
Mentari pagi telah muncul dan memenuhi seluruh tempat pertanda hari telah berganti.
Masing-masing orang mulai kembali melakukan aktivitas rutin mereka. Termasuk anggota Gazuura yang setiap paginya akan mengadakan latihan dipagi hari.
Zhang Me yang baru terbangun menatap semua anggota Gazuura yang sedang berlatih dari atas pohon. Semalam ia memilih untuk tidur di atas pohon yang tumbuh didepan markas Gazuura.
Nyawa Zhang Me yang sepenuhnya belum terkumpul membuatnya kembali tertidur dan tak sadar terjatuh dari atas pohon.
Anggota Gazuura yang sedang sibuk berlatih terkejut mendengar suara keras yang dihasilkan tubuh Zhang Me saat bersentuhan dengan tanah.
"Ratu!" sontak semuanya berteriak saat melihat Zhang Me dan langsung mendekat.
"Ratu! Apa yang terjadi denganmu? Siapa yang melakukan ini padamu?" ucap Shen Zue.
Ekspresi cemas terlihat jelas diwajah Shen Zue dan semua anggota Gazuura saat melihat Zhang Me tak sadarkan diri dengan tubuh yang dipenuhi darah.
"Ratu! Sadarlah!"
"Apa yang terjadi dengan ratu?"
"Siapa yang berani melakukan ini padanya?"
Tiga jendral yang tengah bersembunyi dan selalu mengawasi Zhang Me setiap saat hanya bisa tertawa melihat raut kuatir semua orang. Mereka jelas tau apa yang membuat tubuh Zhang Me dipenuhi banyak darah.
Dengan wajah polos Zhang Me berdiri dan menatap heran pada semua orang dan berkata, "Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian terlihat sedih?"
"Ratu, katakan siapa yang membuatmu seperti ini?" tanya Shen Zue.
"Apa maksudmu?" tanya balik Zhang Me.
Shen Zue menatap kearah tubuh Zhang Me yang dipenuhi darah membuat Zhang Me mengikuti arah pandangannya.
"Oh, darah ini..."
"Tenang saja, ini bukan darahku." jelas Zhang Me.
Semuanya bernapas lega setelah mendengar pernyataan Zhang Me dan kembali melanjutkan kegiatan pagi mereka.
Zhang Me sendiri kembali memasuki markas Gazuura dan menaiki lantai paling atas tempat Mi Yue dan Fang Je berada.
Ia dapat melihat Fang Je tengah berdiri sambil bersandar ditembok dan memejamkan matanya. melihat itu Zhang Me membiarkannya dan menghampiri Mi Yue yang ternyata telah terbangun dari mimpi buruknya.
Dalam benak Mi Yue bertanya-tanya apa sekarang ia telah berada di dunia lain? Namun pertanyaan nya langsung terjawab saat pandangannya menangkap kehadiran Zhang Me.
Mi Yue yang tidak bisa bergerak ataupun mengeluarkan suaranya sedikitpun hanya bisa menatap Zhang Me dengan raut sedih.
__ADS_1
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Zhang Me sambil menyentuh kepala Mi Yue.
Seketika Mi Yue merasa lega seolah bebannya menghilang setelah Zhang Me menyentuh kepalanya.
Mi Yue bangun dan duduk didekat Zhang Me lalu berkata, "Mengapa aku masih hidup?" tanya Mi Yue.
Zhang Me tersenyum dan berkata, "Apa maksudmu? Jangan harap aku akan membunuhmu begitu saja."
"Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku." tambahnya.
Tanpa menunggu lama Mi Yue langsung menjelaskan bahwa semua yang terjadi dan dilakukan itu atas perintah permaisuri Lu Zhi yang mengetahui bahwa Zhang Me masih hidup dan terdampar di dunia pendekar oleh karena itu permaisuri mengirim Mi Yue dan rekan-rekannya untuk membunuh Zhang Me.
Mi Yue mengatakan semuanya dengan cepat dan setelah itu ia memejamkan matanya. Ia lebih memilih mati daripada harus menerima siksaan dari Zhang Me seperti yang dilakukan semalam.
"Sepertinya kau ingin sekali tiada." ucap Zhang Me.
Mi Yue membuka matanya, ia melihat sekeliling dan seluruh tubuhnya. Ia masih hidup, tidak hancur seperti apa yang ia pikirkan.
"Bagaimana mungkin?"
Seharusnya saat ini Mi Yue sudah hancur lebur karena mengatakan semuanya pada Zhang Me karena sebenarnya permaisuri Lu Zhi telah meletakkan sesuatu di jantung Mi Yue dan rekan-rekannya dimana benda tersebut akan meledak dan menghancurkan seluruh tubuh mereka apabila mereka mengungkapkan kebenaran atau berhianat.
"Kau pikir apa yang ku lakukan padamu semalam? Jantung milikmu telah kuhancurkan dan mengganti nya dengan milik gadis itu." ungkap Zhang Me sambil membayangkan wajah Lu Lua.
Mi Yue melototkan matanya, ia tentu berada disana dan melihat kejadian saat Zhang Me mengambil jantung Lu Lua. Namun ia tidak pernah berpikir bahwa jantung itu akan menjadi miliknya. Semuanya telah diatur oleh Zhang Me sejak awal.
"Aku tidak tau apa maksudmu melakukan ini tapi aku berterimakasih karena kau telah menyelamatkan nyawaku."
"Kau harus melakukan apapun yang aku perintahkan."
Mi Yue menatap Zhang Me dalam, selama ini ia telah tersiksa menjadi pesuruh permaisuri Lu Zhi tapi takdir berkata lain dan tak memberikan ia pilihan lain selain kembali menjadi pesuruh orang yang bahkan lebih mengerikan dari permaisuri Lu Zhi.
"Aku akan melakukannya." setuju Mi Yue. Tidak bisa ia pungkiri bahwa ia masih ingin menjalani kehidupannya.
"Katakan siapa permaisuri Lu Zhi? Seingatku permaisuri hanyalah ibuku." tanya Zhang Me.
Mi Yue kembali menceritakan bahwa Permaisuri Lu Zhi adalah selir pertama Raja Zhang Jae Do yang kini telah naik pangkat setelah kematian Permaisuri Ning Xiang, ibu kandung Zhang Me.
Mi Yue juga menambahkan bahwa kematian Permaisuri Ning Xiang terjadi karena kekacauan yang sengaja direncanakan oleh selir Lu Zhi untuk melenyapkan Permaisuri Ning Xiang dan keturunannya yaitu Zhang Me dan Zhang Tingyu, kakak laki-laki Zhang Me.
"Jadi itu sebabnya kalian dikirim kesini karena mengetahui aku masih hidup?" tanya Zhang Me dan dibalas anggukan.
"Jadi apa kakak laki-laki ku, Zhang Tingyu sudah tiada?"
Mi Yue menggeleng dan berkata, "Beruntung pangeran berhasil selamat dari perang namun sampai sekarang permaisuri Lu Zhi masih berusaha untuk melenyapkannya."
__ADS_1
"Yang membuatku penasaran, bagaimana kau bisa berada disini? Aku tau Dunia kultivator dan pendekar memiliki dimensi yang berbeda." tanya Zhang Me mulai serius.
"Apa kau memiliki kemampuan yang membuatmu bisa berpindah dimensi?"
"Jika benar, bawa aku kembali bersamamu." tambah Zhang Me.
"Itu tidak semudah yang dipikirkan, aku berada disini atas kehendak permaisuri Lu Zhi dan kembali juga atas kehendaknya." ucap Mi Yue.
"Apa dia memiliki sesuatu hingga mampu membuat siapapun melakukan perjalanan ke dimensi lain?" tanya Zhang Me dan Mi Yue mengangguk.
"Kau tau, semua yang terjadi benar-benar tidak masuk akal dan membuatku sakit kepala saja." keluh Zhang Me.
Zhang Me memijat keningnya sambil berpikir bahwa selama ia bereinkarnasi ia selalu saja terjebak ke dalam masalah yang merepotkan dan sekarang masalah lain menantinya.
"Jadi kapan kau akan kembali ke dunia kultivator?" tanya Zhang Me.
"Setelah aku membunuh mu." jawab Mi Yue
Zhang Me mengangkat sebelah alis, "Apa maksudmu?"
"Maafkan aku, Permaisuri Lu Zhi mengatakan bahwa setelah kami membunuhmu ia meminta kami mengirimkan sinyal padanya agar ia bisa membuat kami kembali." jelas Mi Yue gugup.
"Baiklah, sekarang kirimkan sinyal padanya." pinta Zhang Me.
"Dia meminta kami untuk membawa kepalamu."
"Merepotkan sekali, kau katakan saja setelah membunuhku kau tidak sempat mengambil kepalaku karena sekelompok orang tiba-tiba menyerang kalian lalu menyebabkan kedua rekanmu terbunuh." saran Zhang Me.
Mi Yue tampak berpikir, ia mengerti maksud Zhang Me namun permaisuri tidak akan mudah percaya jika tak memiliki bukti bahwa Zhang Me benar-benar telah tiada.
"Jika seperti itu aku akan berpura-pura mati dan ikut bersamamu." ucap Zhang Me lagi.
"Tidak bisa, permaisuri akan tau jika kau masih hidup saat mengirim kita kembali."
"Kau ini sungguh merepotkan..."
"Aku tidak menerima alasan apapun, kau harus kembali sekarang lalu tetap menjadi bawahan permaisuri Lu Zhi dan kau harus selalu melindungi kakak laki-laki ku Zhang Tingyu."
"Apa kau tidak ingin kembali?" tanya Mi Yue.
"Tentu saja aku akan kembali..." jawab Zhang Me.
Ia kemudian berjalan kearah Fang Je dan membangunkannya, "Kau bisa pergi beristirahat." kata Zhang Me dan berjalan keluar.
Fang Je membuka matanya, ia menatap punggung Zhang Me yang berlalu dengan penuh arti lalu beralih menatap Mi Yue. Sebenarnya Fang Je tidak tertidur, ia hanya memejamkan mata dan mendengar semua pembicaraan Zhang Me dan Mi Yue.
__ADS_1