The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 57- Portal Dimensi II


__ADS_3

Semua Binatang Buas yang ada di hutan keramat telah berkumpul. Mulai dari yang terkecil hingga terbesar. Zhang Me sendiri tak menduga bahwa ada sebanyak ini.


Semua Binatang Buas yang ada disana berlutut didepan Zhang Me termasuk Ertai yang berubah pada wujud serigalanya.


"Kami sudah siap..." ucap Ertai.


Zhang Me hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia lupa menanyakan pada Ertai bagaimana cara memindahkan sesuatu ke dalam Portal Dimensi.


Tiba-tiba sebuah suara muncul dipikiran Zhang Me dan memberitahukan apa saja yang harus dilakukannya. Zhang Me hanya bisa tersenyum, itu adalah suara Ertai. Ia tak tau bagaimana Ertai melakukannya namun ia terbantu akan hal itu sehingga ia mulai melakukan apa yang dikatakan Ertai.


Dalam posisi berdiri Zhang Me memejamkan matanya sambil memegang lionting yang bertengger dilehernya dan memfokuskan dirinya lalu cahaya muncul dari lionting tersebut dan kemudian semuanya menghilang kecuali Fang Je.


"Apa-apaan ini? Dia melupakanku?" ucap Fang Je kesal meskipun ia tahu bahwa Zhang Me hanya memindahkan mereka dan akan kembali namun ia juga merasa penasaran dengan yang disebut Portal Dimensi.


Disisi lain Zhang Me dan para Binatang Buas muncul di tempat yang sama seperti Zhang Me kemudian mereka langsung berjalan melewati jembatan dan menemukan kelima pintu yang sebelumnya ditemui Zhang Me.


"Kita akan kepintu yang mana?" tanya Ertai disamping Zhang Me.


"Kalian akan masuk ke pintu pertama." jawab Zhang Me sambil menunjuk pintu yang berada paling ujung disisi kiri mereka.


Ertai mengangguk dan berjalan duluan berniat membuka pintu namun hasilnya nihil, pintu tersebut tidak bisa terbuka. Ia merasa bahwa pintu tersebut memiliki berat jutaan ton.


"Bagaimana mungkin? Pintu itu sama sekali tidak terkunci." kata Zhang Me.


Zhang Me kemudian berjalan mendekati pintu lalu mengangkat sebelah tangannya untuk mendorong pintu dan terbuka.


Wajah Zhang Me berkerut menatap Ertai, "Apa kau benar-benar mendorongnya?" tanya Zhang Me pada Ertai.


"Sepertinya pintu ini hanya bisa terbuka jika kau yang membukanya." tebak Ertai.

__ADS_1


Zhang Me menoleh menatap pintu-pintu yang lainnya dan tanpa sadar menghembuskan nafas lega berpikir tidak akan kuatir jika ada yang mencoba membuka pintu-pintu tersebut dan mengambil semua miliknya terutama yang ada pada pintu kedua.


Ya miliknya, Zhang Me sudah sangat tegas memutuskan bahwa semua yang ada disini adalah miliknya meskipun itu memang benar adanya.


Setelah sibuk dengan pikirannya sendiri, Zhang Me kemudian meminta agar semuanya segera masuk kedalam hutan karena ia merasa tak enak meninggalkan Fang Je sendirian.


Sesuai perintah Zhang Me, semua Binatang Buas bergegas masuk kedalam lalu Zhang Me menutup pintunya dari luar dan kembali pada Fang Je.


"Kita akan kembali untuk perpisahan lalu pergi mencari orang itu di Benua Selatan." kata Zhang Me.


"Oh iya, aku memberimu pilihan untuk ikut atau tidak karena aku tidak akan memaksamu sebab ada kemungkinan saat aku bertemu orang itu maka aku akan langsung kembali ke tempatku yang sebenarnya." lanjutnya.


Fang Je tidak langsung menjawab, ia mencoba mencerna baik-baik perkataan Zhang Me.


"Meskipun aku tidak tau darimana kau berasal, namun sebuah ikatan yang entah muncul sejak kapan membuatku ingin selalu ada di dekatmu meskipun nyawa akan menjadi ancaman..."


Zhang Me memasang wajah memelas dan sengaja mengelap pipinya seolah ia sedang meneteskan air mata lalu berkata, "Jeje, aku berjanji akan selalu bersamamu." kata Zhang Me sambil menggenggam kedua tangan Fang Je.


Sebuah pukulan yang cukup keras mendarat di kepala Zhang Me membuatnya langsung tertawa terpingkal-pingkal.


Mendengar ucapan Fang Je membuat Zhang Me tak tahan untuk menggodanya, sedangkan Fang Je yang sadar sedang di goda tak ragu-ragu memberikan pukulan pada Zhang Me karena merasa kesal.


"Baiklah, ayo kita kembali sekarang." ucap Zhang Me dan diangguki oleh Fang Je.


Kemudian mereka berdua berjalan kearah pintu rimba tempat pertama kali saat mereka memasuki Hutan Keramat.


Jelas sekali disana terlihat sebuah cahaya yang merupakan pintu masuk Hutan Keramat atau portal dimensi.


Zhang Me dan Fang Je bergegas melewati cahaya tersebut dan kembali menginjakkan kaki di Istana Kekaisaran. Hal pertama yang dipikirkan Zhang Me saat berada di Istana yaitu berharap agar tidak bertemu dengan dia.

__ADS_1


Namun sungguh ironis dan sangat disayangkan, saat ini takdir sedang tak berpihak padanya. Orang yang tak ingin ditemui Zhang Me justru secara tiba-tiba muncul dihadapannya dengan senyum khas yang dimilikinya. Ia adalah Lang Yizo, pangeran kedua yang sangat mengagumi Zhang Me.


Dengan wajah malas dan tak berminat Zhang Me berkata, "Aku lebih memilih berhadapan dengan puluhan pemberontak daripada harus berhadapan denganmu..."


"Hanya puluhan? Aku juga sanggup melakukan itu." saut Lang Yizo


"Jutaan." ralat Zhang Me cepat.


Lang Yizo terkekeh, ia tak pernah membayangkan akan bertemu dengan gadis seperti Zhang Me yang menurutnya sangat menggemaskan apalagi dengan penampilannya yang terlihat tak terurus membuat Zhang Me tampak berbeda dimata Lang Yizo.


"Enyahla, aku ingin segera kembali." Kata Zhang Me sambil berjalan melewati Lang Yizo.


Lang Yizo menghindar, ia membiarkan Zhang Me melewatinya lalu berjalan sejajar dengan Fang Je mengikuti Zhang Me dibelakang.


Kemudian tanpa aba-aba Zhang Me menggunakan keahliannya dan langsung menghilang dari jarak pandang Fang Je dan Lang Yizo membuat mereka berdua serentak menghentikan langkah dan saling tatap cukup lama.


"Ha? Kemana perginya?" tanya Lang Yizo pada Fang Je.


Fang Je tidak menjawab, ia hanya mengedikkan bahunya lalu berjalan duluan meninggalkan Lang Yizo yang tengah kebingungan.


Disisi lain Zhang Me sudah berbaur ditengah-tengah hiruk pikuknya  masyarakat yang sedang melakukan berbagai aktifitas nya masing-masing.


"Apa kalian sudah tau bahwa telah terjadi perselisihan antara Organisasi Musang merah darah dengan Gazuura?"


"Benarkah?"


"Sepertinya peperangan hebat akan terjadi lagi..."


Zhang Me menghentikan langkahnya saat pendengarannya tak sengaja menangkap obrolan sekelompok pria yang berjalan melewatinya.

__ADS_1


"Apa terjadi sesuatu?" Zhang Me membatin penuh tanda tanya.


Kemudian ia melanjutkan langkahnya lalu berbelok ke lain arah sampai dirinya menemukan sebuah tempat yang tidak ada orang sama sekali disana selain dirinya dan tiga orang yang berlutut didepannya.


__ADS_2