
"Apa kalian telah bertemu dengan ibu kalian?" tanya Lang Yizo.
Wang Ling dan Wang Rong saling menatap lalu beralih menatap Lang Yizo tengah menyantap makanannya dengan santai.
"Ayah, apa kau bertemu dengan ibu?" tanya Wang Rong pada Lang Yizo.
Seorang pelayan kedai yang tak sengaja lewat sedikit mendelik mendengar perkataan Wang Rong yang memanggil ayah pada pria yang terlihat seumuran dengannya.
"Apa ibu mengenalimu?" tanya Wang Rong lagi.
Lang Yizo tidak menjawab, ia masih mencoba tenang memakan hidangan dan mengingat kembali perkataan Zhang Me yang dikatakan padanya.
"Seharusnya kau bertemu ibu dengan wujud Dewa Wang Rao..." ucap Wang Ling, ia tahu ada sesuatu yang terjadi diantara mereka.
Tangan Lang Yizo berhenti udara saat hendak mengambil makanan lalu beralih menatap Wang Rong dan Wang Ling bergantian, "Seharusnya kalian tahu jika Dewa tidak bisa sembarangan berada di alam manusia, itu sebabnya aku menggunakan wujud lain."
"Lalu dimana ibu sekarang? Kami sangat ingin bertemu dengannya." ungkap Wang Ling.
"Saat ini ia berada di Alam Kegelapan, menikmati tidur nya." jawab Lang Yizo.
Wang Ling berhenti makan, ia melipat tangannya di dada dan berkata, "Apa yang dilakukan nya di Alam Kegelapan?"
Lang Yizo tidak menjawab, ia beranjak dari tempatnya lalu pergi tanpa mengungkapkan sekata pun dan meninggalkan Wang Ling dan Wang Rong dalam keadaan bingung.
***
Dia adalah Bei Tang Moran putra pertamaku, dia kuat dan perkasa serta sangat ahli dalam beladiri." Raja Bei Tang Yi menunjuk seorang pria bertubuh besar dan tegap yang tengah duduk di barisan bagian kanannya, paling dekat dengannya.
"Dia Bei Tang Wuchen putra keduaku, meskipun sedikit pendiam tapi dia memiliki kemampuan yang bisa untuk dibanggakan." Raja Bei Tang Yi menunjuk seorang pria disamping kanan Bei Tang Moran.
"Dan yang terakhir adalah dia, Bei Tang Lian. Yahh, kau bisa melihat sendiri bagaimana dia..." kata Raja Bei Tang Yi dengan malas menunjuk pria disamping Bei Tang Wuchen, cukup dekat dari Zhang Me.
__ADS_1
Zhang Me menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan kasar setelah mengetahui Pangeran Alam Kegelapan. Wajah mereka tampan dan cukup untuk di pamer namun tampaknya tidak ada satupun diantara mereka yang normal terutama Bei Tang Lian.
Meskipun semua Pangeran didampingi wanita yang menggeliat seperti ulat bulu tapi dia yang memiliki paling banyak ulat bulu di dekatnya, eh wanita ulat bulu maksudnya.
Zhang Me memijat pelan jidatnya lalu berkata, "Setelah melihat mereka sepertinya aku perlu memikirkan nya..."
"Menikah lah denganku, sudah pasti aku yang akan menjadi Raja Alam Kegelapan berikutnya." ucap Bei Tang Moran.
Ia mengambil sekuncup bunga yang bertengger di telinga wanita disamping nya lalu menghampiri Zhang Me dan memindahkan sekuncup bunga tersebut ke telinga Zhang Me.
Jelas sekali dari ekspresi wajah nya Zhang Me sama sekali tidak suka. Dengan kasar ia mengambil sekuncup bunga tersebut dari telinga nya lalu dihempaskan tepat didepan wajah Bei Tang Moran.
"Apa kau pikir aku sudi menerima bekas dari wanita lain?" sarkas Zhang Me.
Wajah Bei Tang Moran menegang, ini pertama kalinya ada wanita yang menolaknya.
"Beraninya kau!" ancam Bei Tang Moran sambil menunjuk Zhang Me.
Dahi Zhang Me berkerut, ancaman seperti itu sama sekali tidak mempan padanya.
Zhang Me tidak peduli, ia mengalihkan pandangannya pada Raja Bei Tang Yi dan berkata, "Sambil mencari solusi mengenai pernikahan, aku memutuskan untuk berada disini sementara waktu jadi siapkan satu kamar untukku, aku ingin beristirahat..." tambah Zhang Me lalu pergi dari sana tanpa beban apapun.
"Lihatlah, ia pergi begitu saja. Gadis itu sungguh berani, hahaha! Aku menyukainya! Salah satu dari kalian harus menikahinya!"
Mendengar perkataan Raja Bei Tang Yi membuat kedua putranya menampakkan senyum penuh arti kecuali Bei Tang Moran yang sudah naik pitam karena Zhang Me.
Raja Bei Tang Yi menuruti permintaan Zhang Me, ia meminta pada pelayan agar menyiapkan kamar untuk Zhang Me meskipun perilakunya tidak sopan dan seenaknya tapi justru membuat Raja Bei Tang Yi menyukainya dan bahkan berniat mengadakan pesta perjamuan untuk Zhang Me.
Zhang Me yang sudah mendapatkan kamar tengah asik bersorak kegirangan di atas tempat tidur karena akhirnya ia mendapat kesempatan untuk menikmati tidur panjang yang indah tanpa harus diganggu oleh siapa pun.
Namun baru saja kepalanya menempel di tempat tidur tiba-tiba Zhang Me teringat sesuatu, "Kenapa aku bodoh sekali?"
__ADS_1
"Kenapa baru terpikir? Jika ingin ketenangan seharusnya aku ke dimensi saja..." ucap Zhang Me sambil memegang lionting yang bertengger di lehernya.
"Sebaiknya aku istirahat di dimensi saja, sekalian menengok mereka semua."
Zhang Me merubah posisi nya dari berbaring menjadi duduk. Ia memejamkan matanya dan mulai berkonsentrasi lalu tak lama sosoknya menghilang.
Dan kini Zhang Me berdiri tepat didepan pintu emas yang mewah, sudah jelas itu pintu utama yang ada di dalam Dimensi.
Baru saja Zhang Me ingin memutar roda yang ada di pintu namun tiba-tiba roda tersebut berputar sendiri dan pintu terbuka membuat Zhang Me sedikit heran karena seingatnya perlu memutar roda untuk membuka pintu.
Saat melewati pintu Zhang Me disambut oleh seorang pria tampan berambut panjang warna hitam tengah membungkuk memberi hormat.
"Siapa dia?" batin Zhang Me bertanya tanya, ia tidak mengingat ada pria seperti ini di Dimensi.
"Selamat datang Dewi, aku sangat merindukanmu..." ucap nya masih dalam posisi membungkuk.
Tidak ingin merasa penasaran terlalu lama Zhang Me langsung bertanya, "Kau siapa? Apa kita saling kenal?"
"Oh tidak! Tega sekali Dewi melupakan pengikut yang setia seperti diriku..." dengan gaya memegang dada pria tersebut menunjukkan ekspresi menggelikan membuat Zhang Me bergidik ngeri dan rasanya ingin sekali membunuhnya sekarang juga.
Melihat raut bingung pada wajah Zhang Me membuatnya langsung memperkenalkan diri, "Aku adalah Binatang Ilahi pengikut Dewi yang sekarang Dewi beri nama Xiao Yan..." katanya.
"Binatang Ilahi? Xiao Yan? Kuda yang diberi ayahku? Bagaimana mungkin kau adalah Binatang Ilahi?" ungkap Zhang Me penuh tanya.
"Aku adalah Zion pengikut Dewi di kehidupan sebelumnya..."
"Berarti kau rekan Zia?" tanya Zhang Me, ia mengingatnya dari ingatan di kehidupan sebelumnya.
Xiao Yan mengangguk, mendengar nama Zia membuatnya sedikit murung.
"Aku pikir Binatang Ilahi adalah makhluk yang istimewa tapi ternyata hanya seekor kuda..." ungkap Zhang Me.
__ADS_1
"Binatang Ilahi adalah sebuah roh yang memiliki banyak jenis dan juga memiliki tingkatan yang dapat mempengaruhi wujudnya, lagipula aku berwujud kuda karena keinginan Dewi..."
Zhang Me mengedikkan bahunya tak peduli dan melangkah ke arah pintu yang berada di ujung sebelah kanannya. Ia ingat masih ada yang membuatnya penasaran di dalam sana.