The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 34- Tantangan


__ADS_3

Tiga hari berlalu bagai sekejap mata. Kedai Bunga Kersen Hijau telah selesai dibangun.


Kedai yang dulunya kecil, sempit dan sederhana kini berubah menjadi kedai yang mewah dan bertingkat lima.


Sesuai permintaan Zhang Me, kini kedai Bunga Kersen Hijau menjadi bangunan yang paling besar dan megah yang ada di kota Lehan atau bahkan di Kekaisaran Qing.


"Kalian membuatku tak kecewa melihat hasil kerja kalian..."


"Ini benar-benar sangat indah..." puji Zhang Me menatap kagum pada bagian dalam kedai yang begitu indah dan luas.


Dilantai dasar ada banyak meja dan kursi yang sudah tersusun rapi. Hiasan indah dan sudah pasti mahal terpajang di bagian dalam kedai.


Terdapat pula lampion-lampion kecil yang indah tergantung di udara untuk dijadikan pencerahan saat malam hari.


Dekorasi yang dibuat Organisasi Musang Merah Darah sangat luar biasa hingga mampu membuat Zhang Me merasa takjub.


Setiap lantai memiliki dekorasi yang berbeda, semakin tinggi lantainya maka semakin indah dan mewah pula pemandangan yang dapat disaksikan.


Dan yang paling penting, istimewa, dan ada disetiap lantai adalah gambar Li An, Meng Ye bersama Zhang Me yang sengaja di ukir Organisasi Musang Merah Darah dengan ukuran yang sangat besar agar semua orang dapat melihatnya.


Sedangkan Dapur tempat untuk memasak berada diruangan yang berbeda dan tak kalah luas oleh ruangan yang lainnya.


"Saat ini ayah dan ibuku sedang dalam perjalanan pulang. Aku ingin kalian semua menyiapkan segalanya untuk menyambut mereka." perintah Zhang Me dan pergi dari sana.


Mereka semua mengangguk dan mulai bergerak menyiapkan segalanya dengan didampingi oleh Fang Je dan Feng Lu.


"Sangat merepotkan memiliki Pemimpin seorang gadis kecil yang hanya ingin membahagiakan orang tuanya..." keluh Feng Lu.


"Kau benar, akan banyak yang meremehkan Organisasi Musang Merah Darah karena yang dulunya membunuh, menjarah, merampok dan melakukan berbagai kejahatan kini berubah menjadi kuli bangunan, penghias dan sejenisnya..." saut Fang Je menatap Feng Lu dengan ekspresi kasihan.


"Berhenti menatapku seperti itu." tegur Feng Lu memukul kepala Fang Je.


Zhang Me yang melihat mereka dari jauh mengangkat sebelah alisnya heran dan berpikir sejak kapan mereka menjadi akrab?


"Jeje, Paman Lu, kemarilah..." panggil Zhang Me dan membuat orang yang diapanggil segera mendekat ke sumber suara.

__ADS_1


"Apa sesuatu telah terjadi?" tanya Zhang Me sambil melihat keluar jendela.


Fang Je dan Feng Lu mengikuti arah pandangan Zhang Me dan mereka dapat melihat banyak orang yang berbondong-bondong berjalan ke arah kedai Bunga Kersen Hijau.


Mungkin mereka tidak sadar, tapi keindahan dan kemegahan kedai Bunga Kersen Hijau sudah tersebar luas keseluruh kota dan menjadi perbincangan hangat nomor satu.


Sehingga menarik perhatian banyak orang terutama untuk mereka yang datang dari luar kota bertujuan untuk menghadiri turnament yang diadakan esok hari, baik sebagai penonton ataupun sebagai peserta.


Feng Lu dan Fang Je yang mengerti segera berjalan keluar kedai dan bersiap-siap untuk menyambut mereka.


"Tunggu, kalian mau kemana!" cegah Fang Je saat mereka mencoba memasuki kedai.


Orang-orang tersebut bingung tak mengerti, "Tentu saja kami ingin makan..." saut salah satu diantara mereka sambil melihat kearah dalam kedai.


"Kedai ini belum dibuka, jadi belum menerima pengunjung." ungkap Feng Lu memberitahu.


"Aku pengunjung dikota ini, aku datang untuk menyaksikan turnament yang akan dilaksanakan Kekaisaran. Tapi, bukannya perbincangan tentang turnament, aku justru mendengar semua warga disini sibuk berbicang tentang kedai megah yang baru dibangun dan itu membuatku penasaran." saut yang lainnya.


"Untuk saat ini, kedai belum dibuka!" Sesuai perintah Zhang Me, kedai Bunga Kersen Hijau memang tidak akan menerima pengunjung sebelum Li An dan Meng Ye kembali.


"Ini perintah." jawab Feng Lu.


"Kau begitu sombong, tak ada istimewanya tempat ini, kedai ini bahkan tak layak dikatakan kedai. Bagiku tempat ini hanyalah tempat sampah jika dirumahku!"


"Jika tak ingin nyawamu tiada, pergilah dari sini wajah jelek!" balas Fang Je tak mau kalah.


Mereka mulai bertanya-tanya dan kebingungan mengapa kedai tersebut belum menerima pengunjung? Padahal sejujurnya mereka sangat penasaran dengan kedai yang terlihat mewah dan sangat megah tersebut.


Dengan raut kecewa orang-orang tersebut segera beranjak dari tempatnya.


Tak lama dari arah utara, dua ekor kuda berlari dengan terburu-buru dan membuat semuanya terfokus kearah yang sama.


Sesaat kedua kuda tersebut berhenti dengan banyak debu yang beterbangan sehingga membuat pandangan semua orang tak jelas.


Kemudian langkah pelan terlihat di atas karpet merah yang sengaja di bentangkan di sepanjang jalan masuk kedai Bunga Kersen Hijau.

__ADS_1


Meski tanpa melihatnya, Organisasi Musang Merah Darah sudah menebak bahwa itu adalah Li An dan Meng Ye sehingga mereka mulai melemparkan bunga-bunga berwarna-warni ke udara untuk menyambut kedatangan orang yang memang disiapkan khusus untuk semua ini.


Dari dalam kedai Zhang Me tersenyum senang, penyambutan yang dilakukan adalah tak lain untuk Li An dan Meng Ye.


Namun senyum diwajahnya langsung hilang seketika saat debu menghilang dan pandangannya berhasil menangkap cairan berwarna merah yang menetes bebas ke tanah.


Zhang Me memfokuskan pandangan ke sumber tempat menetesnya cairan merah tersebut.


Tubuhnya bergetar, mata dan wajahnya menjadi memerah karena menahan amarah bahkan darahnya terasa panas dan mendidih.


Tampak Miang Huo dan Xie Qiu sedang berjalan di atas karpet dengan masing-masing dari mereka menggendong Li An dan Meng Ye yang sedang tak sadarkan diri dan terluka parah.


Feng Lu dan Fang Je yang berada diluar dan melihat jelas kejadian tersebut terkaget bukan main.


Feng Lu langsung memerintahkan seluruh anggota Organisasi Musang Merah Darah untuk mengepung dan menyerang dua orang asing yang datang membawa Li An dan Meng Ye dengan keadaan terluka dan sudah tak sadarkan diri.


Orang-orang yang masih ada disana segera menjauh untuk menghindari kekacauan yang akan terjadi.


Zhang Me mengeluarkan auranya dan menekan semua orang tanpa terkecuali sehingga mencegah Organisasi Musang Merah Darah untuk menyerang Miang Huo dan Xie Qiu.


Ia menatap tubuh Li An dan Meng Ye yang sedang berada di gendongan Miang Huo dan Xie Qiu sehingga membuat tubuh kedua orang tuanya melayang di udara dan perlahan menghampiri Zhang Me.


Zhang Me sengaja tak melangkah keluar sebab ia kuatir jika mereka yang ada diluar akan menjadi korban pelampiasan, oleh sebab itu ia berusaha untuk mengendalikan dirinya.


Perlahan langit mulai gelap, angin mulai berhembus kencang dan suara gerumuh yang saling bersahutan seolah mewakili kemarahan Zhang Me.


Ia menatap tubuh Li An dan Meng Ye yang tak sadarkan diri dengan nafas yang tak beratur serta wajah yang memerah menahan amarahnya yang akan meledak.


"Seseorang telah berani melukai ayah dan ibuku, ia bahkan sengaja tak menghancurkan pelindung yang kuberikan agar aku tak tahu saat mereka dalam bahaya..." ucap Zhang Me pelan.


"Aku akan menemukan orang itu dan membunuhnya..." sambungnya penuh dendam.


"Dia sangat berani menantangku seperti ini..."


Terimakasih sudah membaca dan udah setia nungguin:')

__ADS_1


__ADS_2