The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 33- Mimpi


__ADS_3

Perkelahian pun terjadi didepan Kedai Bunga Kersen Hijau, dimana sekitar puluhan anggota Organisasi Musang Merah Darah bertarung melawan para Petinggi dan Pengawal dari Istana Kekaisaran.


Pertarungan yang terjadi mengundang banyak orang yang berada di kota Lehan untuk menyaksikannya. Bahkan ada yang memanfaatkan pertarungan tersebut menjadi bahan pertaruhan.


"Aku akan bertaruh seribu koin emas untuk Organisasi Musang Merah Darah!"


"Aku juga bertaruh untuk Organisasi Musang Merah Darah!"


"Aku juga!"


"Aku akan bertaruh untuk orang-orang Kekaisaran!"


"Ya!, Aku akan bertaruh untuk Putra Mahkota!"


Saut demi saut dikeluarkan para penonton untuk menawarkan berbagai taruhan untuk Jagoan yang dipilihnya.


Mendengar itu, Organisasi Musang Merah Darah melebarkan senyuman, ini akan menjadi tangkapan yang besar bagi mereka.


Anggota Organisasi Musang Merah Darah yang bertarung mulai menggila, mereka menjadi bersemangat sehingga membuat pihak Kekaisaran berada pada posisi bertahan dengan banyak luka disekujur tubuh mereka.


Darah segar mulai memenuhi tubuh orang-orang pihak Kekaisaran dan menetes ke tanah dengan bebasnya.


Lang Ruo yang termasuk sudah luka parah masih berusaha menahan serangan bertubi-tubi dari lima orang yang menyerangnya.


Sedangkan Zhang Me yang sedang berbaring diruangan membuka mata saat merasakan kehadiran seseorang didekatnya.


"Kau darimana saja Jeje?" tanyanya menatap Fang Je yang sedang berdiri didekatnya.


"Maaf, tadi aku ada perlu sebentar..." jawab Fang Je.


Zhang Me mengerutkan dahi menatap wajah Fang Je yang basah karena keringat lalu berkata, "Perlu? Lancang sekali kau pergi tanpa sepengetahuanku."


"Maafkan aku..." balas Fang Je menyesal.


"Keluarlah, dan temui paman Lu, katakan padanya untuk menyudahi pertarungannya..." pinta Zhang Me di balas anggukan.


Kemudian ia kembali memejamkan matanya dan mencoba untuk tertidur. Setelah tertidur cukup lama, sesuatu muncul di dalam kepalanya.


Ia bermimpi sedang berada didalam hutan lebat, rimbun dan hijau serta udaranya yang begitu segar membuatnya merasa nyaman.


Zhang Me sedang berjalan-jalan di dalam hutan tersebut, pepohonan, tumbuh-tumbuhan, burung-burung, binatang, dan apapun yang ada disana tertunduk saat melihatnya.


Namun tak lama, disisi lain hutan tiba-tiba terbakar api dan membuat semua binatang berlari ketakutan mendekati Zhang Me seolah meminta perlindungan.


Ia dapat melihat banyak binatang yang terluka parah, bahkan ia menemukan anak panah dan sebilah pisau menancap di beberapa tubuh binatang.


Entah mengapa saat melihat itu, Zhang Me bereaksi menjadi marah apalagi saat melihat api mulai besar dan melahap habis tumbuhan yang ada dihutan.

__ADS_1


Saat api mulai melahap dan membakar sebagian hutan, Zhang Me langsung membuat perlindungan untuk bagian hutan yang belum terbakar dan binatang lalu memadamkan api.


Hanya sekejap saja Zhang Me berhasil memadamkan api tersebut. Meski begitu, Zhang Me menjadi sedih karena tumbuhan di hutan tersebut habis terbakar dan juga banyak mayat binatang yang tergeletak hangus.


Zhang Me langsung terbangun dengan nafas yang terburu-terburu dan matanya yang sembab karena menangis.


"Apa maksud dari mimpi itu?" gumam Zhang Me bertanya-tanya sambil mengusap air matanya.


"Mengapa aku menangis?"


Ia merasa aneh dengan perasaannya, seolah keadaan buruk menimpa sesuatu yang sangat dekat dengannya.


"Apa terjadi sesuatu pada ayah dan ibu?" tebaknya.


Zhang Me langsung memejamkan matanya dan mengirimkan pesan pada Miang Huo untuk menanyakan kabar Li An dan Meng Ye.


"Apa terjadi sesuatu dengan ayah dan ibuku?"


"Tidak ratu, saat ini mereka sedang makan di kedai roti." saut Miang Huo entah dimana.


Zhang Me bernafas lega mendengar bahwa Li An dan Meng Ye baik-baik saja. Namun, rasa risau masih menjalar dihatinya.


"Hm?"


Zhang Me tersentak saat merasakan sesuatu yang panas menyentuh kulitnya di bagian saku jubahnya.


Karena merasa aneh, Zhang Me menggenggam erat batu tersebut tanpa memperdulikan tangannya yang melepuh lalu kemudian memejamkan mata.


Dan lagi, yang muncul dalam kepalanya adalah kejadian yang ada dalam mimpinya.


"Apa maksudnya ini?"


"Sepertinya mimpi yang kualami dan batu ini saling berkaitan..."


"Tapi, hutan apa itu? dan dimana?"


"Aiss, ini benar-benar membuatku penasaran..." kata Zhang Me frustasi.


Tak lama rasa panas di batu tersebut menghilang seolah panas yang dikeluarkan adalah reaksi untuk memberitahu informasi.


Zhang Me kemudian melepaskan jubahnya yang sudah robek karena panas batu tersebut.


Dan memakai jubah coklat yang ada disana lalu memasukkan kembali batu tersebut ke dalam saku dan beranjak dari tempatnya berniat melihat situasi diluar.


***


Pertarungan antara pihak Kekaisaran dan pihak Organisasi Musang Merah Darah telah usai beberapa saat yang lalu saat Fang Je datang dan memberitahu Feng Lu untuk menyudahi pertarungan.

__ADS_1


Mereka yang dari pihak Kekaisaran mendapat luka yang cukup serius terutama Lang Ruo yang diserang banyak orang untuk berusaha melindungi Lang Yizo yang tak sadarkan diri sejak kejadian tadi.


Kalahnya orang-orang dari pihak Kekaisaran membuat beberapa orang yang bertaruh untuk mereka menjadi kecewa.


Dan yang bertaruh untuk Organisasi Musang Merah Darah harus menelan kepahitan saat Organisasi Musang Merah Darah merampas taruhan dari mereka.


"Berani sekali kalian!" teriak Kaisar Lang Baeyou.


Dari kejauhan terlihat Kaisar Lang Baeyou dan pengawal Kekaisaran yang memakai perlengkapan bertarung sedang menunggangi kuda dengan kecepatan tinggi.


Orang-orang yang ada disana menghindar dan berusaha menjauh jika tak ingin tubuh mereka diinjak oleh kuda.


Kaisar Lang Baeyou dan pasukannya berhenti tepat didepan Organisasi Musang Merah Darah yang menatap mereka bengis, berbeda dengan masyarakat disana yang menunduk dan memberikan salam penghormatan.


Ternyata pertarungan dan kekalahan pihak Kekaisaran tersebar luas hingga terdengar sampai ke telinga Kaisar Lang Baeyou sehingga membuatnya memutuskan untuk segera menyusul dan membawa pasukan.


"Jeje, apa yang kau lakukan? Mengapa kaisar membawa pasukan ketempat ini?" ujar Zhang Me tiba-tiba.


Organisasi Musang Merah Darah ingin bergerak mengelilingi Zhang Me tapi dicegah. Ia sudah lengkap dengan jubah coklat dan cadar yang mampu menutupi wajahnya.


Zhang Me berjalan maju kedepan dan berhadapan dengan Kaisar Lang Baeyou dengan Fang Je yang berdiri disampingnya.


Kaisar Lang Baeyou turun dari kudanya dan menatap sosok yang tak dikenalnya.


Dengan wajah menahan amarah Kaisar Lang Baeyou berkata, "Apa kau pemimpin mereka?! Berani sekali bawahanmu melukai orang-orang dari kekaisaran terutama kedua putraku!"


Zhang Me tertawa dan berkata, "Sepertinya aku telah menyinggung seorang Kaisar."


Kaisar Lang Baeyou membeku mendengar suara tawa Zhang Me dan membuat tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.


Kaisar Lang Baeyou menggelengkan kepalanya, ia berusaha menguatkan dirinya dan berpikir bahwa mereka orang yang berbeda.


"Sebenarnya semua ini salah putramu, jika saja dia tidak berulah mungkin tak ada dari mereka yang terluka." ungkap Zhang Me.


"Jadi pergilah dari sini dan bawa mereka semua, jika ini terus terjadi maka kedai ayahku tak akan selesai dibangun sebelum dia kembali." lanjutnya tanpa rasa sopan sedikitpun pada sang Kaisar.


Entah mengapa Kaisar Lang Baeyou mengangguk dan menuruti Zhang Me lalu meminta pengawalnya untuk membantu mereka yang sedang terluka.


Semua orang tau bahwa Kaisar Lang Baeyou adalah termasuk orang terkuat yang ada di Kekaisaran Qing. Tapi, mengapa saat berhadapan dengan sosok berjubah yang tak dikenal justru membuatnya terlihat seolah tak berdaya.


"Apa yang kalian tunggu? Apa kalian menunggu dibunuh sebelum membangun kedai ayahku?" seru Zhang Me pada Organisasi Musang Merah Darah setelah kepergian Kaisar Lang Baeyou.


Orang-orang yang mendengar perkataan Zhang Me merekam baik-baik diingatan mereka kedai yang ada dihadapan mereka agar suatu saat tidak berurusan dengan sosok yang mereka tebak sangat kuat.


Setelah itu mereka bubar dari tempatnya saat Zhang Me menolehkan kepala menatap mereka semua.


Terimakasih sudah membaca, saya ucapkan banyak terimakasih atas support kalian:')

__ADS_1


__ADS_2