
"Ra..." Suara Sandy tertahan. Ia mendekat ke arah Netra. Netra refleks langsung memejamkan matanya.
"Pake dulu sabuknya, gimana mau jalan," kata Sandy sambil memakaikan sabuk pengaman Netra. Netra yang malu akhirnya langsung membetulkan posisinya dan sabuk pengamannya.
"Ah iya, aku bisa sendiri kok," kata Netra panik.
Sandy terlihat tersenyum melihat kelakuan Netra dan ia langsung menjalankan mobilnya menuju rumah Netra.
*****
Di tengah jalan, tiba-tiba Netra memberhentikan Sandy.
"San tunggu," kata Netra. Sandy langsung ke pinggir jalan dan berhenti.
"Ada apa?" tanya Sandy.
"Kita kan masih SMP, kenapa kamu dibolehin bawa mobil? Dan lagi emang kamu ada SIM? Bisa-bisa nanti kita kena tilang," tanya Netra.
"Aku kira apa." Sandy langsung membuka laci mobilnya dan mengambil sebuah kartu yang terlihat seperti SIM. Ia menunjukkannya ke Netra secara cepat dan langsung memasukkannya kembali ke laci mobilnya.
__ADS_1
"Loh, tunggu, kok bisa sih? Kita bahkan belom 17 tahun, belom ada KTP, mana boleh hmp hmp..." Netra tidak dapat melanjutkan omongannya karena mulutnya ditutup oleh Sandy.
"Kamu bisa diem sebentar? Kita ga bakal cepet ketemu Radit kalo kayak gini," kata Sandy sambil menutup mulut Netra dan mulai menyalakan mobil. Netra hanya bisa terdiam. Tidak berselang lama mereka sudah berada di depan rumah Netra.
"Kamu mau ikut masuk ke rumahku? Aku mungkin akan mandi sebentar dan berganti pakaian," kata Netra sambil keluar mobil Sandy.
"Aku tunggu di sini saja. Jangan terlalu lama, oke? Nanti jam besuknya abis," kata Sandy dari dalam mobil.
Netra segera masuk ke dalam rumahnya. Ia meminta izin ke neneknya untuk menjenguk Radit yang kini dirawat di rumah sakit. Ia bilang akan berangkat dengan Sandy ke rumah sakit. Nek Sari mengizinkan mereka berdua untuk pergi ke rumah sakit.
Netra akhirnya pergi mandi dan bersiap-siap di kamarnya. Nek Sari yang penasaran dengan Sandy langsung keluar dan menuju mobil Sandy. Nek Sari mencoba menyapa Sandy yang tengah asik bermain hape.
"Halo, nak. Kenalin, nenek ini neneknya Rara. Kamu bisa panggil nenek Nek Sari." Kata Nek Sari yang mengagetkan Sandy dari luar mobil.
"Ah iya, kenalkan saya Sandy, saya teman sekelas Rara," kata Sandy sambil berjalan ke luar. Akan tidak sopan jika ia masih berbicara dengan yang lebih tua dari dalam mobil.
"Tadi nenek dengar kamu dan Rara ingin pergi menjenguk Radit ya. Nenek hanya mau titip salam ke Radit. Semoga lekas sembuh. Radit itu anak yang baik," kata Nek Sari ke Sandy.
"Iya nek akan aku sampaikan," kata Sandy.
__ADS_1
Tiba-tiba Nek Sari mendekatkan wajahnya ke telinga Sandy dan seperti membisikkan sesuatu hal. Sesaat setelah Nek Sari selesai membisikkan sesuatu, wajah Sandy terlihat bingung dan khawatir. Tak berselang lama, Netra keluar dari rumahnya.
"Ah nenek, maaf Rara belum perkenalkan teman Rara," kata Netra.
"Iya, ga apa apa kok. Tadi nenek sudah berkenalan dengan Sandy," kata Nek Sari sambil melirik ke arah Sandy.
"Iya Ra. Yaudah yuk kita pergi ke rumah sakit, nanti jam besuknya abis. Kami pamit dulu Nek," kata Sandy berpamitan dengan Nek sari sambil mengajak Netra masuk ke mobilnya.
"Rara pergi dulu ya nek. Rara akan langsung pulang setelah menjenguk Radit," kata Netra sambil melambaikan tangan ke neneknya.
"Melihat responnya yang seperti orang kebingungan sekaligus khawatir, aku yakin pasti dia adalah anak itu," gumam Nek Sari sambil masuk ke dalam rumah.
Di dalam mobil terlihat Sandy yang tidak fokus menyetir dan wajahnya terlihat memikirkan sesuatu. Netra mencoba untuk mencairkam suasana canggung di antara mereka.
"Tadi kamu bicara apa aja sama nenek?" kata Netra yang membuyarkan lamunan Sandy.
"Tidak, tidak ada. Hanya berkenalan," kata Sandy sambil berusaha untuk fokus menyetir. Sejujurnya ini kali pertama Sandy membawa mobil bersama orang lain, biasanya supirnya yang akan menyetir untuk Sandy dan Radit jika ingin berpergian, sehingga sekarang Sandy merasa gugup sekali. Walaupun Sandy sudah lancar dalam menyetir, namun tidak dapat ia pungkiri bahwa sekarang ia dalam kondisi gugup karena menyetir untuk orang lain.
"Hey. Kamu dari tadi terlihat melamun, melamunkan apa sih? Kalo lagi nyetir tuh fokus aja ke jalan tau ga?" kata Netra.
__ADS_1
"Iya iya," jawab Sandy.