The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 52- Pamit II


__ADS_3

Akhirnya Zhang Me berhasil terbebas dari Li An yang memaksanya untuk menjawab semua pertanyaan mengapa sangat banyak orang yang mencarinya.


Dengan ekspresi malas Zhang Me menjelaskan semuanya termasuk dirinya yang mengikuti turnamen tanpa memberitahu Li An dan akhirnya mendapat kalimat-kalimat Omelan dari Li An.


Setelah rasa penasaran Li An menghilang, Zhang Me kemudian berpamitan pada Li An dan Meng Ye dan berhasil membuat Meng Ye meneteskan air mata.


Beruntung Zhang Me berhasil menenangkannya dan mengatakan bahwa ia hanya pergi sebentar dan akan segera kembali.


Selain berpamitan pada Li An dan Meng Ye, sebelumnya Zhang Me juga telah meminta Fang Je untuk memberikan surat pada Gazuura dan Organisasi Musang Merah Darah bahwa ia akan pergi dalam beberapa waktu.


"Jeje." panggil Zhang Me ditengah langkahnya berjalan keluar Kedai.


"Ada apa?" jawab Fang Je.


"Jika kau tak ingin ikut denganku, aku akan mengijinkan nya."


"Apa maksudmu? Meskipun kau sangat merepotkan tapi entah mengapa aku merasa tak bisa jauh darimu." saut Fang Je dengan nada sedikit kesal.


"Baiklah, kau tidak perlu sekesal itu, lagipula aku hanya berpikir bahwa kau butuh bersantai." balas Zhang Me.


Fang Je diam sebentar, lalu dengan ekspresi sedang berpikir ia berkata, "Memangnya kita akan kemana?" tanya Fang Je.


"Ke Istana Kekaisaran." jawab Zhang Me sambil tersenyum.


Fang Je menyipitkan matanya curiga, "Apa maksudmu?" tanyanya lagi namun tak dijawab oleh Zhang Me.


Dengan rasa penasaran Fang Je terus mengikuti Zhang Me dari belakang sambil membawa kain yang diberikan pada Li An. Kain tersebut digunakan untuk membungkus surat-surat yang dikirim banyak orang untuk Zhang Me.


Perjalan menuju istana Zhang Me memutuskan untuk berjalan santai sambil menikmati sekelilingnya membuat mereka tiba didepan gerbang istana dalam jangka waktu yang cukup lama dan membuat wajah Fang Je menjadi jelek.


"Siapa kalian?"


Pengawal istana yang menjaga gerbang pintu masuk istana langsung menanyai Zhang Me dan Fang Je saat melihat keberadaan mereka.


"Kami bukan siapa-siapa, aku hanya ingin memasuki istana." jawab Zhang Me santai seolah istana adalah miliknya.


"Tanpa tujuan yang jelas, siapapun tidak diperbolehkan untuk memasuki istana kekaisaran." saut pengawal tersebut.


"Bukankah kau kekasih Pangeran Kedua?" ucap Pengawal lainnya.


Wajah Zhang Me langsung berubah kesal saat ditanyai seperti itu. Pangeran Kedua yang dimaksud tentu saja Lang Yizo. Akibat dari ulahnya membuat semua orang mengenal Zhang Me sebagai kekasihnya.

__ADS_1


"Apa kau ingin menemuinya?"


"Beberapa hari ini Pangeran Kedua terlihat murung kerena ia sangat ingin bertemu denganmu. Pangeran bahkan setiap hari mendatangi kedai milik orang tuamu hanya untuk bertemu denganmu namun hasilnya selalu mengecewakan."


"Selain itu Pangeran tanpa hentinya menyuruh pelayan istana untuk mengirimkan surat untukmu." jelas pengawal tersebut dengan antusias.


Wajah Zhang Me berubah jadi merah padam karena merasa marah, malu dan kesal sambil mengarahkan pandangannya menatap curiga pada tumpukan surat yang dibawa oleh Fang Je.


"Aku bukan kekasihnya! Berhenti mengatakan itu!" bentak Zhang Me.


"Bagaimana mungkin? Semua orang di istana mengetahui bahwa kau kekasihnya." bantah Pengawal tersebut.


Mendengar itu Zhang Me menjadi naik pitam dan ingin mengamuk namun tertunda saat Fang Je tiba-tiba mengangkat bicara.


"Kumohon maafkan dia, sebenarnya ada masalah diantara hubungan mereka berdua dan membuatnya menjadi marah." ungkap Fang Je.


Kedua pengawal tersebut saling menatap dan tersenyum lalu mengangguk mengerti.


"Baiklah, kalian boleh masuk dan segera perbaiki masalahnya agar Pangeran bisa kembali ceria dan kalian tidak akan saling merindukan lagi." kata pengawal menggoda dan berhasil membuat Zhang Me menahan malu.


Dengan kedua tangan yang terkepal kuat, Zhang Me berusaha menahan rasa kesalnya sambil berjalan melewati gerbang istana yang telah dibuka oleh pengawal.


Jika saja ia tidak memikirkan tujuan utamanya mungkin ia akan memutuskan untuk menemui Lang Yizo dan memberinya pelajaran untuk melampiaskan rasa kesalnya.


"Hai kekasihku." sapa Lang Yizo dengan senyum lebar sambil melambaikan tangannya pada Zhang Me.


Begitu melihatnya, Zhang Me langsung melototkan matanya pada Lang Yizo dengan garang, "Pergi kau dari hadapanku!" ucap Zhang Me penuh penekanan.


Berbeda dari yang diharapkan, wajah Lang Yizo justru menjadi berbinar senang melihat Zhang Me.


Tanpa terduga Lang Yizo langsung menarik Zhang Me kepelukannya dan berkata, "Aku sangat merindukanmu..."


"Bertemu dan mendengar suaramu membuatku benar-benar bahagia." lanjut Lang Yizo penuh kasih sayang.


Perkataan Lang Yizo membuat wajah Zhang Me memerah namun ia mencoba untuk menahannya dan berusaha melepas pelukan Lang Yizo.


"Lepaskan, aku sedang ada urusan jadi lebih baik kau menjauh dariku!" ucap Zhang Me tegas.


"Urusan? Haha kau hanya beralasan, sebenarnya kau ingin menemuiku kan?" saut Lang Yizo.


Wajah Zhang Me semakin jelek, ini pertama kalinya ia bertemu dengan pria yang memiliki tingkat kepercayaan diri begitu tinggi.

__ADS_1


"Kemarilah, aku memiliki kejutan untukmu."


"Tidak!" tolak Zhang Me mentah-mentah sambil menghempaskan tangan Lang Yizo yang mencoba meraihnya tangannya.


"Maaf Pangeran, kami tidak bermaksud untuk menyinggungmu namun kami sedang terburu-buru..." ucap Fang Je sopan berusaha menengahi.


"Memangnya kalian ingin pergi kemana?" tanya Lang Yizo penasaran.


"Itu bukan urusanmu!" bentak Zhang Me.


"Baiklah, jika kau tak ingin mengatakannya maka aku tidak akan membiarkanmu pergi." balas Lang Yizo sambil tersenyum penuh kemenangan.


Mendengarnya, ekspresi Zhang Me langsung berubah datar lalu mendekatkan wajahnya pada telinga Lang Yizo dan berbisik, "Aku bisa dengan mudah menghancurkan istana ini." ancamnya.


Lang Yizo dengan susah payah menelan liur nya setelah mendapat ancaman dari Zhang Me. Meskipun belum lama kenal tapi Lang Yizo tau bahwa Zhang Me bukanlah orang yang bisa diremehkan.


"Kakak!"


Zhang Me, Lang Yizo serta Fang Je menoleh ke sumber suara saat mendengar panggilan yang tak tau ditujukan untuk siapa.


"Kami sangat lelah mencarimu, dan ternyata kau diam-diam bertemu dengan kekasihmu. Bukankah ini yang dimaksud kencan?" ucap anak kecil yang tak diketahui Zhang Me.


Ingin sekali rasanya Zhang Me menghempaskan tubuhnya ke tanah sebagai tanda tak sanggup. Ia berharap agar ini segera berlalu namun nyatanya entah datang darimana dirinya malah bertemu dengan orang-orang aneh.


"Kau benar kekasih adikku?" tanya pria satunya lagi yang datang bersama anak kecil tadi.


"Tentu saja dia kekasihku." jawab Lang Yizo sembarangan.


"Aku tidak bertanya padamu." bantahnya.


Zhang Me terdiam sebentar dengan raut tampak berpikir sambil menatap pria dihadapannya dan berkata, "Sepertinya aku pernah melihatmu..."


"Tentu saja kau pernah melihatku. Aku Putra Mahkota Lang Ruo, dan dia adalah adikku, Pangeran Keempat yaitu Lang Zoen." balasnya.


Tanpa bersuara Zhang Me menggerakkan mulutnya membentuk kata 'oh' sambil mengangguk-ngangguk.


"Aku sedang tidak ada waktu untuk kalian, jadi biarkan aku pergi." ucap Zhang Me penuh penegasan lalu bergegas pergi dari sana dan diikuti oleh Fang Je dibelakang.


"Apakah kau membiarkan kekasihmu pergi begitu saja?" goda Lang Zoen saat melihat ekspresi Lang Yizo yang tak rela jika Zhang Me pergi.


Lang Yizo yang mengerti maksud ucapan Lang Zoen segera berbalik berniat untuk menyusul Zhang Me. Namun belum beberapa detik tapi Zhang Me dan Fang Je sudah menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Lang Yizo tak menyerah, ia berlari kesana kemari menyelusuri sudut istana untuk mencari Zhang Me dan juga menanyakan beberapa pengawal serta pelayan yang mungkin melihatnya namun nihil, ia tak menemukan sedikitpun jejak yang ditinggalkan Zhang Me.


__ADS_2