The Other Side

The Other Side
Hal yang Tersembunyi


__ADS_3

"Hey. Kamu dari tadi terlihat melamun, melamunkan apa sih? Kalo lagi nyetir tuh fokus aja ke jalan tau ga?" kata Netra.


"Iya iya," jawab Sandy.


*****


Mereka sampai di rumah sakit tempat Radit dirawat. Di sana mereka bertanya ke bagian resepsionis dimana kamar Radit. Setelah mengetahui posisi kamar Radit, mereka segera menemui Radit di kamarnya.


Di dalam kamarnya terlihat Radit yang terbaring lemah di kasur pasien. Pelan-pelan Sandy dan Netra masuk ke dalam kamar pasien itu.


"Hey, kalian kesini? Bukannya kamu ada jadwal les, San? Kalian seharusnya ga perlu repot-repot kesini. Haha," kata Radit lemah.


"Dalam kondisi lemah begini, masih saja Radit memikirkan sahabatnya itu. Radit memang benar-benar sahabat yang perhatian. Sandy sungguh beruntung menjadi sahabatnya," batin Netra sambil melihat ke arah Radit yang sekarang kondisinya sedang lemah.


"Dit, kondisimu lebih mengkhawatirkan sekarang, mana mungkin aku lebih memilih les daripada kamu," kata Sandy. Mereka memang sahabat yang saling peduli dan perhatian. Banyak orang yang merasa iri melihat persahabatan mereka. Namun, baru kali ini Sandy melihat sahabatnya terbaring lemah tidak berdaya seperti ini.

__ADS_1


"Dit, kenapa jadi gini? Ada apa?" Air mata Sandy terlihat sudah menggenang. Sandy memang orang yang dingin, namun jika sudah menyangkut sahabatnya itu, semua benteng pertahanannya runtuh. Ia sudah menganggap Radit seperti saudaranya sendiri. Jika Radit sakit, ia akan lebih sakit. Jika ada yang menyakiti Radit, Sandy tidak segan-segan melawan orang itu. Radit adalah segalanya bagi Sandy.


"Hey, aku tidak apa-apa. Jangan cengeng, apalagi di depan Rara. Kamu mau julukan 'Pangeran Es' mu diganti menjadi Cowo Cengeng sama Rara," kata Radit mencoba menghibur Sandy. Netra membiarkan kedua sahabat itu untuk bereuni terlebih dahulu dan memilih untuk tidak mengganggu mereka.


"Ra, kamu baik-baik aja kan?" kata Radit sambil memegang tangan Netra.


"Hah, ini bukannya terbalik ya? Harusnya aku yang bertanya pada Radit kan," ucap Netra dalam hatinya.


"Ah iya aku baik Dit, syukurlah kamu tidak apa-apa. Jangan sakit ya, nanti tidak ada yang menjaga Sandy. Haha," kata Netra sambil melepaskan tangannya dari Radit.


"Dit, aku sempet denger dari Bi Ina kalo kamu sebelum sakit itu malemnya kejang-kejang. Aku boleh tau apa yang terjadi?" tanya Netra sambil duduk di kursi.


"Oh itu, malam itu, sebenarnya aku ga terlalu ingat apa yang terjadi. Dan aku juga takut ada ingatan yang salah sih," jawab Radit.


"Apa separah itu Dit? Selama kita berteman kamu ga pernah sakit sampe yang separah itu loh." Kata Sandy.

__ADS_1


"Umm, aku kurang tau apa yang terjadi malam itu. Malam itu..." Kata-kata Radit terpotong karena pintu kamar terbuka.


"Wah ternyata ada Sandy dan Netra, tau gitu tadi bunda sekalian belikan air," kata ibu Radit.


"Halo bunda. Ga perlu repot-repot kok, sebentar lagi aku dan Rara mau pamit," kata Sandy sambil mencium tangan Ibunda Radit.


"Oh ya Ra, ini bundanya Radit, Bunda Anna. Bunda selama ini jagain aku juga. Aku udah anggap Bunda Anna ini bundaku," kata Sandy sambil mengenalkan Bunda Anna ke Netra.


"Ah iya, aku pernah ketemu saat ke rumah Radit. Senang bertemu dengan bunda lagi," kata Netra.


"Bunda maaf, sepertinya kita ga bisa lama-lama di sini. Besok kita akan kesini lagi buat jenguk Radit," kata Sandy berpamitan dengan Bunda Anna.


"Oh baiklah kalo begitu, biar Bunda temani sampai depan ya," kata Bunda Anna sambil merangkul Netra. Sandy berjalan mengekor di belakang mereka. Tiba-tiba..


"San, tolong jaga Rara. Entah ini pertanda baik atau buruk, tapi aku rasa sakitku ini ada hubungannya sama keselamatan Rara," kata Radit sambil menahan Sandy dengan memegang tangannya.

__ADS_1


"Iya, kamu ga perlu khawatir," jawab Sandy. Setelah itu, Sandy langsung keluar dari kamar Radit dirawat dan segera menghampiri Netra yang sedang mengobrol dengan Bunda Anna. Tidak terasa mereka sudah berada di wilayah parkir mobil. Mereka segera berpamitan dengan Bunda Anna dan segera masuk ke mobil.


__ADS_2