
Hukuman atas kasus Nyonya Mary sudah di putuskan, atas kesepakatan semua pihak dia di masukkan ke rumah sakit jiwa.
Setelah menyelesaikan proses atas kasus Nyonya Mary, detektif Clark teringat amplop misterius yang di kirimkan padanya beberapa hari yang lalu. Dia meneliti isi amplop tersebut, beberapa foto tuna wisma yang biasa berkeliaran di Love Park dan beberapa foto orang yang di laporkan hilang beberapa tahun lalu ada di sana.
Kemudian ada data transaksi pemesanan dan pengiriman organ tubuh, semua data itu mengarah pada Forever Young Foundation yang tidak lain adalah yayasan yang di kelola oleh keluarga Peter.
Dahi detektif Clark berkerut membaca semua itu, antara percaya dan tidak dengan bukti yang ada di depan matanya. Setahunya yayasan itu banyak melakukan kegiatan amal di bidang kesehatan, membantu para pasien mendapatkan pendonor yang tepat.
Tapi bila faktanya seperti ini maka yayasan itu harus di selidiki lebih dalam, ini bukan kasus main-main. Perdagangan organ tubuh termasuk kasus besar, bila orang ini bisa mengirimkan bukti seperti ini berarti dia betul-betul tahu sesuatu.
Detektif Clark menghubungi nomor yang terselip di dalam amplop, handphone Sam berdering.
"Halo, apakah anda yang mengirimkan sebuah amplop padaku beberapa hari yang lalu?"
"Yup benar detektif,"
"Apakah data anda dapat di percaya?"
"Sangat!"
"Anda yakin? Anda tahu ini bukan kasus kecil,"
"Iya aku tahu dan aku sangat yakin detektif karena kakakku hampir menjadi korban mereka,"
"Baiklah, bisa kita bertemu?"
"Tentu, anda bisa ke cafe Flow di jalan Walkie?"
"Bisa,"
"Okey kita bertemu di sana jam satu siang ini."
Siang itu Sam dan detektif Clark bertemu, Sam menceritakan semuanya termasuk keterlibatanku dan para hantu. Awalnya sang detektif terlihat meragukan cerita Sam, tapi Sam berhasil meyakinkannya untuk menyelidiki lebih lanjut keterangan yang telah ia berikan.
Sore itu detektif Clark memutuskan untuk mengunjungi Peter, Peter yang kebetulan sedang berada di rumah menyambutnya di ruang tamu. Setelah sedikit basa basi Peter menanyakan maksud kedatangan sang detektif.
"Kasus ibuku sudah selesaikan? Lalu ada urusan apa lagi detektif mencariku?"
"Ow iya, kasus ibu anda sudah selesai. Aku ke sini untuk urusan lain,"
__ADS_1
"Apa itu detektif?"
"Ada yang melaporkan bahwa yayasan keluarga anda, Forever Young Foundation terlibat transaksi jual beli organ tubuh,"
"Apa? Omong kosong apa lagi ini? Siapa yang berani melakukan itu?!" Peter memukul lengan kursi dengan geram.
"Tapi sepertinya laporan itu bukan omong kosong karena orang itu telah memperkuat laporannya dengan beberapa foto dan data,"
"Siapa orang itu detektif?"
"Maaf kami tidak bisa memberi tahu anda sumber informasi kami,"
"Jadi kau percaya dengan laporan omong kosong itu? Apa kau lupa kalau yayasan kami selalu melakukan kegiatan amal untuk membantu pemerintah kota,"
"Yah aku ingat itu dokter, itu sebabnya aku datang untuk mengkonfirmasi informasi itu,"
"Lalu? Apa yang kau butuhkan detektif?"
"Aku rasa untuk saat ini, reaksi anda terhadap informasi ini sudah cukup,"
"Sebaiknya anda pulang sekarang detektif, bila anda datang lagi sebaiknya anda membawa surat resmi," Peter yang tampak gusar membuka pintu untuk sang detektif.
Detektif Clark meninggalkan rumah Peter dengan perasaan ragu, bila yayasan keluarganya memang bersih, Peter tidak seharusnya gusar seperti itu.
Sepeninggal detektif Clark, Peter ke ruang kerja ayahnya dan menghubungi Lana.
"Ada yang berani macam-macam denganku, sebarkan undangan makan malam besok di rumahku. Pengkhianat itu pasti salah satu dari mereka!"
Peter memutuskan hubungan, wajahnya tanpa ekspresi menatap handphone. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu di kepalanya.
Sam kembali bertemu dengan detektif Clark, kali ini Ramona juga ada di sana. Ramona tampak sehat sekarang, dia sengaja datang untuk memperkuat laporan Sam. Mereka sedang merencanakan tindakan selanjutnya saat aku datang dan berbisik pada Ramona tentang rencana perjamuan Peter.
"Rupanya Peter sedang merencanakan sesuatu," ucap Ramona
"Oya? Apa itu?" tanya deteltif Clark
"Dia mengundang kolega-kolega orang tuanya untuk makan malam di rumahnya, aku yakin itu bukan perjamuan biasa,"
"Yah aku rasa juga begitu," timpal Sam
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu akan kusiapkan surat perintah penggeledahanya."
Suasana di rumah Peter tampak sibuk, Lana dan orang-orangnya menata aula untuk persiapan jamuan makan malam. Pintu sebuah ruangan di samping aula sedikit terbuka, aku mengintip situasi di dalam lalu masuk melihat-lihat. Yang menarik perhatianku adalah, ruangan itu di tata seperti bangsal.
Beberapa tempat tidur pasien dan tiang infus berjejer rapi, hmm ... kira-kira ruangan ini untuk apa? Apakah Peter akan membuka praktek di rumah? Tapi kalau memang demikian seharusnya dia tidak begitu butuh banyak tempat tidurkan?
Sebuah meja lengkap dengan alat-alat bedah yang tertata rapi di atasnya, semua yang kulihat di ruangan ini membuat perasaanku jadi tidak enak. Sepertinya sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada pesta perjamuan nanti.
Jamuan makan malam akan di laksanakan pukul tujuh malam ini, setengah jam sebelum acara para undangan sudah berdatangan. Lana mendampingi Peter menyambut tamu yang kebanyakan adalah kolega kedua orang tua Peter, semua orang tampak menikmati suasana.
Penataan ruangan, hidangan dan musik yang di mainkan band semua terlihat mewah, sungguh sebuah perjamuan kalangan atas. Para tamu saling tegur dan berbincang sambil minum dan mencicipi hidangan yang tersedia di meja prasmanan.
Orang-orang Lana melayani para tamu, Peter berkeliling menyapa mereka, semua terlihat bahagia, suara tawa terdengar di setiap sudut ruangan. Ramona dan Sam yang sedang bersembunyi di balik semak mengamati suasana di dalam rumah.
"Kau sudah mengabari detektif Clark?" tanya Ramona
"Iya,"
"Kau sudah mengingatkan untuk tidak membunyikan sirene kan?"
"Iya! Sudahlah Ramona, jangan terlalu cemas. Tidak akan ada apa-apa yang terjadi malam ini," ujar Sam
"Aku justru mau sesuatu terjadi supaya semua ini cepat selesai dan Peter mendapatkan hukuman yang setimpal." tukas Ramona.
Jam menunjukkan hampir pukul delapan, Peter yang terlihat sangat tampan dalam balutan setelan jas berwarna putih melangkah ke tengah ruangan, dia mengangkat gelas kristal di tangannya dan membuat suara berdenting yang menarik perhatian para tamu.
"Selamat malam Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, selamat datang di pesta jamuan makan malam yang sederhana ini."
"Pesta ini kuadakan untuk mengingat sepuluh hari kepergian ayahku, dokter Grey, dan juga permohonan maaf atas hal kurang nyaman yang telah di lakukan ibuku."
"Untuk itu malam ini ijinkan aku menghadiahkan sebuah minuman istimewa untuk kalian semua." semua orang bertepuk tangan mendengar kata-kata sambutan dari Peter.
Peter menjentikkan jari, lalu para pelayan membawa botol-botol dengan label khusus, mereka menuangnya di gelas para tamu. Setelah selesai Peter kembali mengangkat gelas.
"Mari bersulang, semoga kita semua bahagia pada akhirnya."
"Chearss!" seru para tamu yang langsung meminum minuman mereka.
Minuman itu mungkin terasa nikmat di lidah mereka hingga mereka semua minum sampai habis, tapi tidak dengan Peter, dia tidak minum sedikitpun. Dengan langkah yang sangat lambat Peter berjalan sambil menghitung langkahnya menuju salah satu meja, tepat pada hitungan ketiga dia meletakkan gelasnya di atas meja dan .... para tamu jatuh pingsan satu persatu.
__ADS_1
Astaga! Apa yang terjadi? Apakah karena minuman yang ada di botol itu? Apakah minuman itu mengandung racun? Ya ampun ... bagaimana ini?