
Waktu semakin berlalu, langit telah berubah warna menjadi gelap dihiasi banyak benda-benda kecil yang bersinar menambah kesan indah pada langit.
Entah sudah berapa jauh Xiao Yan berlari namun yang pasti ia tidak menemukan satupun orang atau pedesaan selama diperjalanan.
Selama Zhang Me belum memintanya berhenti ia akan terus berlari tak peduli apa pun yang terjadi. Lagipula ia sedikitpun tidak merasakan lelah meski sudah ribuan kilo berlari.
Mendadak Zhang Me membuka matanya, ia merasakan sesuatu yang aneh. Ia langsung terduduk, "Xiao Yan berhenti..." katanya sambil mengelus leher Xiao Yan.
Xiao Yan langsung berhenti menuruti perintah Zhang Me, entah apa yang terjadi.
Zhang Me yang merasakan sesuatu yang ganjal melihat sekeliling nya, hanya ada banyak pohon tidak ada yang aneh.
"Xiao Yan, apa kau tadi merasakannya juga? Seolah kita memaksa lewat pada sebuah dinding sehingga memberikan tekanan yang sangat kuat..." ucap Zhang Me.
"Ngiiww..."
Zhang Me mengerutkan dahinya mencoba berpikir kemungkinan yang terjadi, "Sudahlah, sebaiknya kita mencari penginapan saja, sangat melelahkan jika harus tidur di punggungmu yang keras ini..."
"Ngiiww..."
Kemudian Zhang Me memperluas indranya pada jarak tak menentu untuk mengetahui kondisi sekitar.
"Tidak jauh dari sini ada sebuah kota, kau tidak perlu terburu-buru..." kata Zhang Me pada Xiao Yan lalu kembali berbaring, entah bagaimana ia mengatur keseimbangannya.
Sesuai perintah, Xiao Yan melangkah pelan. Sekarang ia menjadi kuda yang berakal, mengerti dengan apa yang dikatakan Zhang Me.
Tidak lama akhirnya Xiao Yan memasuki sebuah kota, tepat setelah itu suara lantunan seruling menggema di telinga Zhang Me dan memenuhi kepala nya.
Zhang Me membuka matanya namun tidak bergeser sedikitpun dari posisinya, ia hanya merasa familiar.
Sedangkan Xiao Yan tengah berjalan dengan gagah berani mengira pandangan semua orang mengarah padanya namun salah, semua orang menatap heran pada Zhang Me yang tertidur di punggung Xiao Yan.
"Siapa orang itu? Bagaimana ia bisa tertidur di atas kuda?"
"Lihat lah, kudanya berjalan tanpa arahan..."
"Sepertinya perlu latihan khusus untuk melakukan itu."
"Dan memerlukan kuda yang cerdas."
"Ngiiiwww!" Xiao Yan mengeluarkan suara yang cukup keras.
Zhang Me langsung bergerak turun dari punggung Xiao Yan tanpa peduli banyak orang disekitarnya.
Seorang pria tua menghampirinya, "Tuan, kau bisa menitipkan kudamu padaku, kau cukup membayar tiga keping perak permalamnya..."
Zhang Me mengangguk dan berkata, "Tolong beri dia makan buah yang segar." balasnya kemudian berjalan memasuki sebuah bangunan yang menurutnya adalah penginapan.
__ADS_1
Pria tua tadi tertegun menatap kepergian Zhang Me, jika bukan karena mendengar suara Zhang Me mungkin iya percaya dari melihat penampilannya bahwa dibalik tudung tersebut adalah seorang pria.
"Aku ingin memesan satu kamar untuk malam ini." kata Zhang Me pada gadis yang diduga pengurus penginapan.
Gadis tersebut tidak langsung menjawab, ia menatap Zhang Me meneliti penampilannya, "Silahkan tunjukan identitas petualang nona..." ucap gadis tersebut dengan ragu-ragu, dari suara terdengar seperti wanita, namun bagaimana jika dibalik tudung panjang tersebut adalah seorang pria?
"Ientitas petualang?" tanya Zhang Me tak mengerti.
Gadis tersebut menyadari kebingungan Zhang Me dan menjelaskan, "Penginapan ini disiapkan oleh pemerintah dengan harga terjangkau khusus untuk petualang..."
"Apakah nona pendatang di kota ini?" lanjutnya bertanya pada Zhang Me.
"Iya, aku baru saja tiba." jawab Zhang Me.
Gadis tersebut mengangguk, ia menatap iba pada Zhang Me. Entah apa yang dipikirkannya.
Dibalik tudungnya Zhang Me dengan ekspresi malas tak suka dengan tatapan gadis itu padanya.
"Apakah ada penginapan lain yang berada dekat sini?" tanya Zhang Me.
"Sangat sulit untuk menemukan penginapan umum disini, jika ada mungkin akan tetap dimintai identitas petualang, apalagi jika berpenampilan asing seperti nona..." jelasnya.
Zhang Me menghela napasnya kasar lalu berkata dengan kesal, "Lalu aku harus bagaimana? Apa kau menyuruhku untuk tidur dijalan?"
Gadis tersebut menjadi pucat, ia hanya lah gadis yang bekerja paruh waktu di penginapan tersebut dimana ia harus mengikuti kebijakan yang berlaku.
"Ah sudahlah, sekarang katakan dimana aku harus membuat kartu identitas petualang?" tanya Zhang Me.
Sambil menunduk gadis tersebut menjawab, "Untuk mendapat identitas petualang nona harus mendaftarkan nya di serikat petualang yang berada dipusat kota..."
Zhang Me tidak mengucapkan apapun untuk membalas perkataan gadis itu, ia langsung berjalan keluar menyusul Xiao Yan di kandang penitipan lalu pergi menuju pusat kota setelah memberikan tiga koin perak pada pria tua yang menjaga Xiao Yan.
Setelah menerima bayaran pria tua tadi berbinar, ia menatap Zhang Me yang mulai menjauh dengan tangan gemetaran memegang koin yang diberikan tadi.
Dalam hati dirinya sangat berterimakasih sebab sangat jarang yang menitipkan hewan peliharaan padanya. Ia menganggap Zhang Me sebagai penolongnya yang memberikan bayaran full meski belum semalam ia menjaga Xiao Yan. Dengan tulus ia tidak menyesal memberikan banyak buah segar pada Xiao Yan untuk dimakan.
"Identitas petualang? Seperti apa itu? Aku baru mendengarnya. Di dunia pendekar tidak ada yang seperti ini, atau jangan-jangan aku sudah berada di dunia kultivator?" ucap Zhang Me menebak-nebak kemungkinan yang bisa saja terjadi.
"Tapi aku tidak merasakan sedikitpun energi qi disini, lagipula sangat mudah dan singkat melaluinya jika ini benar-benar dunia kultivator..."
"Ngiiiwww..." Xiao Yan mengeluarkan suara entah mengucapkan apa, mungkin ia risih mendengar Zhang Me yang berceloteh sendiri di atas punggungnya.
Zhang Me memandang sekitarnya memastikan tidak ada satupun orang lalu berkata, "Xiao Yan berhenti disini..." suruh Zhang Me membuat Xiao Yan langsung berhenti.
Kabut muncul, dari balik nya keluar Fang Je dengan ekspresi malas.
"Xiao Yan kau masuk lah kedalam kabut, kali ini jeje yang akan menemaniku..." ucap Zhang Me.
__ADS_1
"Ngiiww..." Seolah tak terima, Xiao Yan memasuki kabut dengan malas. Fang Je pun ikut menoleh pada Xiao Yan dengan tatapan bertanya-tanya dan bingung.
Setelah Xiao Yan memasuki nya, kabut menghilang dan kini pandangan Zhang Me yang penuh arti fokus pada Fang Je.
"Jeje kita harus ke pusat kota, cari dimana serikat petualang..." kata Zhang Me yang sudah bertengger di punggung Fang Je.
Fang Je menghela nafas panjang, "Apa kau sadar di dalam dimensi sedang terjadi perang? Bagaimana bisa kau sesantai ini?"
"Aku tidak peduli, bangunkan aku jika kau sudah menemukan serikat petualang..." kata Zhang Me.
"Oh iya, cari tau juga tentang tempat ini." lanjutnya.
***
"Apa benar kita akan bertemu dengan ibu?" tanya seorang pria berambut hitam panjang. Namanya Wang Ling.
"Tentu saja, ayah mengatakan bahwa kita akan segera bertemu ibu." jawab pria berambut putih panjang. Namanya Wang Rong.
Wang Ling dan Wang Rong adalah saudara yang memiliki usia yang masih sangat muda. Wang Ling 18 tahun, sedangkan Wang Rong 17 tahun.
Meski bukan saudara kembar, tapi keduanya memiliki kemiripan wajah yang sangat identik. Jika bukan karena warna rambut yang berbeda mungkin akan sulit membedakan keduanya.
Kedua saudara tersebut merupakan penduduk asli kota Suci, ayah mereka juga berasal dari kota tersebut.
Namun demi melakukan sebuah pendidikan, mereka meninggalkan kota sejak Wang Ling berusia 5 tahun dan Wang Rong 4 tahun.
Dan saat ini, karena suatu hal mereka kembali ke kota tempat asal mereka setelah 13 tahun dan baru tiba beberapa hari yang lalu.
"Nona, kami inginĀ mendaftar sebagai petualang." Ucap Wang Ling pada gadis yang merupakan penanggung jawab di serikat petualang. Namanya Jung He.
Meskipun mereka merupakan penduduk asli kota Suci tapi mereka belum memiliki identitas petualang sebab hanya bisa dilakukan pendaftaran saat berusia 15 tahun keatas. Selain itu akan sangat sulit berada di kota Suci jika tidak memiliki kartu identitas petualang.
"Kami ingin membuat identitas petualang."
Wang Ling dan Wang Rong serentak menoleh, mereka sedikit mendongak menatap pria yang lebih tinggi dari mereka yang tiba-tiba muncul didekatnya.
"Kalian silahkan tunggu sebentar."
Wang Ling dan Wang Rong tersadar, mereka kembali fokus pada gadis didepannya untuk segera melakukan pendaftaran sebagai petualang.
"Secara bergantian, kalian bertiga silahkan letakkan telapak tangan kalian diatas kitab ini sambil menyebutkan nama lalu kumpulkan sedikit energi spiritual maka kitab ini akan secara otomatis menentukan tingkatan yang sesuai dengan kalian..." jelas Jung He.
"Energi spiritual?!" Zhang Me tiba-tiba berteriak dan turun dari punggung Fang Je setelah mendengar penjelasan tadi.
Wang Ling dan Wang Rong saling menatap, dalam hati keduanya membatin, "Sejak kapan orang ini berada disini?"
Bukan hanya Wang Ling dan Wang Rong, tetapi juga Zhang Me berhasil menarik perhatian beberapa petualang yang sedang bersantai di serikat.
__ADS_1