The Other Side

The Other Side
Perwakilan Kelas


__ADS_3

"Randy sayang liat ke arah siapa?" kata mamanya yang tiba-tiba datang.


"Itu, Radit," kata Randy sambil menunjuk Radit.


"Wah, Randy dapat teman baru ya. Syukurlah, mama ikut seneng. Sekarang kita pulang ya," kata Tante Sarah, mamanya Randy.


"Iya," jawab Randy.


*****


"Randy, aku boleh gabung kan?" tanya Radit kecil.


"Jangan sentuh itu, itu bukan punya Randy," Tante Sarah segera datang.


"Randy, jangan pelit ya, kan Radit mau pinjem," kata Tante Sarah segera memberikan mainannya. Randy segera pergi dari tempat itu.


"Radit, maafin Randy ya. Randy emang begitu sama orang baru," kata Tante Sarah sambil mengejar Randy.


"Seinget Radit, Radit itu teman pertamanya Sandy," kata Radit sambil masih mengingat-ingat pengalaman masa kecilnya.


"Sandy juga cerita dulu dia pernah dioperasi sih, tapi dia ga inget kejadian apa-apa sebelum operasi itu, maksudnya dia gatau kenapa dia bisa sampe dioperasi," katanya lagi.


"Sandy dulu itu pendatang baru di sini kan?" tanya Bunda Anna.


"Ah iya betul Bunda. Dulu, Sandy juga bilang baru pindah ke tempat ini, emang ada apa sih, Bund? Sampe nanyain hal begini?" tanya Radit penasaran.


"Bunda cuma penasaran aja kenapa Tante Sarah sangat ga menyukai Rara, apa emang pernah terjadi sesuatu di antara mereka?" Bunda Anna berpikir.

__ADS_1


"Kalo dipikir-pikir, tadi Rara pingsan juga aneh sih, apa benar ya kata Bunda kalo mereka pernah punya masa lalu bersama? Tapi kenapa mereka ga saling kenal?" batin Radit.


"Yaudah, makasih ya sayang infonya," kata Bunda Anna sambil mengelus rambut Radit.


"Sepertinya aku juga harus cari tahu," ucap Radit dalam hati.


*****


"Sini kejar aku, hihi," kata seorang anak kecil perempuan.


"Jangan main ke sana, kata mama bahaya," jawab anak kecil lainnya.


"Bilang aja kamu ga berani kejar aku," kata anak kecil perempuan itu.


TIIINNN


Suara klakson mobil truk dari ujung terdengar memekakan telinga.


"Lagi-lagi mimpi yang seperti itu, siapa anak kecil itu ya? Anak perempuan dan laki-laki dalam mimpiku. Sepertinya ini benar-benar bukan hanya bunga tidur. Ini pasti petunjuk. Aku harus menemukan mereka," batin Netra.


"Tapi, apa jika aku tanya nenek, nenek akan jawab jujur? Aku ngerasa nenek nyembunyiin sesuatu dari aku," batinnya lagi.


"Ah yaudah aku lanjut tidur aja deh," kata Netra yang segera melanjutkan tidurnya.


Keesokan harinya, mereka harus kembali ke sekolah, sekedar untuk memenuhi kehadiran mereka sambil menunggu pengumuman kelulusan. Pada upacara kelulusan nanti, sekolah mereka mengadakan pentas seni bagi seluruh siswa siswi untuk meramaikan upacara ini. Setiap perwakilan dari kelas IX juga diikutsertakan dalam acara ini.


"Upacara kelulusan kita tinggal sebulan lagi, ga kerasa ya sekarang kita udah lulus SMP dan masuk SMA. Bagaimanapun senang rasanya bisa bersama-sama dengan kalian," kata Netra.

__ADS_1


"Oh iya, Ra. Kita harus siapin sesuatu yang spesial buat acara ini," kata Radit.


"Kalian perwakilan kelas?" tanya Sandy.


"Iya, setelah berunding akhirnya satu kelas setuju menyerahkan hal ini ke kita berdua," Jawab Radit.


"Apanya yang berunding?" gumam Netra.


FLASHBACK


"Ketua kelas, biarkan aku dan Rara yang maju jadi perwakilan kelas ya? Kita udah siapin semuanya kok. Nah persembahan dari kelas kita pasti bagus," kata Radit yang memohon ke Dika, ketua kelas IX B.


"Plis, aku mohon ya biarin aku dan Rara jadi perwakilan kelas," Radit semakin menjadi-jadi.


"Huft, iya iya, nanti aku umumkan kalo perwakilan kelas ini adalah kamu dan Rara, tapi mungkin kita bakal berunding dulu. Kalo semua setuju, kalian bakal jadi perwakilan kelas.


"Oke terima kasih, Dik," kata Radit senang. Ia juga membujuk teman sekelasnya supaya setuju menjadikannya perwakilan kelas. Netra yang melihat semua itu hanya bisa menghela napas. Ia tidak bisa menghentikan Radit yang sangat antusias dalam pensi ini.


"Ya kan, Ra?" tanya Radit membuyarkan lamunan Netra.


"Iya," kata Netra.


"Kebetulan sekali ya, aku juga ditunjuk jadi perwakilan kelas," kata Sandy. Netra langsung melihat ke arahnya. Perwakilan kelas haruslah dua orang, laki-laki dan perempuan. Dengan siapa Sandy menjadi perwakilan kelas? pikirnya.


"Oh, dengan siapa?" tanya Netra.


"Hai Sandy, kita jadi berlatih untuk pensi kan?" tanya seorang perempuan cantik yang menghampiri Sandy.

__ADS_1


"Siapa dia? Apa ini karna aku hanya dekat dengan mereka berdua sampai-sampai aku ga kenal orang lain ya," pikir Netra.


"Kenalin, ini Tari, dia juga perwakilan kelasku," kata Sandy.


__ADS_2