The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)

The Most Wanted Queen (Pindah Dimensi)
Chapter 21- Ancaman


__ADS_3

Kaisar Lang Baeyou memiliki Permaisuri yang bernama Oh Soo Ah yang memberinya dua putra, Pangeran Mahkota, Lang Ruo yang berumur 18 tahun dan Pangeran keempat, Lang Zoen berumur 14 tahun.


Serta memiliki dua selir, Eu Han Ji yang memiliki satu putra yaitu Pangeran ketiga, Lang Doo Ji yang berumur 15 tahun.


Sedangkan Gaem Li Su memiliki anak kembar, Lang Yiyie Putri Pertama dan Lang Yizo Pangeran kedua, yang sama-sama berumur 17 tahun.


Keluarga kekaisaran dan semua pejabat kekaisaran berkumpul di Aula Utama Istana termasuk Zhang Me dengan ekspresi kesalnya.


Tadinya ia ingin pergi setelah mengobati Mo Xun, tapi terhalang saat beberapa pengawal istana menghadangnya dan meminta untuk ikut persidangan di Aula Utama.


Persidangan yang dimaksud adalah persidangan untuk Zhang Me karena telah melukai dan meracuni Mo Xun.


Mo Xun sendiri berasal dari keluarga bangsawan, ia juga salah satu jenius di kekaisaran Qing, dan cukup berpengaruh dalam keluarga kekaisaran sebab ia merupakan sahabat Lang Ruo sejak kecil dan tunangan dari Putri Pertama, Lang Yiyie. Wajar saja jika dia begitu diperhatikan oleh keluarga kekaisaran.


Dengan ekspresi malas, Zhang Me berdiri di tengah-tengah Aula dan dikelilingi pengawal istana yang bersenjata.


"Apa seperti ini cara kau memperlakukan tamumu?" tanya Zhang Me.


Ia menatap tajam pada kaisar Lang Baeyou yang sedang duduk santai di singgasana nya yang megah dan indah.


"Hey kau! Bicara sopanlah pada kaisar!" teriak Gaem Li Su, selir kaisar.


Pria paruh baya berjalan ke tengah Aula, ia memberi hormat pada Kaisar lalu membuka sebuah gulungan kertas.


"Orang yang telah melukai dan meracuni tunangan putri Lang Yiyie yaitu Mo Xun akan dijatuhi hukuman mati..." bacanya lantang lalu menutup kembali gulungan kertas dan kembali ketempatnya.


Lang Ruo yang sedang berdiri didekat Kaisar menoleh, ia tak setuju atas hukuman yang akan dijatuhi untuk Zhang Me, menurutnya itu terlalu berat.


"Pengawal cepat siapkan persiapan agar ia bisa segera di hukum..." seru Lang Yiyie, ia sepertinya punya dendam pribadi terhadap Zhang Me.


"Kakak, mengapa gadis itu terlihat biasa saja? padahal ia dijatuhi hukuman mati..." tanya Lang Zeon berbisik pada Lang Doo Ji yang memang berdiri disampingnya.


"Entahlah adik, dia seperti tidak terpengaruh..." saut Lang Doo Ji.


Tak lama pengawal datang membawa rantai yang sangat besar dan panjang, dibelakang pengawal tersebut ada delapan orang yang mengikutinya, salah satu diantara mereka memegang golok besar.


"Apa kau benar-benar ingin membunuhku?" kata Zhang Me sambil menatap Kaisar Lang Baeyou.


"Mengapa tidak? kau telah berani menyentuh tunangan putriku." Saut Lang Baeyou.


"Tapi aku tak ingin dibunuh, bagaimana jika aku membunuh semua orang yang ada disini? dengan begitu tidak akan ada yang bisa membunuhku..." ucap Zhang Me sambil menaruh lengan didepan dadanya.


Pengawal yang mengelilingi Zhang Me menyodongkan senjatanya.


"Aiss, kalian berani sekali membuatku tersinggung..."

__ADS_1


Dengan cepat Zhang Me meraih salah satu pedang yang disodongkan padanya lalu membuat gerakan berputar dan hanya butuh waktu beberapa detik saja, semua kepala pengawal yang menyodongkan senjata menggelinding di lantai.


"Haaaa!!" para wanita yang hadir disana menjerit ketakutan.


Selir Gaem Baeyoul dan putri Lang Yiyie jatuh pingsan ditempatnya melihat kepala yang terpisah dari tubuhnya.


Dibalik cadarnya Zhang Me tersenyum senang, ia menjongkok menatap semua kepala yang tergeletak dengan darah yang terus mengalir keluar.


Zhang Me meraih salah satu kepala yang dekat dengannya lalu memotong kedua telinga dan mencolok kedua mata menggunakan pedang yang dipegangnya sehingga membuat darah terhambur keluar mengenai wajahnya.


Ia memejamkan mata, sambil menghirup dan menikmati aroma darah yang membuat hatinya terasa nyaman dan tenang.


Merasa cukup, Zhang Me kembali membuka matanya lalu memotong kepala tersebut menjadi dua membuat semua isi kepala terhambur keluar.


Lagi-lagi Zhang Me tersenyum, berbeda dengan mereka yang berusaha menahan rasa mual dan tubuhnya agar tetap sadar.


"Aneh sekali, melihat semua ini membuatku senang tapi mengapa saat dibuat menjadi makanan membuatku mual?" gumam Zhang Me sambil tertawa pelan dibalik cadarnya.


Semuanya terbelalak kaget dan syok, tak terkecuali Lang Baeyou, ia tak pernah melihat orang sesadis Zhang Me yang menghabisi banyak orang dengan sekali serang.


Dan yang paling syok adalah Lang Ruo, Mo Ahn Dong dan beberapa murid Anggrek Putih yang pernah melihat Zhang Me.


Mereka tau bahwa Zhang Me adalah gadis kecil dengan wajah cantik yang terlihat lemah lembut. Tak pernah terpikir Zhang Me akan melakukan hal seperti itu.


"Tahan dia!" teriak Lang Baeyou.


Ada delapan pria yang mengepungnya, dari penampilannya Zhang Me tau bahwa mereka bukanlah pengawal dari Istana kekaisaran.


Mereka yang mengepung Zhang Me menjadi gugup, tidak sesuai harapan mereka yang mengira Zhang Me akan ketakutan, tapi justru terlihat dari matanya Zhang Me sedang tersenyum dibalik cadar menatap mereka seakan siap menerkam mangsanya.


"Ada apa? sepertinya kalian terlihat ragu untuk membunuhku..." ucap Zhang Me.


Mereka diam tak menjawab, lidah mereka terasa keluh untuk mengeluarkan suara.


"Akan lebih baik jika kalian terlebih dulu melihat wajah orang yang akan kalian bunuh..." kata Zhang Me


Zhang Me menggerakkan tangannya membuka kain yang digunakan sebagai cadar untuk menutup separuh wajahnya.


Semua terpukau, terpanah melihat keindahan wajah Zhang Me yang sangat tidak manusiawi.


Mereka yang pernah dan yang belum pernah melihat wajah Zhang Me merasa seperti melihat wujud seorang dewi yang sangat luar biasa.


"Lihatlah, aku memiliki tanda yang sama seperti kalian..." seru Zhang Me menunjuk tanda pada lehernya yang juga dimiliki salah empat orang mengepungnya.


Empat orang yang memiliki tanda yang sama seperti Zhang Me namun beda warna saling tatap. Hanya mereka dan Zhang Me yang tau artinya.

__ADS_1


Kemudian Zhang Me merogoh sesuatu dari balik pakaiannya, lalu sengaja menjatuhkan plakat berwarna Merah Darah miliknya yang ditandai sebagai pemimpin utama Organisasi Musang Merah Darah dan membuat empat orang lainnya melotot tak percaya, mereka tau plakat itu.


Zhang Me memang sengaja melakukan itu, ia langsung mengenal kedelapan orang yang mengepungnya saat melihat tanda dileher yang dimiliki empat orang dan juga plakat yang menggantung dipinggang empat orang lainnya.


Entah ini kebetulan atau tidak, tapi secara tidak langsung Zhang Me memperkenalkan dirinya pada bawahannya yang ingin berusaha membunuhnya.


Begitu sadar akan sesuatu, mereka yang tadinya mengepung Zhang Me serentak berlutut dan memberi hormat.


"Maafkan kami yang tidak mengenalimu..." kata mereka serentak.


Mereka saling tatap. Semua anggota Gazuura telah mengetahui mereka telah mempunyai pemimpin baru meskipun ada beberapa belum bertemu termasuk empat orang yang berada di Kekaisaran.


Begitupun dengan anggota Organisasi Musang Merah Darah, Feng Lu sudah menyebarkan tentang Pemimpin utama yang baru dan yang pasti memiliki plakat seperti yang sengaja diperlihatkan Zhang Me.


Tetapi mereka merasa heran saat mengetahui mereka menghormati orang yang sama. Apa Gazuura dan Organisasi Musang Merah darah memiliki pemimpin yang sama? pikir mereka.


Selain Zhang Me dan delapan orang tersebut, Lang Baeyou dan yang lainnya lagi-lagi dibuat terkejut saat melihat Zhang Me membuat anggota Gazuura dan Organisasi Musang Merah Darah berlutut.


Lang Baeyou adalah orang yang mempekerjakan mereka, empat orang dari Gazuura dan empat orang dari Organisasi Musang Merah Darah. Kedua kelompok tersebut sangat terkenal di wilayah kekaisaran Qing.


Saat Lang Baeyou mengetahui Mo Xun dilukai dan diracuni, ia menyewa orang dikedua kelompok tersebut untuk mencari Zhang Me dan membawanya padanya tapi tak satupun berhasil.


Tapi begitu melihat mereka berlutut pada Zhang Me membuatnya sedikit ragu dan penasaran siapa sebenarnya gadis itu?


"Apa yang terjadi dengan kalian? kalian seharusnya membunuhku, bukan berlutut padaku..." kata Zhang Me.


"Apa kau punya solusi Kaisar Lang Baeyou?" tanya Zhang Me menekan setiap katanya.


Wajah Lang Baeyou menjadi pasi, Zhang Me berhasil membuatnya terpojok.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Lang Baeyou gelagapan.


"Haha! Kau ingin memberiku sesuatu?" ulang Zhang Me dan Lang Baeyou mengangguk.


Saat ini posisinya sedang tidak beruntung, ia tak ingin jika nanti Zhang Me melukai keluarga Kekaisaran setelah melihat aksinya.


"Kau tau, yang aku inginkan dari kau hanya istana ini. Beruntung hari ini aku sedang malas untuk melakukan sesuatu jadi kau tidak usah kuatir..." ungkap Zhang Me.


"Tapi, jika sekali lagi kau mengusikku, maka aku akan benar-benar merebut milikmu ini..." ancamnya.


"Ini adalah ancaman dariku..."


Tanpa memperdulikan siapapun lagi, Zhang Me berjalan keluar Aula dan diikuti kedelapan orang tadi lalu pergi meninggalkan istana kekaisaran Qing.


Terima kasih sudah membaca:')

__ADS_1


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin yaa..^^


__ADS_2