The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 15- Tiga Jendral


__ADS_3

Shen Zue dan anggota Gazuura muncul tepat di depan pintu masuk Lembah Neraka setelah tadi berpindah dari markas mereka.


Shen Zue menatap sekian banyaknya anggota Gazuura sambil berpikir, "Apakah jumlah kita tidak terlalu banyak untuk melakukan tugas ini?" tanyanya.


"Apa maksudmu? Apa kau ingin hanya kau saja yang melakukan tugas yang diperintahkan ratu?" saut salah satu diantara mereka.


"Ayolah, kami juga ingin melakukan tugas pertama dari ratu kami." saut yang lainnya.


Shen Zue mengangguk tanda setuju dan berkata, "Baiklah, pergilah ke berbagai tempat agar kita dapat segera menemukannya..."


Semuanya mengangguk, kemudian berpisah ke berbagai arah untuk mencari Meng Ye dengan jumlah orang mencapai seribu lebih.


***


Disisi lain, tepatnya di pusat perbelanjaan, Meng Ye sedang sibuk kesana kemari mencari bahan makanan untuk perlengkapan dapur sebagai persiapan untuk beberapa hari kedepan.


Matahari yang cukup terik berhasil membuat dahi Meng yu dipenuhi dengan peluh keringat, ditambah lagi dengan banyak sekali barang yang ia bawa dikedua tangannya.


Ia berjalan sedikit menepi ketempat yang tidak terlalu ramai dan duduk dibawah pohon yang bisa melindunginya dari terik matahari.


Meng Ye menggerakkan tangan mengahapus keringat menggunakan pakainnya sendiri, lalu beralih melihat-lihat barang yang dibelinya.


Ia menghembuskan nafas berat, "Aku rasa ini belum cukup..." ucapnya lalu menyenderkan tubuhnya pada batang pohon.


"Me'er akan tinggal disini bersama kami, dan dia sangat senang sekali makan..." lanjutnya.


Ia kembali membayangkan betapa lahapnya Zhang Me setiap kali memakan masakannya, ia bahkan tak bosan-bosan mendengar pujian dari Zhang Me mengenai masakannya.


'Tak'


Lamunan Meng Ye buyar, tiba-tiba sebuah pisau tertancap dipohon yang sedang ia sandari tepat diatas kepalanya dan seorang pria tanpa mengenakan baju berdiri dihadapannya.


Meng Ye segera bangkit dari duduknya lalu menatap pria tersebut dengan ekspresi datar dan berkata, "Apa maumu?" tanyanya.


Pria tersebut mendekat, "Kau manis sekali, setidaknya biarkan aku mencicipimu..." katanya sambil meraih dagu Meng Ye.


Ia memandang Meng Ye dengan tatapan minat, namun tangannya langsung ditepis dan dipukul oleh Meng Ye dengan sangat keras. Namun bukannya marah, ia malah tersenyum lebar, baginya jarang sekali menemukan wanita berani seperti Meng Ye.


"Ayo bermainlah denganku, aku akan pastikan kau puas..." ucapnya.


Mata Meng Ye memerah mendengar perkataan pria tersebut, secara tidak langsung pria itu telah menghina dan melecehkannya.


"Berani sekali kau mengatakan itu padaku." saut Meng Ye pelan tapi jelas.


Tanpa disadari oleh pria tersebut, Meng Ye memasukkan sebelah tangannya pada kantong kecil yang menggantung dipinggangnya, kantong tersebut berisi racun racikannya.

__ADS_1


Sebelum Meng Ye berhasil memberikan racun, tangannya sudah lebih dulu dicekat. "Kau tidak akan bisa melakukan apapun." ucap pria tersebut sambil tersenyum jahat.


Ia langsung memukul bagian belakang leher Meng Ye hingga tak sadarkan diri, dan kemudian pergi dengan membawa Meng Ye dipundaknya. Mereka yang melihat kejadian itu hanya bersikap tak perduli.


***


Zhang Me dengan posisi santainya menatap tiga orang yang berdiri didepannya dengan tenang.


Ketiga orang tersebut memakai jubah berwarna hitam pekat yang menutupi seluruh tubuhnya, bahkan wajah mereka tidak terlihat sedikitpun. Dan tak lupa dengan busur panah beda warna yang bertengger di masing-masing punggung mereka.


"Aku akui Gazuura berhasil membuatku terkejut beberapa kali, padahal belum sehari aku menjadi pemimpin..." ujar Zhang Me.


"Kami juga cukup terkejut, karena setelah sekian lama, ini adalah yang pertama kalinya pemimpin Gazuura mengetahui keberadaan kami kecuali pemimpin pertama..." saut salah satu diantara mereka.


Zhang Me mengangkat sebelah alisnya, dari suaranya ia tau bahwa orang yang baru saja berbicara adalah seorang wanita.


Sedangkan disudut bagian lain ruangan tersebut, Fang Je hanya diam mengamati. Dirinya sendiri tidak tahu mengenai tiga orang tersebut dan apa hubungannya dengan Gazuura.


"Aku rasa mereka terlewatkan saat kau mencari tau tentang Gazuura." ucap Zhang Me melirik ke arah Fang Je.


Fang Je melongo, ia akui bahwa ia tidak tahu apapun tentang ketiga orang tersebut.


"Apa maksudmu? Kami selalu mengawasi Gazuura, bagaimana mungkin ia bisa lolos dari pandangan kami saat ia mencoba mencari tau mengenai Gazuura?" saut yang lainnya.


"Oh benarkah? Sepertinya kalian mempunyai kemampuan yang sama dalam hal bersembunyi..." ungkap Zhang Me.


Sebenarnya Zhang Me sudah mengetahui siapa mereka berkat kemampuan menganalisanya, tapi ia ingin mereka memperkenalkan dirinya sendiri.


Salah satu dari mereka maju kedepan dan membuka suara, "Kami adalah tiga orang yang mengawasi dan melindungi Gazuura terutama dari penghianat. Kami disebut 'Tiga Jendral' dan aku adalah Miang Huo, pemimpin dari mereka..." ucapnya, dia wanita yang tadi.


"Aku pengendali Elemen Api." sambungnya.


"Aku Bo Xiang Shui, pengendali Elemen Air..."


"Xie Qiu, pengendali Elemen Angin..."


Zhang Me menghembuskan nafasnya kasar, tidak sesuai harapannya, perkenalan mereka terlalu singkat.


Zhang Me mengibaskan tangannya sambil berkata, "Terserah kalian saja, aku pergi dulu..."


"Tunggu!" teriak Miang Huo dan Fang Je bersamaan.


Zhang Me yang baru ingin berbalik pergi, segera mengurungkan niatnya, "Ada apa?" tanyanya menatap Miang Huo dan Fang Je.


"Apa kau akan meninggalkanku disini hah?" saut Fang Je merenggut kesal.

__ADS_1


Sedangkan Miang Huo, Bo Xiang Shui, Xie Qiu malah bertekuk lutut dihadapan Zhang Me, "Hormat kami pada sang Ratu!" ujar mereka serentak.


"Sebelumnya kami tidak pernah berlutut pada pemimpin Gazuura kecuali pemimpin pertama..." ungkap Xie Qiu.


Zhang Me yang mendengar pernyataan Xie Qiu mengerutkan keningnya sehingga membuat Miang Huo menjelaskannya, "Itu benar, karena kami hanya patuh pada pemimpin pertama. Tetapi ia pernah berkata bahwa jika ada pemimpin Gazuura yang bisa merasakan kehadiran kami,  maka kami wajib patuh padanya seperti kami patuh pada pemimpin pertama karena kami mendapat anugerah mampu menyembunyikan kehadiran kami tanpa disadari oleh siapapun kecuali orang yang pantas untuk memimpin kami yaitu pemimpin pertama dan kau Ratu..." jelas Miang Huo.


Zhang Me menggaruk pipinya sambil berpikir, "Anugrah?"


Ia mulai penasaran dengan sosok pemimpin pertama Gazuura, Siapa sebenarnya dia? Siapa pemimpin Gazuura yang mampu mempunyai bawahan kuat seperti mereka? Pikirnya.


Namun, di dalam hatinya Zhang Me diam-diam menyengir bahagia sebab mereka yang disebut 'Tiga Jendral' adalah bawahannya untuk saat ini.


"Dan kami siap melakukan kontrak dengan Ratu..." lanjut Miang Huo.


Zhang Me mengangkat sebelah alisnya, "Kontrak? Apa maksudmu kontrak darah?" tanya Zhang Me dibalas anggukan.


"Baiklah..." ucap Zhang Me setuju.


Kemudian ia menoleh pada Fang Je dan berkata, "Sebaiknya kau juga melakukan kontrak kan?" tanya Zhang Me menyinggung Fang Je untuk melakukan kontrak juga.


Fang Je yang mengerti maksud Zhang Me berjalan mendekat dan ikut berlutut didepan Zhang Me seperti yang dilakukan Ketiga Jendral.


Zhang Me tersenyum senang, lalu menggigit jari jempolnya membuat mereka membuka mulut. Alih-alih memasukkan darah pada mulut mereka, Zhang Me justru meneteskan darahnya pada kening mereka sehingga membuat tubuh mereka bercahaya untuk sesaat termasuk dirinya.


"Mengapa kau hanya meneteskan darahmu pada kami? Seharusnya kami meminum darahmu..." tanya Bo Xiang Shui.


"Sebab jika kalian meminum darahku, kalian akan tiada saat aku tiada, dan aku tak menginginkan itu..." jawab Zhang Me.


Miang Huo, Bo Xiang Shui dan Xie Qui saling tatap. Apa yang dikatakan Zhang Me pernah dikatakan oleh pemimpin pertama pada mereka.


"Sekarang kalian boleh pergi..." ucap Zhang Me pada Tiga Jendral.


"Dan kau, lebih baik bersembunyi di bayanganku..." tunjuk Zhang Me pada Fang Je.


Mereka mengangguk, sebagai tanda mengiyakan perkataan Zhang Me.


"Hormat pada sang Ratu!"


Zhang Me terkejut, ia menoleh dan mendapati Shen Zue dan bawahannya yang lain dengan tiba-tiba muncul setelah kepergian Tiga Jendral dan juga Fang Je.


"Kalian ini membuatku kaget saja." ucap Zhang Me dengan raut wajah kesal.


"Maafkan kami Ratu, Kami hanya ingin memberitahu bahwa ibu Ratu sedang berada di pusat perbelanjaan yang ada disebelah barat. Ia sedang beristirahat dibawah pohon..." jelas Shen Zue.


"Baiklah, aku ucapkan terimakasih pada kalian, aku akan segera menyusulnya." saut Zhang Me.

__ADS_1


"Sekarang kalian boleh pergi kemana pun yang kalian mau..." katanya.


Zhang Me kemudian menarik penutup jubah hingga menutupi seluruh wajahnya lalu segera pergi dari tempatnya dan menyusul ibunya, Meng Ye.


__ADS_2