The Other Side

The Other Side
Refreshing


__ADS_3

"Perempuan itu. Ga akan aku biarkan dia hidup tenang," kata seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka.


*****


Setelah 30 menit perjalanan, mereka sampai di salah satu mall besar di kota mereka.


"Mau makan dulu atau main dulu?" tanya Bunda Anna.


"Makan!" kata Netra, Radit, dan Sandy serempak.


"Haha, kalian sudah lapar sekali ya. Yaudah yuk kita cari tempat makan." Bunda Anna mendahului mereka.


"Kita makan di sini aja ya," kata Bunda Anna sambil menunjuk tempat makan yang tidak terlalu ramai.


"Boleh!" Lagi-lagi mereka bertiga menjawab dengan kompak.


"Kalian ini kayak anak kembar aja kompakan mulu," kata ayah Radit.

__ADS_1


"Biarin sih," kata Radit sambil menjulurkan lidahnya.


"Kursi untuk 5 orang ya," kata Bunda Anna ke salah satu pelayan.


"Baik, silahkan ikut saya," kata pelayan itu. Mereka segera mengikuti pelayan tersebut. Sesampainya di tempat duduk mereka, Bunda Anna segera memesankan makanan untuk keluarganya dan Sandy.


"Ah Rara, bunda ga tau kamu suka apa. Maaf," kata Bunda Anna yang terlihat sedikit khawatir mengecewakan Netra.


"Gapapa bunda. Rara pesan yang sama dengan Radit dan Sandy aja," kata Netra.


Selesai memesan makanan, mereka memutuskan untuk berfoto bersama dan memanggil pelayan. Setelah itu mereka mengobrol kecil. Bunda Anna mengajak Netra untuk pergi berbelanja saat Radit, Sandy, dan Ayah Radit bermain di Game Center nanti.


"Tapi bunda..." Kata-kata Netra terpotong.


"Rara boleh belanja apa aja kok. Biar bunda yang beliin semua yang Rara mau." Bunda Anna kembali membujuk Netra.


"Umm, iya bunda gapapa. Hanya saja Rara memang tidak terlalu suka berbelanja. Nanti Rara temani bunda belanja aja ya," kata Netra sambil tersenyum.

__ADS_1


"Yey, mulai sekarang kamu jadi anak angkat bunda yaa," kata Bunda Anna sambil memeluk Netra.


"Hee, anak angkat? Ih apa sih bunda memutuskan sepihak gitu. Emangnya Rara mau dianggap anaknya bunda," kata Radit yang sedari tadi memperhatikan obrolan mereka.


"Mau dong, pokoknya semua teman dekat kamu jadi anak angkat bunda. Sandy, Rara, jadi anak angkat bunda pokoknya Titik," kata Bunda Anna yang masih memeluk Netra.


"Rara mau kan bunda anggap jadi anak sendiri?" kata Bunda Anna. Netra tidak langsung menjawab. Kehangatan yang ia dapatkan dari pelukan Bunda Anna, kehangatan yang ia ingin dapatkan dari ibunya sendiri. Tidak terasa air mata Netra menetes.


"Tuh kan bunda, Rara jadi nangis," kata Radit.


"Nih," kata Sandy sambil menyodorkan tisu. Perhatian kecil yang diberikan Sandy seolah membuat Netra berharap lebih. Netra mengambil tisu dari tangan Sandy dan langsung mengklarifikasi alasan ia menangis.


"Gapapa kok, Rara seneng kalo Rara bisa punya orang tua lagi," kata Rara sambil mengelap air matanya dan tersenyum.


Tidak lama kemudian, makanan mereka tiba. Radit yang sedari tadi sudah kelaparan langsung menyantap makanannya. Yang lain juga mulai menyantap makanan mereka.


"Selamat makan."

__ADS_1


Selesai makan, mereka sudah sepakat untuk berpisah. Rara dan Bunda Anna akan pergi belanja sedangkan Sandy, radit dan ayahnya akan pergi ke Game Center. Kebetulan mereka juga harus berpisah gedung karena gedung mall ini terdiri atas dua gedung. Gedung tempat mereka makan tadi adalah gedung 1, yang terdiri atas tempat makan, Game Center, dan parkiran. Sedangkan tempat berbelanja ada di gedung seberangnya. Mereka berpisah di depan lobby gedung 1. Bunda Anna dan Rara segera menyebrang jalan. Kebetulan jalanan sedang sepi dari kendaraan yang berlalu lalang sehingga mereka dapat dengan cepat mencapai lobby gedung 2.


Bunda Anna mengajak Netra ke butik langganannya. Banyak sekali pakaian yang Bunda Anna rekomendasikan ke Netra. Bahkan tidak jarang Bunda Anna meminta Netra untuk mencoba pakaian tersebut. Memang selera Bunda Anna cukup bagus menurut Netra. Tapi tidak mungkin ia memborong semua pakaian yang dipilihkan untuknya. Akhirnya, Netra memilih satu dress cantik berwarna peach. Warna yang kontras dengan warna kulit Netra yang kuning langsat.


__ADS_2