
Zang Me yang tidak pernah main-main dengan ucapannya mulai memulai aksinya. Ia meminta Feng Lu dan Shen Zue membuka pakaian atas mereka lalu mendekatkan masing-masing sebelah bahu mereka berdua hingga saling menempel satu sama lain.
"Kuharap kalian bisa menahannya, ini mungkin akan sedikit lama..." ucap Zhang Me.
Entah datang darimana, tiba-tiba Zhang Me sudah memegang sebuah jarum kecil ditangannya lalu mulai mendekatkannya pada bahu Feng Lu dan Shen Zue yang masih menempel seolah dilem.
Tiada yang menduga bahwa hukuman yang dimaksud ialah menggambar sesuatu di bahu Feng Lu dan Shen Zue menggunakan jarum.
Meski terdengar sepele namun yang merasakan sakit yang sebenarnya adalah Feng Lu dan Shen Zue. Sejak jarum itu menyentuh kulit mereka rasa sakit yang berpusat di bahu ikut menyerang seluruh tubuh mereka berdua.
Feng Lu dan Shen Zue tidak bisa menahan untuk tidak berteriak kesakitan, rasa sakit yang sulit untuk dijelaskan membuat mereka benar-benar tidak berdaya. Sedangkan Zhang Me terus melanjutkan kegiatannya tanpa memperdulikan rasa sakit yang dirasakan oleh Feng Lu dan Shen Zue.
Ditengah kegiatan menggambarnya tiba-tiba tubuh Zhang Me bercahaya, perlahan wujudnya mulai berubah satu-persatu dan aura yang dipancarkannya membuat semua anggota Organisasi Musang Merah Darah dan Gazuura yang awalnya tak berani bergerak sedikitpun kini memusatkan penuh pandangannya pada Zhang Me.
"Apa yang terjadi?"
"Aura ini..."
"Entah mengapa aku merasa sangat familiar dengan aura ini..."
"Aura ini terasa sangat akrab..."
"Pemimpin!!"
Berbagai ucapan-ucapan yang tak tahu apa maksudnya keluar dari bibir anggota Organisasi Musang Merah Darah dan Gazuura setelah merasakan aura yang dipancarkan oleh tubuh Zhang Me.
Hal yang sama terjadi pada Feng Lu dan Shen Zue, entah apa yang mereka gumamkan namun keduanya melotot menatap Zhang Me tanpa berkedip.
Mereka melihat jelas perubahan yang terjadi pada wujud Zhang Me. Rambut yang awalnya berwarna coklat kini berubah dan memiliki dua warna begitupun dengan kedua bola matanya, dimana rambut sisi kanan dan bola mata kanan berwarna hijau zamrud dan rambut sisi kiri dan bola mata kiri berwarna merah gelap serta tubuh yang memancarkan aura berwarna hijau zamrud dan merah gelap.
Akhirnya Zhang Me menyelesaikan gambarnya, ia kemudian menjauhkan jarum kecil tersebut dari Feng Lu dan Shen Zue.
Gambar yang dihasilkan cukup sederhana namun sempurna. Ia menggambar sebuah Musang berbulu lebat dengan lingkaran bunga melati yang mengelilinginya. Gambar tersebut saling tertaut dimasing-masing sebelah bahu Feng Lu dan Shen Zue.
"Ini akan menjadi lambang yang baru untuk kita semua..."
"Aliansi Murazuura!" teriak Zhang Me keras membuat semua mampu mendengarnya.
"Mura..."
"Azuura..."
"Murazuura..."
__ADS_1
"Ba-bagaimana dia bisa mengetahuinya?"
"Apa yang kalian katakan?" tanya Zhang Me pada Feng Lu dan Shen Zue yang bergumam kata-kata yang tidak dipahaminya.
"Bagaimana kau bisa tahu nama itu?" tanya Feng Lu.
"Nama? Apa kau menyukai nama baru untuk kita semua?" saut Zhang Me
Feng Lu menggeleng lalu berkata, "Tidak, bukan itu maksudku. Darimana kau tahu nama itu?"
"Aliansi Murazuura? Hm, nama itu hanya tiba-tiba saja muncul di kepalaku..."
"Apa ramalan itu benar-benar terjadi?" ucap Shen Zue tiba-tiba.
Kening Zhang Me berkerut, ia sama sekali tak mengerti apa yang mereka maksud namun tiba-tiba saja rasa sakit menyerang kepala Zhang Me dan membuatnya tak sadarkan diri.
Feng Lu dan Shen Zue serentak meneriakinya dan berniat untuk menolongnya, namun sebelum mereka dapat menyentuh Zhang Me tubuhnya tiba-tiba saja melayang ke udara dengan cahaya hijau zamrud dan merah gelap yang masih menyelimuti tubuhnya.
***
400 tahun yang lalu, Kekaisaran Qing merupakan kekaisaran yang makmur dan paling ditakuti. Kota Lehan yang merupakan ibu kota kekaisaran adalah kota yang sangat aman dan damai.
Sangat jarang sekali terjadi masalah seperti kekacauan ataupun pemberontakan, bahkan kekaisaran lain tidak berani untuk menyentuh atau mencari masalah di negeri yang damai ini.
Bukan tanpa sebab, ini semua karena kekaisaran memiliki kekuatan besar yang melindungi ibu kota, yaitu Organisasi Murazuura. Kelompok besar yang berjumlah puluhan ribu orang dan dipimpin oleh sepasang suami-istri, Mura dan Azuura.
Ini semua bermula saat Mura mengetahui bahwa ia tengah mengandung anak pertamanya. Kabar gembira tersebut secepat kilat tersebar ke seluruh negeri bahkan kekaisaran mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakan kehamilan Mura.
Namun pihak lain justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyebabkan konflik besar di kekaisaran Qing. Mereka dengan sangat sempurna mempersiapkan rencana dan menyebarkan berita bahwa anak yang dikandung Mura adalah hasil hubungan gelapnya dengan Kaisar saat itu.
Pada masa itu, mempengaruhi pikiran masyarakat sangatlah mudah, cukup dengan menyiapkan orang-orang yang mahir bermain kata dan mampu membuat rakyat yakin bahwa berita tersebut benar.
Saat itulah, satu berita bohong tentang Mura mampu mengalahkan seribu kebaikan yang pernah ia lakukan untuk rakyat. Semuanya seakan buta, rakyat menggunjing bahkan berbondong-bondong menemui Kaisar dan memintanya untuk menghukum Mura karena telah menodai negeri dengan berani menggoda seorang Kaisar. Bukankah sedikit aneh?
Kaisar juga telah berusaha menjelaskan pada rakyatnya bahwa semua yang tersebar hanyalah rumor namun tak ada yang mempercayainya. Daripada ia kehilangan tahtanya lebih baik ia mengorbankan orang lain, itu yang dipikirkan Kaisar saat didesak oleh rakyatnya. Dengan itu Sang Kaisar berjanji akan memberikan hukuman pada Mura.
Kabar tersebut tentu saja sudah terdengar ditelinga Mura dan Azuura. Kejadian ini cukup membuat mereka terguncang hingga keduanya memutuskan untuk menemui Kaisar.
"Maaf Yang Mulia, kurasa Yang Mulia telah mengetahui maksud kami menemui mu." ucap Azuura dengan hormat pada Kaisar yang tengah duduk di singgasananya.
"Mengenai rumor yang telah tersebar di rakyat seharusnya Yang Mulia berusaha untuk meyakinkan semuanya bahwa itu tidak benar bukan malah memutuskan untuk memberi hukuman pada Mura, istriku..." lanjutnya.
"Kau tahu aku sudah menjelaskan semuanya namun tak ada yang mempercayainya, mereka hanya ingin agar Mura diberi hukuman." saut Kaisar.
__ADS_1
"Lalu hukuman apa yang akan Yang Mulia jatuhkan untuk Mura?" tanya Azuura penasaran.
"Disiksa sampai mati..."
Azuura dan Mura membeku ditempatnya, apa mereka tak salah dengar? Kaisar yang sangat mereka hormati dan percaya dengan mudahnya mengeluarkan kalimat seperti itu.
"Kalian tak perlu kuatir, aku akan mengatakan itu pada rakyat namun aku tidak akan benar-benar membunuhnya..." jelas Kaisar.
"Kalian harus menyusun rencana untuk pergi dari sini dan aku akan memberikan mayat orang lain pada rakyat dan mengatakan bahwa itu adalah mayat Mura..." tambahnya.
Kaisar yang masih memiliki sedikit kepedulian pada keduanya memutuskan itu adalah cara terbaik meski terdengar cukup kasar karena secara tidak langsung Kaisar telah mengusir keduanya dari negeri ini, namun setidaknya Azuura merasa lega karena Mura tidak akan benar-benar diberi hukuman mati.
Kembali berita tentang Mura yang akan diberi hukuman yaitu disiksa hingga mati tersebar ke seluruh negeri. Sebagian rakyat merasa iba dan menolak namun sebagian lagi sudah terhasut dan seakan buta akan segalanya.
Hukuman penyiksaan hingga mati yang diberikan pada Mura tidak dilakukan didepan rakyat membuat banyak yang tak terima namun agar semuanya berjalan lancar, Kaisar berusaha membujuk dengan mengatakan bahwa itu tidak akan menjadi tontonan yang baik untuk sebagian orang jadi ia akan memperlihatkan mayat Mura saat sudah tidak bernapas.
Jangan lupakan puluhan ribu Organisasi Murazuura yang menjadi sangat murka saat mendengar kabar tersebut.
"Dimana pemimpin? Apa pemimpin Azuura akan diam saja saat pemimpin Mura akan diberi hukuman?!"
"Bagaimana mungkin ia menghilang disaat seperti ini?"
"Kau jangan mengatakan hal buruk tentang pemimpin Azuura, bisa saja ia menemui pemimpin Mura di istana kekaisaran dan mencoba untuk menyelamatkan nya..."
"Namun mengapa ia tidak memberitahu kita semua? Kita bisa meratakan seluruh istana jika mereka berani menyentuh pemimpin Mura!"
"Kita tidak boleh melakukan apapun tanpa perintah dari pemimpin!"
"Apa yang kau tunggu? pemimpin Azuura bahkan tak muncul sejak berita tentang hukuman untuk pemimpin Mura tersebar! Ia seolah tak peduli!"
"Kau beraninya menjelekkan pemimpin Azuura! Dia tidak akan mungkin membiarkan pemimpin Mura terluka!"
Perlahan namun pasti, Organisasi Murazuura mulai terpecah keberpihakan antara pemimpin Mura dan Azuura, dan tentu saja ini semua ada campur tangan dari pihak lain yang mencoba menyerang Organisasi Murazuura dari dalam.
Beberapa dari anggota Organisasi Murazuura otaknya sudah tercuci dengan menyimpan dendam pada pemimpin Azuura yang menurut mereka seolah membiarkan pemimpin Mura dihukum mati sebab Azuura dan Mura memang tidak memberitahukan tentang mereka yang akan pergi meninggalkan kekaisaran Qing agar tidak mencolok dan mencurigakan.
"Kita segera bergerak!"
"Kita harus melakukan pemberontakan terhadap kekaisaran!"
"Kau tidak bisa memutuskan begitu saja, kita belum mendapat perintah dari pemimpin!"
"Persetan dengan semuanya! Aku tidak akan membiarkan pemimpin Mura terluka sedikitpun!"
__ADS_1
"Jika kalian juga tidak ingin pemimpin Mura terluka maka ikut aku dan lakukan pemberontakan!"
Disisi lain, Azuura yang berniat pergi secara diam-diam dengan Mura mendapat masalah sebab ditengah perjalanan Azuura kehilangan Mura disisinya.