." keluh Fang Je bangkit dari jatuhnya.


Ia segera memulihkan keadaannya dan pakaiannya yang tiba-tiba saja sudah terganti dari yang awal hancur karena Shen Zue menjadi rapi dan bersih seolah tak pernah terjadi sesuatu padanya.


"Bagaimana mungkin? Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda? Apa ada seseorang yang membantunya?" gumam Fang Je bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil menatap Shen zue.


Shen Zue balas menatap Fang Je dengan tatapan meremehkan, "Andai saja aku tak membuatnya keluar dari arena pertempuran ini, aku pasti sudah membunuhnya..." batin Shen Zue.


Terima kasih sudah membaca...

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu mendukung cerita ini.


Salam hangat dari author:')


__ADS_2