The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 44- Akhir Turnamen


__ADS_3

Pertarungan telah usai, yang berhasil mendapat pengakuan yaitu Zhang Me, Lang Yizo, Zhou Peigong, Pa Chin, Pe Chin, Hui Xin dan Mi Yue.


Di atas arena Yin Yin mengucapkan berbagai kata dan juga menjelaskan pertarungan pada babak selanjutnya namun tiba-tiba Pe Chin dengan sengaja menembakkan anak panah nya pada Yin Yin dan mengenai lengannya.


Semua pandangan mengarah padanya, sedangkan Yin Yin dengan kuat mencabut anak panah tersebut pada lengannya.


Dengan ganas Yin Yin melotot pada Pe Chin lalu berkata, "Apa yang kau lakukan?!"


"Kau menyebalkan, kau membuat semuanya menjadi sangat lama..." saut Pe Chin.


Pe Chin kembali menarik busurnya dan mengarahkannya pada Yin Yin.


Tang!


Saat Pe Chin melepaskan anak panah nya sebuah pisau kecil membenturnya sehingga tembakannya tak mengenai sasaran.


Pe Chin menoleh ke arah muncul pisau tersebut tepatnya ke arah Zhang Me yang sedang tersenyum.


Tidak bisa ia pungkiri, senyuman Zhang Me membuatnya terpesona untuk sesaat.


"Selain cantik, ternyata kau juga gadis yang nakal." kata Pe Chin berjalan mendekati Zhang Me.


Lang Yizo yang berada didekat menjadi waspada, ia kuatir jika tiba-tiba Pe Chin menyerang Zhang Me.


Semua orang menjadi tegang, Yin Yin yang tadi berada di arena kini menjauh dari mereka dan tanpa disadari Zhang Me dan Lang Yizo telah dikepung oleh Pa Chin, Pe Chin, Hui Xin dan Mi Yui.


"Apa yang ingin kalian lakukan?!" kata Lang Yizo panik.


"Tentu saja membunuh kekasihmu..." saut Mi Yue dengan senyum miringnya.


Lang Yizo, Feng Lu dan Shen Zue yang mendengar perkataan Mi Yue cukup terkejut, sedangkan yang lainnya tersenyum senang karena mereka akan mendapatkan tontonan yang menyenangkan.


Yin Yin selaku pembawa acara juga tak bisa berbuat apa, untung saja Kaisar Lang Baeyou sedang sibuk dan tidak bisa menghadiri Turnamen, jika tidak maka ia akan marah dengan Turnamen yang tidak berjalan sesuai keinginan.


"Mengapa kalian sangat terburu-buru? Disini telah disediakan arena pertarungan, akan lebih baik jika kalian mencoba membunuhku disana." ucap Zhang Me santai sambil berjalan menaiki arena pertarungan.


Yang lain mengikuti termasuk Lang Yizo dan juga Zhou Peigong.


"Apa yang kalian lakukan disini? Kami tidak punya urusan dengan kalian jadi pergilah." usir Hui Xin pada Lang Yizo dan Zhou Peigong.


"Dia kekasihku, aku tidak akan membiarkan kalian melukainya." saut Lang Yizo.


Mendengar perkataan Lang Yizo membuat Zhang Me ingin sekali memukul kepalanya yang sedang tidak beres itu.


Sedangkan Zhou Peigong terdiam, ia tidak tau harus berkata apa, ia hanya merasa ingin membantu Zhang Me.


Tak lama, Feng Lu dan Shen Zue bergabung bersama Zhang Me membuat semua orang bertanya-tanya. Selain itu Fang Je juga tiba-tiba muncul membuat rasa penasaran dibenak semua orang semakin menggebu-gebu.


"Apakah mereka bawahanmu?" tanya Pa Chin saat melihat keberadaan Feng Lu, Shen Zue dan Fang Je.


Zhang Me tersenyum lalu menjawab, "Tentu saja bukan, mereka adalah orang-orang yang sangat menyayangiku dan tidak ingin aku terluka."


"Tapi aku lebih menyayangi mereka jadi aku tidak akan membiarkan mereka terluka." tambahnya.


Zhang Me menatap Fang Je lekat sambil tersenyum manis. Fang Je yang mengerti maksud dari Zhang Me langsung menghilang dari sana.


Semua orang semakin penasaran dengan sosok Fang Je, mereka berpikir bahwa Fang Je bukanlah manusia biasa yang bisa muncul dan menghilang begitu saja.


Seperti yang dilakukan pada Fang Je, Zhang Me juga tersenyum manis pada Feng Lu dan Shen Zue seolah memberi kode.


Dengan berat hati Feng Lu dan Shen Zue pergi meninggalkan arena pertarungan. Ditengah langkah mereka Feng Lu dan Shen Zue saling menatap penuh arti, mereka belum tau jika mereka memiliki Pemimpin yang sama.


"Kau juga, pergi dari sini." pinta Zhang Me pada Lang Yizo dengan ekspresi garang.


"Tidak! Aku akan membantumu dan melindungimu." tolak Lang Yizo.


"Aku juga." tambah Zhou Peigong pelan.


Zhang Me dan Lang Yizo serentak menoleh kebelakang menatap Zhou Peigong yang juga tengah menatapnya.


"Wah wah, lihatlah ternyata ada dua pahlawan yang ingin melindungi sang putri." ucap Mi Yue sambil bertepuk tangan dengan keras.


Bruak!


Tanpa terduga Hui Xin tiba-tiba muncul di belakang Zhou Peigong dan menendangnya dengan cukup keras hingga terlempar.

__ADS_1


"Kalian sungguh tidak sabaran."


"Sebenarnya aku ingin bermain-main dengan kalian tapi setelah mengetahui bahwa kalian yang melukai ayah dan ibuku sepertinya itu tidak mungkin..." ungkap Zhang Me.


Zhang Me mengikat tinggi rambutnya yang tadi terurai dan seiring ia melakukan itu perubahan juga terjadi pada dirinya


Pakaian mini berwarna hitam yang dipakainya bercahaya sebentar. Rambut yang tadinya berwarna coklat berubah menjadi hitam legam begitupun dengan matanya bak elang yang siap menerkam.


Siapapun yang melihat tatapannya akan merasa sangat terintimidasi karena merasa tengah melihat kegelapan yang tak berujung.


Ditangan kanannya terdapat pedang panjang berukuran dua meter sedangkan ditangan kirinya terdapat tombak dengan ukiran seekor burung gagak.


Perubahan Zhang Me membuat suasana disekitarnya menjadi mencekam, bahkan semua orang tak mampu menghalaunya dengan tenaga dalam membuat mereka kesusahan dalam bernapas dan sebagian kehilangan kesadaran.


Pa Chin, Pe Chin, Hui Xin dan Mi Yue mulai menyerang Zhang Me dengan bersamaan.


Pa Chin dan Hui Xin mengayunkan pedang mereka pada Zhang Me, sedangkan Pe Chin terus melepaskan anak panahnya ke arah Zhang Me tanpa henti dan Mi Yui melakukan gerakan memutar ditempatnya sambil menyerang udara.


Zhang Me yang mendapat serangan dari empat orang sekaligus tampak santai dengan senyumannya dan tak ada rasa cemas atau apapun itu.


Ia menahan serangan Hui Xin dan Pa Chin menggunakan pedangnya dengan sangat lincah tanpa beban sedikitpun. Sesekali ia juga memberikan serangan kecil pada mereka.


Sementara panah yang terus dilemparkan Pe Chin untuknya ia halau menggunakan tombaknya dengan sangat mudah.


Disisi lain Lang Yizo dan Zhou Peigong berniat ingin membantu Zhang Me sehingga mereka memilih melawan Pe Chin dan juga Mi Yue.


Zhou Peigong yang menguasai elemen es memunculkan sebuah panah yang terbuat dari es. Ia menarik anak panahnya yang terbuat dari es dan terlihat sangat tajam ke arah Pe Chin.


Melihat itu Pe Chin membalik arahkan sasarannya pada Zhou Peigong. Saat anak panah mereka bertemu, anak panah Zhou Peigong berhasil membelah dua anak panah milik Pe Chin yang hanya terbuat dari kayu.


"Kau jangan ikut campur jika tak ingin tiada..." ucap Pe Chin memperingati Zhou Peigong.


Sedangkan Lang Yizo tengah menatap heran pada Mi Yue yang terus menyerang udara, "Apa kau gila?" tanya Lang Yizo.


Mi Yue menghentikan gerakannya, ia menatap Lang Yizo tengah berdiri dihadapannya dan berkata, "Apa maksudmu?"


"Apa yang sedang kau lakukan? Sepertinya kau memang sudah gila." saut Lang Yizo sambil melambaikan tangannya diudara.


Mi Yue kesal, ia merasa bahwa Lang Yizo telah menghinanya dan ia tidak terima begitu saja sehingga ia kembali melakukan gerakan dan menyerang udara.


Sesaat setelah Mi Yue melakukan itu, tubuhnya tiba-tiba merasakan sakit seolah seseorang tengah menusuk dan mengirisnya menggunakan pisau.


Lang Yizo memeriksa tubuhnya dan mendapatkan banyak luka-luka diseluruh tubuhnya yang terus mengeluarkan darah.


Lang Yizo beralih menatap Mi Yue yang tengah tersenyum sinis padanya. Kini ia mengerti kemampuan yang dimiliki Mi Yue.


Namun tetap saja ia masih bingung sebab ia belum pernah mendengar seseorang yang memiliki kemampuan seperti itu dimana ia hanya perlu menyerang udara dan akan berhasil melukai lawannya. Menurutnya itu seperti sihir.


Ditengah keterkejutan Lang Yizo, kini Zhou Peigong sudah dipenuhi dengan anak panah diseluruh tubuhnya.


Ia tidak menyangka bahwa Pe Chin mampu membuat satu anak panah yang ia tembakkan menjadi banyak dan berhasil mengenai tubuhnya dengan bebas.


Tak!


Sebuah tombak panjang berhasil menembus jantung Pe Chin dengan ganas. Tombak tersebut mengeluarkan asap hitam dan tiba-tiba tubuh Pe Chin menghilang.


Zhou Peigong sangat terkejut, ia menatap tempat Pe Chin sebelumnya dan Zhang Me secara bergantian. Didalam hatinya mulai timbul rasa penyesalan. 


Pa Chin berhenti menyerang, saat tubuh Pe Chin menghilang ia berubah menjadi pria dewasa dan berbeda jauh dari sebelumnya.


"Jadi kalian adalah orang yang sama yaa..." ucap Zhang Me.


Sebenarnya Pa Chin dan Pe Chin bukanlah saudara kembar, mereka adalah satu orang yang mempunyai kemampuan membuat duplikat dirinya sendiri.


Sebelum Pa Chin kembali menyerang, Zhang Me mengayunkan pedangnya pada Pa Chin dan berhasil membuat kepala Pa Chin terpisah dari tubuhnya dan menggelinding bebas di tanah.


Hui Xin yang melihatnya menjadi gentar dan reflek membuatnya mundur satu langkah. Ia menatap pedang yang dipegang Zhang Me dengan cemas dan berpikir bahwa pedang itu bukan sembarang pedang.


Ditengah keterkejutannya, Zhang Me dengan sigap menyerang Hui Xin. Meskipun jarak mereka cukup jauh tapi pedang panjang milik Zhang Me masih mampu menggapainya dan untuk yang kedua kalinya pedang tersebut berhasil melenyapkan nyawa seseorang.


Mi Yue yang belum tersadar bahwa dirinya tinggal seorang masih terus menyerang Lang Yizo dengan kemampuan nya itu hingga ia melihat Zhang Me berdiri sangat dekat dihadapannya.


Mi Yue mengedarkan pandangannya, matanya melotot saat mendapati tubuh Pa Chin yang terpisah dari kepalanya dan tubuh Hui Xin yang terbelah dua di bagian perut.


"Kau..." ucap Mi Yue gelagapan.

__ADS_1


"Mengapa? Ini belum seberapa setelah apa yang kalian lakukan pada ayah dan ibuku." kata Zhang Me.


"Jangan pikir aku tidak mengetahui kebohongan kalian setelah kau berpura-pura menjadi gadis lemah yang teraniaya." tambah Zhang Me.


Mi Yue menggertakkan giginya dan bergerak membuat sebuah formasi. Lang Yizo yang melihat menjadi panik ia kuatir jika Mi Yue menggunakan teknik yang sama digunakan padanya untuk melukai Zhang Me.


"Hati-hati, dia bisa membuat mu terluka hanya dengan menyerang udara." ungkap Lang Yizo memperingati.


Zhang Me hanya tersenyum menatap Mi Yue yang tengah sibuk. Sebenarnya ia bisa membunuh Mi Yue saat ini juga tapi ada sesuatu yang membuatnya tertarik.


Zhang Me merasa bahwa diantara rekan-rekannya, Mi Yue lah yang paling kuat.


"Ah sial! Apa yang kau telah lakukan?!" protes Mi Yue.


Ia telah bersusah payah membuat formasi untuk menyerang Zhang Me namun tak terduga formasi miliknya  justru menyerang dirinya sendiri dan mendapatkan banyak luka.


"Aku hanya mengubah sedikit ruang disekitarku." saut Zhang Me sambil tersenyum.


"Dan kau berani sekali mencuri pisau milikku." kata Zhang Me meraih pisau kecil yang ada ditangan Mi Yue.


Mi Yue melotot, ia memiliki kemampuan yang mampu mengendalikan ruang dan gaya sehingga ia mampu memindahkan barang menggunakan ruang seperti yang ia lakukan untuk mengambil pisau milik Zhang Me termasuk kemampuannya yang hanya perlu menyerang udara agar dapat melukai musuhnya.


Namun saat mengetahui bahwa Zhang Me tau kemampuannya ia cukup terkejut bahkan Zhang Me juga bisa mengubah ruang disekitarnya.


Zhang Me menatap ke langit yang sudah mulai gelap dan tanpa basa-basi ia menyerang Mi Yue namun tidak mengahasilkan luka melainkan tubuh Mi Yue terikat oleh tali cahaya.


Tak lama Fang Je muncul lalu membawa Mi Yue menghilang bersamanya.


Kemudian Zhang Me kembali pada wujudnya yang sebelum, rambutnya kembali berwarna coklat begitupun dengan matanya. Tidak lupa ia juga menarik auranya yang mencekam dan membuat banyak orang tak sadarkan diri.


Zhang Me juga membantu Zhou Peigong melepas semua anak panah yang tertancap ditubuhnya dan memberikannya sebuah pil penghilang rasa sakit dan meminta Zhou Peigong untuk memberikan pada Lang Yizo juga.


Tak lama Yin Yin yang masih mampu bertahan dan menyaksikan pertarungan tadi ia berjalan menaiki arena pertarungan dan menghampiri Zhang Me dan mengajaknya berbicara.


Lang Yizo yang menerima pil dari Zhou Peigong ingin protes karena Zhang Me tidak memberinya secara langsung namun saat melihat Zhang Me dan Yin Yin sedang berbicara ia merasa penasaran dan bergegas mendekat dan mendengar pembicaraan mereka.


Terlihat Yin Yin mengangguk-ngangguk dan kemudian berkata dengan lantang bahwa yang menjadi pemenang Turnamen tahun ini adalah Zhou Peigong.


Zhou Peigong yang masih terkejut protes dan berkata, "Apa yang kau bicarakan? Semua orang yang menyaksikan kejadian ini sudah pasti tau bahwa pemenangnya bukanlah aku."


"Ya kau benar, tapi peserta yang tersisa hanya kalian bertiga dan dua orang baru saja telah mengundurkan diri yang berarti kau lah peserta satu-satunya dan pemenang Turnamen tahun ini." jelas Yin Yin.


Zhou Peigong tak bisa menahan rasa harunya, ia berjalan menghampiri Zhang Me dan langsung memeluknya.


Reaksi Zhou Peigong tentu saja disambut tidak baik oleh Lang Yizo yang memaksa melepas pelukannya.


"Berani sekali kau memeluk kekasihku!" protes Lang Yizo.


"Maafkan aku, aku hanya mencoba berterimakasih padanya. Berkat dia aku bisa memenangkan Turnamen ini dan akan segera terbebas." katanya.


Apapun alasannya Lang Yizo tetap tidak terima, ia berusaha untuk menjauhkan Zhang Me dari Zhou Peigong dengan menarik tangan Zhang Me mengikutinya menuruni arena pertarungan.


Semua orang juga cukup menyesali karena orang yang seharusnya menjadi pemenang justru mengundurkan diri di akhir acara.


"Lepaskan." pinta Zhang Me agar Lang Yizo melepaskan pegangannya namun ditolak.


Zhang Me langsung menghempaskan tangan Lang Yizo dan berjalan lebih cepat didepan meninggalkannya.


"Tunggu!"


Zhang Me menoleh, ia mendapati Cao Xueqin tengah menatapnya sambil tersenyum.


"Aku ingin menawarkan agar kau bergabung di sekte Mawar Perak, aku berjanji akan memberikanmu sumber daya yang cukup agar kau bisa meningkatkan kemampuanmu." kata Cao Xueqin.


"Tidak." tolak Zhang Me mentah-mentah.


Wajah Cao Xueqin menjadi jelek, ini yang pertama kalinya seseorang menolak ajakan nya untuk bergabung di sekte Mawar Perak dimana banyak orang yang memimpikan bergabung disana.


"Akan lebih baik kau bergabung di sekte Telaga Biru, kami berjanji akan memperlakukanmu spesial dan memberikan apapun yang kau inginkan." bujuk Mie Muxin.


"Aku ingin sekte Telaga Biru menjadi milikku, bisa kau berikan?" balas Zhang Me.


Tentu saja Mie Muxin bungkam, permintaan Zhang Me sudah pasti tidak akan ia patuhi jika meminta sekte Telaga Biru menjadi miliknya.


Tawaran demi tawaran untuk bergabung di sekte terus menghampiri Zhang Me, bahkan diantara penonton ada juga yang nekat menawari nya namun ia tak peduli dan tak ada satupun yang diterima oleh Zhang Me dan memilih untuk kembali pulang.

__ADS_1


__ADS_2