
Cukup lama Zhang Me berada didalam angin ****** beliung tersebut membuat semua orang menduga bahwa Zhang Me telah kehilangan nyawa.
Termasuk Lang Yizo yang sangat panik, ia mencoba untuk menghalau angin ****** beliung menggunakan cambuknya tapi tak berpengaruh sedikitpun.
"Hentikan! Apa yang kau lakukan? Jika terjadi sesuatu dengan kekasihku maka kau akan aku lenyap kan!" teriak Lang Yizo histeris.
Feng Lu dan Shen Zue yang berada dikursi tamu kehormatan mulai beranjak dari tempatnya dengan panik.
Selain Lang Yizo, mereka juga berusaha untuk menghentikan angin ****** beliung tersebut agar bisa menyelamatkan Zhang Me yang ada didalamnya.
Feng Lu dan Shen Zue mengumpulkan tenaga dalamnya dan menyerang angin ****** beliung tersebut secara brutal. Ingin sekali mereka menyerang Wang Shu yang tersenyum senang tapi mereka berusaha untuk mengendalikan emosi mereka.
"Hentikan semua ini! Jika terjadi sesuatu dengan gadis kecil maka kau akan menjadi musuh terbesar Organisasi Musang Merah Darah!"
"Bukan hanya kau, jika terjadi sesuatu dengan Ratu maka kau dan sektemu akan menjadi musuh terbesar Gazuura!"
Karena merasa tak bisa menghentikan angin ****** beliung milik Wang Shu, Feng Lu dan Shen Zue secara tidak sadar mengucapkan semua itu membuat semua orang mulai penasaran dengan identitas Zhang Me termasuk Cao Xueqin.
Kini wajah Cao Xueqin menjadi pucat pasi setelah mendengar ancaman dari Feng Lu dan juga Shen Zue.
Meskipun ia merupakan Patriark dari Sekte terkuat tapi tetap saja jika harus menjadi musuh terbesar Organisasi Musang Merah Darah dan Gazuura adalah suatu mimpi buruk baginya.
"Siapa gadis itu sebenarnya? Mengapa Pemimpin kedua kelompok terbesar yang ada di Kekaisaran Qing menjadi sangat marah saat dia dalam bahaya?"
"Sepertinya gadis itu memiliki latar belakang yang cukup kuat..."
"Malang sekali nasib Wang Shu dan sekte Mawar Perak jika gadis itu tiada..."
"Wang Shu masih sangat muda dan cantik, akan sia-sia jika dia tiada dengan cepat."
Disisi lain Fan Wencheng tersenyum miring karena akhirnya Zhang Me akan terbunuh meskipun sedikit kecewa karena bukan dia yang melakukannya tapi itu tidak masalah baginya, yang penting pembalasan untuk gurunya bisa terbalas.
Wang Shu yang menjadi panik setelah mendengar ancaman Feng Lu dan Shen Zue menoleh sebentar kearah Cao Xueqin yang cemas lalu mengibaskan kipasnya sekali lagi dan angin ****** beliung tersebut menghilang begitu saja seolah tidak pernah ada.
Disana tampak Zhang Me sedang menunjukkan ekspresi marah. Pakaiannya yang terbuka menampakkan jelas luka-luka diseluruh tubuh dan wajah nya akibat angin ****** beliung tadi.
Penampilannya yang seperti itu membuatnya tersadar bahwa jubah dan cadarnya kini telah terlepas sebab angin ****** beliung tadi yang melepas jubah dan cadarnya entah kemana.
Dengan wajah memelas Zhang Me menoleh kearah penonton dan mendapati semua orang menatapnya kagum.
"Sepertinya menutupi wajahku sudah tidak berguna lagi..." gumam Zhang Me pasrah.
"Wahhh..."
"Dia cantik sekali, aku pikir Wang Shu adalah gadis tercantik tapi ternyata aku salah..."
"Apa dia seorang Dewi?"
"Aku merasa sangat beruntung bisa melihatnya..."
"Dan lihat tubuhnya, sangat menggoda."
Semua orang terfokus pada rupa dan bentuk tubuh Zhang Me hingga lupa bahwa Zhang Me mampu hidup setelah tertutupi angin ****** beliung milik Wang Shu.
__ADS_1
Bahkan Wang Shu yang merupakan seorang gadis remaja takjub pada rupa Zhang Me sekaligus merasa iri karena ia berpikir bahwa tidak ada yang lebih cantik darinya.
Lang Yizo menghempaskan cambuknya kasar, ia merasa kesal mendengar pujian semua orang untuk Zhang Me hingga ia memutuskan menghampiri Zhang Me dan memberikan jubahnya pada Zhang Me untuk dikenakan.
Lang Yizo mengenakan jubah miliknya ditubuh Zhang Me dan berkata, "Aku selalu ingin agar kau membuka cadarmu, tapi saat melihat semua orang menatap seperti itu aku ingin kau agar selalu menutupi wajahmu dan juga tubuhmu ini..." bisik Lang Yizo ditelinga Zhang Me.
Setelah mengatakan itu Lang Yizo sekali lagi menoleh kearah semua orang yang menatap minat pada Zhang Me lalu menghadap Wang Shu yang membeku ditempatnya.
"Kau berani sekali menyakiti kekasihku..." kata Lang Yizo penuh penekanan.
"Bisakah kau tidak mencampuri urusanku? Setidaknya biarkan aku bermain dengannya..." ucap Zhang Me tersenyum devil sambil menjilati darahnya sendiri yang menetes dibibirnya.
Lang Yizo menoleh ke samping menatap Zhang Me yang juga menatapnya.
"Pergi atau kubunuh kau." ancam Zhang Me pada Lang Yizo.
Seketika suasana disekitar Zhang Me menjadi terasa mencekam membuat semua orang tersadar dari kekagumannya terhadap Zhang Me.
Lang Yizo pergi dari sana, ia bergabung dengan peserta lainnya. Selain Wang Shu dan Zhang Me peserta yang tergabung dalam kelompok mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan pertarungan dan memilih untuk menyaksikan pertarungan antara Zhang Me dan Wang Shu.
Yin Yin yang berdiri di dekat kursi juri menekan kepalanya yang menjadi pening. Turnamen tahun ini sungguh merepotkan, semuanya berjalan tidak sesuai keinginan dan peraturan.
"Seharusnya kau tidak melakukan ini padaku..." ucap Zhang Me melihat luka-luka diseluruh tubuhnya.
Perlahan tubuh Zhang Me bersinar dan menghalangi pandangan semua orang.
Hanya sebentar cahaya itu muncul lalu menghilang dan betapa kagetnya semua orang saat tubuh dan wajah Zhang Me sudah kembali mulus seperti tidak pernah terluka sedikitpun.
Sreeeeeeettttt!
"Sudah kubilang kau harus konsentrasi saat bertarung..."
Sesuai dengan gaya bertarung Zhang Me, ia memberikan sayatan panjang dan dalam dari bahu hingga pergelangan tangannya.
Wang Shu terkejut, ia melotot melihat lengannya yang meneteskan darah dan menganga lebar bahkan memperlihatkan tulangnya.
Wang Shu mengalirkan tenaga dalamnya ke lengan untuk menghentikan pendarahan dan menutupi lukanya namun semua itu sia-sia karena Zhang Me telah mengolesi racun ke pisaunya membuat Wang Shu tak bisa melakukan itu.
Ia tak tinggal diam, meskipun rasanya teramat sakit tapi ia mencoba untuk menahan perih dilengannya dan mulai melemparkan serangannya untuk Zhang Me hanya menggunakan sebelah lengannya.
Kini yang digunakan Wang Shu bukan lagi kipas tapi sebuah jarum. Selain menghindar dari serangan Zhang Me, Wang Shu melemparkan serangan beruntun kearah Zhang Me menggunakan jarum.
Dan dua jarum berhasil mengenai tubuh Zhang Me membuatnya berhenti menyerang.
"Aku akui kau cukup berbakat tapi saat kau terkena jarum milikku maka kau tidak akan bisa menggunakan tenaga dalam."
Zhang Me tertawa kencang, Feng Lu dan Shen Zue yang sudah pernah mendengar tawanya menjadi merinding dan merasa ngeri. Mereka tau pasti makna dari tawa Zhang Me.
"Benarkah?"
Zhang Me mencabut kedua jarum yang menancap ditubuhnya lalu ia lemparkan kearah Wang Shu dan menancap di kedua matanya.
Suara pekik nan pilu dari Wang Shu begitu menyakitkan terdengar ditelinga semua orang.
__ADS_1
Cao Xueqin yang melihat kejadian itu reflek berdiri dari tempatnya. Ia berniat ingin menghentikan Zhang Me namun terhalang saat Feng Lu dan Shen Zue mendekatinya dan menatap dengan ekspresi mengancam membuat Cao Xueqin kembali duduk.
"Haha!!"
Suara tawa lantang kini kembali terdengar dari mulut Zhang Me saat melihat Wang Shu menderita dan terus mengeluarkan darah.
Wang Shu yang merasakan sakit luar biasa mencoba untuk mengalirkan tenaga dalamnya untuk meredakan rasa sakit tapi semua itu percuma karena jarum miliknya.
"Ahh!!" teriak Wang Shu kesakitan tapi juga terdengar marah.
Dengan pikiran yang sudah tidak stabil Wang Shu melemparkan jarumnya kesembarang arah berharap agar mengenai Zhang Me.
Zhang Me tidak menghindari jarum yang dilemparkan Wang Shu dan membiarkan mengenai tubuhnya sambil memainkan dua pisau kecil dikedua tangannya.
"Dia tidak memiliki tenaga dalam!" kata Cao Xueqin keras.
Cao Xueqin yang mengetahui kegunaan jarum milik Wang Shu merasa heran saat Zhang Me membiarkan jarum itu mengenainya dan saat itulah Cao Xueqin menyadari bahwa Zhang Me tidak memiliki sedikitpun tenaga dalam.
Semua orang yang mendengar ucapan Cao Xueqin serentak memeriksa Zhang Me dan mendapatkan bahwa Zhang Me memang tidak memiliki tenaga dalam.
"Ah!!"
Semua orang kembali dikejutkan oleh teriakan Wang Shu karena Zhang Me yang kembali berhasil memberikan banyak luka di wajah Wang Shu.
Zhang Me terus memberikan luka diseluruh tubuh Wang Shu menggunakan pisau dikedua tangannya dengan gerakan menari seperti yang dilakukan Long Kou karena sangking sukanya Zhang Me hingga ia berusaha untuk menirunya.
"Hentikan!"
Cao Xueqin yang tidak tahan melihat Wang Shu berteriak kesakitan segera menaiki arena pertarungan dan menyerang Zhang Me dengan tenaga dalamnya.
Zhang mundur beberapa langkah saat serangan Cao Xueqin mengenainya.
"Apa yang kau lakukan? Mengapa kau menggangguku?!" kata Zhang Me marah melihat Cao Xueqin yang menghampiri Wang Shu dan mencoba untuk menolongnya.
"Kau menang dan hentikan semua ini." saut Cao Xueqin.
Zhang Me mengangkat sebelah alisnya menandakan bahwa ia tak terima dengan perkataan Cao Xueqin.
"Ini belum cukup setelah apa yang ia perbuat padaku!"
"Kau tidak boleh berbuat sesukamu, kau hanya peserta dan kau bisa saja digagalkan dalam Turnamen ini jika aku ingin." ancam Cao Xueqin.
"Baiklah."
Tak!
Sebelum Cao Xueqin bisa menghentikannya, sebuah pisau telah tertancap didada Wang Shu yang kecepatannya sama sekali tidak terduga dan bahkan ia tidak dapat melihat saat pisau itu melesat.
Terimakasih sudah membaca:)
Jangan lupa untuk selalu support cerita ini yaa^^
Saya minta maaf karena updatenya tidak teratur:'(
__ADS_1