The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 63- Serikat Petualang


__ADS_3

Serikat petualang merupakan sebuah organisasi yang menjamin keamanan dan keselamatan bagi manusia dengan perantara petualang.


Bisa dikatakan bahwa serikat petualang menyediakan tenaga kerja atau kekuatan bagi siapapun yang membutuhkan. Mereka cukup membuat permohonan menyelesaikan sebuah misi untuk petualang dengan bayaran yang sesuai.


Dalam hal ini, kemampuan seorang petualang ditentukan dengan beberapa tingkatan.


Tembaga, tingkatan paling awal dari seorang pendaftar baru dan pemula. Kemampuan tidak diketahui.


Besi, seorang petualang yang bisa dikatakan cukup kuat dan terampil di sebuah desa dan ahli dalam hal pembangunan.


Perak, petualang yang bisa berburu monster berbahaya seperti Ogre atau Goblin. Kebanyakan dari mereka adalah petualang terlatih.


Emas, petualang dengan kekuatan yang setara prajurit elit.


Platinum, petualang yang bisa menggunakan sihir tingkat 3. Sekitar 20% yang ada di suatu negara adalah Platinum atau lebih tinggi. Petualang sejenis ini biasanya digunakan sebagai pendukung dalam sebuah pertarungan.


Mithril, yang memegang peringkat Mithril hanya petualang terpilih yang cukup terampil.


Orichalcum, petualang tingkat tinggi dimana kemampuannya sudah mendekati tingkat pahlawan.


Adamantite, sosok heroik yang telah menerima banyak prestasi. Penjaga umat manusia, namun itu hanya bisa disematkan pada sebuah kelompok. Bisa dikatakan bahwa tingkatan ini adalah tingkat pahlawan.


Setelah sadar dari keterkejutan nya, Zhang Me memperhatikan dengan seksama kedua pria yang juga melakukan pendaftaran sebagai petualang seperti dirinya.


Sesuai dengan penjelasan gadis tadi, Wang Rong meletakkan telapak tangannya dan berkata, "Wang Rong..."


Entah bagaimana caranya energi keluar dari ujung jari telunjuknya sebesar setetes air kemudian kitab tersebut bersinar dan melayang lalu terjatuh.


Jung He, gadis penanggung jawab serikat membuka kitab yang tertutup lalu memberikan sebuah lencana Platinum pada Wang Rong yang ia temukan di dalam kitab.


Petualang yang berada di serikat ikut menyaksikan, entah mengapa empat orang baru yang melakukan pendaftaran cukup menarik perhatian mereka.


Buktinya Wang Rong yang langsung mendapatkan lencana Platinum, kejadian tersebut merupakan sesuatu yang sangat jarang atau bahkan tidak pernah terjadi sebab kebanyakan orang mendapatkan lencana Platinum dengan cara menyelesaikan suatu misi tertentu sehingga bisa naik tingkatan, bukan dengan mengandalkan energi spiritual.


Giliran Wang Ling, ia melakukan hal yang sama dengan Wang Rong dan juga mendapatkan lencana Platinum.


Rasa kagum dan iri menyatu di dalam emosi petualang yang menyaksikan nya, betapa beruntung Wang Ling dan Wang Rong bisa langsung mendapatkan lencana Platinum.


Sekarang kita beralih pada Zhang Me, dari balik tudung ia menatap bingung pada kitab yang disodorkan padanya.


Sesuai dengan ketentuan, Zhang Me melakukannya dengan benar. Dari balik tudung ia mengingat bagaimana kedua pria sebelumnya mengumpulkan sebuah energi dari dalam tubuh dan hanya mengeluarkan setetes melalui ujung jari telunjuknya.


Setelah Kitab terjatuh, Jung He kembali membukanya dan betapa kaget dirinya saat mengetahui lencana apa yang keluar.

__ADS_1


"Silahkan Nona!" sikap Jung He langsung berubah drastis pada Zhang Me, sambil menunduk ia memberikan sebuah lencana Orichalcum pada Zhang Me.


Beberapa Petualang yang semula duduk tiba-tiba berdiri sangking terkejutnya melihat lencana yang didapatkan Zhang Me.


Tidak ingin berlama-lama Fang Je juga melakukannya dan mendapat lencana Orichalcum.


Untuk pertama kalinya selama Jung He menjadi penanggung jawab serikat ini untuk yang pertama kali dirinya dibuat terkejut bukan main. Dua orang baru yang mendapat lencana Platinum dan dua lainnya Orichalcum. Sulit rasanya membayangkan apa yang terjadi jika mereka membentuk kelompok.


Petualang yang berada di sana tidak bisa lagi membendung rasa penasaran, mereka mencoba mendekat pada Zhang Me dan Fang Je untuk memastikan. Sangat sulit bagi mereka untuk menerima kenyataan.


Sedangkan Wang Ling fokus pada Zhang Me yang sibuk membolak-balik lencananya tanpa peduli sedikitpun pada kericuhan disekitarnya.


"Apa ini yang dimaksud identitas petualang?" tanya Zhang Me pada Jung He.


Jung He yang masih belum sadar dari keterkejutannya hanya bisa mengangguk menanggapi.


"Jadi sekarang aku bisa menginap di penginapan manapun dengan identitas ini?" tanya Zhang Me lagi dan dibalas anggukan.


Wang Ling dan Wang Rong menganga tak percaya, sekarang mereka mengerti apa yang terjadi. Sepertinya kedua orang ini adalah pendatang dan mendaftar sebagai petualang agar bisa mendapatkan penginapan.


"Aku jadi penasaran pada sosok dibalik tudung tersebut..." gumam Wang Ling sambil tersenyum tipis, sebuah ide terlintas di kepala nya.


Wang Ling mengumpulkan sedikit energi spiritual berbentuk kerikil kecil lalu dengan sengaja mematik energi tersebut kearah tudung Zhang Me dan membuatnya hampir jatuh jika Fang Je tidak sigap menahannya.


Fang Je masih diam, ia menatap sinis pada Wang Ling lalu berkata, "Diam jika tak ingin mati." katanya singkat dan pelan pada Wang Ling.


Jika dilihat dari reaksi Wang Ling, jelas sekali bahwa perkataan Fang Je berpengaruh pada Wang Ling. Namun bukan rasa takut melainkan perasaan semangat dan bergairah karena Fang Je bisa menyadari perbuatannya. Entah apa yang istimewa dari itu.


Setelah memiliki identitas petualang kini Zhang Me dan Fang Je bisa mendapatkan tempat untuk menginap, mereka memilih penginapan yang ada tepat didepan serikat petualang.


"Dua kamar..." ucap Zhang Me pada pria yang bertugas melayani tamu sambil memberikan sekantong koin emas dari sakunya dan plakat yang menunjukkan identitasnya sebagai petualang.


Pria tersebut bingung setelah melihat isi kantong milik Zhang Me dan berkata, "Maaf nona, harga untuk dua kamar senilai 10 tembaga setiap malamnya." katanya sopan tapi terdengar sedikit gemetar, mungkin karena melihat plakat milik Zhang Me.


"Tembaga? Aku memberi mu emas mengapa kau meminta tembaga? Bukankah nilainya lebih tinggi?" ucap Zhang Me.


"Kau benar, tapi penginapan yang berada di bawah naungan pemerintahan kerajaan dilarang untuk meminta atau menerima lebih dari harga yang sudah ditetapkan dari petualang manapun..." jelasnya.


Zhang Me hanya diam tanpa membalas apapun. Menurutnya sangat jarang ada peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemimpin wilayah dapat dipatuhi warganya tanpa adanya penyimpangan. Kejadian ini biasa terjadi jika suatu wilayah memiliki  pemimpin yang baik dan bijaksana.


"Di dalamnya berisi 15 tembaga, kami memesan satu kamar dan dua untuk mereka..."


Fang Je dan Zhang Me serentak menoleh dan mendapati dua pria yang bertemu dengan mereka di serikat petualang tadi. Wang Ling dan Wang Rong.

__ADS_1


Setelah itu mereka mengikuti pria tadi menaiki tangga menuju kamar yang berada dilantai lima tepatnya dilantai paling atas untuk mereka tempati sementara waktu.


Di lantai atas hanya terdapat empat kamar sebab kamar tersebut merupakan kamar istimewa dengan fasilitas yang cukup lengkap dengan harga terjangkau dan hanya boleh digunakan oleh petualang tingkat Platinum ke atas.


Tanpa mengatakan sepatah katapun Zhang Me hanya memandang Wang Ling dan Wang Rong secara bergantian kemudian memasuki kamar yang ia pilih, tepatnya berada di tengah-tengah antara kamar Fang Je dan dua bersaudara.


"Maaf, Bisa bicara sebentar?"


Baru saja Fang Je ingin membalikkan badannya namun tak jadi setelah Wang Ling mengajaknya bicara.


"Terimakasih untuk yang tadi, sebagai gantinya kau boleh memiliki ini." kata Fang Je dingin sambil melempar sekantong koin emas yang dikeluarkan Zhang Me tadi lalu pergi meninggalkan Wang Ling dan Wang Rong.


Wang Ling dengan reflek menangkap kantong tersebut lalu tersenyum tipis, reaksi Fang Je sungguh diluar dugaan, "Apa aku tidak terlihat menarik?" tanya Wang Ling pada Wang Rong.


'Plak'


Wang Rong memukul kepala Wang Ling lalu berkata, "Kau tidak akan terlihat menarik di mata pria, jadi jangan melakukan sesuatu yang aneh."


"Menurutku mereka bukan orang biasa sebab orang biasa tidak akan dengan mudah memberikan sekantong koin emas kepada orang asing." kata Wang Rong sambil memasang wajah penasaran.


Tak lama seorang wanita tiba-tiba muncul, ia mulai membisikkan sesuatu ke telinga pria yang menunjukkan kamar tamu lalu pergi dari sana.


"Permisi, maaf atas kelancangan saya. Pemilik penginapan ingin bertemu dengan kalian..." kata pria yang baru saja mengantar mereka dan menyampaikan pesan bahwa pemilik penginapan meminta bertemu.


Wang Ling dan Wang Rong saling melempar tatapan seolah berkata, "Apa kita melakukan kesalahan?"


Setelah mengatakan pesan pada Wang Ling dan Wang Rong pria tadi kemudian berpindah mengetuk pintu kamar Zhang Me, "Permisi nona..."


Masih dengan usaha yang sama ia terus mengetuk pintu Zhang Me namun tidak mendapatkan jawaban apapun membuatnya menyerah.


Kini ia beralih didepan kamar Fang Je lalu dengan cara yang sama ia mengetuk pintu kamar Fang Je. Tak lama setelah itu suara Fang Je terdengar, "Ada urusan apa?" tanya nya dari dalam tanpa membuka pintu.


"Maaf atas kelancangan saya, pemilik penginapan ingin segera bertemu dengan anda."


"Baiklah, katakan padanya kami akan menemuinya besok pagi..." jawab Fang Je.


"Maaf tuan, tapi pemilik penginapan ingin segera bertemu..." ucap pria tersebut ragu-ragu.


Fang Je diam sebentar lalu menjawab, "Aku sama sekali tidak peduli, Kami baru saja tiba malam ini dan kami butuh istirahat. Jika ingin bertemu tunggu hingga esok pagi."


Jawaban tak terduga Fang Je membuat Wang Ling menjadi sumringah, sedangkan Wang Rong hanya mengerutkan kening melihat tingkah aneh saudaranya.


"Satu hal lagi, jika kau masih mencintai nyawamu maka berhenti mengetuk pintu kamar sebelah karena dia tidak akan menjawab meskipun terjadi bencana alam..."

__ADS_1


Meski tak terlihat, pria tadi hanya mengangguk sebagai balasan atas ucapan Fang Je lalu pergi dari sana setelah menundukkan kepala sambil memikirkan perkataan Fang Je yang membuatnya sedikit kuatir.


__ADS_2