
Satu tahun berlalu, dan satu tahun pula Zhang Me hidup bersama dengan Li An dan Meng Ye di rumah sederhana yang satu-satu nya berada di dekat hutan perbatasan antara kota Yunqa dan ibu kota Lehan.
Selama satu tahun Zhang Me menghabiskan waktu meningkatkan kemampuan kultivasinya yang sekarang sudah berada pada tingkat Raja jika berada di tanah kultivator.
Melalui ingatan Zhang Me, terdapat beberapa tingkatan untuk seorang kultivator yang terbagi menjadi 9 bagian yaitu, Perunggu, Perak, Emas, Raja, Kaisar, Dewa, Misterius, Mortal, Ilahi, yang masing-masing memiliki tahap untuk mencapainya. Rata-rata orang yang ada di ingatan Zhang Me berada ditingkatan emas atau yang paling tinggi ditingkat raja.
Selain berlatih kultivasi, Zhang Me juga mendapatkan berbagai ilmu yang diajarkan Li An yang ternyata seorang pendekar Langit.
Menurut pengetahuan yang didapatkan Zhang Me, terdapat beberapa tingkatan pendekar yaitu, Kelas Satu, Kelas Dua, Kelas Tiga, Bumi, Langit, Mulia, dan yang terakhir adalah Sejati, dimana pendekar pada tingkatan ini masih bisa dihitung jari.
Jangan lupa dengan Meng Ye yang ternyata mengerti ilmu pengobatan, dan mampu bersaing dengan alkemis di tanah kultivator.
Dengan hal itu, Zhang Me memanfaatkan situasi dan meminta Meng Ye untuk mengajarinya. Namun, Zhang Me lebih fokus meracik racun daripada obat, sehingga dia menjadi ahli racun pada usianya yang masih muda.
"Huh segarnya..." ujar Zhang Me sedang berdiri di depan meja rias setelah membersihkan tubuhnya.
Hari ini Zhang Me berencana untuk berkunjung ke ibu kota kekaisaran Qing yaitu kota Lehan.
Mengingat kedua orang tuanya mempunyai usaha kedai makanan di ibu kota, dan mereka telah berangkat sejak pagi buta karena jarak yang harus ditempuh cukup jauh, ditambah dengan membawa beberapa keperluan kedai menggunakan kereta kuda.
"Aku akan mengenakan ini." ujar Zhang Me bergerak menuju sisi tempat tidurnya.
Zhang Me meraih sebuah kain hitam yang terletak disana, lalu memotongnya menjadi dua bagian. Satu bagian ia gunakan untuk menutupi dada dan sebagian perutnya, lalu diikat dibelakang punggung. Kemudian, bagian lainnya ia lilitkan pada pinggang dan sebagian pahanya membentuk rok mini.
"Cukup bagus, tapi aku tidak mungkin keluar dengan penampilan seperti ini..." ucap Zhang Me menatap pantulan dirinya dicermin dengan penampilan yang sangat terbuka, memamerkan bagian leher, bahu hingga belahan dada, dan juga sebagian perut, paha hingga kaki yang tidak tertutupi kain, memperlihatkan kulit putih bersih dan lembut miliknya.
"Apakah tidak ada sesuatu disini?" tanya Zhang Me pada dirinya sendiri sambil mengedarkan pandangan mencari sesuatu.
Tidak menemukan sesuatu, membuat Zhang Me keluar kamarnya menuju sebuah ruangan penyimpanan barang.
"Ini dia!" seru Zhang Me kegirangan sambil meraih jubah abu-abu dan kembali ke kamar miliknya.
Zhang Me kembali berdiri didepan meja rias, ia mengikat rambutnya tinggi, lalu memakai jubah yang ia temukan dan memasang penutup kepala.
"Meskipun penutup kepala ini membuat wajahku tidak terlihat begitu jelas, tetapi aku masih terlihat sangat cantik, aku harus menyembunyikan kecantikanku ini, kecantikan yang mampu membuat siapa saja akan mimisan jika melihatnya..." ujar Zhang Me berusaha mencari solusi untuk masalah ini.
Mau tidak mau, terima tidak terima, apa yang dikatakan Zhang Me adalah sebuah kebenaran. Dia memang memiliki kecantikan yang tidak biasa, kecantikan yang bisa menghancurkan sebuah kerajaan.
"Ah sial! gadis ini terlalu cantik, bahkan dia lebih cantik dari aku pada kehidupan sebelumnya. Tapi, mengapa pada waktu itu dia menyembunyikan kecantikannya dengan melumuri seluruh tubuhnya dengan tanah? Sudahlah, aku akan memikirkan itu setelah kembali ke tanah kultivator."
Zhang Me masih bergelut dengan pemikirannya sendiri, hingga sesuatu terlintas di kepalanya.
Dengan segera dia berjalan menuju tempat penyimpanan barang yang tadi dan kembali membawa sebuah topeng.
"Sempurna!" ucap Zhang Me menatap topeng yang menutupi sebagian wajahnya melalui cermin.
"Ah aku hampir melupakan sesuatu." ungkap Zhang Me, lalu meraih sebuah kantong berisi racun-racun miliknya diatas meja rias dan disembunyikan di balik jubah.
Tidak hanya itu, dia juga menyelipkan sebuah belati diantara pinggang dan kain yang menutupinya, serta pisau kecil dibalik sepatunya.
"ini baru sempurna!"
Zhang Me sekali lagi memeriksa penampilannya. Saat merasa cukup, dia keluar dari rumah dan melesat pergi dengan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi yang diajarkan Li An. Sebenarnya Zhang Me bisa saja terbang, hanya saja dia berada di wilayah pendekar dimana sangat jarang ditemukan seseorang yang bisa terbang, bahkan hampir tidak ada yang bisa melakukannya.
Jalan yang harus ditempuh Zhang Me untuk mencapai ibu kota sekitar 2 jam lebih. Tetapi, karena Zhang Me memilik ilmu meringankan tubuh yang tinggi membuatnya hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 jam. Dia hanya tinggal melewati hutan kecil didepannya dan akan segera mencapai pintu masuk kota.
Syuuttt
__ADS_1
Sebuah anak panah melesat dengan cepat kearah Zhang Me, tapi tak cukup cepat untuk melukainya.
Zhang Me menangkap anak panah tersebut dan menghentikan perjalanannya.
Selang beberapa detik, muncul sekelompok yang berjumlah puluhan orang memakai pakaian merah senada, dan masing-masing membawa senjata seperti pedang, golok, tombak dan sebagainya.
"Berani sekali melewati hutan ini tanpa memberi bayaran." ujar seorang pria dewasa di antara mereka.
Dibalik jubahnya, Zhang Me mengerutkan dahi, "Tapi paman, aku tidak memiliki apapun..." saut Zhang Me.
Mereka yang mendengar sautan Zhang Me saling tatap, sebab mereka tidak pernah mengharapkan seseorang dibalik jubah adalah seorang dengan suara seperti anak kecil.
"Paman? Aku bukan pamanmu! Aku adalah Feng Lu, salah satu pemimpin kelompok Organisasi Kalajengking Merah!"
"Baiklah paman Lu, biarkan aku pergi, aku tidak memiliki apapun..." ucap Zhang Me.
"Berarti kau menyerahkan nyawamu sendiri..."
Zhang Me membuka penutup kepalanya dan memperlihatkan wajah yang sebagian ditutupi oleh topeng.
"Apa kau yakin akan membunuh gadis kecil sepertiku paman?" tanya Zhang Me memasang wajah memelas.
Semua terpesona, meskipun hanya sebagian wajahnya yang terlihat, tapi mereka masih bisa melihat kecantikan yang tidak biasa.
"Ti-tidak bisa! Kau tidak bisa lewat jika tidak membayar." ucap Feng Lu gelagapan.
Mendengar itu membuat Zhang Me mengubah ekspresinya menjadi dingin, dia melempar anak panah ditangannya ke salah satu diantara mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Jleb. Anak panah berhasil menembus kepala sasarannya. Tidak hanya itu, Zhang Me melepaskan auranya yang mampu membuat mereka mendapatkan tekanan, bahkan ada beberapa yang tidak sadarkan diri.
"Ba-bagaimana mungkin?"
"Kau! Aura apa yang kau miliki ini? Mengapa sangat berbeda?!" ujar Feng Lu emosi.
Zhang Me tersenyum devil. Sebenarnya aura yang dia lepaskan hanyalah aura seorang kultivator yang tidak diketahui mereka.
"Cepat serang dia!" teriak Feng Lu pada mereka yang masih bertahan.
9 orang yang masih bertahan serempak menyerang Zhang Me diberbagai sisi, Zhang Me dengan sigap meraih belati yang diselipkan dipinggangnya dan telah ia lumuri dengan racun mematikan.
Meskipun kalah jumlah, Zhang Me berhasil mendesak mereka dan membuat Feng Lu yang diam menyaksikan menjadi membeku serta mengucurkan keringat.
"Gadis ini terlihat tidak memiliki tenaga dalam, tapi mengapa dia bisa sekuat itu?" ucap Feng Lu gemetaran.
Setelah bertukar beberapa serangan, Zhang Me mengetahui mereka adalah pendekar bumi yang rata-rata berada pada tingkat menengah.
"Saat nya menguji coba racunku!" teriak Zhang Me ditengah pertarungan.
Setelah mengatakan itu, satu persatu hingga semua orang yang terkena serangan Zhang Me tumbang dalam keadaan seluruh tubuh yang membiru.
"Waahh racun ini cukup bagus, mampu membunuh pendekar bumi dengan cepat." ucap Zhang Me menatap mayat yang berserakan di tanah.
Zhang Me menyembunyikan kembali belatinya dipinggang, "Ah aku lupa, ternyata masih ada satu..." ujar Zhang Me meraih kembali pisau kecil miliknya dan menatap Feng Lu dengan tubuh yang sudah bergetar hebat dan wajah pucat pasi.
Feng Lu tertegun, dari awal ia tidak ikut bertarung karena mengira ini hanya masalah kecil yang tidak membutuhkan tenanganya, tapi dugaannya ternyata salah. Masalah yang ia pikir kecil adalah sebuah masalah besar yang tak pernah terpikirkan olehnya.
"Ga-gadis kecil tolong jangan membunuhku, ambil semua koin ini. Aku akan berikan semuanya..." ujar Feng Lu mengeluarkan semua koin miliknya.
__ADS_1
"Aku akan melakukan apapun untukmu, jika perlu aku akan memberikan posisiku sebagai salah satu pemimpin padamu." lanjut Feng Lu memohon dengan posisi yang sudah berlutut.
"Tapi kau sudah membuatku kesal paman..."
"Maafkan aku gadis kecil, kumohon..."
"Baiklah, tapi dengan satu syarat." ucap Zhang Me tersenyum penuh arti.
"Katakan apapun syaratnya, akan aku lakukan..." saut Feng Lu.
"Baiklah, lebih baik paman berdiri terlebih dulu, kita akan bicara sambil berjalan, karena paman perjalananku ke ibu kota jadi terganggu." ucap Zhang Me merenggut kesal.
Feng Lu dengan cepat berdiri dari posisi berlututnya, takut berbuat kesalahan dan bisa membuat Zhang Me membunuhnya kapan saja.
"Aku akan mengambil semua koin ini, paman tidak keberatan kan?" tanya Zhang Me sambil meraih 2 kantong berisi koin dengan ukuran sedang.
Feng Lu mengangguk, sambil memperhatikan gerakan Zhang Me yang menyimpan kantong koin di balik jubah.
Zhang Me memakai penutup kepala, kemudian meraih tangan Feng Lu dan menggenggam jari telunjuk Feng Lu layaknya anak kecil. Dan sebab itu, Feng Lu semakin tidak bisa mengatur keringat yang bercucuran didahinya. Pikirannya menjadi liar, dia berpikir ini adalah awal Zhang Me akan membunuhnya.
Mereka terus berjalan beriringan keluar hutan menuju ibu kota dengan Feng Lu yang sudah lebih santai dari sebelumnya. Jika memang Zhang Me ingin membunuhnya, dia pasti sudah melakukannya sejak tadi.
"Paman, apa itu Organisasi Kalajengking Merah?" tanya Zhang Me sambil mendongak menatap Feng Lu yang memilik ukuran tubuh lebih tinggi dan besar darinya.
"Organisasi Kalajengking Merah adalah salah satu kelompok terbesar tempat sekumpulan penjahat, pembunuh dan pelaku tindakan kriminal lainnya..." jawab Feng Lu.
"Jadi kalian kelompok yang sering melakukan pembunuhan? Apa kalian pembunuh bayaran?" tanya Zhang Me menatap lurus kedepan saat hampir keluar dari hutan.
Feng Lu menggaruk pipinya sambil tersenyum canggung, "Bisa dikatakan seperti itu, tapi selain itu kami melakukan sesuatu seperti penjarahan, mencuri, pemberontakan dan yang lainnya. selama itu dapat menghasilkan uang..." jawab Feng Lu.
Zhang Me mengangguk tanda mengerti, "Bukankah paman mengatakan bahwa paman adalah salah satu pemimpin? Selain paman ada berapa pemimpin?"
"Organisasi Kalajengking Merah terbagi menjadi 5 kelompok dan memiliki 5 pemimpin yang salah satunya adalah aku..."
Zhang Me menjadi antusias, "Waah paman hebat sekali, diantara kalian siapa yang paling kuat?"
"Tentu saja aku gadis kecil..." jawab Feng Lu tersenyum bangga.
"Benarkah? jika seperti itu tidak akan ada masalah jika aku menjadi pemimpin utama Organisasi Kalajengking Merah!" sorak Zhang Me riang.
Feng Lu menghentikan langkahnya, mencerna ucapan Zhang Me, "Apa maksudmu gadis kecil?" tanya Feng Lu menatap Zhang Me yang juga menghentikan langkah dan tengah menatapnya.
"Paman, ini adalah syaratnya. Aku tidak akan mengambil posisi paman menjadi salah satu pemimpin, melainkan menjadi pemimpin utama, dan tidak akan ada yang menolak karena paman adalah yang terkuat."
"Bukankah aku sangat baik paman?" lanjut Zhang Me kembali melanjutkan langkahnya.
Feng Lu terlihat berfikir lalu berkata, "Baiklah, lagipula posisi pemimpin utama sedang kosong." ucap Feng Lu memutuskan, karena memang dia tidak punya kesempatan untuk menolak.
"Pilihan yang tepat paman, sekarang berikan aku sesuatu yang bisa membuat anggota Kalajengking Merah mengenaliku sebagai pemimpin mereka, karena aku tidak akan segan membunuh mereka jika menggangguku."
Feng Lu dengan sigap meraih sesuatu dibalik bajunya, "Ambil ini, semua anggota Kalajengking Merah mengenali plakat itu." seru Feng Lu memberikan sebuah plakat berwarna merah darah.
"Terima kasih paman, ayo lebih cepat. Pintu ibu kota sudah tidak jauh lagi." ungkap Zhang Me melesat cepat dengan ilmu meringankan tubuh, dan meninggalkan Feng Lu yang menganga tak percaya melihat kecepatan Zhang Me.
Dia bahkan tidak berhenti berpikir, siapa sebenarnya gadis kecil itu?
Terima kasih sudah membaca.
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu mendukung cerita ini yaaaa
Salam hangat dari author hehe