
Gempa terhenti begitu saja, begitupun dengan suara gemuruh petir yang digantikan oleh sebuah pilar penghalang berwarna biru yang menutupi seluruh markas.
Kemudian kehadiran tujuh sosok yang melayang di udara membuat semua anggota Organisasi Musang Merah Darah serentak berlutut memberi penghormatan, kecuali Zhang Me dan Fang Je.
Terlihat jelas bahwa mereka sangat menghormati ketujuh sosok yang sedang melayang di udara, dan itu membuat Zhang Me tak suka. Untuk apa ia jadi pemimpin jika ada yang lebih dihormati bawahannya dibanding dia? Pikirnya.
Ketujuh sosok tersebut justru tak peduli, mereka malah menatap Zhang Me yang juga balas menatapnya dengan malas.
Perlahan ketujuh sosok itu turun dan berpijak di tanah. Mereka masih tak melepaskan pandangan mereka dari Zhang Me.
Zhang Me yang ditatap mengerutkan dahinya dalam, tatapan yang ditujukan padanya bukan tatapan terpesona atau kagum seperti biasanya, tatapan itu sangat sulit diartikan olehnya.
"Berhenti menatapku seperti itu kakek-kakek!" protes Zhang Me.
Feng Lu yang sedang berlutut mengangkat kepalanya dan menggeleng pada Zhang Me pertanda agar tidak melakukan itu.
Zhang Me hanya memutar bola matanya malas lalu menatap ketujuh sosok tersebut yang jelas sekali dari ekspresinya bahwa mereka tak suka dengan Zhang Me yang menyebut mereka kakek-kakek.
Ketujuh sosok tersebut adalah tujuh pria tua yang memiliki wajah keriput dengan mengenakan jubah panjang berwarna merah gelap.
Mereka adalah leluhur Organisasi Musang Merah Darah. Kedatangan mereka secara tiba-tiba tidak lain karena Zhang Me.
Kejadian tadi adalah tanda setiap kali leluhur Organisasi Musang Merah Darah akan datang, itulah sebab mengapa anggota Organisasi Musang Merah Darah bersikap biasa saja. Namun, kedatangan leluhur mereka adalah sesuatu diluar dugaan
Tak lama, pilar yang tadinya menutupi seluruh markas perlahan mengecil dan hanya mengurung Zhang Me dengan ketujuh sosok tersebut.
Dari luar tidak ada yang bisa mendengar ataupun melihat apa yang terjadi di dalam membuat rasa penasaran menjalari hati mereka.
Sedangkan Fang Je sudah menghilang sejak Zhang Me terkurung di dalam pilar. Ia merupakan bagian dari diri Zhang Me. Ia sudah seperti bayangan Zhang Me yang sudah tidak dapat dipisahkan dari tubuhnya.
Didalam pilar, Zhang Me dan ketujuh sosok tersebut saling melemparkan tatapan. Zhang Me yang tersadar telah terkurung di dalam pilar, beralih menatap keluar dan mendapati semua orang terlihat kebingungan.
Tiba-tiba tubuh Zhang Me terikat oleh sebuah cahaya berbentuk tali yang membuat Fang Je geram dan muncul dari balik bayangan Zhang Me.
Kehadiran Fang Je secara tiba-tiba membuat ketujuh sosok tersebut tersentak kaget, sebab tidak ada yang bisa masuk ke pilar yang mereka buat tanpa dikehendaki.
Fang Je mengeluarkan aura bertarungnya lalu berjalan mendekati ketujuh sosok tersebut berniat untuk menyerang.
"Jeje..." tegur Zhang Me.
Fang Je yang mengerti teguran Zhang Me tidak jadi menyerang. Ia kembali mendekati Zhang Me berniat untuk membuka ikatannya.
Namun sebelum itu terjadi, Zhang Me sudah berdiri dari duduknya dengan ikatan yang sudah lenyap entah kemana.
__ADS_1
Sekali lagi mereka dibuat terkejut. Ikatan yang mengikat Zhang Me adalah Tali Cahaya Kutukan Pembasmi milik seorang pendekar sejati, dimana yang tidak sembarang orang mampu lolos dari jeratannya.
"Katakan apa mau kalian?" tanya Zhang Me sambil berjalan mendekat.
"Kau yang seharusnya mengatakan, apa maksud dan tujuanmu menjadi pemimpin Organisasi Musang Merah Darah?" tanya salah satu dari mereka.
"Sedangkan kau sudah menjadi pemimpin Gazuura." saut yang lainnya.
"Apa kau berniat menghancurkan Organisasi Musang Merah Darah?"
Zhang Me menaikkan sebelah alisnya terheran mendengar mereka tau jika ia juga pemimpin Gazuura dan kemudian berkata, "Jangan bodoh, tak perlu bagiku untuk menjadi pemimpin jika ingin menghancurkan kalian..." balasnya.
"Dan memang mengapa jika aku juga menjadi pemimpin Gazuura?" tambah Zhang Me.
"Tidak bisa! Kau harus memilih satu diantaranya untuk menjadi pemimpin."
"Tapi aku ingin keduanya, jadi kalian tak berhak untuk mencegahku." saut Zhang Me tak mau kalah.
"Sejak dulu dan sampai kapanpun, Organisasi Musang Merah Darah dan Gazuura adalah musuh. Tidak mungkin bagi keduanya untuk memiliki pemimpin yang sama!" jelasnya.
Zhang Me mengedikkan bahunya. Ia sama sekali tak tau bahwa ternyata Organisasi Musang Merah Darah dan Gazuura adalah musuh bebuyutan.
"Lalu aku harus apa?" tanya Zhang Me.
Setelah melihat kemampuan Zhang Me, besar harapan mereka agar Zhang Me memilih untuk tetap menjadi pemimpin Musang Merah Darah dan menghancurkan Gazuura.
Zhang Me menggigit-gigit kuku jari jempolnya sambil memasang ekspresi seolah berpikir.
"Aku ingin keduanya, jadi berhenti mengusikku..." ucap Zhang Me sambil mengibaskan tangannya dan berjalan santai keluar dari pilar yang mengurungnya.
"Ahh menjengkelkan..." gumam Zhang Me pelan lalu membalikkan badannya dan masuki kembali ke dalam pilar tersebut.
Anggota Organisasi Musang Darah yang sempat melihat Zhang Me keluar dari pilar lalu kembali lagi membuat mereka kebingungan sekaligus penasaran.
Didalam pilar, dengan ekspresi malas Zhang Me menatap ketujuh pria tersebut yang sedang menjadikan Fang Je tahanan mereka.
Fang Je diikat menggunakan Tali Cahaya Kutukan Pembasmi. Berbeda dengan Zhang Me, Fang Je tak bisa lepas dari ikatan tersebut dan energinya terus terkuras seolah terhisap oleh tali tersebut.
"Aku sedang malas sekarang, jadi lepaskan dia lalu pergi dari sini..." kata Zhang Me pelan.
"Aku akan melepaskannya setelah kau mengikuti kemauan kami." saut pria yang sepertinya pengguna Tali Cahaya Pembasmi.
"Kalian ini hanya roh-roh yang tidak berguna, jadi berhenti mencari masalah jika kalian masih ingin gentayangan." balas Zhang Me.
__ADS_1
Mereka saling tatap karena ternyata Zhang Me mengetahui bahwa mereka hanya roh.
"Kalian terlalu lama berpikir..."
Tanpa suara sedikitpun, ia bergerak secepat kilat dan menembus dada ketujuh pria tersebut lalu mengambil sebuah cahaya berukuran segenggam.
Ikatan yang menjerat tubuh Fang Je dan pilar yang mengurung mereka hilang seketika setelah ketujuh pria tersebut lenyap bagaikan debu yang tak tersisa.
Tujuh cahaya berwarna-warni berukuran segenggam yang di ambil dari tubuh mereka melayang di udara lalu terhisap masuk ke dalam tubuh Zhang Me.
Cahaya tersebut adalah inti atau jantung tempat terkumpulnya semua kekuatan dan kemampuan bagi roh.
"Bagaimana bisa?" kata Fang Je terkejut.
Ia melihat dengan jelas bagaimana inti roh masuk ke dalam tubuh Zhang Me. Sesuatu yang seharusnya tidak mungkin untuk terjadi.
Zhang Me hanya mengedikkan bahunya sebagai balasan dari keterkejutan Fang Je.
"Kemana para leluhur pergi?" tanya Feng Lu datang mendekati Zhang Me.
Zhang Me menoleh dan melihat Feng Lu yang datang menghampirinya lalu berkata, "Mereka pergi." jawabnya.
"Kemana?" tanya Feng Lu lagi.
Zhang Me menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu membalas perkataan Feng Lu, "Mati." jawabnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Feng Lu melotot mendengar perkataan Zhang Me. Apa baru saja ia mendengar bahwa para leluhur mati? pikirnya.
"Tidak usah cemas, tidak akan masalah jika Organisasi Musang Merah Darah tak memiliki leluhur." ucap Zhang Me.
Feng Lu terdiam, kehilangan rekan membuatnya sudah cukup resah. Tapi sekarang? ia harus kehilangan leluhur mereka, dan itu semua hanya karena seorang gadis. Jika seperti ini Organisasi Musang Merah Darah bisa hancur, pikirnya.
Feng Lu terlalu sibuk dengan pikirannya hingga Zhang Me yang sedari tadi memanggilnya tak ia perdulikan.
"Paman Lu!"
"Iya ada apa?" jawabnya setelah tersadar dari lamunannya.
"Tentu saja aku ingin pulang." jawab Zhang Me.
"Aku akan menunggumu paman Lu..." tambahnya dengan ekspresi penuh arti.
Zhang Me kemudian memasang kembali cadarnya lalu berjalan beriringan bersama Fang Je keluar dari gedung.
__ADS_1
Anggota Organisasi Musang Merah Darah menawarkan untuk mengantarnya namun Zhang Me menolak sehingga mereka hanya memberikan salam penghormatan pada Zhang Me.