The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 61- Perpisahan


__ADS_3

Pagi dini hari, Zhang Me telah selesai mengemaskan semua barang-barang yang akan ia bawa. Tidak banyak, hanya beberapa pakaian dan perbekalan makanan untuk beberapa hari ke depan.


"Ibu, ayah..." panggil Zhang Me sambil menghampiri Meng Ye dan Li An yang menunggu didepan pintu.


"Kalian tak perlu kuatir, setelah menemukan cara untuk kembali ke tanah kultivator aku akan sering berkunjung untuk bertemu kalian." kata Zhang Me tulus sambil menatap keduanya.


"Kami mempercayai mu, dan terimakasih karena kau bersedia menjadi putri kami." ucap Meng Ye sambil memeluk Zhang Me.


"Aku akan selalu menjadi putri kalian..." saut Zhang Me.


Meng Ye kemudian melepas pelukan dan menatap Zhang Me lekat lalu berkata, "Setelah kau pergi, kau harus bisa menjaga dirimu dan jangan biarkan satupun pria mendekatimu..."


"Iya bu, aku mengerti..."


"Kau harus selalu menutupi wajahmu yang bersinar ini, jika tidak akan selalu ada bahaya menghampiri mu." ucap Li An sambil memasangkan  penutup kepala yang mampu menutupi seluruh wajah Zhang Me.


"Terimakasih ayah..."


"Sudahlah, jangan mengucapkan terimakasih padaku untuk hal yang memang seharusnya kulakukan..."


Li An merangkul pundak Zhang Me sambil berjalan beriringan keluar kedai dengan Meng Ye yang mengikuti di belakang.


Saat berada di ambang pintu, Zhang Me melihat seekor kuda berbulu hitam yang sedang terikat di pohon


"Kuda itu aku siapkan untuk menemani perjalananmu..." ucap Li An.


Zhang Me tersenyum tulus lalu mengucapkan, "Baiklah, aku tidak akan berlama-lama dan akan segera pergi..."


"Untuk berjaga-jaga aku telah meminta Tiga Jendral untuk selalu mengawasi dan melindungi kalian." sambung Zhang Me.


Li An memasang wajah penuh tanya, "Tiga Jendral? Siapa mereka?"


"Sepertinya akan sangat sulit untuk bertemu mereka kecuali dalam keadaan mendesak, tapi setidaknya Ayah dan Ibu bisa mengandalkan mereka untuk menjaga kalian dan juga Kedai agar tetap aman." kata Zhang Me.


Li An dan Meng Ye saling menatap dan mengangguk tanda mengerti serta merasa sangat terharu sebab Zhang Me ternyata sangat peduli terhadap mereka.


Kemudian Zhang Me mendekati kuda, melepas ikatan dan menaiki punggung kuda tersebut dengan bantuan Li An.


Zhang Me mengelus-elus kepala kuda tersebut dan berkata dalam hati, "Sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan mu, tapi aku sedang tidak buru-buru jadi tidak masalah jika harus berlama-lama di perjalanan..."


Setelah mengucapkan beberapa kata perpisahan terakhir Zhang Me beranjak pergi dari sana dengan mengendarai kuda.


Li An dan Meng Ye terus melihat kepergian Zhang Me, mereka berbalik kembali ke kedai saat sudah tidak melihat belakang punggung Zhang Me.


"Eh?" Meng Ye terbata, ia baru sadar jika perpisahan mereka dengan Zhang Me disaksikan oleh banyak orang.

__ADS_1


***


Zhang Me menghela napas berat, belum jauh ia pergi tapi sudah dihalang oleh ribuan orang dijalan.


"Hormat pada Sang Ratu!"


"Yah aku cukup senang melihat kalian yang sekarang bisa akur..."


"Tapi aku tak punya waktu untuk merayakan bersatu nya dua kelompok Organisasi Musang Merah Darah dan Gazuura menjadi Aliansi Murazuura..." ungkap Zhang Me malas.


Ribuan orang dihadapannya adalah bawahannya sendiri, yaitu Aliansi Murazuura. Beberapa dari mereka membawa banyak buah-buahan dan kendi berukuran lumayan besar yang mungkin berisi Arak.


"Bagaimana mungkin kita tidak merayakan terbentuknya aliansi ini?"


"Ya, itu benar! Apapun perlu untuk dirayakan."


"Kita telah mengembalikan sejarah dan perlu untuk dirayakan!"


"Ya! Mari kita bersenang-senang sepuasnya!"


Teriak sorakan dari mereka memenuhi pendengaran Zhang Me membuatnya sedikit risih dan kesal.


"Diamlah! Aku tidak punya waktu untuk itu, aku harus segera pergi." ucap Zhang Me tak peduli dan kembali mengendarai kudanya dengan pelan meninggalkan anggotanya yang terdiam.


"Kalau begitu kita akan merayakannya diperjalanan." ucap Feng Lu tiba-tiba lalu berjalan mengikuti Zhang Me dibelakang.


Melihat tingkah bawahannya membuat Zhang Me geram, akan sangat mencolok jika ia harus melakukan perjalanan dengan diikuti ribuan orang, itu tidak akan baik-baik saja.


Zhang Me mengelus-elus kuda dengan lembut memintanya untuk berhenti dan membuat mereka yang mengikuti dibelakang juga ikut menghentikan langkahnya.


"Berhenti bermain-main denganku." ucap Zhang Me penuh penekanan.


Aura ancaman dari Zhang Me langsung membuat ribuan orang menjadi tak berkutik.


Sedangkan Zhang Me mengatur napasnya berusaha untuk tenang lalu kemudian menutup matanya dengan bibir yang bergerak seolah mengucapkan sesuatu.


Tak lama sesuatu berwarna putih yang mirip dengan kabut muncul disekitar Zhang Me.


"Apa ituu?" tanya Shen Zue.


"Kabut apa ini?" ucap Feng Lu ikut bertanya karena penasaran.


Zhang Me kembali membuka matanya, menatap Feng Lu lama lalu berkata, "Kurasa kau tak perlu bertanya, kau akan tau setelah memasukinya."


Feng Lu merinding, pandangannya bertemu dengan pandangan Zhang Me membuatnya bergidik ngeri, entah mengapa ia merasa Zhang Me yang sekarang menjadi lebih menakutkan.

__ADS_1


Sesuai perintah Zhang Me ribuan bawahannya memasuki kabut, kecuali Feng Lu dan Shen Zue.


Dengan gugup Feng Lu kembali memberanikan buka suara, "Meskipun aku sangat penasaran pada sesuatu yang ada dibalik kabut tersebut namun aku memutuskan untuk menemani perjalanan mu..."


Shen Zue mengangguk-angguk menanggapi, "Ya, itu benar. Kami berdua akan menemanimu..."


Zhang Me tidak membalas perkataan mereka, sebagai gantinya ia membalas dengan memberikan penekanan yang dahsyat membuat kedua langsung tersungkur ke tanah, bahkan tanah yang dipijak oleh mereka menjadi retak.


Dalam hati yang paling dalam akhirnya Feng Lu dan Shen Zue menyesali keputusannya dan segera memasuki kabut karena tak ingin jika terbunuh begitu saja oleh Zhang Me.


Kabut menghilang setelah semuanya menghilang dari baliknya. Mata Zhang Me sedikit melirik ke suatu arah lalu mengelus leher kudanya agar melanjutkan langkahnya.


"Kruuukk..." suara yang tak asing bergemuruh dari dalam perut Zhang Me.


"Ayo kita beristirahat sebentar, aku merasa sangat lapar..."


"Ngiiww." kudanya bersuara seolah menyahuti Zhang Me. Mungkin ia merasa heran sebab belum jauh ia melangkahkan kakinya tapi sudah berhenti lagi.


Kemudian Zhang Me turun dari punggung kuda dan berlindung dibawah pohon lebat yang berada dekat darinya.


Senyumnya Zhang Me merekah, ia dengan cekatan membuka bungkus makanan yang diberikan oleh ibunya untuk perbekalan beberapa hari ke depan.


"Masakan buatan ibu memang yang terbaik..." pujinya sambil menikmati setiap suap makanan yang masuk ke dalam mulutnya.


"Hei kuda!" panggil Zhang Me sambil menatap kuda yang tengah sibuk memakan rumput liar disekitarnya.


"Ngiiww..." saut kuda seolah mengerti.


Zhang Me meraih sebuah buah lalu diarahkannya ke mulut kuda, "Sebaiknya kau makan buah agar sehat daripada harus memakan rumput mentah, kau akan merepotkan ku jika sakit..."


Kuda menerima suapan Zhang Me lalu memakannya tanpa protes.


Setelah merasa cukup mengisi perut, Zhang Me membereskan perbekalannya dan menyimpannya dikantong yang tergantung di punggung kuda.


Sebelum menaiki punggung kuda Zhang Me melepas ikatan yang mengekang kuda, lalu mengelus leher kuda dengan tangannya yang mengeluarkan sebuah cahaya sambil berkata, "Kau kuberi nama Xiao Yan..."


Zhang Me sudah berada di atas punggung kuda dengan posisi terbaring bersiap untuk terlelap.


"Memang nikmat jika kita tidur setelah perut terisi." ungkapnya.


"Xiao Yan, selama aku tertidur kau terus saja berlari kearah selatan..."


"Ngiww.." Xiao Yan menyaut mengerti lalu berlari dengan kecepatan tinggi berbeda dengan sebelumnya.


Thank You For Reading

__ADS_1


Love u so much:)


__ADS_2