
Berita tentang berkumpulnya Organisasi Musang Merah Darah di Pusat Kota tersebar hingga ke Istana Kekaisaran.
Kaisar Lang Baeyou yang mendengar kabar itu menjadi risau, ia kuatir berkumpulnya Organisasi Musang Merah Darah akan menyebabkan terjadinya guncangan hebat seperti yang terjadi 20 tahun yang lalu.
Dengan itu, secara tiba-tiba ia meminta semua petinggi agar berkumpul di aula utama untuk mengadakan rapat mengenai hal itu.
Didalam rapat, Kaisar Lang Baeyou menyampaikan tentang keberadaan Organisasi Musang Merah Darah yang secara tiba-tiba berkumpul dipusat kota.
Maka dari itu ia meminta saran kepada petinggi-petinggi yang hadir untuk melakukan sesuatu dan menghentikan guncangan yang bisa saja terjadi.
Berbagai saranpun dikeluarkan, bahkan ada yang memberi saran agar mengatakan perang pada Organisasi Musang Merah Darah sebelum mereka menggila.
Kaisar Lang Baeyou menolak, tentu saja itu bukanlah sesuatu yang mudah, mengingat Organisasi Musang Merah Darah adalah kekuatan yang tidak bisa diremehkan.
Lang Ruo yang ikut dalam rapat berkata, "Bagaimana jika kita mendatangi mereka secara langsung dan bertanya apa sebenarnya tujuan mereka berkumpul di pusat kota..." tawar Lang Ruo menyarankan.
Kaisar Lang Baeyou tampak berpikir, saran yang diajukan Lang Ruo cukup mudah tapi bisa juga mengundang bencana jika semuanya tidak berjalan lancar.
"Tidak ada cara lain, kita harus menemui mereka secara langsung!" kata Kaisar Lang Baeyou memutuskan.
"Akan lebih baik jika aku saja dan para petinggi yang menemui mereka dan ayah bisa menunggu di istana." saut Lang Ruo dan dibalas anggukan tanda setuju.
Dengan menggunakan kuda, Lang Ruo dan para petinggi segera bergegas menuju tempat berkumpul Organisasi Musang Merah Darah dengan kecepatan tinggi.
Suara hentakan kaki kuda dan debu yang beterbangan kesana kemari menarik perhatian masyarakat kota Lehan saat gerombolan Lang Ruo melintas didepannya.
Mereka telah menebak bahwa datangnya gerombolan dari pihak kekaisaran disebabkan berkumpulnya Organisasi Musang Merah Darah secara tiba-tiba dipusat kota.
Tak butuh waktu lama Lang Ruo dan gerombolannya tiba disana dengan disambut ribuan anggota Organisasi Musang Merah Darah.
Tanpa rasa takut sedikitpun Lang Ruo turun dari atas kudanya dan berkata, "Maaf atas kelancanganku, apa aku boleh bertemu dengan pemimpin kalian?" katanya mantap tanpa gugup sedikitpun.
"Memang kau siapa? Berani sekali kau ingin bertemu dengan pemimpin kami!"
"Kau bahkan tak pantas untuk melihatnya!"
"Katakan apa maksud dan tujuanmu datang ketempat ini?!"
Lang Ruo yang awalnya percaya diri mulai goyah tapi ia tetap menguatkan dirinya untuk tetap memberanikan diri.
"Ada apa ini?"
Sontak semua anggota Organisasi Musang Merah Darah menundukkan kepala dan membuat barisan untuk menghalangi pandangan semua orang agar tak bisa melihat Pemimpin mereka.
__ADS_1
"Putra mahkota ya?" ujar Zhang Me yang sudah duduk santai saat Feng Lu memberikan kursi untuknya duduk.
Masyarakat dan semua orang yang ada disana sudah menebak bahwa yang baru saja berbicara dan membuat Organisasi Musang Merah Darah tertunduk sudah pasti adalah Pemimpin mereka.
Sedangkan Lang Ruo yang hanya mampu mendengar suaranya merasa tak asing hingga sesuatu membuatnya tersadar. Ia mengedarkan pandangannya dan mengingat bahwa ia pernah datang ditempat tersebut.
"Jangan-jangan..." gumam Lang Ruo terjeda.
Lang Ruo menjadi penasaran pada sosok yang disembunyikan oleh Organisasi Musang Merah Darah.
"Kau!"
"Apa kau tak dengar? Pemimpin kami sedang berbicara padamu!"
Lang Ruo tersentak dan tersadar dari lamunannya dan berkata, "Apa kau gadis waktu itu?" tanyanya penasaran.
Zhang Me tertawa karena Lang Ruo mengenalinya meski tak melihatnya, "Gadis yang mana? Sepertinya kau salah orang." saut Zhang Me berbohong.
Lang Ruo mengerutkan keningnya merasa ragu dan berpikir bahwa ia tak mungkin salah, suara Zhang Me terekam baik di ingatannya.
"Jadi katakan ada perlu apa kau ingin bertemu denganku?" tanya Zhang Me.
Lang Ruo tersadar, ia hampir lupa tujuannya datang kemari.
"Memang kenapa? Apa ada larangan untuk kami agar tidak berkumpul dikota ini?" saut Zhang Me balik bertanya.
"Bukan begitu, tapi kami kuatir akan terjadi kekacauan." ungkap Lang Ruo.
Zhang Me memperbaiki duduknya lalu bersandar sambil memejamkan mata dan berkata, "Kekacauan? Apa maksudmu kumpulnya Organisasi Musang Merah Darah di kota ini bisa menimbulkan kekacauan?" tanyanya.
Lang Ruo mengangguk, "Ya kau benar, kekaisaran kuatir jika kekacauan 20 tahun lalu yang disebabkan Organisasi Musang Merah Darah akan terjadi lagi." kata Lang Ruo memperjelas
Zhang Me membuka matanya lalu berdiri dari tempatnya dan berkata, "Kau tak perlu risau, selama aku disini mereka tak akan membuat kekacauan."
"Jadi pergilah dari sini, aku ingin istirahat..." lanjut Zhang Me beranjak dari tempatnya. Entah mengapa ia merasakan sesuatu yang mengganjal dari dirinya.
"Tunggu!"
"Lepaskan aku!"
"Aku ingin bertemu dengannya!"
Zhang Me menoleh melihat seorang pria yang tiba-tiba muncul dan meronta-ronta karena dihadang oleh anggota Organisasi Musang Merah Darah.
__ADS_1
Pandangan Zhang Me bertemu dengan pandangan pria tersebut membuat mereka saling tatap beberapa saat.
"Hentikan, lepaskan dia." ujar Zhang Me.
Mendengar perintah Zhang Me membuat mereka berhenti menghalangi pria tersebut.
Pria itu berjalan mendekati Zhang Me, dan lagi Organisasi Musang Merah Darah menghalangi pandangan semua orang agar tak bisa melihat Zhang Me dan pria tadi.
"Bukankan itu Pangeran kedua? Sedang Apa dia?"
"Putra Mahkota tak diperbolehkan bertemu dengannya tapi mengapa Pangeran kedua boleh?"
"Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Dan siapa gadis yang menjadi Pemimpin Organisasi Musang Merah Darah?"
"Ini membuatku penasaran..."
Ya, pria tersebut adalah Lang Yizo, Pangeran kedua Kekaisaran Qing. Lang Ruo sendiri bingung mengapa tiba-tiba Lang Yizo berada disini.
Disisi lain, Lang Yizo dengan bebas menatap wajah Zhang Me yang selalu dibayangkannya beberapa waktu terakhir.
Wajah yang membuatnya tak bisa tidur, wajah yang sangat ia rindukan meski hanya sekali melihatnya, wajah yang berhasil membuatnya menggila.
Sehingga ia mencari informasi tentang Zhang Me melalui Mo Ahn Dong, Penatua Sekte Anggrek Putih yang waktu itu ikut bersama Lang Ruo membawa Zhang Me ke Istana Kekaisaran.
"Sudah puas menatapku?" tanya Zhang Me datar.
Lang Yizo tidak menjawab, ia berjalan lebih mendekat pada Zhang Me tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.
Mereka yang tak mampu melihat apa yang terjadi antara Zhang Me dan Lang Yizo menjadi penasaran. Dalam benak mereka penuh tanda tanya.
"Apa yang kau lakukan?!" Teriak Zhang Me tiba-tiba, dari suaranya ia sedang marah.
"Aku sangat menyukaimu, kumohon menikahlah denganku."
"Tidak, aku tidak menyukaimu, jadi berhenti menggangguku!"
'Bruaakk'
Tiba-tiba Lang Yizo terhempas jauh dan tubuhnya menghantam sebuah pohon besar dengan sangat keras hingga tumbang.
Mereka semua tersentak kaget termasuk Lang Ruo. Namun, tak lama ia segera menghampiri Lang Yizo yang tengah memuntahkan darah segar dari mulutnya.
__ADS_1
"Serang mereka semua, lukai saja tapi jangan dibunuh..."