The Other Side

The Other Side
Ujian


__ADS_3

"Hush, sudah-sudah. Ngomong-ngomong Sandy bagaimana kabarmu?" lata Bunda Anna.


"Baik bunda," jawab Sandy.


Sepanjang perjalanan, Netra menghilangkan rasa gugupnya dengan mengobrol, entah itu dengan Sandy, Radit, ataupun Bunda Anna. Tidak terasa, sampai lah mereka di tempat yang mereka tuju. SMA Internasional Tunas Bangsa.


*****


Sekolah ini terlihat sangat megah. Bangunan yang terdiri atas 3 lantai ini didesain sangat megah. Di dalamnya terdapat lapangan sekolah yang luas. Di sisi depan lapangan terdapat gedung lain yang tidak kalah megahnya. Gedung itu adalah gedung perpustakaan melingkar yang letaknya di luar gedung belajar. Siapapun akan nyaman membaca di perpustakaan seperti ini. Pepohonan banyak tumbuh di beberapa bagian sekolah yang menimbulkan efek sejuk. Gedung sekolah ini berbentuk huruf O dengan perpustakaan dan lapangan berada di tengahnya. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Mereka masih belum puas berkeliling namun harus cepat menemukan ruangan ujian mereka masing-masing karena waktu sudah menunjukkan pukul 7.40 dan waktu ujian akan dimulai pukul 8 tepat.


"Ah ini dia namaku. Aku di ruangan 1.302," kata Netra sambil menunjuk namanya di papan pemberitahuan.


"Namaku dan Sandy berada di ruangan yang sama 2.202," kata Radit.


"Loh curang, kenapa aku berpisah dari kalian sih. Sebal," kata Netra sambil memanyunkan bibirnya.


"Haha. Sini biar kuantar. Yuk San," kata Radit.

__ADS_1


"Bunda sama ayah akan tunggu di perpustakaan ya. Nanti kalo kalian udah selesai ke sana aja," kata Bunda Anna.


"Siap bunda," jawab Netra sambil memperagakan anak buah yang hormat ke bosnya.


"Semoga berhasil. Jangan lupa berdoa dan jangan panik," kata ayah Radit.


"Iya iya." Mereka berlalu dan pergi mengantarkan Netra ke ruangannya.


"Ngomong-ngomong, emang kalian ngerti cara baca ruangannya? Aku bingung kenapa banyak banget angkanya," tanya Netra.


"Loh emang kamu ga tau gimana bacanya?" Radit balik bertanya. Netra hanya menggelengkan kepalanya.


"Emang ada 2 gedung? Yang aku liat cuma 1, bentuk O ini." tanya Netra yang masih kebingungan.


"Kamu liat penyambung yang di atas sana? Itu adalah pemisah antara gedung 1 dan 2. Walaupun gedung ini terkesan menyatu, sebenarnya gedung ini adalah 2 gedung yang disambung di bagian sana," jelas Radit sambil menunjuk bagian atas yang terlihat seperti sambungan.


"Oh begitu, kalo begitu kalian akan jauh dong. Kembalilah, aku bisa cari ruanganku sendiri," kata Netra sambil mengusir kedua temannya itu.

__ADS_1


"Ga. Baca nomor ruangan aja ga bisa. Nanti kamu malah nyasar." Sandy yang daritadi diam akhirnya mengeluarkan kata-kata. Netra terdiam dan akhirnya membiarkan mereka mengantarnya. Sesampainya di ruang ujian mereka berpisah. Radit dan Sandy segera menuju ke ruangan ujian mereka.


"Huh hawanya membunuh sekali. Ayo Rara jangan tegang. Fokus," gumam Netra sambil memasuki ruangan dan mencari tempat duduknya.


Dua orang pengawas ujian masuk ke ruangan. Terlihat mereka membawa amplop coklat yang pasti berisi soal ujian. Netra terlihat cukup tegang. Ia takut tidak maksimal dan mengecewakan orang-orang di sekitarnya.


"Ayo Rara kamu pasti bisa. Jangan kecewakan nenek, Radit dan Sandy dengan kamu mengacaukan ujian masukmu," batin Netra sambil menyemangati dirinya sendiri.


"Baik karna jam sudah menunjukkan pukul 7.55 menit, saya akan bagikan soalnya dalama keadaan terbalik. Kalian boleh membuka soal saat jam 8 tepat. Untuk menunggu kalian boleh mengisi data diri di lembar jawaban kalian. Jika ada masalah atau ingin bertanya, kalian bisa acungkan tangan," kata salah satu pengawas.


"Sebelumnya mari kita berdoa terlebih dahulu agar ujian hari ini tidak terhalang banyak masalah. Silahkan yang ingin memimpin," kata pengawas lainnya. Salah satu anak mengacungkan tangannya dan mulai memimpin kelas tersebut untuk berdoa. Setelah berdoa, pengawas mulai membagikan soal dan lembar jawaban ke seluruh peserta ujian di sana.


"Soal ujian itu sudah di depanku. Aku harus bisa," batin Rara sambil mengisi data dirinya di lembar jawaban.


"Ya, sudah pukul 8 tepat. Kalian boleh membuka soal dan selamat mengerjakan," kata pengawas ujian. Semua peserta ujian mulai mengerjakan ujian dengan baik dan teliti tak terkecuali Netra. Ia ingin memberikan yang terbaik bagi orang di sekitarnya. Netra mengerjakan soal demi soal dengan baik dan teliti.


Tidak terasa satu jam berlalu, waktu ujian hanya tinggal 1 jam lagi. Netra mulai mengerjakan esainya walaupun soal pilihan gandanya masih ada beberapa yang kosong. Esai adalah kelebihan Netra. Itulah mengapa ia ingin masuk ke kelas bahasa. Bukan hal yang sulit bagi Netra untuk merangkai kata-kata dengan baik. Di saat Netra mengerjakan esainya, ekor matanya menangkap kejadian yang tidak terpuji di antara kedua peserta ujian di sampingnya.

__ADS_1


"HEI.."


__ADS_2