The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 56- Portal Dimensi


__ADS_3

Sudah lama waktu berlalu namun Zhang Me tak kunjung membuka matanya membuat Fang Je dan Ertai keheranan.


"Apa dia kesusahan?" ucap Ertai menebak.


"Apakah membuka portal dimensi butuh waktu selama ini?" tanya balik Fang Je.


Ertai menggeleng, ini sudah lama sejak tadi membuat Ertai kuatir bahwa Zhang Me mendapat masalah disana.


Dengkuran halus berhasil lolos dari mulut Zhang Me membuat Ertai dan Fang Je saling menatap.


"Jangan katakan bahwa dia sedang tertidur?" tebak Ertai.


Fang tak menjawab, ia hanya mengedikkan bahunya tak tau harus berkata apa.


Disisi lain Zhang Me baru tersadar dari tidurnya. Ia menggerakkan tangannya untuk menutup mulutnya saat menguap.


Zhang Me mengedarkan pandangan ke sekitar membuatnya ingat bahwa ia masih berada didalam Portal Dimensi. Ia bahkan merasa takjub saat dirinya bisa tertidur ditempat ini.


Dengan nyawa yang belum terkumpul dan langkah sempoyongan Zhang Me berjalan keluar dari tempat pintu kedua dan dengan semangat berpindah ke pintu ketiga.


Cahaya menyeruak keluar bersamaan dengan harum bunga yang menyapa indra penciuman Zhang Me saat pintu tersebut terbuka.


Zhang Me tidak tau seluas apa tempat ini, yang pastinya didaerah ia sekarang berdiri dipenuhi bunga berwarna-warni dengan berbagai jenis dan bentuk.


Masih dengan rasa penasaran, Zhang Me berjalan semakin kedalam dan mendapati banyak jenis tumbuhan berbentuk aneh yang baru pertama kali ia temui namun yang paling menarik perhatiannya adalah rumput berjalar berwarna biru perak.


Zhang Me menghentikan langkahnya kemudian menutup kedua matanya lalu menajamkan indra penciumannya dan menarik nafas dalam-dalam mencoba menghirup aroma tanaman yang ada disana.


Zhang Me terbatuk, melalui penciumannya ia tahu bahwa tanaman yang ada disini merupakan jenis tanaman beracun, obat dan sumber daya yang sangat berguna. Campuran aroma itulah yang membuat Zhang Me terbatuk karena merasa tak nyaman.


Kemudian Zhang Me kembali melangkah dan menghampiri rumput berjalar berwarna biru perak yang membuatnya tertarik.


Zhang Me mengangkat tangannya mencoba untuk menyentuh namun sebelum itu terjadi rumput biru perak tersebut langsung melilit tubuh Zhang Me di bagian pinggang.

__ADS_1


Tentu saja gerakan tiba-tiba dan cepat dari rumput tersebut membuat Zhang Me kaget dan tak sempat untuk menghindar.


"Hm?" Zhang Me keheranan, lilitan yang dirasakannya bukan lilitan yang ingin menyakiti namun ia merasa seolah-olah lilitan ini merupakan sebuah pelukan hangat.


"Kumohon lepaskan aku." pinta Zhang Me.


Rumput biru perak mulai mengendurkan lalu melepaskan lilitannya dari Zhang Me seakan ia memiliki telinga dan mendengar perkataan Zhang Me.


Kemudian Zhang Me berbalik pergi keluar dari sana tanpa berniat untuk memasuki tempat tersebut lebih dalam lagi. Ia memasuki pintu keempat, ia penasaran apa yang ada dibalik pintu keempat tersebut.


Saat berada didalam yang ia temui kali ini adalah puluhan kolam-kolam ukuran sedang yang berisi air dengan warna yang berbeda-beda dan beberapa jembatan yang menghubungkan kolam-kolam tersebut.


Selain ada satu kolam berisi air dengan warna Merah dan Biru yang sama sekali tidak menyatu dan satu kolam paling besar dan luas berisi air biasa pada umumnya namun ini terlihat lebih jernih.


Zhang Me hanya memutar bola matanya malas, ia sama sekali tidak tertarik meskipun ia tau bahwa apa yang ada disana pasti merupakan sesuatu yang sangat berharga.


Ia keluar dari sana, sebelum memasuki pintu terakhir yaitu pintu kelima Zhang Me cukup lama menatap pintu tersebut karena diantara semua pintu hanya pintu kelima yang terlihat berbeda terutama dari segi desainnya.


Dengan langkah ragu Zhang Me perlahan berjalan melewati pintu. Mata Zhang Me melebar dan mulut yang menganga karena terpukau dengan pemandangan yang ia lihat.


Jembatan yang terbentang panjang dipermukaan air menuju sebuah bangunan berukuran sedang diseberang sana.


Kemudian Zhang Me melangkahkan kakinya diatas jembatan tersebut sambil mengedarkan pandangannya ke sekitarnya dengan pandangan takjub.


Bagaimana tidak? Semua yang ada disana terbuat dari emas. Pepohonan, tanaman, rumput, air, tanah bahkan jembatan yang saat ini ia pijaki adalah jembatan emas.


Panjang jembatan tersebut sekitar puluhan meter untuk mencapai kesebrang tempat bangunan berukuran sedang yang juga terbuat dari emas.


Dari dekat bangunan tersebut berbentuk seperti rumah pada umumnya, bedanya rumah ini memiliki desain yang lebih unik dan terbuat dari emas.


Zhang Me memegang dadanya, sudah cukup ia merasa terkejut hari ini membuatnya kuatir akan dirinya yang bisa saja mati karena syok.


"Apa-apaan ini?" gumam Zhang Me merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


Ia mencoba berjalan kesisi kanan, tepatnya disamping rumah yang tumbuh pohon berukuran tinggi dan lebih besar dari rumah.


Zhang Me mendongak keatas menatap pohon tersebut, ia tak tau itu pohon apa, yang jelas semua yang ada di pohon tersebut adalah emas termasuk buahnya yang bulat sebesar kepalan tangan.


"Dari mana semua ini? Tempat ini bisa membuatku menjadi orang kaya mendadak, bahkan aku jadi ragu jika ada seseorang yang memiliki kekayaan lebih dari ini..."


Kemudian Zhang Me berniat masuk ke dalam rumah tersebut namun sebelum ia melangkahkan kakinya ia mendengar suara yang tengah memanggilnya. Karena suara itu membuat tubuh Zhang Me terdorong seolah memaksanya untuk kembali.


Sedetik kemudian Zhang Me menghilang dari sana. Ia membuka matanya dan menangkap wajah Fang Je dan Ertai yang sedang menatapnya dengan ekspresi penuh arti.


"Apa yang terjadi? Mengapa begitu lama?" tanya Fang Je.


"Apa yang kau temui?" tambah Ertai.


Zhang Me menatap Fang Je dan Ertai bergantian lalu berkata, "Tidak ada, aku hanya tertidur." jawabnya.


Fang Je dan Ertai saling tatap merasa tak percaya, "Asal kau tahu, sangat berbahaya jika kau melakukan itu saat tubuhmu tidak ada yang menjaganya..." ucap Ertai.


Zhang Me mengangkat sebelah alisnya, "Tubuhku?"


"Hanya jiwamu yang pergi ke dimensi itu dan tubuhmu tertinggal disini." jelas Ertai.


"Benarkah? Aku pikir aku membawa tubuhku ke tempat itu, namun apa ada cara agar aku bisa membawa tubuhku juga jika ingin ke tempat itu?" balas Zhang Me.


"Tentu saja ada caranya." saut Ertai.


"Lalu mengapa kau tidak memberitahu ku?" tanya Zhang Me protes.


"Aku hanya merasa itu akan cukup sulit bagimu yang pertama kali melakukannya."


Zhang Me menghela napasnya pelan, apa yang dikatakan Ertai benar, "Baiklah kau bisa mengatakan bagaimana caranya padaku nanti, sekarang pergilah dan kumpulkan semuanya. Aku akan memindahkan kalian ke portal dimensi." ucap Zhang Me.


Raut Ertai berubah senang mendengar perkataan Zhang Me dan segera pamit pergi dari sana untuk mengumpulkan semuanya. Saat Ertai keluar dari pondok kecil raungan serigala terdengar keras ke seluruh hutan.

__ADS_1


__ADS_2