
Terasa cepat hari berlalu begitu saja, kini langit malam menyambut Fang Wencheng dan Long Kou saat tiba disekte Kabut Beracun.
Semua murid Sekte Kabut Beracun menyambut mereka didepan gerbang masuk. Dengan antusias mereka mengiring Fan Wencheng dan Long Kou berjalan memasuki Sekte Kabut Beracun.
"Tetua dimana Lu Lua?" seorang gadis bertanya sopan saat ia tak melihat kehadiran Lu Lua.
Semua murid tersadar dan mulai bertanya-tanya tentang keberadaan Lu Lua. Beberapa murid bahkan berpikir bahwa Lu Lua berhasil memenangkan Turnamen dan menetap di istana kekaisaran Qing.
Long Kou dan Fan Wencheng tidak menjawab satupun pertanyaan yang diberikan. Mereka hanya terus berjalan menuju ruangan dimana para tetua dan Patriark sekte menanti mereka.
Keduanya langsung memasuki ruangan tersebut. Berbagai macam ekspresi terpampang jelas di wajah semua orang. Diruangan tersebut berisi Patriark dan lima tetua sekte Kabut Beracun.
"Sepertinya kalian kembali membawa kekalahan." goda salah satu tetua.
"Kau tidak perlu cemas, itu persoalan biasa dalam sebuah pertarungan." ungkap salah satu tetua lain sambil menepuk bahu Fan Wencheng.
"Dimana putriku?" Patriark angkat bicara, ia adalah Yoo Suk, ayah Lu Lua.
Mendengar pertanyaan itu Fan Wencheng hanya bisa menelan ludahnya kasar, sementara Long Kuo berusaha tenang dan menceritakan apa yang telah terjadi.
"Apa?! Putriku tiada?!"
"Apa kau gila? Bagaimana mungkin kau membiarkan seseorang berani melenyapkan putriku?!"
"Dia bukan hanya putrimu tapi dia juga adalah muridku, aku telah mencoba membunuh gadis yang melenyapkannya namun gadis itu berhasil mengelabui ku dan memberikan serbuk yang membuatku tak berhenti tertawa dalam waktu yang cukup lama." jelas Long Kou.
Wajah Yoo Suk memerah karena menahan amarah. Lu Lua adalah putri satu-satunya dan sangat ia sayangi, mendengar kabar kematiannya membuat ia sangat marah dan terpukul.
"Kau adalah guru yang buruk sebab tak mampu menjaga muridmu!"
"Kau tau aku hanya memiliki nya!"
"Jika saja kau bukan sahabat dari ayahku, kau mungkin telah kulenyapkan!"
Yoo Suk berteriak melampiaskan semua kemarahannya pada Long Kou yang hanya diam, ia mengerti apa yang dirasakan Yoo Suk sehingga dia membiarkan saja.
__ADS_1
Long Kou merupakan Tetua dari Sekte Kabut Beracun sekaligus sahabat dari Patriark sebelumnya yaitu ayah Yoo Suk yang sudah tiada.
Lu Lua sebenarnya adalah murid dari kakeknya sendiri namun setelah kejadian beberapa tahun yang lalu kakeknya harus meninggal dunia dan menitipkan Lu Lua untuk berguru pada Long Kou.
"Kita harus membalas kematian putriku." ucap Yoo Suk saat kemarahannya mulai mereda.
Long Kou mengangguk, ia kemudian memberitahu nama Zhang Me dan beberapa yang berkaitan dengan Zhang Me. Long Kou juga menambahkan bahwa kekaisaran akan segera mengirimkan jasad Lu Lua ke sekte.
Yoo Suk hanya bisa menghembuskan napasnya secara kasar mendengar perkataan Long Kou. Bayangan Lu Lua yang selalu ceria mulai bermain di pikiran Yoo Suk.
"Aku sendiri yang akan menemui dan membunuh gadis itu." ungkap Yoo Suk penuh penekanan.
"Aku tidak akan membiarkan dia lolos! Aku akan membunuhnya!"
Disisi lain sebuah kereta kuda dan beberapa pengawal berhenti di depan bangunan luas, besar dan cukup mewah.
Orang-orang itu adalah gerombolan Cao Xueqin bersama dengan ketiga muridnya yang diantar oleh beberapa pengawal kekaisaran tiba di sekte Mawar Perak.
Sekte Mawar Perak sendiri terletak di desa yang ada di pinggiran hutan. Sesuai dengan namanya, saat kita menginjak sekte Mawar Perak maka akan tercium aroma mawar yang sangat harum.
Kemudian Cao Xueqin meminta murid yang mengikuti Turnamen untuk beristirahat, ia juga mengatakan pada para tetua dan petinggi lainnya untuk berkumpul di ruangannya.
Dan kini semua tetua dan petinggi sekte Mawar Perak berkumpul diruangan Cao Xueqin.
Cao Xueqin yang merupakan Patriark sekte Mawar Perak memasang wajah seriusnya dan mulai membuka suara.
"Sepertinya kalian sudah mengetahui bahwa yang memenangkan Turnamen pada tahun ini adalah murid dari Sekte Gunung Salju." kata Cao Xueqin.
Semua orang yang ada disana terkejut, mereka tentu mengetahui informasi itu sehari yang lalu saat Turnamen usai diadakan namun dari awal mereka tidak percaya sehingga mereka menunggu Cao Xueqin kembali untuk mengetahui siapa pemenangnya sebenarnya. Namun, tidak disangka semua itu bukan hanya sekedar rumor tapi kenyataan.
"Sepertinya terjadi kecurangan dalam Turnamen tahun ini, jelas sekali sekte Gunung Salju tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sekte Mawar Perak." protes salah satu tetua.
"Tidak ada kecurangan yang terjadi, hanya sebuah keberuntungan yang menimpa sekte Gunung Salju." ungkap Cao Xueqin.
"Kalian akan tau setelah mengetahui apa yang telah terjadi." tambahnya.
__ADS_1
Cao Xueqin mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi saat Turnamen berlangsung termasuk kematian yang menimpa Wang Shu.
Saat mendengar cerita Cao Xueqin para tetua dan petinggi sangat menyayangkan kematian Wang Shu yang merupakan jenius nomor satu di sekte Mawar Perak harus tewas terbunuh.
Tentu saja reaksi mereka biasa saja sebab Wang Shu hanyalah gadis yatim piatu yang dipungut oleh salah satu tetua dan dibiarkan untuk berguru di Sekte Mawar Perak.
"Gadis itu bernama Zhang Me, ia adalah gadis yang membunuh Wang Shu." ungkap Cao Xueqin.
Semua orang mengangguk-angguk dan fokus mendengarkan cerita Cao Xueqin yang terkesan memuji-muji Zhang Me.
"Bagaimanapun caranya kita harus bisa membuat gadis itu bergabung disekte kita..." ucap Cao Xueqin.
"Itu cukup mudah, lagipula tidak akan ada yang bisa menolak bergabung di sekte Mawar Perak, sekte terbesar dan terkuat nomor satu yang ada di kekaisaran Qing." kata salah satu petinggi sekte dengan sangat bangga.
"Sayangnya dia menolak." balas Cao Xueqin.
"Kita bisa membuatnya tertarik dengan harta dan sumber daya yang cukup."
Dengan ekspresi murung Cao Xueqin menjawab, "Aku telah menawarkan itu padanya namun ia tetap menolak, bukan hanya pada sekte Mawar Perak tapi ia menolak semua sekte yang menawarkan bergabung." jelasnya.
"Sepertinya gadis itu memiliki latar belakang yang cukup kuat."
"Kau benar, itu sebabnya aku mengumpulkan kalian semua disini." ucap Cao Xueqin.
"Aku ingin menjadikan ini sebuah misi untuk semuanya, siapapun yang bisa membuat gadis itu bergabung di sekte Mawar Perak maka orang itu akan mendapatkan banyak harta dan sumber daya yang cukup."
Semua orang saling berbisik, penawaran Cao Xueqin tentu membuat mereka tertarik termasuk pada sumber daya. Meskipun mereka selalu dapat sumber daya dari Sekte tapi tetap saja itu tidak cukup, toh pada hakikatnya manusia tidak pernah puas.
"Sepertinya kau sangat tertarik pada gadis itu." balas salah satu tetua sambil menatap Cao Xueqin yang terlihat sangat antusias.
"Aku jadi penasaran bagaimana bentuk gadis itu."
"Gadis itu adalah masa depan yang cerah bagi Sekte Mawar Perak, aku bisa pastikan itu."
Semua orang yang ada di sana hanya bisa saling tatap mendengarkan Cao Xueqin. Meskipun mereka belum pernah melihat Zhang Me tapi dari reaksi Cao Xueqin membuat mereka percaya bahwa gadis bernama Zhang Me bukanlah gadis yang biasa.
__ADS_1