The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 23- Belanja Pakaian Baru


__ADS_3

Seusai menyelesaikan urusannya di istana kekaisaran Qing, Zhang Me bergegas kembali ketempat Li An dan Meng Ye, ia berniat membantu kedua nya untuk berjualan di kedai.


Tapi sebelum itu ia ingin berkeliling ke pusat perdagangan untuk belanja beberapa kebutuhan yang diinginkannya, lebih tepatnya pakaian.


"Jeje..." panggil Zhang Me.


Fang Je yang dipanggil muncul dari balik bayangan Zhang Me.


"Berhenti memanggilku dengan nama seperti itu." protes Fang Je tak suka.


Zhang Me berbalik menatap Fang Je, "Aku adalah tuanmu, terserah aku ingin memanggilmu apa, lagipula itu cukup mudah untuk diucapkan." balas Zhang Me sambil mengedikkan bahu tak peduli.


Mendengar itu Fang Je hanya bisa terdiam dengan ekspresi geram dan tak suka.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?" tanya Fang Je tiba-tiba.


Zhang Me mengerutkan dahi tak mengerti, "Apa maksudmu?"


"Kau ingin aku jadi pengawal pribadimu, tapi saat aku ingin melindungimu, kau malah mengikatku dengan bayanganmu..." jelas Fang Je.


Zhang Me terdiam, ia mengingat bagaimana ia mengikat Fang Je menggunakan bayangannya saat di istana tadi untuk mencegah Fang Je muncul didepan semua orang.


"Ayolah, apa kau kesal karena itu? Aku sengaja melakukan itu agar kau tak muncul tiba-tiba didepan mereka."


"Bisa dibilang kau itu kartu truff yang aku miliki, jadi tidak sembarang orang yang boleh mengetahui keberadaanmu..." tambah Zhang Me.


Fang Je menjadi salah tingkah, disebut sebagai kartu truff oleh Zhang Me membuatnya tersipu malu. Sedangkan Zhang Me yang melihat ekspresi Fang Je hanya tersenyum geli.


Kemudian Zhang Me melangkah ke belakang punggung Fang Je lalu menggantungkan kedua lengannya, "Sekarang bawa aku ke tempat untuk berbelanja pakaian..."


"Langit sudah gelap, bagaimana jika besok saja?" tawar Fang Je, sujujurnya hari ini ia merasa lelah meskipun sebenarnya tak melakukan apa-apa


"Tidak, aku tidak akan kemanapun besok, aku ingin membantu ayah dan ibuku..." saut Zhang Me.


Fang Je mengangguk menanggapi sambil meletakkan kedua lengannya dibelakang untuk menahan bokong Zhang Me lalu beranjak pergi dari sana dengan Zhang Me yang ada di punggungnya.


Dengan kecepatan penuhnya, Fang Je membawa Zhang Me dengan ilmu meringankan tubuh menuju ke pusat perdagangan.


Saat sudah memasuki gerbang keluar masuk pusat perdagangan, barulah Fang Je berjalan sambil membawa Zhang Me di punggungnya menuju toko pakaian yang cukup terkenal di kota Lehan.


Orang-orang yang melihat Fang Je dan Zhang Me ikut terhanyut melihat kemesraan mereka, semua mengira mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sedang kasmaran, berbeda dengan Fang Je dan Zhang Me yang bersikap biasa saja.


Fang Je yang menggendong Zhang Me dipunggungnya berpikir bahwa itu sesuatu yang wajar dilakukan oleh bawahan terhadap tuannya. Begitupun dengan Zhang Me yang merasa itu memang pantas dia dapatkan sebagai tuan dari bawahannya.


Langkah Fang Je terhenti, ia sedikit menoleh pada Zhang Me yang ada dipunggungnya, "Ini adalah tempat yang menjual pakaian bagus..." katanya.


Perlahan Zhang Me turun dari punggung Fang Je, ia menatap toko pakaian yang cukup besar dihadapannya.


Ada banyak sekali jenis pakaian yang tergantung dan tertata rapi disana.


"Aku akan masuk, kau tunggu saja disini..." ucap Zhang Me segera memasuki toko dan meninggalkan Fang Je.


Didalam toko, Zhang Me mengelilingi toko untuk melihat semua jenis pakaian, namun tak ada satupun jenis pakaian yang ia inginkan.


"Mengapa tak ada satupun jenis pakaian yang sama saat di duniaku yang sebelumnya?" gumam Zhang Me.


Salah satu pelayan toko yang melihat Zhang Me kebingungan segera menghampirinya, "Kau ingin pakaian seperti apa?" tanyanya lembut.


Zhang Me menoleh melihat pelayan yang mengajaknya bicara lalu berkata, "Disini tak ada satupun jenis pakaian yang aku inginkan..." ucap Zhang Me dengan raut kecewa.


"Ada banyak pilihan disini, tapi tak ada satupun yang sesuai keinginanmu, memangnya seperti apa yang kau inginkan? kami bisa membuatnya untukmu." balas pelayan tersebut sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Zhang Me memastikan.


Pelayan tersebut mengangguk lalu menuntun Zhang Me agar mengikutinya ke salah satu ruangan yang ada di toko tersebut dan mengajaknya masuk. Diruangan tersebut ada banyak sekali kain-kain yang tergantung dan tergeletak dimana-mana.


"Maaf nona, gadis ini meminta agar dibuatkan pakaian, karena pakaian yang ia inginkan tidak ada di toko ini..." kata pelayan toko pada seorang gadis remaja yang sedang duduk membelakang sambil mengerjakan sesuatu.


Gadis remaja itu menoleh, ia dapat melihat pelayan tokonya datang bersama dengan seorang gadis yang menggunakan cadar di wajahnya.


Ia tersenyum lembut, Zhang Me yang melihat senyuman itu ikut menghangat, senyuman yang membuat hati tenang dan damai.


"Kau ingin pakaian seperti apa?" tanyanya.


Zhang Me menjelaskan, bahwa ia ingin sepasang baju dan celana yang membuatnya mudah bergerak dan tidak terlalu banyak hiasan-hiasan aneh.


Gadis itu menunjukkan ekspresi bingung sebab Zhang Me tidak begitu detail menjelaskan pakaian seperti apa yang diinginkannya.


Zhang Me yang sadar akan hal itu berpikir keras bagaimana cara ia menjelaskannya. Lagipula pakaian yang diinginkannya adalah pakaian saat di dunia yang sebelumnya.


Tak lama, Zhang Me kembali menjelaskan pakaian yang ia inginkan secara rinci dan mendetail agar mudah dipahami dan dimengerti.


Gadis itu diam sambil mencerna kata-kata Zhang Me lalu mengangguk saat apa yang dikatakan Zhang Me sudah terbayang dikepalanya.


"Oh iya, aku juga ingin jubah dengan model yang tidak biasa dan kantong yang banyak didalamnya."  ucap Zhang Me memambahkan yang diinginkannya.


Ia mengangguk, "Kau boleh menunggu diluar, kau akan segera mendapatkan pakaian yang kau inginkan..." katanya tersenyum lembut.


Pelayan yang tadi membawa Zhang Me kembali menuntunnya ke ruangan lain yang ada disebelah ruangan tadi.


"Ini adalah ruang tunggu, kau bisa menunggu disini..." ucap pelayan toko tersenyum sambil berbalik meninggalkan Zhang Me.


Zhang Me mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang tidak terlalu besar. Disana ada kursi dengan senderan yang terbuat dari rotan lalu ditempat duduknya terdapat tumpukan kain yang dijahit sehingga terasa empuk saat diduduki.


Sekitar satu jam lebih Zhang Me menunggu diruangan itu hingga pelayan yang tadi kembali mendatanginya dan meminta agar segera menemui gadis yang membuatkan pakaian untuknya.


"Ini pakaian yang kau inginkan..." kata gadis itu sambil memberikan pakaian ditangannya.


Zhang Me meraih pakaian tersebut dan melihatnya dengan mata berbinar. Sepasang pakaian yang berwarna biru gelap terlihat begitu sempurna dan melebihi apa yang ia bayangkan.


"Aku akan memakainya disini..." kata Zhang Me riang sambil berdiri di balik kain.


Tanpa basa basi ia membuka jubah kumuh yang ada di tubuhnya.


"Eh tunggu, jangan ganti disini!"


"Memang kenapa? lagipula ada kain ini yang menutupiku dan hanya ada kita bertiga di ruangan ini." balas Zhang Me.


"Oh iya, aku juga ingin pakaian dalam..." lanjut Zhang Me.


Pelayan toko segera mengambilkan beberapa jenis pakaian dalam untuk Zhang Me.


"Aku akan pakai ini..."


Zhang Me langsung meraih jenis pakaian dalam yang simpel lalu mengganti kain hitam yang sudah sejak tadi ia pakai.


Pelayan toko dan gadis itu terperangah melihat kelakuan Zhang Me yang sembarangan mengganti pakaiannya, meskipun ada kain pembatas tapi tetap saja sangat nekat.


Tidak terlalu lama, akhirnya Zhang Me muncul dari balik kain dengan penampilan yang menawan.


Pakaian yang dibuatkan sesuai dengan keinginanya dan sangat cocok melekat ditubuhnya.


"Apa itu tidak terlalu terbuka bagi seorang gadis?" gumam pelayan toko.

__ADS_1


"Aku sangat menyukai pakaian yang kau buatkan, dan hiasan yang menggemaskan ini..." kata Zhang Me senang sambil memperlihatkan hiasan lucu yang ada di pakaiannya.


Pelayan toko dan gadis tadi saling tatap, "Seorang gadis kecil?" seolah dimata mereka berkata seperti itu.


Zhang Me yang tadi mengganti pakaian ikut membuka cadar yang ada diwajahnya sehingga dua orang tersebut melihat wajah Zhang Me yang ternyata seorang gadis kecil yang sangat cantik.


Memang sulit dipercaya, bentuk tubuh Zhang Me yang tinggi dan terbentuk membuatnya terlihat seperti seorang remaja, jadi akan sulit diketahui jika dia seorang gadis kecil saat memakai cadar.


"Apa disini tidak ada cermin?" tanya Zhang Me.


Pelayan toko berjalan sedikit menjauh lalu menarik kain yang ternyata dibaliknya adalah sebuah cermin.


Zhang Me berjalan ke arah cermin lalu menatap pantulan dirinya dengan rasa puas hingga pandangannya terhenti pada benda yang menggantung pada lehernya.


Sebuah kalung lionting dengan permata batu giok yang berwarna merah delima.


"Ini..." gumam Zhang Me sambil memegang kalung tersebut.


"Lionting ini pemberian paman Han, jika memang aku bereinkarnasi ke dunia ini, tidak mungkin lionting ini ikut bersamaku kan?" batin Zhang Me bertanya-tanya.


"Tidak, mungkin saja lionting ini milik pemilik tubuh sebelumnya dan kebetulan sangat mirip dengan milikku saat di duniaku yang sebelumnya..."


"Tapi mengapa aku baru menyadarinya? Aiss ini benar-benar membingungkan."


Zhang Me terhanyut oleh pikirannya yang penuh tanda tanya tentang hidupnya yang sangat tidak ia mengerti.


"Maaf nona, milikmu..." Zhang Me tersadar dari lamunannya saat pelayan toko memberikan pakaian dan jubah yang ia pakai sebelumnya.


"Ah iyaa terimakasih..." saut Zhang Me sambil menerima pakaiannya.


Setelah bercermin, Zhang Me berjalan mendekati gadis yang membuat pakaian dan berkata, "Hmm, Aku ingin kau buatkan aku pakaian seperti ini, terserah kau ingin membuatnya dengan model seperti apa, yang penting buatkan dengan ukuran seperti ini .."


"Aku akan membayar berapapun yang kau mau." lanjut Zhang Me.


Gadis tersebut mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari Zhang Me begitupun dengan pelayannya.


"Jubahnya?" tanya Zhang Me.


"Oh iya maaf..." saut gadis itu tersadar lalu memberikan jubah yang sudah ia buatkan untuk Zhang Me.


"Maaf, aku kehabisan kain untuk jubah, jadi aku hanya bisa membuat dengan warna itu..." ucapnya menyesal.


Zhang Me tersenyum lalu berkata, "Tidak masalah, warna hitam adalah salah satu warna yang kusukai..." balasnya sambil memakai jubah.


Jubah hitam dengan desain yang elegan dan sempurna, sangat cocok untuk Zhang Me.


"Aku ingin kau buatkan jubah seperti ini juga hehe..." kata Zhang Me sambil nyegir.


"Hmm, namamu siapa?" tanya Zhang Me.


"Mee Fei Yu..." jawabnya tersenyum lembut.


"Aku Zhang Me, terimakasih ya bibi Fei." ujar Zhang Me riang.


Mee Fei Yu tersenyum geli mendengar Zhang Me yang memanggilnya dengan sebutan bibi.


"Baiklah, tolong ikut keluar, aku akan membayarmu karena diluar karena uangnya dipegang rekanku yang sedang menunggu diluar..." kata Zhang Me.


"Satu lagi, aku ingin pakaian dalam seperti yang aku pilih tadi."


Pelayan toko mengangguk dan berjalan mengambilkan beberapa pakaian dalam lalu berjalan keluar bersama Zhang Me.

__ADS_1


__ADS_2