The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 65- Misi Pertama


__ADS_3

Perjalanan yang tidak singkat akhirnya berlalu, mereka tiba di Kerajaan Suci saat langit sudah gelap.


Keempatnya turun dari tandu, Kerajaan Suci tidak lebih besar dari Kekaisaran Qing namun pemandangan yang disuguhkan lebih indah dan menawan. Kerajaan Suci mendominasi warna putih dan membuat hati siapapun yang melihatnya akan menjadi tenang dan nyaman.


Sebagai orang yang membawa mereka Yiang Hina berjalan didepan sebagai pemandu jalan. Digerbang utama beberapa pengawal yang menjaga langsung membuka gerbang saat melihat sosok Yiang Hina.


Saat masuk Zhang Me terpana, semua tanaman yang ada disini mendominasi warna putih baik itu bunga, daun dan bahkan batangnya. Tanaman yang sangat unik dan mungkin merupakan tanaman yang langka. Tidak hanya itu, aura dan energi yang dipancarkan di Istana Kerajaan Suci terasa lebih positif dan hangat.


Zhang Me menghentikan langkahnya lalu mengedarkan pandangan ke daerah sekitarnya, suara seruling menggema di telinga dan kepalanya, "Siapa yang memainkan seruling ditempat seperti ini?" batinnya.


"Ada apa?" tanya Fang Je menyusul Zhang Me yang hampir tertinggal dibelakang.


"Ah tidak ada..."


Saat hampir mencapai pintu utama Istana, sebuah karpet panjang berwarna putih dibentangkan untuk dilalui oleh mereka.


"Bukankah ini terlalu berlebihan?" ungkap Zhang Me pelan.


"Ini memang selalu dilakukan untuk orang yang cukup berpengaruh di kerajaan ini..." saut Yiang Hina sambil tersenyum sombong dan mengangkat tinggi lehernya.


Zhang Me tidak membalas ucapannya, dia sama sekali tidak memiliki niat sedikitpun untuk berbicara dengan wanita yang menurutnya memiliki dua wajah.


Setelah melewati pintu utama, Yiang Hina mengarahkan orang dia bawah menuju Tahta Raja tempat yang sudah ditetapkan untuk melakukan pertemuan yang penting seperti saat ini.


Saat memasuki ruang tahta, Yiang Hina, Wang Ling dan Wang Rong langsung memberikan penghormatan kepada Raja. Berbeda dengan Zhang Me dan Fang Je yang hanya diam tak peduli pada orang penting yang berada diatas Tahta.

__ADS_1


Suasana menjadi hening, Yiang Hina menoleh ke arah Zhang Me. Biasanya orang yang tidak memberikan penghormatan kepada Raja akan langsung ditodongkan pedang namun saat ini tidak terjadi apapun padahal berada di ruang tahta. Tentu saja Yiang Hina tau penyebabnya, yaitu semua orang terpaku pada Zhang Me termasuk Raja.


Perlahan Raja bergerak dari tahtanya dan berjalan perlahan kearah Zhang Me, "Maukah kau menjadi permaisuriku?" katanya sambil berlutut didepan Zhang Me.


Tidak sampai sekali kedipan mata sebuah pedang sudah bertengger dileher sang Raja, "Kau bahkan tidak pantas untuk menatapnya jadi jangan berbicara tidak sopan..." kata Fang Je penuh penekanan.


Melihat adegan tersebut semua orang langsung tersadar dan pengawal kerajaan yang menjaga di ruang tahta membalas dengan menodongkan pedang pada Fang Je dan Zhang Me.


"Kau tau hal apa yang paling ku benci?" tanya Zhang Me sedikit menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan Raja yang masih berlutut.


Raja tidak membalas apapun, ia masih fokus menatap Zhang Me tanpa memperdulikan lehernya yang sedang dalam bahaya.


"Aku paling benci jika ada yang menodongkan senjata padaku..."


Tanpa suara dan kecepatan yang melebihi cahaya, semua pengawal yang menodongkan senjata serentak tumbang dengan kepala yang sudah berpisah dengan tubuhnya.


Kemudian Zhang Me meminta Fang Je untuk menyingkirkan pedangnya lalu Raja berusaha menguatkan tubuhnya untuk berdiri dan kembali duduk di tahtanya, apapun yang terjadi ia tidak boleh kehilangan martabat nya sebagai seorang Raja di Kerajaan Suci.


"Maaf atas ketidak sopanan ku, aku sungguh tidak sadar mengatakan itu karena sangat terlena dengan kecantikanmu..." ujar Raja Kim Dal Shu.


"Sebagai gantinya aku tidak akan menuntut apapun mengenai kematian pengawal yang kau bunuh." lanjutnya.


"Ratu sama sekali tidak butuh belas kasih mu!" bantah Fang Je.


Zhang Me menjentikkan jarinya lalu dalam sekali kedipan mata Fang Je langsung menghilang entah kemana.

__ADS_1


"Bisakah kau menjelaskan sekarang apa tujuanmu sebenarnya? Aku sedang terburu-buru!" bentak Zhang Me marah.


"Lagipula tempat macam apa ini?! Tidak bisakah kau menyiapkan makanan terlebih dahulu untuk tamu yang akan datang?! Apa kau tau sudah berapa lama aku menahan lapar?!" lanjut Zhang Me makin emosi, penyakit yang tak bisa lapar sedang kumat.


Kemudian setelah itu Raja Kim Dal Shu terlihat memberi kode pada seseorang lalu berkata, "Sambil menunggu makanannya aku akan menjelaskan tujuanku."


Wajah Zhang Me berbinar begitu mendengar kata makanan. Ia tidak akan melewatkan  berserakan usai dibersihkan, Raja Kim Dal Shu mulai menjelaskan mengenai tujuannya atau masalah yang tengah dihadapi Kerajaan Suci.


Sebagian besar permasalahan yang dijelaskan Raja Kim Dal Shu sesuai dengan yang dikatakan Yiang Hina. Semuanya berawal dari persoalan kesepakatan dan perjanjian yang sudah mereka tetapkan sejak dahulu dengan Alam Kegelapan.


Dahulu sering terjadi pertikaian antara Kerajaan Suci dengan Alam Kegelapan yang menyebabkan banyak korban jiwa di setiap saat sehingga leluhur mereka memutuskan untuk menjalin hubungan melalui pernikahan dan itulah awal dari segalanya.


Pihak Alam Kegelapan hanya menginginkan seorang perempuan keturunan sah dari pihak Kerajaan Suci untuk di nikahkan sedangkan Raja Kim Dal Shu merupakan anak satu-satunya dari Raja sebelumnya, ia hanya memiliki beberapa saudara perempuan dari selir Raja sebelumnya.


Hal tersebut membuat pihak Alam Kegelapan murka, mereka tidak ingin menerima saran ataupun mendengar penjelasan Raja Kim Dal Shu dan malah mengancam dan langsung memberikan bencana dengan merusak Sungai Suci yang merupakan sumber kehidupan di Kerajaan Suci.


"Jadi kau ingin aku membunuh mereka?" tanya Zhang Me lancar.


Raja Kim Dal Shu tertegun sebentar, bukan itu maksudnya, "Aku tidak mengerti jalan pikiran mu tapi aku hanya ingin kalian mencari cara agar Sungai Suci kembali bersih dan tidak beracun..." kata Raja Kim Dal Shu.


"Berarti kita harus membunuh sebagian dari mereka untuk mengancamnya agar Sungai Suci kembali normal..." balas Zhang Me.


"Kita jangan mengusik mereka, yang penting saat ini adalah Sungai Suci." ucap Raja Kim Dal Shu.


"Ini adalah misi yang kuberikan, jika kalian mampu melakukannya, aku akan memberikan berapa pun dan apapun yang kalian inginkan..." lanjutnya.

__ADS_1


Zhang Me hanya mengangguk angguk sambil melihat banyak makanan yang tengah menuju kearahnya. Sedangkan Fang Je hanya pasrah melihat Zhang Me yang sangat gampang dibujuk dengan makanan.


__ADS_2