The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 11- Menang


__ADS_3

Terpampang senyum bangga di wajah Shen Zue melihat kekalahan Fang Je. Meskipun ia tidak tau penyebab dirinya tiba-tiba menjadi kuat.


"Haha lihat, sampai kapan pun tidak ada yang bisa mengalahkan ku..." kata Shen Zue bangga.


Dengan wajah tidak suka, Fang Je berkata, "Sekarang katakan sejak kapan kau mempelajari jurus tapak?"


"A-apa maksudmu?" tanya Shen Zue gelagapan.


"Aku telah mengumpulkan semua informasi tentangmu, aku bahkan tahu kelemahanmu dan jurus apa saja yang kau kuasai terutama jurus tapak yang sama sekali tidak pernah kau pelajari..." saut Fang Je.


"Sangat mengherankan bagiku melihat kau begitu menguasai jurus tapak hingga membuatku terlempar begitu jauh..." sambungnya.


Semua yang mendengar pernyataan Fang Je mulai saling berbisik, sebab tak pernah sekalipun terdengar ditelinga mereka bahwa Shen Zue mampu menggunakan jurus tapak. Seberapa terkenal sebenarnya Shen Zue ini?


Shen Zue mulai kuatir dan bingung harus mengatakan apa karena dirinya pun tidak tau mengapa bisa menggunakan jurus tapak.


Berbeda dengan Zhang Me yang terus saja tersenyum karena sesuatu telah berhasil membuatnya tertarik.


Yah, dalang dibalik kemenangan Shen Zue ialah Zhang Me, ia segera menyadari bahwa Fang Je adalah pendekar yang mampu mengendalikan bayangan.


Fang Je dengan sengaja menjadikan bayangan Shen zue sebagai sandra dan menyerangnya diam-diam sehingga tubuh Shen Zue yang terhubung dengan bayangannya akan merasakan sakit saat Fang Je menyerang bayangannya.


Zhang Me dengan kepribadian yang sangat menyukai uang terpaksa membantu Shen zue dan memutuskan hubungan Shen Zue dengan bayangannya sehingga ia mampu mengambil alih tubuh Shen Zue.


Tak tahu bagaimana ia melakukannya, yang terpenting hanya satu yang membuatnya melakukan itu, uang.


Kembali ke Zhang Me yang segera berjalan ke arah tumpukan kantong-kantong koin tersebut seakan takut ada yang merebutnya.


"Tidak peduli dia menguasai jurus tapak atau tidak, tidak ada yang berhak keberatan atas itu sebab tidak ada peraturan ataupun larangan sebelum dimulainya pertarungan..." seru Zhang Me lantang.


"Jadi dimana aku harus menyimpan semua uang milikku ini?" ucap Zhang Me sambil mengapitkan dagunya diantara ibu jari dan jari telunjuknya.


Semua orang yang sempat bertaruh dengan Zhang Me mulai saling tatap, tentu saja mereka tak terima jika semua uang mereka diambil begitu saja oleh orang yang bahkan tak terlihat kuat sama sekali.


"Apa yang kau katakan? Semua koin-koin itu adalah milikku!" teriak Shen Zue turun dari arena pertempuran.


Zhang Me menoleh, menatap tak suka pada Shen Zue lalu berkata, "Apa maksudmu?"


"Berani sekali kau bertaruh untukku tanpa izin dan ingin mengambil semua koin-koin itu?"


Mereka yang awalnya menyusun rencana untuk mengambil kembali koin mereka dari Zhang Me mengurungkan niatnya saat melihat Shen Zue juga menginginkan semua koin itu.


Untuk saat ini yang mereka ketahui, tidak ada yang lebih kuat selain Shen Zue. Lebih baik mereka kehilangan koin daripada harus melawan Shen Zue yang baru saja mengalahkan Fang Je dengan mudah.


"Sungguh tak tau terimakasih..." gumam Zhang Me.


"Bagaimana mungkin kau berniat mengambil semua koin-koin ini setelah apa yang terjadi..." kata Zhang Me saat Shen Zue berdiri tepat dihadapannya.


"Tentu saja, aku adalah pemenangnya dan tidak ada yang bisa mengalahkanku jadi aku berhak memiliki semua koin-koin itu." saut Shen Zue tersenyum bangga.


Shen Zue tidak tau saja, bahwa Zhang Me lah yang membantunya mengalahkan Fang Je dengan mengendalikan seluruh tubuh Shen Zue, termasuk serangan tapak yang berasal dari Zhang Me.


Tak ada yang tau bagaimana Zhang Me melakukan itu, hanya ada satu hal yang pasti bahwa zhang Me mampu mengambil alih tubuh seseorang dan mengendalikannya hanya dengan menatapnya.


"Aku akan menjadi penantangmu yang selanjutnya..." ujar Zhang Me berjalan ke arah arena pertempuran.


Semua terdiam menatap setiap langkah Zhang Me yang berjalan ke arah arena pertempuran.


Shen Zue pun ikut menyusul dengan santai, dia berpikir bahwa penantangnya kali ini adalah orang yang lemah, terlihat dari tubuhnya yang kurus dan kecil.

__ADS_1


Zhang Me dan Shen Zue saling berhadapan di atas arena pertempuran. Shen Zue sendiri pun merasa penasaran oleh sosok dibalik jubah.


"Katakan siapa namamu?" tanya Shen Zue


"Marga ku Zhang." jawab Zhang Me.


"Baiklah Zhang, apa kau yakin ingin bertarung denganku? Melihat dari tubuhmu yang kecil rasanya..." kata Shen Zue.


"Menilai lawanmu dari penampilannya adalah pilihan yang salah." balas Zhang Me dengan suara beratnya.


Perlu kalian ketahui, sejak dari awal Zhang Me menyaksikan pertarungan ia telah menggunakan keahliannya dengan mengubah suaranya sehingga terdengar seperti seorang pria.


Tak lama suara yang menyerupai bel raksasa kembali berbunyi, pertanda pertarungan dimulai.


Tanpa banyak pikir, Shen Zue langsung berlari ke arah Zhang Me dan menyerangnya dengan berbagai pukulan-pukulan serta tendangan dimana ia terlihat sedang menari.


Bahkan Zhang Me sempat terpana untuk sesaat, tapi dengan cepat ia tersadar dan langsung menghindar serta menghalau setiap serangan Shen Zue.


Semakin lama gerakan Shen Zue menjadi cepat, begitupun dengan Zhang Me hingga membuat semua penonton menganga tak percaya karena mereka hanya mampu melihat siluet-siluet dari gerakan keduanya, kecuali Fang Je.


Fang Je dapat dengan jelas melihat pertarungan meski secepat apapun gerakan mereka.


Kembali ke pertarungan, Shen Zue terus menyerang Zhang Me dengan gerakan yang sama sehingga membuat Zhang Me merasa bosan.


"Mengapa kau terus mengulangi gerakanmu itu? Sungguh membosankan." ucap Zhang Me disela pertarungannya.


Shen Zue yang mendengar itu menjadi geram karena merasa terhina, ia berhenti menyerang dan menjauh dari Zhang Me yang diam berdiri ditempatnya.


Penonton yang kembali dapat melihat jelas mereka menjadi kebingungan mengapa mereka berhenti bertarung.


"Bertarung denganmu membuatku sangat tidak bergairah..." ungkap Zhang Me malas.


Meskipun serangannya tak mampu membuat Zhang Me bergeser dari tempatnya tapi tetap saja Zhang Me mulai memasang raut tak suka.


"Kau berani menyentuhku?" tanya Zhang Me sedikit mengangkat wajahnya keatas.


Dalam satu kedipan, Zhang Me menghilang dari pandangan semua orang.


Sebelum Shen Zue menyadari, Zhang Me sudah berada di belakangnya dengan lengan kiri Shen Zue yang terpisah dari tempatnya entah sejak kapan.


Shen Zue melotot tak percaya lalu menjauh dari Zhang Me dan segera menghentikan pendarahan pada lengannya menggunakan tenaga dalam.


Zhang Me tersenyum licik, "Jangan salahkan aku yang memindahkan lenganmu dari tempatnya, tapi salahkan lenganmu yang berani menyentuhku..."


Terlihat jelas dari wajahnya yang memerah bahwa Shen Zue sedang menahan amarahnya.


Sebenarnya, Zhang Me memang sengaja tidak menghindari dari salah satu serangan Shen Zue yang ditujukan padanya.


Bukan tanpa alasan, ia hanya merasa bosan dan ingin bersenang-senang tanpa kuatir orang akan berfikir bahwa dirinya terlalu kejam.


Dengan ia sengaja terkena serangan Shen Zue, bukankah orang akan berfikir bahwa ia hanya melakukan pembalasan?


Dengan bibir yang bergetar, Shen Zue membuka suaranya, "Sekarang kau harus merasakan seranganku kali ini."


Shen Zue mengumpulkan tenaga dalamnya dikedua tangannya yang terkepal.


Tak lama kemudian kepalan tangan yang lain miliknya berubah menjadi kepalan tangan batu yang mengeluarkan asap aneh berwarna hitam pekat. Jurus tersebut adalah salah satu kartu truff dari Shen Zue.


Melihat itu membuat Zhang Me menjadi girang karena merasa tertantang dan berpikir pertarungan ini akan menjadi menarik dan mampu membuatnya bersenang-senang.

__ADS_1


Berbeda dengan semua orang, mereka dengan serempak menutup hidung mereka sebab itu ada kepalan tangan iblis, dimana jika ada yang menghirup atau terkena asap hitam pekat itu maka ia akan mati dengan tubuh yang melebur tanpa sisa.


"Kau tidak akan bisa lari dari seranganku ini!"


Shen Zue melangkahkan kakinya dengan cepat dan menargetkan kepalan tangannya pada Zhang Me.


'Sraattt'


Sebelum kepalan tangan Shen Zue menggapai targetnya, Zhang Me sudah lebih dulu memotong lengan Shen Zue dengan santai.


"Oh maaf, tadi aku berniat memenggal kepalamu, tapi aku malah mengenai lenganmu." ucap Zhang Me tanpa dosa.


Semua orang yang menyaksikan pertarungan itu membeku ditempatnya. Kepalan Tangan Iblis adalah salah satu jurus yang sangat sulit dikalahkan, tak ada yang pernah berfikir bahwa ada orang licik yang memilih memotong lengan Shen Zue agar terhindar dari serangannya.


Tidak hanya itu, tapi juga sekarang Shen Zue telah kehilangan kedua lengannya.


Shen Zue bertekuk lutut di depan Zhang Me menatap lengannya yang baru saja terpotong, dan untuk kedua kalinya ia menggukan tenaga dalamnya untuk menghentikan pendarahannya hingga membuat ia benar-benar kehabisan tenaga.


Ia tak pernah membayangkan bisa dikalahkan dengan cara seperti ini, kehilangan kedua lengannya.


"Aku Shen Zue menyatakan, bahwa sekarang pemimpin Gazuura yang baru ialah tuan Zhang." ujar Shen Zue gemetar.


Bagaimana pun ia sudah dikalahkan, sudah kewajibannya untuk menyatakan bahwa Zhang Me adalah pemimpin baru dari Gazuura.


"Gazuura?" gumam Zhang Me.


Tak lama setelah itu, muncul sekelompok pria berbadan besar dan tinggi yang melompat dari atas pepohonan di berbagai arah.


Mereka berkumpul pada satu titik, lebih tepatnya didekat arena pertempuran dan serentak berlutut ke arah Zhang Me.


"Salam hormat pada Pemimpin Gazuura!!" Ucap mereka bersamaan dengan penuh ketegasan.


"Berhenti berhenti! Apa yang kalian lakukan, sangat menggelikan." balas Zhang Me tak suka.


"Apa-apaan ini, mengapa aku malah terjebak disini." batinnya menggerutu kesal.


"Tuan, harap ikut kami ke markas dan bertemu dengan anggota yang lainnya." ujar salah satu pria yang ikut memberikan penghormatan pada Zhang Me.


Zhang Me menaikkan sebelah alisnya merasa tertarik. Dibalik jubahnya, ia hanya mengangguk menanggapi permintaan pria tersebut, tidak ada salahnya kan jika ia mencoba menambah sekutu?


Shen Zue bangkit dari tempatnya dan berkata, "Silahkan tuan, kami akan mengantar anda."


Zhang Me manatap kagum Shen Zue, meskipun ia telah kehilangan kedua lengannya tapi tak ada rasa penyesalan yang terlihat dimatanya sedikitpun.


Zhang Me mengangguk dan berjalan menuruni arena pertempuran dengan perasaan kesal karena diperlakukan terlalu berlebihan, lalu disusul oleh Shen Zue


Mereka yang tadinya berlutut ikut bangkit dan berjalan dibelakang Zhang Me.


Belum melangkah jauh Zhang Me tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, "Tolong bawakan semua uang milikku..." ucap Zhang Me semangat membuat beberapa pria bergerak membawakan semua kantong-kantong berisi koin yang sekarang menjadi miliknya.


"Dan bawa pria itu juga bersamaku." lanjut Zhang Me menunjuk Fang Je.


Fang Je yang melihat dirinya ditunjuk oleh Zhang Me begitu saja menautkan alisnya dan berkata, "Apa yang kau katakan? Aku tidak ada urusan dengan kalian setelah aku dikalahkan oleh Shen Zue."


"Aku tidak peduli, aku ingin pria itu..." kata Zhang berbalik dan kembali berjalan.


Sekelompok pria yang tadinya mengikuti Zhang Me dari belakang menatap tajam Fang Je yang berdiri tidak jauh dari arena pertempuran.


Fang Je yang sudah mendapatkan peringatan dengan pasrah ikut bersama mereka meninggalkan arena pertempuran dan semua penonton yang terkagum-kagum melihat mereka terutama pada Zhang Me.

__ADS_1


__ADS_2