The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 35- Turnamen


__ADS_3

Ribuan orang mulai berdatangan dan berkumpul di lapangan yang sangat luas dan besar yang berada tepat di Istana Kekaisaran Qing.


Baik itu masyarakat kota Lehan ataupun pengunjung yang datang dari berbagai kota tengah duduk sambil menatap arena pertarungan yang berada di tengah-tengah dengan rasa penasaran.


Turnamen ini diadakan untuk para jenius muda yang ada di kekaisaran Qing baik itu dari sekte, komunitas atau kelompok apapun dengan usia minimal 15 tahun hingga 25 tahun.


Dari sisi kanan arena telah disiapkan tempat duduk khusus untuk peserta yang akan berpartisipasi dalam Turnamen tersebut.


Sedangkan di sisi kiri disediakan tempat duduk untuk orang-orang penting atau orang yang cukup berkuasa di kekaisaran Qing.


Serta lima kursi khusus untuk lima orang yang akan menjadi juri dalam Turnamen tahun ini, dan sisanya adalah kursi untuk ribuan orang yang akan menjadi penonton atau saksi dalam pertempuran tahun ini.


"Aku sangat tidak sabar ingin menyaksikan pertempuran ini!"


"Ya, kau benar! Tahun ini kita akan menyaksikan lahirnya jenius muda yang baru!"


"Ini benar-benar membuatku penasaran..."


"Aku tidak akan melewatkan sedetikpun Turnamen tahun ini!"


"Ya!!"


Sorak suara penonton saling bersautan membuat suasana hati semua orang menjadi bersemangat dan tidak sabaran untuk segera menyaksikan pertempuran yang akan sangat menyenangkan.


Kursi penonton pun sudah mulai terisi penuh, bahkan ada yang rela untuk berdiri agar bisa menyaksikan Turnamen.


Suasana pagi yang sejuk tidak lagi dirasakan penonton sebab mereka sangat bergairah dan bersemangat menunggu mulainya Turnamen.


Seorang wanita cantik dengan tubuh langsing dan terbentuk menaiki arena pertarungan dengan anggun. Ia adalah Yin Yin, orang yang akan memandu acara Turnamen tahun ini.


"Terimakasih untuk semua yang telah hadir disini, rasanya kalian semua sudah tidak sabaran lagi untuk menyaksikan Turnamen tahun ini..." katanya.


"Ya! Ayo mulai!" teriak mereka antusias.


"Baiklah, Turnamen tahun ini akan segera dimulai namun sebelum itu perlu kalian ketahui bahwa yang menjadi Juri di Turnamen ini adalah mereka yang berasal dari berbagai sekte yang tidak bisa kita pandang remeh..."


"Li Jun Jian, Patriak dari Sekte Anggrek Putih!"


"Mie Muxin, Patriak dari Sekte Telaga Biru!"


"Yue Shen, Patriak dari Sekte Bulan Sabit!"


"Tao Ming, Patriak dari Sekte Gunung Salju!"

__ADS_1


"Dan yang terakhir, Cao Xueqin Patriak dari Sekte Mawar Perak!"


"Mari kita berikan sambutan kepada lima orang hebat ini!" ungkap Yin Yin bersemangat.


Para penonton pun bertepuk tangan dan berteriak antusias sangking senangnya sambil melihat kearah Lima Juri yang tengah duduk menghadap kearah Arena Pertarungan.


Turnamen tahun ini cukup spesial karena Kekaisaran berhasil membujuk Patriak dari Kelima Sekte terbesar Aliran Putih yang ada di Kekaisaran Qing. Namun hal itu membuat pihak Kekaisaran harus membayar mahal sebagai balasannya.


Selain itu para Patriak juga berkesempatan untuk merekrut Jenius untuk bergabung ke Sekte mereka atau bahkan menjadikannya murid.


Dan dalam hal ini para Juri telah berjanji untuk tidak curang dengan pilih kasih atupun melibatkan emosi dan perasaan pribadi dalam Turnamen ini.


"Pada Turnamen tahun ini ada 327 orang yang berpartisipasi menjadi peserta, mereka berasal dari berbagai sekte, komunitas dan kelompok atau bahkan secara individu." ujar Yin Yin diatas arena.


"Dan langsung saja kita akan memasuki Babak Pertama. Babak ini adalah Babak Penyisihan dimana secara berkelompok peserta akan diminta untuk berdiri di arena pertarungan lalu kemudian salah satu juri kita yaitu Cao Xueqin yang merupakan Patriark dari Sekte Mawar Perak akan memberikan tekanan aura pada seluruh peserta dan siapapun yang mampu bertahan akan maju ke Babak selanjutnya." jelasnya.


Para peserta mengangguk mengerti mendengar penjelasan untuk Babak Pertama yang terdengar cukup mudah, begitupun dengan penonton.


Wajar saja jika Babak Pertama terlihat biasa saja karena Babak ini adalah babak penyisihan untuk menemukan beberapa orang saja yang mampu bertahan sampai akhir.


Langsung saja Yin Yin mempersilahkan kelompok pertama dengan jumlah peserta yang cukup banyak untuk memasuki arena pertarungan terlebih dahulu.


Kemudian Yin Yin juga memberi isyarat pada Cao Xueqin untuk beranjak dari tempatnya dan mendekat ke arah arena.


Cao Xueqin sendiri sudah mulai melepaskan auranya dan hanya ditujukan pada peserta yang sedang berdiri serius diatas arena. Jika dilihat dari auranya, sepertinya Cao Xueqin adalah Pendekar Sejati.


Baru detik pertama setelah Cao Xueqin melepaskan auranya, sudah ada puluhan peserta yang langsung terjatuh membuat seluruh penonton berpikir betapa hebat dan kuatnya tekanan aura Cao Xueqin.


Semakin lama, semakin kuat juga Cao Xueqin menekan kan auranya pada peserta membuat semakin banyak yang terjatuh dan gagal.


Melihat peserta yang semakin berkurang, YinYin segera memberi kode kepada Cao Xueqing untuk berhenti dan menarik kembali auranya.


Peserta yang masih bertahan langsung bernapas lega karena jika sedikit saja itu di lanjutkan maka mereka tidak akan mampu bertahan.


Babak Pertama berlangsung cukup lama hingga seluruh peserta mendapat bagian dan kini peserta yang mampu bertahan di Babak Pertama adalah 179 dari 327 peserta.


"Setelah babak pertama diselesaikan, kini peserta yang tersisa berjumlah 179 yang berarti ada 148 peserta yang gagal dalam Babak Pertama."


"Untuk selanjutnya kita akan memulai Babak Kedua. Babak ini masih babak penyisihan dimana seluruh peserta yang tersisa akan dikirim ke Hutan Keramat..."


"Disana adalah tempat berkumpulnya Binatang Buas yang sangat berbahaya dan pada babak ini para peserta akan diminta untuk membunuh Binatang Buas dan yang paling banyak membunuh akan lolos ke babak selanjutnya..." jelas Yin Yin.


"Kalian diberikan waktu hingga matahari terbenam..." lanjutnya.

__ADS_1


Raut cemas, takut, bingung dan sebagainya tersirat di wajah mereka setelah mendengar tantangan yang akan dilakukan di Babak Kedua ini.


Yin Yin kemudian menyerahkan dua plakat kepada masing-masing peserta dan berkata, "Tapi sebelum itu, kalian harus menulis nama kalian diatas kedua plakat tersebut menggunakan darah kalian..." lanjut Yin Yin.


Para peserta mengangguk mengerti, mereka mulai menggigit jari mereka dan menuliskan nama masing-masing diatas plakat tersebut.


"Kemudian kalian akan menyimpan satu plakat itu disini, dan satunya lagi akan kalian bawa karena plakat tersebut yang akan menghitung seberapa banyak Binatang Buas yang kalian bunuh dan apabila kalian dalam bahaya lalu ingin kembali kalian bisa segera mematahkannya..." jelas Yin Yin.


Para peserta kemudian bergerak menyimpan satu plakat mereka disebuah kotak yang telah disiapkan. Sedangkan penonton menjadi tegang mendengar nama Hutan Keramat disebutkan. Mereka tau betapa menyeramkan dan berbahaya Hutan tersebut, sesuai dengan namanya.


Kemudian Yin Yin melemparkan sesuatu hingga menyebabkan ledakan kecil dan tiba-tiba muncul sebuah pintu berukuran sedang, pintu tersebut adalah pintu dimensi yang akan membawa para peserta menuju Hutan Keramat.


Lalu Yin Yin mengarahkan satu persatu peserta untuk memasuki pintu tersebut.


Semua peserta memasuki pintu dimensi secara teratur kecuali satu peserta yang tersisa, ia tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.


Yin Yin yang melihatnya segera mengarahkannya untuk segera memasuki pintu dimensi, "Cepatlah masuk, jika tidak pintu dimensinya akan hilang dan kamu akan gagal di Babak ini."


Peserta yang di ajak Yin Yin bicara hanya menggerakkan sedikit kepalanya yang sepenuhnya tertutup jubah dan mengenakan cadar, ia adalah Zhang Me yang ikut terlibat pada Turnamen tahun ini.


Yin Yin yang mendapat respon seperti itu menjadi kesal sambil menatap pintu dimensi yang perlahan mengecil.


Bukan hanya Yin Yin tapi seluruh penonton juga dibuat geram dengan tingkah peserta satu ini seolah ia sengaja membuat dirinya gagal di babak ini.


Sebenarnya Zhang Me cukup terkejut melihat adanya pintu dimensi, ia juga tau bahwa tidak sembarang pintu dimensi dapat dibuka seenaknya sehingga membuatnya penasaran.


"Apa yang terjadi dengannya?"


"Apa dia ketakutan?"


"Dia menyerah sebelum mulai berperang, payah sekali..."


"Jika aku diposisinya, maka aku memilih mati daripada harus menyerah seperti itu."


"Benarkah? kalau begitu kau saja yang menggantikannya."


"Jika saja aku sedikit lebih muda mungkin aku akan menjadi pemenang Turnamen tahun ini."


"Haha, jangan bercanda! pada masa mu pun kau bahkan gagal di babak pertama."


Perlahan Zhang Me mulai melangkahkan kakinya dan memasuki pintu dimensi yang sebentar lagi akan menghilang.


Dan yang benar saja, sedetik setelah ia memasukinya, pintu dimensi langsung menghilang seolah tak pernah ada.

__ADS_1


__ADS_2