The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 28- Gadis Kecil yang Menggemaskan


__ADS_3

Ditempat duduknya Zhang Me menatap mereka yang juga menatapnya horor. Rasa penasaran terhadap Zhang Me begitu menggebu-gebu di benak mereka yang paling dalam.


"Sekarang giliran kalian yang akan mendapatkan hukuman." ucap Zhang Me.


Mereka kaget bukan main, perkataan Zhang Me seperti panggilan ajal bagi mereka. Feng Lu juga demikian, ia berpikir keras memikirkan kesalahan apalagi yang telah dilakukan, jika seperti ini terus maka anggota Organisasi Musang Merah Darah akan musnah di tangan Zhang Me.


"Apa maksudmu gadis kecil? Kesalahan apa lagi yang telah diperbuat?" tanya Feng Lu memberanikan diri.


"Tentu saja kalian juga harus menerima hukuman dari kesalahan yang dilakukan rekan kalian." jawab Zhang Me.


Fang Je menganga tak percaya memdengar jawaban Zhang Me, apakah dia memang semengerikan ini? Pikirnya.


"Tapi gadis kecil..." kata Feng Lu terpotong.


"Tak usah cemas, hukumannya tak akan membuat kalian tiada." ucap Zhang Me memotong ucapan Feng Lu.


Mereka bernapas lega, setidaknya hari ini mereka tidak akan mati mengenaskan ditangan pemimpin mereka sendiri.


Zhang Me memperbaiki posisi duduknya dan memopang wajahnya dengan sebelah tangan lalu berkata, "Hukuman kalian adalah membuat kedai ayahku yang telah dihancurkan rekan kalian menjadi baru..."


"Buat jadi megah, indah dan sebagus mungkin. Jika perlu kedai ayahku lah yang paling mewah di kota ini." lanjutnya.


"Kemudian, ganti uang ayahku yang telah dijarah menjadi sepuluh kali lipat." tambahnya.


"Kalian setuju?" tanya Zhang Me.


"Jika tidak..."


Dengan cepat mereka langsung berkata setuju, itu bukanlah hal sulit untuk mereka lakukan. Mereka berjumlah banyak, cukup mudah untuk membuat sebuah bangunan dan untuk uang mereka punya banyak hasil jarahan.

__ADS_1


"Baiklah, kalian memang sangat mengerti aku."


Kemudian Zhang Me meraih dan melepaskan cadarnya lalu berkata, "Baiklah, senang bertemu dengan kalian." sapa Zhang Me sambil tersenyum ramah.


Seperti biasa dan yang selalu terjadi tiap kali ada yang melihat Zhang Me yaitu, terpesona.


Tak terkecuali Feng Lu, ini adalah pertama kalinya ia melihat wajah Zhang Me sebab saat kemarin bertemu, Zhang Me mengenakan topeng di sebagian wajahnya.


"Ayolah, aku memperlihatkan wajahku agar kalian dapat mengenaliku dan berhenti menatapku seperti itu..." ucap Zhang Me dengan raut kesalnya.


"Paman Lu mengapa kau diam saja? kenalkan aku dengan mereka." lanjutnya menoleh pada Feng Lu yang masih menstabilkan pikiran dan tubuhnya.


Feng Lu menghembuskan nafasnya, lalu maju kedepan dan berkata, "Dia adalah pemimpin utama Organisasi Musang Merah Darah…" ungkap Feng Lu menatap Zhang Me.


"Jadi kalian harus selalu menghormati dia, jika tidak…" lanjutnya terjeda menatap mayat-mayat rekannya yang sudah tiada.


Anggota Organisasi Musang Merah Darah ikut menatap ke arah pandangan Feng Lu, kejadian beberapa saat yang lalu kembali terputar di kepala mereka.


Feng Lu mengangguk mengiyakan, meski belum lama mengenal Zhang Me, ia juga merasa bahwa Zhang Me adalah orang yang ramah dan periang selama tidak ada yang mengusiknya.


Mereka mulai luluh dan merasa lega, pikiran yang membayangkan mereka akan di bantai habis-habisan oleh Zhang Me buyar seketika.


"Apa aku terlihat begitu menyeramkan? Bukankah tadi kalian terpesona menatap wajahku yang sangat cantik ini?" kata Zhang Me.


Fang Je yang masih berdiri di sampingnya reflek menoleh dan menatapnya sewot, "Kau sungguh sangat percaya diri." ucapnya.


"Diam kau jeje!" protes Zhang Me menggigit bibir bawahnya menggertak.


Mereka tersenyum, tingkah Zhang Me terlihat sangat menggemaskan layaknya gadis kecil pada umumnya.

__ADS_1


"Dia gadis kecil yang lucu."


"Kau benar, dia sangat menggemaskan..."


"Dan juga manis..."


"Tak pernah terpikir kita akan memiliki pemimpin seorang gadis kecil..."


Bisikan terjadi antara beberapa orang diiringi dengan kekehan kecil yang membicarakan betapa menggemaskannya Zhang Me.


"Jika boleh tau, namamu siapa tuan?" tanya seseorang tiba-tiba.


Zhang Me menatap pria remaja yang tadi bertanya lalu kemudian menjawab, "Namaku Zhang Me, paman Lu biasa memanggilku gadis kecil." katanya sambil memasang wajah seimut mungkin.


Perasaan mereka menghangat, senyuman Zhang Me yang begitu menenangkan berhasil melunakkan hati mereka yang keras.


Memang sengaja Zhang Me melakukan itu, sebagai mantan dosen ia mencoba meluluhkan mereka dengan menggunakan pendekatan emosional yang terbukti ampuh.


Zhang Me menatap mereka yang sudah mulai tersenyum. Ia pun baru sadar ternyata anggota Organisasi Musang Merah Darah tak kalah banyak dari Gazuura. Dapat menjadi pemimpin di dua kelompok tersebut benar-benar tak pernah terpikir olehnya.


"Apa kami juga boleh memanggilmu dengan sebutan gadis kecil?"


"Tentu saja boleh, itu akan membuatku lebih mudah mengenali kalian jika nanti kita tak sengaja bertemu, karena melihat jumlah kalian yang begitu banyak membuatku tak bisa mengenali kalian semua..." jawab Zhang Me.


"Jadi kami hanya perlu memanggilmu gadis kecil dan kau akan mengenali kami?" saut yang lainnya.


"Yah kau benar!" balas Zhang Me dengan semangat dan dibalas anggukan.


Tak lama terjadi gempa, gedung yang mereka tempati ikut bergetar kencang, suara gemuruh petir yang terdengar saling bersautan terjadi di langit. Namun anehnya, kejadian itu hanya terjadi di sekitar gedung markas Organisasi Musang Merah Darah.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" kata Fang Je.


Zhang Me menggeleng, ia juga tidak tau apa yang terjadi, Tapi sikap anggota Organisasi Musang Merah Darah yang terlihat biasa saja membuatnya penasaran.


__ADS_2