
Mangkuk emas bersinar saat Batu hitam tersebut diletakkan diatasnya oleh Zhang Me.
Bersamaan dengan warna emas Batu tersebut memancarkan sinar berwarna Merah, Abu-abu, Hijau, dan Hitam yang memenuhi seluruh Goa.
Mereka yang berada diluar Goa terpesona saat melihat warna-warna indah yang mencuat keluar Goa lalu kelangit. Selain itu tekanan disekitar mereka jadi berubah drastis.
Kembali pada Zhang Me yang justru bersikap biasa saja dan dengan malas menyentuh peti berniat untuk membukanya.
Namun sebelum ia membukanya, penutup peti tersebut terbuka dengan sendirinya saat Zhang Me baru saja menyentuhkan kulitnya pada peti.
Tentu saja membuat Zhang Me tersentak kaget dan reflek mundur beberapa langkah menjauhi peti.
Setelah peti tersebut terbuka, Zhang Me kembali mendekat lalu sedikit memajukan kepalanya untuk melihat kedalam isi peti.
Sekian detik Zhang Me terdiam tanpa ekspresi menatap isi peti lalu mengalihkan pandangannya pada Ertai dengan ekspresi yang sama.
"Apa kau mempermainkan ku?" tanya Zhang Me serius.
Ertai mengerutkan dahinya tak mengerti lalu berjalan mendekati Zhang Me dan berkata, "Apa maksudmu?" tanya Ertai tak mengerti.
Zhang Me tidak menjawab, ia hanya mengalihkan pandangannya ke dalam peti dan diikuti oleh Ertai.
"Memangnya ada apa? Apa yang salah?" tanya Ertai bergantian mengalihkan pandangannya ke arah Zhang Me dan kedalam peti.
"Kau mengatakan bahwa didalam Peti ini berisi mayat dari Sang Penguasa Binatang Ilahi." jelas Zhang Me dan Ertai mengangguk.
"Bagaimana mungkin anak kecil yang bahkan belum berusia 5 tahun sudah menjadi penguasa?" tanya Zhang Me marah.
Didalam Peti tersebut memang berisi mayat seseorang, namun Zhang Me tak pernah berpikir bahwa mayat tersebut adalah mayat anak laki-laki yang masih balita.
"Kau benar dia memang masih anak kecil, itulah sebabnya mengapa dia bisa dengan mudah terbunuh tapi usianya bukan 5 tahun melainkan 200 tahun saat ia terbunuh." jelas Ertai.
Zhang Me tercengang mendengar penjelasan Ertai. Anak kecil tersebut bahkan sangat jauh melebihi usianya, "Bukankah ini tidak masuk akal?" gumam Zhang Me namun masih bisa didengar oleh Ertai.
"Kau harus tau bahwa perkembangan Binatang Ilahi sangat jauh berbeda dengan manusia pada umumnya." ungkap Ertai.
"Ia dilahirkan dari darah keempat Binatang Ilahi, itulah sebab perkembangannya juga mengikuti perkembangan Binatang Ilahi."
"Aku sangat tidak mengerti dengan semua ini." kata Zhang Me sambil memijat pelan keningnya.
"Sentuh..."
"Kau sentuh lah dia." sebelum Zhang Me bertanya, Ertai sudah lebih dulu memperjelas.
Zhang Me menggerakkan sebelah tangannya dan menyentuh dahinya dan tak lama mayat tersebut menghilang dan berubah menjadi bola cahaya berwarna biru muda.
Bersamaan dengan itu, batu hitam yang diletakkan oleh Zhang Me juga berubah bentuk menjadi berlian dengan empat warna.
Bola cahaya secara perlahan melayang diatas Zhang Me lalu tanpa terduga bola berlian tiba-tiba menerobos kelangit.
Dari luar dapat terlihat berlian empat warna tengah melayang dengan memancarkan warnanya keseluruh Hutan sambil mengelilingi atas Goa.
Fang Je yang ikut menyaksikan fenomena itu turut kagum dan heran saat semua binatang yang ada di hutan tanpa terkecuali mulai berlutut di tanah.
Tak lama berlian tersebut pecah menjadi empat bagian lalu sebuah bola cahaya berukuran besar muncul dan berlian yang pecah mengelilingi bola cahaya tersebut dari empat sisi.
Kemudian bola cahaya dan pecahan berlian terlihat bersatu dan perlahan turun lalu masuk kedalam tubuh Zhang Me.
"Ahhk!!" teriakan Zhang Me menggema dari dalam Goa membuat Goa bergetar hebat pertanda akan segera hancur.
__ADS_1
Namun Zhang Me tak sadar, ia terus berteriak kesakitan saat merasakan sesuatu yang begitu menyakitkan didalam tubuhnya.
Ertai tak tinggal diam, ia langsung meraih tubuh Zhang Me dan menggendong nya keluar Goa lalu kemudian Goa meledak dan hancur lebur merata diatas tanah.
"Ahk! Apa yang kau lakukan padaku?!" teriak Zhang Me masih kesakitan.
Fang Je menjadi panik dan kuatir melihat kondisi Zhang Me yang sedang kesakitan membuatnya segera meraih tubuh Zhang Me lalu menjauhkannya dari Ertai.
Lalu Zhang Me kehilangan kesadarannya dan hampir saja terjatuh ke tanah jika Fang Je tak sigap menahan tubuhnya.
"Apa yang telah kau lakukan?!" tanya Fang Je marah pada Ertai.
Dengan santai Ertai membalas, "Sepertinya tubuhnya butuh penyesuaian."
Hanya sebentar Zhang Me kehilangan kesadarannya dan kembali terbangun. Begitu membuka mata ia mengedarkan pandangannya menatap seluruh hewan berlutut dan bahkan tanaman ikut menunduk padanya.
"Apa yang terjadi?" tanya Zhang Me pada Ertai yang tengah berlutut dihadapannya.
"Sekarang kau adalah Sang Penguasa Binatang Ilahi." jawab Ertai.
"Entah beruntung atau tidak tapi kejadian yang terjadi ratusan tahun lalu terekam di kepalaku dan itu sangat mirip dengan kejadian yang selalu aku mimpikan dimana semua hewan meminta bantuan padaku." balas Zhang Me.
"Tapi jujur saja, aku tidak mengerti Sang Penguasa apa yang sebenarnya kau maksud?"
"Aku sama sekali tidak mengetahui apa itu Binatang Ilahi? Bagaimana bentuknya dan dari mana mereka berasal?"
Ertai mengangguk, ia mengerti atas ketidaktahuan Zhang Me dan akhirnya ia mulai menjelaskan.
Binatang Ilahi adalah keberadaan yang melagenda saat ini karena keberadaan nya yang tidak diketahui orang.
Binatang Ilahi ada 4 yaitu, Naga Qing Longdan, Macan Iblis, Rubah Merah dan Phoenix Elemen.
Yang pertama, Naga Qing Longdan adalah naga yang berwarna biru dan hijau, memiliki tujuh kepala, empat kaki dan dua sayap serta memiliki tanduk. Naga Shen Long adalah Naga pengatur cuaca, ia mampu mengendalikan awan, angin serta hujan.
Qing Longdan melambangkan Kemenangan dan kemewahan yang bisa juga diartikan sebagai kekuatan yang tak ada tandingannya.
Kemudian Macan Iblis, Macan yang memiliki warna hitam pekat dan berekor ular bernama Xi Fang. dikenal dengan kekuatan dan keberaniannya serta kepemimpinan yang mampu membuat siapapun tunduk.
Selanjutnya Rubah Merah bernama Xuan Wudan. Ia merupakan Rubah Merah berekor sebelas. Ia memiliki kemampuan untuk menyedot kekuatan hidup manusia dan bahkan memakan dagingnya.
Dengan demikian Xuan Wudan dapat memiliki semua ingatan, pengetahuan dan bentuk manusia yang dimakan olehnya. Semakin tua umur Xuan Wudan maka ia akan menjadi semakin kuat.
Setelah memperoleh masa hidup dari manusia maka ia akan menumbuhkan ekor ekstra untuk tiap usia 100 tahun. Kemampuan lain dari Xuan Wudan yaitu mampu merasuki manusia.
Dan yang terakhir adalah Phoenix elemen, bernama Zhu Que. Ia adalah burung yang memiliki tubuh besar sehingga ketika terbang ia akan menutupi matahari. Memiliki empat sayap, leher panjang serta seluruh tubuh ditutupi bulu yang lebat.
Zhu Que adalah pemimpin dari Binatang Ilahi atau Binatang yang paling terkuat. Zhu Que dapat mengendalikan elemen api, air, udara dan bumi. Zhu Que melambangkan hidup panjang, kepintaran dan kesucian.
Ertai juga menambahkan bahwa usia dari keempat Binatang Ilahi tersebut sudah mencapai ribuan tahun.
Zhang Me menyimak penjelasan Ertai dengan serius sambil berusaha mencerna setiap katanya.
Ertai berhenti sebentar lalu berkata, "Dan berlian yang terbagi menjadi empat dan memasuki tubuhmu adalah inti dari keempat Binatang Ilahi." katanya.
"Lalu bola cahaya itu?" tanya Zhang Me penasaran.
"Bola cahaya tersebut pertanda bahwa kau memiliki darah sebagai Sang Penguasa selanjutnya." jawab Ertai.
"Aku pikir kau adalah salah satu dari Binatang Ilahi." ucap Zhang Me.
__ADS_1
"Kami hanyalah Binatang Buas yang merupakan pengikut setia dari Binatang Ilahi atau bisa dikatakan kami adalah tangan kanan mereka sehingga kami dipercayakan untuk menjaga peti Sang Penguasa dan mencari Sang Penguasa Selanjutnya." jelas Ertai.
"Berapa usiamu?" tanya Zhang Me pada Ertai.
"Sudah mencapai ribuan tahun." jawab Ertai tanpa bergerak sedikitpun dari posisi berlutut nya.
"Apakah Binatang Ilahi juga bisa berubah menjadi manusia seperti kalian?" tanya Zhang Me lagi.
"Tentu saja."
Zhang Me mengangguk sambil menunjuk ekspresi yang sedang tampak berpikir dan berkata, "Dimana aku akan menemukan mereka?"
"Kau tak perlu mencarinya, merekalah yang akan datang mencari dan menemuimu." jawab Ertai.
"Bagaimana mungkin?"
"Kelahiran Sang Penguasa Selanjutnya akan diketahui sendiri oleh Binatang Ilahi." jawab Ertai.
"Apa kalian dan Binatang Ilahi berasal dari dunia Kultivator?" tanya Zhang Me menebak.
Ertai mengangguk dan berkata, "Bagaiman kau bisa tau tentang dunia kultivator?" tanya Ertai.
"Aku berasal dari sana." jawab Zhang Me.
"Pantas saja, aku sendiri akan merasa cukup heran jika Sang Penguasa selanjutnya berasal jika dari dunia Pendekar." balas Ertai.
Zhang Me hanya bisa menghela napas kasar karena dirinya bahkan belum bisa kembali ke dunia kultivator namun sesuatu yang ada dari dunia Kultivator selalu mendatanginya. Namun ini juga merupakan kesempatan yang bisa ia manfaatkan agar bisa kembali ke dunia kultivator.
"Yang terpenting..." ucap Ertai terjeda.
"Biarkan kami mengabdi padamu dan bawa kami bersamamu!" teriak Ertai Keras.
"Bawa kami bersamamu!" saut semuanya berlutut menyembah pada Zhang Me.
Zhang Me menoleh menatap Fang Je yang juga tengah menatapnya dengan ekspresi syok, bingung dan penasaran.
"Bagaimana mungkin? Jika ratusan seperti kalian yang ikut denganku maka itu akan sangat menarik perhatian orang." ucap Zhang Me saat semuanya terdiam menunggu balasannya.
"Mengapa kau kuatir? Kau bahkan bisa memindahkan seluruh hutan kedalam portal dimensimu." saut Ertai.
Zhang Me mengerutkan dahinya tak mengerti, "Apa maksudmu?"
Ertai mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk dan beralih menatap lionting yang bertengger di leher Zhang Me membuat Zhang Me mengikuti arah pandangannya.
Zhang Me masih tak mengerti ia menatap Ertai penuh tanya.
"Jangan katakan jika kau sama sekali tak tau bahwa lionting itu adalah sebuah portal Dimensi?" tanya Ertai memastikan.
Zhang Me melotot terkejut, dari apa yang dikatakan Ertai ia tak menyangka bahwa lionting yang membuatnya penasaran merupakan portal Dimensi.
Zhang Me menjadi curiga bahwa yang membawanya ke dunia ini adalah lionting tersebut. Buktinya lionting yang sama masih tetap ada padanya meskipun ia telah kedunia ini.
"Diriku sama sekali belum bisa menerima semua ini, bisakah kalian meninggalkanku sendiri?" pinta Zhang Me, ia hanya butuh menenangkan diri.
Ertai mengangguk memenuhi keinginannya dan meminta semua binatang untuk pergi bersamanya meninggalkan Zhang Me dan Fang Je.
Setelah kepergian mereka semua, Zhang Me langsung menguap sambil tersenyum jahil pada Fang Je.
"Kau tau? Aku sangat mengantuk jadi biarkan aku tidur sebentar." ucap Zhang Me lalu melompat keatas pohon.
__ADS_1
Fang Je membuka tutup mulutnya namun tak ada kata-kata yang berhasil keluar dari bibirnya. Ia mengira bahwa Zhang Me sangat syok dengan semua ini namun ternyata Zhang Me hanya beralasan agar bisa tidur. Dari sini ia merasa bahwa ia belum benar-benar mengenal Zhang Me.