
Peter tersenyum dingin melihat apa yang terjadi, para tamu berjatuhan tak sadarkan diri. Minuman yang mereka minum adalah minuman yang telah di racik khusus untuk jamuan malam ini. Minuman ini mengandung obat bius yang kadarnya telah di ukur, cukup berbahaya tapi tidak sampai mematikan.
"Tak ada yang bisa main-main dengan keluarga Grey!" gumam Peter.
Wajahnya memerah karena marah, dia yakin salah satu dari tamu itu telah mengkhianatinya dan memberikan informasi pada polisi. Orang-orang Lana bergerak dengan cepat mengangkat tubuh para tamu ke dalam ruangan yang penuh dengan tempat tidur, dengan sigap mereka memasang selang-selang infus lalu mengambil darah para tamu.
Sam dan Ramona yang melihat kejadian itu jadi panik karena detektif Clark belum juga tiba, mereka khawatir sesuatu terjadi pada para tamu. Sam lalu menghubungi sang detektif yang rupanya sudah di jalan menuju rumah Peter.
"Cepatlah detektif, jangan sampai semua terlambat," ujar Sam dengan gelisah
"Tenanglah Sam, aku tiba sepuluh menit lagi,"
"Anda membawa bantuan?"
"Apakah perlu? Aku hanya membawa dua orang petugas patroli bersamaku,"
"Entahlah detektif, tapi sepertinya malam ini anda butuh lebih dari itu."
Detektif Clark tiba di rumah Peter, Sam dan Ramona melambai ke arah mobil sang detektif yang tidak bersuara dan tidak menyalakan lampu.
"Bagaimana situasinya?" tanya detektif Clark
"Entahlah detektif, yang kami lihat para tamu jatuh pingsan setelah minum,"
"Baiklah kami akan memeriksanya." ujar sang detektif
"Kalian periksa keadaan sekitar, bila ada yang mencurigakan segera panggil bantuan."
Detektif Clark memberi instruksi pada petugas yang ikut dengannya. Ramona dan Sam ikut berkeliling sementara sang detektif berjalan menuju pintu depan, dia mengetuk sekali dua kali hingga akhirnya pintu di buka oleh seorang pelayan.
"Selamat malam," sapa sang detektif
"Malam, ada apa Tuan?" tanya si pelayan
"Maaf mengganggu, tapi aku ingin bertemu dengan dokter Peter,"
"Maaf Tuan, tapi dokter Peter sedang mengadakan pesta tertutup, hanya para tamu undangan yang bisa masuk,"
"Yah aku bisa melihat mobil-mobil yang terparkir, tapi sepertinya aku harus mengganggu pestanya."
Detektif Clak menunjukkan surat penggeledahan pada si pelayan yang membuatnya bungkam, si pelayan kemudian masuk kembali ke dalam rumah dan menutup pintu. Tidak berapa lama Peter pun keluar dengan wajah yang tidak senang.
"Ada apa lagi detektif? Apakah urusan ini tidak bisa menunggu besok? Aku sedang mengadakan pesta,"
"Iya dokter, maaf mengganggu tapi ...." tiba-tiba terdengar suara tembakan, Peter dan detektif Clark berlari menuju sumber suara yang berasal dari halaman belakang.
__ADS_1
Di sana terlihat Sam, Ramona dan petugas polisi sedang terlibat perkelahian dengan orang-orang Lana.
"Apa-apaan ini?!" teriak Peter tapi detektif Clark segera menunjukkan surat perintah penggeledahan pada Peter.
"Maaf dokter, kami harus menggeledah rumahmu sekarang."
Rupanya petugas yang berkeliling melihat apa yang mereka lakukan di dalam rumah melalui jendela dan segera menghubungi markas untuk meminta bantuan, orang-orang Lana yang sedang berjaga di luar melihat mereka dan terjadilah perkelahian serta saling tembak.
Sam berubah wujud menjadi seekor serigala lalu melompat menerjang kaca jendela ruangan di mana para tamu dikerjai, perut beberapa dari mereka terlihat sudah terbuka lebar tapi beberapa masih belum di sentuh.
Sam menerjang orang-orang Lana, mengigit dan melempar mereka. Beberapa unit mobil polisi tampak memasuki halaman rumah Peter, kali ini dia tidak bisa mengelak, bahkan tanpa berkas pun apa yang di saksikan para polisi malam ini sudah lebih dari cukup sebagai bukti.
Peter, Lana dan semua antek-anteknya di tangkap, para tamu masih ada yang bisa di selamatkan walau beberapa yang lain telah jadi korban. Polisi mengumpulkan semua bukti-bukti yang ada di ruang rahasia tanpa terkecuali, juga botol minuman dan gelas yang telah di gunakan para tamu.
Atas petunjuk Ramona polisi menyelidiki halaman belakang Lovelock Surgery Hospital, tepatnya taman Labirin. Para hantu sangat bersemangat saat akhirnya lubang tempat tubuh mereka di tumpuk di temukan.
Di perkirakan ada puluhan tumpukan mayat terkubur dalam lubang itu, polisi melakukan penggalian dengan hati-hati. Kondisinya sangat mengerikan, selain tulang belulang, beberapa mayat tampak masih belum terurai sepenuhnya. Sepertinya selama ini mereka menumpuk semua korbannya dalam satu lubang besar saja.
"Sungguh biadab!" umpat seorang petugas sambil menangis.
Orang-orang yang menyaksikan proses penggalian tak ada yang mampu menahan tangis, mereka membayangkan penderitaan para korban, bagaimana mereka mati dan bagaimana mereka di kubur dengan cara yang tidak layak, seperti mengubur binatang.
Polisi segera melakukan autopsi untuk mengidentifikasi para korban.
Terbongkarnya kasus ini sangat menggemparkan kota Lovelock dan beberapa kota lain di sekitarnya, polisi memajang foto-foto orang yang di laporkan hilang yang ternyata jadi korban yayasan keluarga Peter.
Kantor polisi jadi ramai oleh keluarga korban dan orang-orang yang ingin tahu kelanjutan kasus ini. Tidak sedikit warga yang turun ke jalan menuntut agar Peter menanggung dosa keluarganya dan di hukum seberat-beratnya.
Tak ada sedikitpun simpati yang ditujukan pada Peter, semua mencaci maki Peter dan keluarganya. Beberapa tulang yang telah teridentifikasi di jemput oleh keluarganya, hantu-hantu yang tubuhnya telah di satukan kembali akhirnya mendapatkan pemakaman yang layak.
Aku, Ramona dan Sam berdiri di balkon Labirin, menyaksikan para roh yang menghilang satu persatu. Roh-roh itu akhirnya bisa beristirahat dengan tenang, ada rasa bahagia dan sedih menyelinap dalam hatiku.
Aku bahagia melihat para roh itu akhirnya menemukan kebahagiaan mereka, tapi aku sedih membayangkan hukuman yang akan di jalani Peter.
Sidang atas kasus Peter di mulai hari ini, ruang sidang penuh sesak keluarga para korban. Halaman kantor pengadilan di penuhi awak media dan warga yang ingin menyaksikan jalannya persidangan.
Sidang ini adalah sidang terbuka yang bisa di saksikan siapa saja, setelah beberapa jam menunggu akhirnya mobil tahanan yang mengangkut Peter tiba di kantor pengadilan negeri. Beberapa wartawan menyerbu mobil itu dan menyerang Peter dengan berbagai macam pertanyaan.
"Peter, sejak kapan keluarga anda melakukan bisnis ini?"
"Berapa banyak uang yang anda dapatkan per satu organ tubuh yang anda jual?"
"Apakah uang yang anda dapat dari bisnis ini telah membutakan matamu?"
"Peter, anda ini seorang dokter, di mana hati nurani anda?"
__ADS_1
Peter hanya diam, tak menjawab satu pun pertanyaan para wartawan. Dia tetap melangkah, saat tiba di depan pintu utama tiba-tiba seorang pria mendekat dan meludahi wajah Peter.
"Dasar *******! Kau binatang tidak bermoral!" pria itu melayangkan tinju ke arah Peter tapi di halangi oleh petugas, beberapa orang lain melempari Peter dan terus menyumpahinya.
Di dalam ruang sidang lebih kacau lagi, keluarga para korban dengan ganas ingin menyerang Peter tapi para petugas berhasil melindungi Peter. Walaupun beberapa pukulan berhasil mengenai wajah Peter, membuat matanya lebam dan bibirnya berdarah.
Peter hanya tersenyum dingin menanggapi semuanya. Hakim memasuki ruangan, Ramona dan Sam duduk di deretan paling depan. Karena kasus Peter sangat berat dan melukai hati banyak orang maka tak ada satupun pengacara yang mau membela Peter, dia membela dirinya sendiri.
Namun segigih apapun Peter membela diri atas apa yang telah dia dan keluarganya lakukan, dia tidak bisa banyak berkutik karena semua bukti memberatkannya.
Akhirnya setelah melewati hampir sebulan proses persidangan, anggota Lana yang berjumlah lima belas orang di jatuhi hukuman mati.
Juri sebagai perwakilan masyarakat menganggap hukuman mati terlalu ringan bagi Peter dan Lana maka, Lana yang terbukti sebagai kaki tangan Peter di jatuhi hukuman empat ratus lima puluh tahun penjara. Sedangkan Peter sendiri di jatuhi hukuman sembilan ratus lima puluh tahun penjara. Negara juga menyita semua harta dan aset keluarga Peter.
Keluarga korban merasa hukuman itu cukup adil. Peter di tempatkan di ruang isolasi yang hanya punya satu lubang ventilasi sebagai sumber cahaya di siang hari. Di tempat yang gelap, sempit dan lembab itulah dia akan menghabiskan seluruh sisa hidupnya.
Sam dan Ramona menjabat tanganku.
"Selamat Delilah, misimu berhasil,"
"Yah sepertinya begitu, itu semua berkat bantuan kalian."
ujarku sambil tersenyum.
"Lalu apa rencana kalian sekarang?" tanyaku
"Melanjutkan hidup, tentunya," jawab Ramona sambil tertawa
"Kau sendiri bagaimana? Mengapa kau tidak ikut beristirahat dengan tenang seperti hantu lainnya?" tanya Sam
"Aku tidak bisa Sam, aku telah terikat sebuah janji pada Peter."
"Dulu ada masanya dimana Peter sangat manis dan perhatian, kami saling mencintai dan saling berjanji untuk tidak saling meninggalkan."
"Aku mencintai Peter, aku hanya membenci apa yang telah dia lakukan, itu sebabnya aku melakukan semua ini."
"Jadi maksudmu kau akan menemaninya di penjara?" tanya Ramona
"Iya, hingga maut memisahkan kami."
Ramona dan Sam tertawa mendengar ucapanku, mereka merasa lucu mendengar kalimat itu karena di ucapkan oleh seorang hantu yang memang sudah mati.
Hari sudah menjelang sore, sekali lagi kami saling menjabat tangan dan mengucapkan salam perpisahan. Mereka berjalan ke arah selatan dan aku menuju utara, tempat di mana Peter berada.
- The End -
__ADS_1